Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Orang Tua dalam Mencegah Kecanduan Gadget pada Anak Usia Sekolah Isnaniar; Wiwik Norlita; Rahmi Amini; Nisra Dayanti Zalukhu; Yulis Bonieght
As-Shiha: Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): As-Shiha: Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi adalah benda-benda atau alat-alat yang diciptakan oleh menusia untuk membantu dan mempermudah pekerjaan manusia dalam melakukan beberapa hal Penggunaan gadget yang berlebihan akan membawa dampak buruk bagi perkembangan sosial dan emosional anak. Dampak buruk penggunaan gadget pada anak antara lain anak menjadi pribadi tertutup, gangguan tidur, suka menyendiri, perilaku kekerasan, pudarnya kreativitas, dan ancaman cyberbullying. gadget pada anak usia dini dengan cara membatasi pemakaian gadget, mengawasi anak dalam bermain gadget dengan figur orang tua yang berperan sangat penting serta memberi jadwal waktu yang tepat saat anak bermain gadget, agar gadget tidak dapat menghambat perkembangan sosial anak usia dini Tujuan Untuk Mengetahui Peran Orang Tua dalam Mencegah Kecanduan Gadget pada Usia Sekolah Di SD Negeri 159 Pekanbaru. Jenis penelitian adalah kuantitatif, Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 159 Pekanbaru . Populasi dan Sampel pada penelitian ini berjumlah 55 orang Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Purposive sampling karena peneliti menyebarkan angket/kuesioner kepada setiap responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Hasil Penelitian Peran orang tua dalam mencegah kecanduan gadget Di SD Negeri 159 Kota Pekanbaru adalah Berperan 32 responden (58,2%). Kesimpulan peran orang tua dalam mencegah anak usia dini saat menggunakan gadget lebih menonjol kepada ibu dari pada ayah. Karena adanya perbedaan peran antara Ayah dan Ibu membuat waktu yang digunakan oleh orang tua mendampingi anak dirumah sedangkan ibu melakukan perannya untuk mendampingi anak setiap hari.
Penerapan Pemberian Aloe Vera Oil dalam Upaya Mengurangi Stretch Marks pada Ibu Hamil Norlita, Wiwik; Isnaniar; Rahmi Amini; Suci Hidayani
As-Shiha: Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): As-Shiha: Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stretch marks (striae gravidarum) are a common issue experienced by pregnant women, particularly during the second and third trimesters, which can cause physical discomfort and psychological impact. Objective: This studi aimed to determine the effectiveness of aloe vera oil in reducing the number and severity of stretch marks in pregnant women. Methods: This research used a descriptive observational case studi method with a continuity of care approach conducted at the Independent Midwife Practice (TPMB) Bd. Dince Safrina, SST, M.KM, in Pekanbaru during 09 April–02 May 2025. The subjects consisted of two third-trimester pregnant women with stretch marks in the abdominal area. Theintervention involved applying aloe vera oil twice daily for 10 days, with monitoring conducted over three visits. Results: The results showed a reduction in the number of stretch marks from moderate to mild category in both respondents. Conclusion: These findings suggest that regular application of aloe vera oil can help reduce stretch marks in pregnant women. This studi recommends the use of aloe vera oil as a safe and effective non-pharmacological skincare alternative to enhance comfort and confidence during pregnancy
Penerapan Mobilisasi Dini terhadap Proses Penyembuhan Luka pada Pasien Post Sectio Caesarea Wiwik Norlita; Isnaniar; Rahmi, Amini; Novi Anggela Pitri
As-Shiha: Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): As-Shiha: Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cesarean section (CS) is a common surgical procedure performed to save the lives of both mother and baby. However, this operation leaves a wound that requires optimal healing. Early mobilization is believed to accelerate wound healing by increasing blood circulation and preventing postoperative complications. Objective: To determine the effect of early mobilization on the wound healing process in post-cesarean section patients. Method: This study used a descriptive case study approach involving two post- CS mothers at Arifin Achmad General Hospital in Pekanbaru. Early mobilization intervention was carried out over three days, and wound healing was assessed using the REEDA scale. Results: Both respondents showed good wound healing outcomes, with REEDA scores of 2 and 4 on the third postoperative day. No additional complications were observed during the intervention period. Conclusion: Early mobilization is effective in accelerating wound healing in post-cesarean section patients and can be recommended as part of standard postoperative care.