Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH BEBAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR Nurmelisa; Nurman; Tenri S.P Dipoatmodjo; Chalid Imran Musa; Burhanuddin; Anang Setiawan
Widya Balina Vol. 11 No. 1 (2026): Widya Balina - Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v11i1.938

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan kompensasi terhadap motivasi kerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 198 pegawai, dengan sampel sebanyak 70 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan program SPSS dengan teknik analisis regresi linear berganda, serta melalui uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil/Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai, demikian pula kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Secara simultan, beban kerja dan kompensasi terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan beban kerja yang seimbang serta pemberian kompensasi yang adil dan layak menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai.
KESIAPAN GURU MATEMATIKA MTS IMPLEMENTASIKAN KURIKULUM BERBASIS CINTA Erna Sari Agusta; Anang Setiawan
Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan Vol 23 No 1 (2026): Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan
Publisher : LPMP Provinsi DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54124/jlmp.v23i1.191

Abstract

The implementation of the Love-Based Curriculum (KBC) requires mathematics teachers to be prepared to adjust the planning, implementation, and evaluation of learning. This study aims to describe the readiness of mathematics teachers in implementing the KBC. This study uses a qualitative approach with a descriptive type through a survey method. The research subjects were mathematics teachers of MTs in DKI Jakarta Province who were selected purposively. Data collection was carried out through closed questionnaires, interviews, and documentation. Data analysis included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was carried out by triangulation of sources. The level of readiness was divided into three categories, namely ready (76–100), quite ready (51-75), lack ready(26–50), and not ready (≤25). The results showed that 62.5% of teachers did not understand the concept and objectives of the Love-Based Curriculum, 50% of teachers still had difficulties in preparing teaching modules or lesson plans, 43.75% of teachers had not implemented value- and character-based learning, and 37.5% of teachers had not implemented value- and character-based diagnostic and formative assessments. Therefore, mathematics teachers' readiness to implement the Love-Based Curriculum still requires continuous improvement. Interviews revealed obstacles such as limited training, uneven conceptual understanding, and adaptation to changing learning paradigms. Therefore, ongoing efforts through training, mentoring, and strengthening the professional competencies of mathematics teachers are needed to ensure optimal implementation of the Love-Based Curriculum.
EFEKTIFITAS PENYEBARAN INFORMASI COVID-19 MELALUI MEDIA TWITTER KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA DAN BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA Anang Setiawan; Herdin Arie Saputra; Muhammad Eko Atmojo
Jurnal Academia Praja Vol 4 No 1 (2021): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i1.210

Abstract

Teknologi informasi yang ada harus dimanfaatkan oleh pemerintah dalam menjalin komunikasi maupun transparansi data. Kedua hal itumenjadi sangat penting disaat pandemic seperti sekarang ini. Mengingat platform yang bisa digunakan untuk komunikasi maupun penyajian data sangat beragam, sehingga tidak ada alasan untuk tidak terbuka terhadap masyarakat terutama dalam hal penyajian data covid-19. Metode kualitatif deskriptif dengan melakukan dengan melakukan penelusuran pada akun twitter kementerian Kesehatan RI dan Badan Nasional Penanganan Bencara RI. Selama periode 3 Maret 2020 hingga 31 Mei 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah melakukan segala aktivitas berdasarkan himbauan untuk mengajak masyarakat agar tetap waspada pada covid-19 yang sudah menularkan ke sebagian besar Negara-negara di seluruh dunia. Akan tetapi usaha interaksi di platform twitter tidak menurun seiring dengan semakin melonjaknya covid-19. Interaksi twitter Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia diawal masa pandemic yaitu pada bulan maret tahun 2020 mempunyai nilai interaksi tweet sebesar 11.36%, dibulan april sebesar 18.72%, dan ada bulan may sebesar 17.69% yang memberikan informasi terkait dengan pandemic covid-19, berbagai aspek di situasi pandemic seperti penanggulangan, pencegahan, hingga informasi terkonfirmasinya covid-19 di Indonesia.
KESIAPAN GURU MATEMATIKA MTS IMPLEMENTASIKAN KURIKULUM BERBASIS CINTA Erna Sari Agusta; Anang Setiawan
Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan Vol 23 No 1 (2026): Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan
Publisher : LPMP Provinsi DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54124/jlmp.v23i1.191

Abstract

The implementation of the Love-Based Curriculum (KBC) requires mathematics teachers to be prepared to adjust the planning, implementation, and evaluation of learning. This study aims to describe the readiness of mathematics teachers in implementing the KBC. This study uses a qualitative approach with a descriptive type through a survey method. The research subjects were mathematics teachers of MTs in DKI Jakarta Province who were selected purposively. Data collection was carried out through closed questionnaires, interviews, and documentation. Data analysis included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was carried out by triangulation of sources. The level of readiness was divided into three categories, namely ready (76–100), quite ready (51-75), lack ready(26–50), and not ready (≤25). The results showed that 62.5% of teachers did not understand the concept and objectives of the Love-Based Curriculum, 50% of teachers still had difficulties in preparing teaching modules or lesson plans, 43.75% of teachers had not implemented value- and character-based learning, and 37.5% of teachers had not implemented value- and character-based diagnostic and formative assessments. Therefore, mathematics teachers' readiness to implement the Love-Based Curriculum still requires continuous improvement. Interviews revealed obstacles such as limited training, uneven conceptual understanding, and adaptation to changing learning paradigms. Therefore, ongoing efforts through training, mentoring, and strengthening the professional competencies of mathematics teachers are needed to ensure optimal implementation of the Love-Based Curriculum.
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MELALUI PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DI SMK TARUNA INDRAMAYU Pajri; Anang Setiawan; Fauzan Effendy
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.57302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan kepribadian anggota melalui program kegiatan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di SMK Taruna Indramayu. Krisis kepribadian yang dialami remaja, seperti kesulitan mengendalikan diri, kurangnya rasa hormat terhadap sesama, dan memudarnya nilai-nilai luhur, menjadi latar belakang pentingnya kajian ini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 15 siswa dan 2 pelatih PSHT Rayon SMK Taruna Indramayu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSHT di SMK Taruna Indramayu menjalankan enam program kegiatan secara konsisten, yaitu latihan rutin, ujian kenaikan sabuk, sambung, kerja bakti, silaturahmi, dan khatmil Qur'an. Program-program tersebut terbukti mampu mendorong perubahan kepribadian yang signifikan pada anggota, mencakup peningkatan kedisiplinan, kepercayaan diri, kepedulian sosial, dan ketakwaan. Pembentukan kepribadian berlangsung secara holistik melalui keterpaduan dimensi fisik, sosial, dan spiritual, dengan peran aktif pelatih sebagai faktor eksternal yang paling determinan dalam proses tersebut.