Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Effect of Multiple Intelligences Based Instructional Model on Learning Outcomes IPAS Grade V in 2 Sentul Elementary School Makantika, Farahdibah Ade; Barus, Yohannes Kurniawan; Muzaki, Ferril Irham
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 7 No. 1 (2024): VOLUME 7, NUMBER 1, 2024
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v7i1.74773

Abstract

The aim of the research is to see the effect of instructional models with multiple intelligences (MI) on the science and science learning outcomes of class V at SDN 2 Sentul. Researchers apply a quantitative approach, with the type of research through experimental research. The experimental group received action in the form of implementing a MI based instructional model in the learning process. And the control group did not receive special actions or apply conventional learning models. The research design applied by the researcher is a quasi experimental design in the form of a non-equivalent control group design research. In these findings, two groups were used, namely, the experimental group and the control group. The sample consisted of 25 students and 27 students in the experimental class. This instrument is in the form of a questionnaire and multiple choice test. The results explain the magnitude of Sig. there is 0.003 < 0.05, so Ho is rejected and Ha is accepted. In accordance with these results, it can be stated that there is an influence of instructional models with multiple intelligences (MI) on the science and science learning outcomes for class V at SDN 2 Sentul.
Challenges in 21st Century of Teaching Critical Thinking: Navigating Creativity Challenges in Elementary Schools Muzaki, Ferril Irham; Dawud
Widyantara Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v2i1.84

Abstract

This exploration explores the vital part of critical thinking in abecedarian education within the frame of 21st century literacy. In the fleetly evolving educational geography, fostering critical thinking chops in abecedarian academy is imperative for preparing scholars to thrive in a complex and dynamic world. The abstract highlights crucial rudiments of 21st century literacy, emphasizing the integration of critical thinking into the class. Keywords similar as abecedarian education, critical thinking, 21st century literacy, cognitive development, problem-working, and rigidity emphasize the interconnectedness of these generalities. The abstract underscores the significance of nurturing logical chops from an early age to equip scholars with the cognitive tools necessary for success in the contemporary educational terrain and beyond. The community between critical thinking and creativity is a potent force that propels individualities, educational institutions, and societies toward intellectual vitality and innovative excellence. Feting and fostering this interplay aren’t just an educational imperative but a societal necessity. By cultivating both critical thinking and creativity, we empower individualities to navigate the complications of the ultramodern world with intellectual perceptivity, innovative faculty, and a commitment to progress.   Tantangan Berpikir Kritis di Abad ke-21: Analisis Kompleksitas Menumbuhkan Kreativitas di Sekolah Dasar Penjelajahan ini mengeksplorasi peran penting berpikir kritis dalam pendidikan abjad dalam kerangka literasi abad ke-21. Dalam lanskap pendidikan yang berkembang pesat, pengembangan keterampilan berpikir kritis di sekolah dasar menjadi penting untuk mempersiapkan siswa agar dapat berkembang di dunia yang kompleks dan dinamis. Abstrak ini menyoroti unsur-unsur penting literasi abad ke-21, dengan menekankan integrasi berpikir kritis dalam kurikulum. Kata kunci seperti pendidikan abjad, berpikir kritis, literasi abad ke-21, perkembangan kognitif, pemecahan masalah, dan ketangguhan menekankan keterkaitan konsep-konsep tersebut. Abstrak ini menegaskan pentingnya membina kemampuan berpikir logis sejak dini untuk membekali siswa dengan alat-alat kognitif yang diperlukan untuk sukses dalam lingkungan pendidikan kontemporer dan di masa depan. Hubungan antara berpikir kritis dan kreativitas adalah kekuatan yang mendorong individu, lembaga pendidikan, dan masyarakat menuju keberlanjutan intelektual dan keunggulan inovatif. Memperingati dan memajukan interaksi ini bukan hanya suatu keharusan pendidikan tetapi juga suatu keharusan sosial. Dengan membudayakan berpikir kritis dan kreativitas, kita memberdayakan individu untuk menavigasi kompleksitas dunia modern dengan kecerdasan intelektual, kemampuan inovatif, dan komitmen untuk kemajuan.
ANALISIS KETERBACAAN TEKS BACAAN BERDASARKAN KRITERIA SMOG DAN KESESUAIAN PERTANYAAN BERDASARKAN KRITERIA LITERASI MEMBACA AKM DALAM BUKU SISWA BAHASA INDONESIA KURIKULUM MERDEKA SD/MI KELAS IV Ainiyah Aprelianingrum; Ferril Irham Muzaki; Ainiyah Aprelianingrum; Ferril Irham Muzaki; Titis Angga Rini
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i12.2024.21

Abstract

Abstrak : Artikel ini berisi penelitian mengenai analisis tingkat keterbacaan teks bacaan berdasarkan kriteria SMOG dan kesesuaian pertanyaan berdasarkan literasi membaca AKM dalam buku siswa bahasa Indonesia kelas IV kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menganalisis isi dokumen berupa teks bacaan pada buku siswa bahasa Indonesia kelas IV kurikulum merdeka. Penelitian ini menganalisis teks bacaan meliputi 11 teks bacaan fiksi dan 8 teks bacaan informatif. Hasil dari analisis tingkat keterbacaan berdasarkan kriteria SMOG didapatkan dari 19 teks bacaan hanya terdapat 1 teks bacaan yang sesuai untuk kelas IV SD atau usia 10 tahun. Nilai persentase kesesuaian tingkat keterbacaan pada teks bacaan adalah 5,26 persen sesuai dan 94,74 persen tidak sesuai dengan keterbacaan kriteria SMOG. Hasil analisis pertanyaan berdasarkan kriteria literasi membaca AKM tidak terdapat pertanyaan terkait teks bacaan yang sesuai dengan literasi membaca AKM, sehingga didapatkan nilai persentase 0 persen sesuai dan 100 persen tidak sesuai. untuk mengurangi terjadinya kesalahan pada tingkat keterbacaan dan penyusunan pertanyaan teks informatif yang terdapat dalam buku siswa bahasa Indonesia kurikulum merdeka kelas IV SD, maka perlu diperhatikan keterbacaan yang berdasarkan kriteria SMOG dan untuk tingkat pertanyaan dapat disesuaikan dengan kriteria literasi membaca AKM.
ANALISIS KETERBACAAN TEKS BACAAN BERDASARKAN KRITERIA SMOG DAN KESESUAIAN PERTANYAAN BERDASARKAN KRITERIA LITERASI MEMBACA AKM DALAM BUKU SISWA BAHASA INDONESIA KURIKULUM MERDEKA SD/MI KELAS IV Ainiyah Aprelianingrum; Ferril Irham Muzaki; Ainiyah Aprelianingrum; Ferril Irham Muzaki; Titis Angga Rini
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i12.2024.21

Abstract

Abstrak : Artikel ini berisi penelitian mengenai analisis tingkat keterbacaan teks bacaan berdasarkan kriteria SMOG dan kesesuaian pertanyaan berdasarkan literasi membaca AKM dalam buku siswa bahasa Indonesia kelas IV kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menganalisis isi dokumen berupa teks bacaan pada buku siswa bahasa Indonesia kelas IV kurikulum merdeka. Penelitian ini menganalisis teks bacaan meliputi 11 teks bacaan fiksi dan 8 teks bacaan informatif. Hasil dari analisis tingkat keterbacaan berdasarkan kriteria SMOG didapatkan dari 19 teks bacaan hanya terdapat 1 teks bacaan yang sesuai untuk kelas IV SD atau usia 10 tahun. Nilai persentase kesesuaian tingkat keterbacaan pada teks bacaan adalah 5,26 persen sesuai dan 94,74 persen tidak sesuai dengan keterbacaan kriteria SMOG. Hasil analisis pertanyaan berdasarkan kriteria literasi membaca AKM tidak terdapat pertanyaan terkait teks bacaan yang sesuai dengan literasi membaca AKM, sehingga didapatkan nilai persentase 0 persen sesuai dan 100 persen tidak sesuai. untuk mengurangi terjadinya kesalahan pada tingkat keterbacaan dan penyusunan pertanyaan teks informatif yang terdapat dalam buku siswa bahasa Indonesia kurikulum merdeka kelas IV SD, maka perlu diperhatikan keterbacaan yang berdasarkan kriteria SMOG dan untuk tingkat pertanyaan dapat disesuaikan dengan kriteria literasi membaca AKM.