Claim Missing Document
Check
Articles

Moderasi Sensitivitas Stigma dalam Hubungan antara Pengendalian Diri, Kebiasaan Belajar, dan Keterlibatan Aktif Mahasiswa Febri Prasetiyo Noor; Bagus Takwin
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Provitae
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.891 KB) | DOI: 10.24912/provitae.v12i2.6257

Abstract

Mahasiswa seringkali kurang aktif terlibat dalam proses belajar mengajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari sensitivitas pada stigma akibat kesenjangan sosio ekonomi (SSID) pada hubungan pengendalian diri, kebiasaan belajar, dan keterlibatan aktif mahasiswa di kelas. Partisipan sejumlah 121 orang mahasiswa universitas X dengan rentang usia 20-23 tahun (M = 21,298, SD = 0,679), terdiri dari 107 perempuan dan 14 laki-laki. Dua analisis dilakukan pada penelitian ini yaitu uji bivariate correlation untuk melihat korelasi antar variabel dan uji regresi untuk melihat pengaruh moderasi SSID pada hubungan pengendalian diri dengan keterlibatan aktif di kelas melalui mediasi dari kebiasaan belajar. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan antara pengendalian diri dengan kebiasaan belajar dan kebiasaan belajar dengan keterlibatan aktif mahasiswa di kelas. Hasil uji regresi menunjukkan peran kebiasaan belajar sebagai mediator pada hubungan pengendalian diri dengan keterlibatan aktif mahasiswa di kelas, sementara itu tidak ada pengaruh yang signifikan dari SSID pada hubungan tersebut. Hasil penelitian ini memberikan implikasi teoritis yaitu pengendalian diri yang baik dan kebiasaan belajar yang teratur dapat menjadi prediktor terhadap keterlibatan aktif mahasiswa di kelas, sementara implikasi praktisnya adalah cara menggugah mahasiswa agar lebih aktif di kelas dimulai dengan melatih pengendalian diri dan dibantu membentuk kebiasaan belajar yang teratur.
Fenomena familiar stranger di transportasi umum ditinjau dari trait kepribadian Big Five Inta Miftakhul Jannah; Bagus Takwin
Jurnal Ecopsy Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2022.03.001

Abstract

Love, Existential Project, and Truth Seeking Bagus Takwin
Jurnal Perempuan Vol. 23 No. 1 (2018): Feminism and Love
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v23i1.218

Abstract

This paper explains what love is by referring to the philosophical thoughts of some philosophers and the results of empirical research that have been done on the phenomena of love. Here also discussed the tendency to extend love on one side, narrowing and even negating love on the other. This paper takes the position that love as an existential project. Philosophically, love is seen as a continuing search for truth. As the fruit of the will and the sincerity of human endeavor, love has real and concrete results. In its concrete form, love is the embodiment of a common promise into reality; a step-by-step process presents a concrete manifestation of the statements contained in the promise. This philosophical thought is corroborated by empirical studies of love that love differs from sexual passion or lust. Love can last long, eternal and stay intense through the couple’s efforts to care for each other, nurture and develop each other.
Recognizing the Needs and Challenges in Handling the Victims of Sexual Violence: Learning from the Experiences of ‘Forum Pengada Layanan’ Atnike Nova Sigiro; Bagus Takwin
Jurnal Perempuan Vol. 26 No. 2 (2021): Sexual Violence and Gender Inequality
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v26i2.595

Abstract

This article will describe the research’s result on the experiences of the members of ‘Forum Pengada Layanan’ or Service Provider Forum (FPL), a civil society initiative, in handling the victims of sexual violence. Through FPL's experience, this article will analyze the importance of legal protection and the availability of financial and human resources, in handling and protecting victims of sexual violence. This research was conducted using mixed methods, through surveys and in-depth interviews. This article concludes that the legal umbrella regarding the elimination of sexual violence with victims’ perspective would provide stronger foundation for protection, legal processes, and the availability of resources in handling cases of sexual violence in Indonesia.
Pengaruh Kelelahan dalam Bermedia Sosial Terhadap Rasa Takut Covid-19 Sitti Shaqylla Shyahnaz; Bagus Takwin
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 3, No 1 (2022): J-P3K APRIL
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v3i1.138

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk melihat apakah kelelahan bermedia sosial (social media fatigue) mampu memprediksi rasa takut terhadap COVID-19 (Fear of COVID-19). Studi ini menggunakan dua kuesioner dalam tahap pengambilan data, yakni skala Social Media Fatigue yang berjumlah lima butir item dan Fear of COVID-19 versi Indonesia yang berjumlah tujuh butir item, dan disebarkan secara daring. Partisipan pada penelitian ini adalah individu berusia di atas 18 tahun, memiliki media sosial, dan bersedia untuk mengisi kuesioner yang diberikan. Partisipan yang didapatkan berjumlah 323 orang (L: 94; P: 229). Dengan menggunakan uji korelasi dan uji regresi, hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kelelahan bermedia sosial dan ketakutan terhadap COVID-19, di mana semakin tinggi social media fatigue yang dialami oleh individu, maka semakin tinggi pula fear of COVID-19. Nilai korelasi pearson sebesar r = 0,267 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Namun, variabel kelelahan bermedia sosial hanya mampu menjelaskan sebesar 7,1% variasi dari adanya rasa takut terhadap COVID-19 yang dialami oleh individu.
MENULIS NARATIF DENGAN MENJARAKI-DIRI TERHADAP PENURUNAN GEJALA DEPRESI : Single Subject Case Design Setiawati Intan Savitri; Bagus Takwin; Indri Romdonah
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.684 KB) | DOI: 10.25077/jip.3.2.118-130.2019

Abstract

This research wants to find out whether there is a significant effect of writing techniques using own-name, as an intervention to reduce the level of depression. Subjects were young adults with moderate depression. Two interventions were carried out namely expressive writing and narrative self-distancing. The total of participants were 5, 2 participated in expressive writing interventions and 3 others participated in self-distancing narrative writing interventions. A single case-design experimental method and quantitative content analysis are used. The intervention process uses A-B-A design, where there are 3 phases, namely pre-intervention, intervention and follow-up which is carried out for 3 consecutive weeks. BDI-II as a baseline to measure the level of participant depression with a score between 0 - 63. The results showed that the level of participant depression measured by BDI-II from 3 participants who wrote narratives with self-distancing continued to decrease, 2 participants who wrote expressive writing showed inconsistent BDI-II results. The results of inter-rater validation using Cohen’s Kappa are at 0.759 - 0.844 which means very good. Content analysis shows that self-distancing narrative writing was relatively less in depressive sentences compared to participants in the expressive writing group.
The Role Of Self-Management In Increasing Subjective Well-Being Of DKI Jakarta’s Citizens Takwin, Bagus; Singgih, Evita Eddie; Panggabean, Sahat Khrisfianus
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 16, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Big cities are characterized by their dense population, limited space, and high mobility. Past research has shown that the citizens of DKI Jakarta feel quite unhappy. Therefore it is necessary to improve the happiness (subjective well-being) level of DKI Jakarta’s population. Subjective well-being relates to how an individual self-manages his/her activities. Individuals with good subjective well-being tend to engage in activities of high productive values. This research aims to understand the role of self-management in the subjective well-being of the population of DKI Jakarta. 638 citizens of DKI Jakarta (males = 329, females = 309; mean age = 36) participated in the study. Data was collected through five sets of questionnaires, i.e., the satisfaction with life scale (SWLS), the positive affect and negative affect schedule scale (PANAS), The domains of life satisfaction scale, self-management questionnaire, and the demograhic questionnaire. Analysis of data using multiple regression confirmed that self-management is positively associated with life satisfaction (R = 0.391, p = 0.05) and positive affects (R = 0.108, p = 0.05).
Antisipasi, Rujukan dan Fokus Pengaturan Sebagai Prediktor Perilaku Sehat Lubis, Dharmayati Utoyo; Takwin, Bagus; Panggabean, Sahat Krisfianus
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 15, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to understand the relation between principles of self-regulation and health behaviors, including which self-regulation principles used. Using three principles of self-regulation which are regulatory anticipation, regulatory reference, and regulatory focus (Higgins, Grant, & Shah, 1999) this study examined the role of those principles on health behavior among people in DKI Jakarta. The health behavior was divided into health promotive behavior and health preventive behavior. This study was conducted to 385 citizens of DKI Jakarta (200 males and 185 females with average age is 32 years old). Data analysis using multiple regressions indicated the role of self-regulation principles on health behaviour.
Hubungan antara Kepribadian dan Kebahagiaan dengan Harga Diri sebagai Mediator Lutfiyah Lutfiyah; Bagus Takwin
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.339 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v9n1.p17-26

Abstract

Research on the personality and its correlation to happiness found that personality is a strong predictor of happiness.  Further studies also reveal that high self-esteem is found to be positively correlated with happiness. The purpose of this study was to examine the relationship between personality and happiness and specifically to examine how the correlation of both is mediated by\ self-esteem. This study hypothesises that personality correlates with happiness, and self-esteem mediate the correlation of personality with happiness. 118 participants of this study were adolescents to late adulthood in the ages ranged from 12 to 60 years. Data collected using Big Five inventory, personal self-esteem scale and mental health continuum-short form. The results show that the Big Five personality is correlated with both self-esteem and happiness. The result also proves that self-esteem mediates the relationship between the Big Five personality and the happiness.Key words: big five personality, self-esteem, happiness Abstract: Penelitian sebelumnya tentang kepribadian dan kebahagiaan menemukan bahwa kepribadian berkorelasi dengan kebahagiaan dan merupakan prediktor yang kuat terhadap kebahagiaan. Penelitian selanjutnya juga menemukan bahwa bahwa harga diri yang tinggi berkorelasi positif dengan kebahagiaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara kepribadian dan kebahagiaan dan secara khusus ingin menguji bagaimana korelasi keduanya dengan dimediasi dengan harga diri. Hipotesis penelitian ini adalah kepribadian berkorelasi dengan kebahagiaan dan harga diri menentukan korelasi kepribadian dengan kebahagiaan sebagai mediator. Partisipan pada penelitian ini sebanyak 118 orang yang merupakan populasi umum dalam kategori remaja sampai dewasa akhir dengan rentang usia 12- 60 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah big five inventory, skala personal self-esteem dan mental health continuum-short form. Hasil-hasil yang ditunjukkan dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa kepribadian big five berkorelasi dengan harga diri. Kemudian kepribadian big five berkorelasi dengan kebahagiaan. Sehingga, dapat dibuktikan bahwa terdapat hubungan antara kepribadian Big Five dengan kebahagiaan yang di mediatori oleh harga diri. 
Moderasi Sensitivitas Stigma dalam Hubungan antara Pengendalian Diri, Kebiasaan Belajar, dan Keterlibatan Aktif Mahasiswa Febri Prasetiyo Noor; Bagus Takwin
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2019): Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/provitae.v12i2.6257

Abstract

Mahasiswa seringkali kurang aktif terlibat dalam proses belajar mengajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari sensitivitas pada stigma akibat kesenjangan sosio ekonomi (SSID) pada hubungan pengendalian diri, kebiasaan belajar, dan keterlibatan aktif mahasiswa di kelas. Partisipan sejumlah 121 orang mahasiswa universitas X dengan rentang usia 20-23 tahun (M = 21,298, SD = 0,679), terdiri dari 107 perempuan dan 14 laki-laki. Dua analisis dilakukan pada penelitian ini yaitu uji bivariate correlation untuk melihat korelasi antar variabel dan uji regresi untuk melihat pengaruh moderasi SSID pada hubungan pengendalian diri dengan keterlibatan aktif di kelas melalui mediasi dari kebiasaan belajar. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan antara pengendalian diri dengan kebiasaan belajar dan kebiasaan belajar dengan keterlibatan aktif mahasiswa di kelas. Hasil uji regresi menunjukkan peran kebiasaan belajar sebagai mediator pada hubungan pengendalian diri dengan keterlibatan aktif mahasiswa di kelas, sementara itu tidak ada pengaruh yang signifikan dari SSID pada hubungan tersebut. Hasil penelitian ini memberikan implikasi teoritis yaitu pengendalian diri yang baik dan kebiasaan belajar yang teratur dapat menjadi prediktor terhadap keterlibatan aktif mahasiswa di kelas, sementara implikasi praktisnya adalah cara menggugah mahasiswa agar lebih aktif di kelas dimulai dengan melatih pengendalian diri dan dibantu membentuk kebiasaan belajar yang teratur.