Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kemampuan Guru Dalam Menyusun Rencana Pembelajaran Berbasis Karakter Aplikasi Kurikulum 2013 di Blitar Raya Mohammad Zainuddin; Sutansi Sutansi; Mohamad Fatih; Kistin Restu Perdana
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 1 No 1 (2019): Volume 1, Nomor 1, Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jppnu.v1i1.1

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat ini ditujukan kepada guru-guru SD di Blitar Raya khususnya MI Plus Baitun Naim (Mitra 1) dan SDI Tarbiyatul Falah (Mitra 2), dimana dala merencanakan pembelajaran kurikulum 2013 guru masih mengalami kesulitan untuk menyususn RPP dan menyisipkan pendidikan karakter di dalamnya. Pembimbingan dalam penususnan rencana pembelajaran berbasis karakter terbagi menjadi 2 sesi. Tahapan kemitraan yang dilakukan untuk Mitra I dan II yaitu: (1) melakukan pelatihan terkait urgensi, komponen, dan kiat-kiat penyusunan RPP berbasis karakter, (2) memberikan penugasan dan pendampingan penyusunan RPP berbasis karakter. Pengabdian telah dilaksankan dengan lancar selama 3 hari. Hari pertama pemberian materi (tatap muka), hari kedua dan ketiga merupakan penugasan. Pada penugasan ini, peserta telah menghasilkan produk yang diharapkan. Kesimpulan pelaksanan pengabdian adalah meningkatnya kemampuan guru dalam membuat perancanaan pembelajaran (RPP) berbasis karakter yang akan diterapkan dalam pembelajaran kurikulum 2013. Sehingga dengan bekal yang telah dimiliki ini dapat meningkatkan kompetensi professional guru-guru.
Bimbingan Teknis Pembuatan Istrumen Assesment HOTS (High Order Thinking Skill) bagi Guru SD Berbasis Karakter di Blitar Raya M. Zainuddin; Sutansi Sutansi; Esti Untari; Kristin Restu Perdana
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 2 No 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan teknis pembuatan istrumen assesment HOTS (High Order Thinking Skill) bagi guru dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan para guru SD di gugus 03 Krisik, Gandusari dalam menyusun instrument asesmen yang dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Melalui kegiatan ini para guru diberikakan wawasan sekalikus kemampuan secara teknis dalam menyusun instrument Asesmen HOTS. Kegiatan pelatihan ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pada tahap eksplorasi para guru diminta untuk mengemukakan berbagai pengetahuannya tentang evaluasi, terutama yang berstandar HOTS. Hasil eksplorasi digunakan sebagai landasasan untuk melakukan kegiatan elaborasi, yaitu berupa penjelasan secara teoretis dan kegiatan praktik tentang penyusunan instrument asesmen HOTS yang mampu digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Pada tahap konfirmasi, para peserta diminta untuk menyusun instrument evaluasi secara berkelompok. Selanjutnya, secara bergantian, perwakilan kelompok mempresentasikan hasil penyusunan instrument evaluasinya di depan para peserta yang lain. Pelatihan ini mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus kemampuan para guru SD gugus 03 Krisik, Gandusari, Blitar dalam menyusun instrument assesment HOTS (High Order Thinking Skill) yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Tematik Berbasis HOTS (Higher order Thinking skill) dengan Penekanan Karakter M. Zainuddin; Sutansi Sutansi; Esti Untari
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4, November 2020
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.028 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v5i4.565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen asesmen kelas 4 tema 1. Indahnya kebersamaan berupa soal tes HOTS yang valid dan reliabel, dan mendeskripsikan kualitas soal tes HOTS untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg & Gall, yang meliputi langkah-langkah sebagai berikut: penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba terbatas, revisi produk awal, uji coba lapangan, dan revisi produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen HOTS berupa soal tes HOTS yang terdiri dari 10 butir soal pilihan ganda dan 5 butir soal uraian dari aspek materi, konstruksi, dan bahasa dinyatakan valid dan layak digunakan. Instrumen tersebut mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,714 (soal pilihan ganda) dan sebesar 0,940 (soal uraian). Soal pilihan ganda memiliki rata-rata tingkat kesukaran 0,416 (sedang), rata-rata daya pembeda 0,328 (baik), dan semua pengecoh berfungsi baik. Soal uraian memiliki rata-rata tingkat kesukaran 0,363 (sedang) dengan rata-rata daya pembeda 0,518 (baik).
Need analysis of solid geometry material learning media with character strengthening for 5th grade elementary school Anggit Kurnia Sejati; Yuniawatika Yuniawatika; Sutansi Sutansi
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/pe.v11i2.10040

Abstract

In addition to existing textbooks, student learning activities can be helped by the development of learning media that are expected to help overcome students learning difficulties, especially in math learning. This research aims to analyze the need for media that can be used in the process of learning mathematics to facilitate the understanding of materials by students. The subjects in this study were a teacher and all grade 5th students of SDN 2 Mojorembun, 16 students. Interview and questionnaire techniques are used to obtain and collect data about the learning media needs. The study results obtained an average percentage of 82.1%, which showed a need for continuous development of the need for more practical, engaging, complete learning media for solid figure material with character strengthening. So, it can be concluded that students need to develop learning media about solid figure material with character strengthening.
Development of Rubita Media Based on QR Code with Strengthening the Character of Hard Work of Class IV Elementary School Lindawati Lindawati; Sri Murdiyah; Sutansi Sutansi
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 5, No 2 (2020): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.682 KB) | DOI: 10.26618/jed.v5i2.3118

Abstract

Abstract. Indonesia is a country that is rich in culture, each region has cultural characteristics that make the diversity of the nation, one of which is the archipelago dance. However, the archipelago dance is less attractive to students and begin to be ignored and even forgotten by the younger generation, they are more familiar with modern dance than the archipelago dance. This development research aims to test the feasibility of a QR Code-based Rubita media in terms of attractiveness, validity, and practicality. The research method used is a modification of the Borg and Gall development model that includes stages (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, (6) testing try the product, (7) product revision, (8) trial use. The results of the research and development of QR Code-based Rubita media show the level of validity of the material experts by 94%, validation of media experts by 98%, and validation from users (teachers) by 96% percentage of QR Code-based Rubita media including highly valid media. The results of product trials in the field show that the appearance of instructional media is very compatible with learning in elementary schools, with the combination of shapes and colors on the QR Code-based Rubita makes students very interested in participating in learning with these media.Keywords: Rubita based on QR Code; Cultural Diversity; Elementary SchoolAbstrak.  Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, setiap daerah memiliki ciri khas budaya yang menjadikan keanekaragaman bangsa, salah satunya adalah tari nusantara. Namun, tari nusantara kurang diminati oleh siswa dan mulai diabaikan bahkan dilupakan oleh generasi muda, mereka lebih mengenal tari modern daripada tari nusantara. Penelitian pengembangan ini memiliki tujuan untuk menguji kelayakan media Rubita berbasis QR Code dari segi kemenarikan, kevalidan, dan kepraktisan. Metode penelitian yang digunakan adalah modifikasi dari model pengembangan Borg and Gall yang meliputi tahap (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian. Hasil penelitian  dan pengembangan media Rubita berbasis QR Code menunjukkan tingkat kevalidan dari ahli materi sebesar 94%, validasi ahli media sebesar 98%, dan validasi dari pengguna (guru) sebesar 96% persentase media Rubita berbasis QR Code termasuk media yang sangat valid. Hasil uji coba produk di lapangan menunjukkan bahwa tampilan media pembelajaran sangat sesuai dengan pembelajaran di Sekolah Dasar, dengan perpaduan bentuk dan warna-warni pada Rubita berbasis QR Code  membuat siswa sangat tertarik untuk mengikuti pembelajaran dengan media tersebut.Kata Kunci: Rubita Berbasis QR Code; Keberagaman Budaya; Sekolah Dasar
Media Development of Animated Learning Videos Pure Substance and Mixture Substance in 5th Grade Elementary School Bunga Ayu Dibtasari; Esti Untari; Sutansi Sutansi
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v5i2.11501

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to produce an animated video media of learning pure substances and mixture substances of class V at SDN Pesantren 2 Kota Kediri. The model used in this study is a 4D Thiagarajan model consisting of four stages of research, namely define, design, development, and dissemination. Material expert validation results obtained a percentage of 100%, media experts obtained a percentage of 95.83%, users (teachers) obtained a percentage of 93.75%. Meanwhile, the results of product attractiveness trials in grade V students of SDN Pesantren 2 Kota Kediri, namely small-scale trials of 97.05%, and large-scale trials of 93.88%. It can be concluded that the learning animation video media has been interesting and worthy to be used as a learning medium in the process of teaching and learning activities.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini, yaitu menghasilkan media video animasi pembelajaran zat tunggal dan zat campuran kelas V di SDN Pesantren 2 Kota Kediri. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D Thiagarajan yang terdiri dari empat tahapan penelitian, yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan diseminasi. Hasil validasi ahli materi diperoleh persentase 100%, ahli media diperoleh persentase 95,83%, pengguna (guru) diperoleh persentase 93,75%. Sedangkan hasil uji coba kemenarikan produk pada siswa kelas V SDN Pesantren 2 Kota Kediri, yaitu uji coba skala kecil 97,05%, dan uji coba skala besar 93,88%. Dapat disimpulkan media video animasi pembelajaran  sudah menarik dan layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Pengembangan Media Monopoli Edukatif Materi Keberagaman Budaya Dengan Penguatan Karakter Cinta Tanah Air di Sekolah Dasar Pratama Agnes Andhika Putra; Zainuddin M.; Sutansi Sutansi
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 30 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v30i22021p97-109

Abstract

Learning media play an essential role for students to understand learning material. This study aimed to produce educational monopoly media on material cultural diversity by strengthening patriotism in grade IV Elementary School. This development uses the Dick and Carey model. The result of validation by a material expert, media expert, and user get a case of 100 percent, 83.3 percent, and 91.6 percent. Students question results on small-scale tests, and field tests get 93.3% and 92 percent. Educative monopoly can foster a character who loves the motherland with a percentage value of 90 percent. Media pembelajaran berperan penting bagi siswa untuk memahami materi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk media Monopoli Edukatif materi keberagaman budaya dengan penguatan karakter cinta tanah air di kelas IV sekolah dasar yang valid berdasarkan ahli materi, ahli media, guru, dan praktis bagi siswa. Pengembangan ini menggunakan model Dick dan Carey. Hasil validasi oleh ahli materi, ahli media, dan pengguna memperoleh persentase sebesar 100 persen, 83,3 persen, dan 91,6 persen. Hasil angket siswa pada uji skala kecil dan uji lapangan memperoleh persentase sebesar 93,3% dan 92 persen. Monopoli Edukatif dapat menumbuhkan karakter cinta tanah air dengan persentase nilai sebesar 90 persen.
Pelatihan Aplikasi Lecture Maker Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Multi Interaktif bagi Guru Sekolah Dasar Sukamti Sukamti; Esti Untari; Sutansi Sutansi
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v3i12020p48-53

Abstract

Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan tentang penggunaan aplikasi Lecture Maker sebagai alternatif bagi guru Sekolah Dasar dalam membuat media pembelajaran. Kelompok Sasaran dalam kegiatan pelatihan ini guru Sekolah Dasar di Kota Blitar dengan jumlah 20 peserta. Kegiatan dilakukan di Laboratorium Komputer PP3 Universitas Negeri Malang di Kota Blitar. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini ceramah, diskusi, peer teaching dan peer review. Hasil kegiatan pengabdian meningkatkan kemampuan guru Sekolah Dasar dalam membuat media pembelajaran berbasis IT, yang ditunjukkan dengan peningkatan hasil post test sebesar 26%.
Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Publikasi Ilmiah Berbasis Karakter untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Sekolah Dasar M. Zainuddin; Sutansi Sutansi; Puri Selfi Cholifah; Mohamad Fatih; Achmad Ryan Fauzi
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v3i22020p95-101

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat ini ditujukan kepada guru-guru SD di Blitar karya ilmiah berupa PTK dan publikasi ilmiah sebagai syarat peningkatan Raya khususnyaSDI Garum (Mitra 1) dan MI Hidayatullah (Mitra 2), dimana keduanya mengalami kegagalan dalam mengajukan profesi (jabatan) guru. Pelaksanaan bimbingan terbagi menjadi dua sesi. Tahapan kemitraan yang dilakukan untuk Mitra I yaitu: (1) melakukan pelatihan terkait urgensi, komponen, dan kiat-kiat penyusunan PTK, (2) memberikan penugasan dan pendampingan penyusunan PTK, dan (3) pendampingan dalam melakukan seminar hasil PTK. Sedangkan tahapan kemitraan yang dilakukan untuk Mitra II yaitu: (1) melakukan pelatihan terkait urgensi dan kiat dalam melakukan publikasi ilmiah, (2) pendampingan penyusunan artikel ilmiah, dan (3) pendampingan dalam melakukan publikasi di jurnal ilmiah. Pengabdian telah dilaksankan dengan lancar selama 3 hari.Hari pertama pemberian materi (tatap muka), hari kedua dan ketiga merupakan penugasan. Pada penugasan ini, peserta telah menghasilkan produk yang diharapkan.Dengan demikian dapta diambil suatu kesimpulan bahwa pelaksanan pengabdian ini telah berhasil meningkatkan kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah.Sehingga denagn bekal yang telah dimiliki ini dapat meningkatkan kompetensi professional guru-guru.
Peningkatan Hasil Belajar Meringkas Teks Eksplanasi menggunakan Modle Mind Mapping dengan Penguatan Karakter Tanggung Jawab pada Siswa Kelas V SDN Sumber 02 Kabupaten Blitar Ike Rahmawati; Sutansi Sutansi; Ike Rahmawati; Sutansi Sutansi; Ferril Irham Muzaki
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.27 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i22021p120-129

Abstract

Abstract: This study aims to describe application and improvement learning result of summarizing explanatory text use mind mapping by strengthening the character of responsibility. Type of research is classroom action research. By means 4 stages, they are, plan, implementation, observation, and reflection. The result showed an increase in the percentage of teacher activity from cycle I to cycle II which is 84 percent to 100 percent. Student activity also increased from 80 percent to 88 percent. Student learning result of knowledge aspect had increased from cycle I to cycle II with classical learning completeness from 78 percent to 88 percent. Student learning result of skill aspect had increased in cycle I to cycle II with classical learning completeness from 65 percent to 88 percent. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan peningkatan hasil belajar meringkas teks eksplanasi menggunakan model Mind Mapping dengan penguatan karakter tanggung jawab. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Melalui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan presentase aktivitas guru dari siklus I ke siklus II yaitu 84 persen menjadi 100 persen. Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari 80 persen menjadi 88 persen. Hasil belajar siswa aspek pengetahuan mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dengan ketuntasan belajar klasikal dari 78 persen meningkat menjadi 88 persen. Hasil belajar siswa aspek keterampilan mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II dengan ketuntasa belajar klasikal dari 65 persen meningkat menjadi 88 persen.