Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ANDHARUPA

Perancangan Infografis Asi Eksklusif sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat pada Gizi Bayi Yurisma, Dhika Yuan; Bahruddin, Muh; P, Sigit
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 3 No. 02 (2017): August 2017
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v3i02.1299

Abstract

Media berbasis infografis masih jarang ditemui di dinas-dinas kesehatan, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), posyandu, BKIA, bidan, rumah sakit bersalin, dan lain sebagainya. Di tempat-tempat tersebut hanya menampilkan gambar ibu-ibu menyusui. Dari tahun ke tahun, gambar tersebut tidak banyak perubahan, kecuali hanya menginformasikan bahwa ASI Eksklusif adalah asupan utama bayi yang sangat penting.Penelitian ini bertujuan untuk merancang infografis yang akan diimplementasikan melalui media poster yang bertujuan memberikan informasi tentang pentingnya ASI Eksklusif. Peneliti berharap bahwa perancangan infografis ini mampu memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya orangtua untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya gizi bayi. Infografis dimaksudkan untuk mengomunikasikan informasi dengan cara yang jelas melalui grafis (gambar), mudah dipahami masyarakat awam, dan menjadi media komunikasi yang efektif. Dengan menggunakan metode wawancara mendalam kepada tenaga kesehatan atau media, ibu rumah tangga, akademisi, maka hasil yang telah dicapai dalam penelitian ini adalah desain infografis yang dituangkan dalam sebuah poster menjadi media yang penting bagi masyarakat untuk memperoleh informasi tentang pentingnya ASI. Minimnya publikasi tentang ASI menjadikan poster desain infografis menjadi sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan itu, peneliti menggunakan gaya desain flat design dalam merancang desain infografis. Gaya ini mudah diaplikasikan dan relevan ditujukan sesuai target dan segmentasi.  Kata Kunci: ASI Eksklusif, Infografis, Flat design
PEMETAAN IDEOLOGI PERFORMATIF DAN REPRESIF DALAM VIDEO DOKUMENTER DI KANAL YOUTUBE: SEBUAH PERSPEKTIF MULTIMODALITAS BUDAYA KOTA LASEM Harry, Harry; Marta, Rustono Farady; Bahruddin, Muhammad; Bangun, Nurlina; Kurniawati, Laurencia Steffanie Mega Wijaya
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 8 No. 01 (2022): March 2022
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v8i01.4727

Abstract

AbstrakPenanaman akulturasi budaya di Pulau Jawa telah terjalin sejak 600 tahun silam dan tertuang dalam video dokumenter. Dokumentasi dari sejumlah perspektif komunikator disampaikan dengan menggunakan teknik visual yang berbeda. Khalayak yang menerima video dokumenter kemudian memperluas pengetahuan mereka berdasarkan perspektif tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan persatuan budaya di Kota Lasem, Jawa Tengah, melalui dua video dokumenter dari akun IndonesiaKaya dan Klenteng Lasem yang ditayangkan di kanal Youtube. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif konstruktivis dengan metode analisis diskursus multimodalitas. Elemen teori yang digunakan adalah metafora visual dan performa kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan ideologi performatif dan represif sineas komunikator kedua akun Youtube dalam menyampaikan pesan pelestarian budaya Lasem kepada khalayak. Persamaan tersebut terdapat dalam penayangan sinergisitas visual yang membahas klenteng Gie Yong Bio sebagai pusat pelestarian sejarah Lasem. Sementara perbedaannya terdapat dalam ideologi yang digunakan untuk menyampaikan makna kepada khalayak. Akun IndonesiaKaya menggunakan ideologi performatif budaya dalam penyampaian pesannya. Sementara akun Klenteng Lasem menggunakan ideologi sejarah penjajahan pemerintahan VOC terhadap rakyat Pulau Jawa dari cuplikan film. Kata Kunci: analisis teks, budaya, dokumenter, Lasem, multimodalitas AbstractAcculturation of Javanese cultures has been planted around 600 years ago and was delivered through a documentary. Communicator’s perspective is built through documentation and distributed in form of video. Audiences receiving the documentary video will then be able to expand their knowledge through a specific perspective. The purpose of this research is to find out how documentary proves a unity of differing cultures in Lasem City, Central Java, from 2 different accounts, which is IndonesiaKaya and Klenteng Lasem. The research is conducted in qualitative method with constructivist paradigm, as well as multimodality discourse analysis technique. The mapping of visual metaphor theory and cultural performance theory is used in this research. It is discovered in the research that the two accounts have their similarity and difference in two account’s communicator ideology to inform audience about conserving Lasem’s culture. The similarity lies within the visual synergy that discusses Gie Yong Bio Temple as Lasem’s history conservation center. The difference is the ideology, both performative and repressive, of the two accounts to create meaning to audience, where IndonesiaKaya account used cultural performance to deliver their ideology, while Klenteng Lasem account used Javanese’s suffering from VOC’s colonialism from a film’s cutscene to construct audience’s ideology.  Keywords: culture, documentary, Lasem, multimodality, text analysis
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Aziz Abdullah Khoir Riqoh Abdullah Khoir Riqqoh Achmad Reza Pahlevi Achmad Yanu Aliffianto Afrizal Rudiansyah, Afrizal Agung Setiyo Budi, Agung Setiyo Ake Arif Radhian Primanta Alfathan, Ika Ananda Kurnia Mirani Andika Agung Sutrisna Anisa Ayu Ratna, Anisa Ayu Ansori, Agung Gumelar Apriannoor, Ilham Bangun, Nurlina Baptista, Jose Lobo Darussalam Darussalam, Darussalam Darwin Yuwono Riyanto, Darwin Yuwono Dea Anindyta Putri Latul Dewi Restya Andriani, Dewi Restya Dhafi Kusuma Adam Dhika Yuan Yurisma Dinda Cholifah Putri, Dinda Cholifah Dito Febry Pradityo, Dito Febry Duanda Lis Septiawan Dwi Estining Tyas Dwinata Puspasari, Dwinata Eka Satriawan Kusuma Wijaya, Eka Satriawan Kusuma Ekky Fardhy Satria Nugraha Eko Cahyono Saderi, Eko Cahyono Estherlita, Tria Kuswidya Fani Ismawati Yunitasari Fenny Tri Nur Azizah, Fenny Tri Nur Hani Hani Tanzilia Ifadhah, Hani Hani Tanzilia Hardman Budiardjo, Hardman Harry Harry, Harry Hendri Rahman Susetyo Hendrikus Rian Prayuda Herdiansyah Dwi Saputra Hidayat, Endik Hidayat, Galih Rendy Hogi Er Pranata, Hogi Er I Gede Yudha Pratama Ibadurrokhman, Ibadurrokhman Ilham Rizaldi Permadi Putra Imansyah, Surya Adi In Mamal Siin Fara Dewinta Pramanda Jamhari Jamhari Jessy Octavia Andrele Karsam Karsam Kennedy Rony Dewantara Widodo Khurriyatur Rosyidah Kurniawati, Laurencia Steffanie Mega Wijaya Lia Wardah M Faizal Rizal, M Faizal M Fauzil Ali, M Fauzil Muhammad Nur Aminuddin Mukadar, Winda Tri Astami Mustakim, Wilyan Nathanael, Clemen Ogi Nindyaning Ayu Nareswari, Nindyaning Ayu Nurajizah Nurajizah P, Rega Ayu Pam Pam Januar Maulana Poetri, Indah Andini Pradhika, Moch Romawan Prakasa, Aditya Agung Pratama, Reza Nanda Prayoga, Al Lukman Arif Priyogatama, Debby Damar Putri Erdiana, Setya Rachmat Isa Asera Nempung Rasyuqa Asyira Hafiidh Rifky Rafsanjani Abbas Rinda Oktarina Riyansa England Fernandez, Riyansa England Rizal Afriansyah Rizky Julian Pratama, Rizky Julian Rizky Senja Pahlawan P.B, Rizky Senja Royyan Hidayat, Royyan Rustono - Ryan Setiawan Samiaji, Andis Satrio Arif Wicaksono, Satrio Arif Sembodo, Kukuh Priyo Setya Putri Erdiana Sigit P, Sigit Sigit Prayitno Yosep Stefanus Lutfi Eliazer Sugiharto Adhi Cahyono, Sugiharto Adhi SUTIKNO Sutikno Sutikno Swandawidharma, Yohanes Ev Syarful Laziem Tantri Windarti Thomas Hanandry Dewanto Uqba, Muhammad Tuhmadu Uzda Nabilah Shabiriani, Uzda Nabilah Virgiawan Tri Wijardito, Virgiawan Tri Yoda Aji Mahendra Yuan Yurisma, Dhika Zainul Arifin