Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Comprehensive Science

Proses Saponifikasi Berbasis Minyak Jelantah Untuk Pembuatan Hand Soap Antibakteri Bakhri, Syamsul; Jaya, Fitra; Gusnawati, Gusnawati; Uwi Anafsia, Waode; Afifatul Auliah, Nur
Journal of Comprehensive Science Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Comprehensive Science (Jcs)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v1i4.121

Abstract

Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas yang telah digunakan berulang-ulang, baik di rumah tangga maupun di industri kuliner, yang sering dibuang begitu saja, sehingga bisa merusak lingkungan. Hal inilah yang mendorong kami untuk mengadakan penelitian ini dengan memanfaatkan minyak goreng bekas atau minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis, dalam hal ini adalah hand soap. Dalam penelitian ini digunakan tiga formual komposisi bahan baku untuk membuat hand soap, yaitu Formula Satu (F1) terdiri dari 325 gram minyak jelantah dan 50 gram KOH, Formula Dua (F2) terdiri dari 300 gram minyak jelantah dan 75 gram KOH, dan Formula Tiga (F3) terdiri dari 275 gram minyak jelantah dan 100 gram KOH. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah formulasi komposisi bahan baku yang manakah dari ketiga formulasi komposisi tersebut yang efektif menghambat pertumbukan bakteri, agar diperoleh hand soap yang berkualitas menghambat pertumbuhan bakteri di tangan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi komposisi minyak jelantah dengan KOH dari tiga formulasi komposisi yang memiliki daya hambat pertumbuhan bakteri yang sangat kuat di kulit. Pada Proses Pembuatan Hand Soap dilakukan secara eksperimen menggunakan metode proses panas, yang tentunya diawali dengan proses pemurnian minyak jelantah menggunakan arang aktif. Hand soap dianalisis untuk penghambatan pertumbuhan mikroba menggunakan Sraphylococcus aereus. Hand soap juga dianalisis untuk uji organoleptik (kelarutan dan aroma) menggunakan metode observasi analitik dan kuesioner yang melibatkan sepuluh responden. Hasil yang dicapai dalam peneitian ini adalah Hand Soap dengan formulasi 275 gr minyak jelantah dan 100 gr KOH memiliki daya hambat pertumbuhan bakteri yang sangat kuat di kulit, memiliki kelarutan yang baik sehingga nyaman digunakan, dan memiliki aroma yang tahan lama
Tinjauan Kualitas Jaringan Jalan untuk Peningkatan Produksi pada Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Arnol, Irwan; Bakhri, Syamsul; Darsono, Darsono
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i2.3050

Abstract

The road network system in the Palm Oil Plantation area is centered on the Main road network that serves the transportation of palm oil production directly from the Plantation to the Processing Factory with varying distances. The road network system provides easy accessibility for transportation facilities to carry all plantation products to be produced into Crude Palm Oil (CPO). The study was conducted at PT. Perkebunan Nusantara XIV (Persero) Malili Plantation Unit and PT. Bumi Maju Sawit located in Angkona District, East Luwu Regency and continued to the Malili Plantation Unit/Plantation location, East Luwu. This study aims to determine the level of accessibility of palm oil transport vehicles, the quality of the road network in existing conditions and to determine the effect of road quality on increasing CPO production results. The research method uses a survey method with a descriptive approach. percentage value of accessibility level parameters 1) Travel intensity, on average respondents travel 1-2 times a day with a percentage of 52.50%; 2) Travel time, 52.92% of respondents need more than 90 minutes to reach the palm oil processing factory; 3) Ease of travel, 66.25% of respondents stated that it was difficult to travel through the existing road access to the factory; 4) Travel comfort, 41.25% of respondents stated that it was still not comfortable through the existing road access; and 5) 71.25% of respondents stated that traffic flow accessibility was still not smooth.