Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Literasi Penggunaan Internet dengan Minat Pasien terhadap Pendaftaran Online di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang Najihah Rosalina; Kuncoro Mubyarto; Enny Rachmani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i1.294

Abstract

Kesehatan merupakan aset yang penting bagi setiap individu, akses informasi kesehatan melalui media internet dapat dilakukan hanya dengan genggaman tangan. Berdasarkan survei awal November 2017 di Kota Semarang sedikitnya hanya empat puskesmas yang ditunjuk untuk menerapkan pendaftaran online dan Puskesmas Kedungmundu tidak termasuk didalamnya. Puskesmas Kedungmundu masih menggunakan sistem pendaftaran secara manual sehingga pasien harus menunggu antrian cukup lama. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif dilakukan dengan metode survey analitik. Dalam kegiatan observasi,  peneliti  menggunakan kuesioner modifikasi dari CEW (computer-email-web) sebagai instrumen penelitian. Dan objek dari penelitian ini adalah pasien yang mendaftar di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien memiliki mobilephone (92%) dengan (79%) tersambung internet dan yang memiliki computer (52%) dengan hanya (43%) yang tersambung internet. Minat pasien terhadap pendaftaran online sudah cukup tinggi (72%). Namun, tingkat literasi pasien masih pada taraf medium (45%) dan perilaku pasien dalam penggunaan internet belum dapat menunjang penggunaan internet. Paling banyak (19%) pasien hanya mengakses internet browser 0-1jam/minggu. Puskesmas harus melakukan sosialisasi guna meningkatkan pemahaman pasien terhadap komputer dan internet.  
ANALISIS KUALIFIKASI DAN PENDIDIKAN STAF REKAM MEDIS DALAM MENGHADAPI AKREDITASI RUMAH SAKIT DAN AKREDITASI JCI Najihah Rosalina; Kuncoro Mubyarto; Enny Rachmani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i2.26

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to examine and review more about the accreditation standards group II chapter5 the Qualifications and Education staff in the department Dr.Sardjito especially medical records staff. Thistype of research is a descriptive study with a qualitative approach, and a cross-sectional study design. Subjectsexamined in this design is the Head of the Medical Record, and personnel records are medis.Objek researchpersonnel file, the data kredensialing, document verification and STR diploma from the original source, anddocument review staff when there is an indication of the findings related to hospital quality improvement efforts.Dr.Sardjito Hospital has implemented a hospital accreditation and JCI accreditation in 2014 All medicalrecords are generally involved in the preparation of hospital accreditation and JCI accreditation, but only 3were entered into a standard team. From a total of 101 medical records staff, there are 22 staff with educationpast high school when registering as Dr.Sardjito Hospital staff and 20 staff who do not have the STR andSIK. In addition, the medical records staff credentials already done once in 2012.Keywords : Qualifications, Education, Credentials, Accreditation StandardsAbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan meninjau lebih dalam tentang standar akreditasi kelompok IIbab 5 yaitu Kualifikasi dan Pendidikan staf di RSUP Dr.Sardjito khususnya staf rekam medis. Jenis penelitianadalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek yang diteliti dalam perancangan ini adalahKepala Rekam Medis, dan petugas rekam medis.Objek penelitian adalah file kepegawaian, data kredensialing,dokumen verifikasi ijasah dan STR dari sumber aslinya, dan dokumen review staf bila ada indikasi terkaittemuan pada upaya peningkatan mutu RS. RSUP Dr.Sardjito telah melaksanakan akreditasi rumah sakit danakreditasi JCI pada tahun 2014. Seluruh staf rekam medis umumnya terlibat dalam persiapan akreditasi rumahsakit dan akreditasi JCI, namun hanya 3 yang masuk ke dalam tim standar. Dari total 101 staf rekam medis,ada 22 staf dengan pendidikan terakhir SMA ketika mendaftar sebagai staf RSUP Dr.Sardjito dan 20 stafyang belum memiliki STR dan SIK. Selain itu, proses kredensial staf rekam medis sudah dilakukan sekalipada tahun 2012.Kata Kunci: Kualifikasi, Pendidikan, Kredensial, Standar Akreditasi
Sosialisasi Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat di Desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Ratih Pramitasari; Enny Rachmani; Nurjanah Nurjanah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JAMSI - November 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.488

Abstract

Rumah Desa Sehat (RDS) adalah salah satu program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa telah mengeluarkan Pedoman Teknis RDS pada tahun 2018. Kecamatan Gubug telah mengambil langkah strategis dan berani, dengan menetapakan kebijakan bagi seluruh desa yang berada di wilayahnya untuk mengalokasikan 10% anggaran Dana Desa untuk menangani permasalahan Kesehatan di di desa. Berdasarkan hasil wawancara dengan Pemerintah Desa Penadaran, diperoleh beberapa permasalahan terkait dengan Penerapan Program Kesehatan yang sejalan dengan Rumah Desa Sehat di desa Penadaran. Metode Pelaksanaan terdiri dari, (1) Perijinan pelaksanaan kegiatan, (2) Penyamaan persepsi kegiatan, (3) Survey Kesiapan Desa terhadap penerapan Rumah Desa Sehat (RDS), (4) Sosialisasi Program Rumah Desa Sehat (RDS), (5) Pendampingan pembentukan struktur organisasi pengelola Rumah Desa Sehat (RDS). Hasil Pelaksanaan kegiatan pengabdian Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan telah dilaksanakan. Kader Kesehatan di Desa Penadaran sudah 100% siap untuk menerapkan Rumah Desa Sehat. Kesiapan dokumen pembentukan Rumah Desa Sehat di Desa Penadaran sudah mencapai 90%. Tindak lanjut kegiatan perlu dilakukan grand launching penerapan Rumah Desa Sehat di Desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan.
Digital Health Literacy Competencies of Students in Faculty of Health Science Haikal Haikal; Enny Rachmani; Bayu Yoni Setyo Nugroho; Muhammad Iqbal; Jaka Prasetya; Syahifful Yudi Nugroho
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 17 No. 1 (2023): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v17i1.6448

Abstract

Background: Students are the most significant internet users in Indonesia. 49.52% of internet user groups in Indonesia are students. High internet users do not guarantee that digital health literacy is also high. Students at the Universitas Dian Nuswantoro health faculty are responsible for disseminating health information and transmitting digital health literacy interests. Health literacy skills are necessary for health students to sort out doubtful information. Good health literacy skills will impact students' ability to assess incoming data and make appropriate health decisions. This study aims to describe the digital health literacy skills possessed by students of the Faculty of Health. Universitas Dian Nuswantoro. Method: This descriptive study provides an overview/description of the digital health literacy skills possessed by students of the Faculty of Health. Universitas Dian Nuswantoro. The research population of health students is 1.642 people with the sample being 321 students. Data collection using Google Forms and distributed through class groups in WhatsApp (WA) and communicated privately. The statistical test used descriptive statistical analysis. Results: Faculty of Health Science at Universitas Dian Nuswantoro students had an "Advanced" or "Independent-Advanced" level of competence. The advanced level indicates that their digital competencies and health information skills are at their current status and without problems. Indicators that digital health literacy can improve our safety. Thus. students can improve methods for securing personal data. Conclusion: Digital health literacy is an ability needed in today's digital era. What needs to be improved is that students can choose the most appropriate method to protect personal data.
Pengukuran Literasi Kesehatan Digital Kader Kesehatan Desa Penadaran Menggunakan SI-Cerdik: Digital Health Literacy Competencies of Community Health Workers in Penadaran Village, Grobogan Enny Rachmani; Fitria Dewi; Haikal Haikal; Oki Setiono
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i1.57

Abstract

Teknologi saat ini dapat membantu kita untuk mendapatkan informasi digital salah satunya terkait dengan literasi kesehatan. Literasi kesehatan sangat berdampak besar pada hal kesehatan, hal ini dibuktikan dari tingkat layanan kesehatan yang sekarang ini semakin berkembang pesat. Si-Cerdik menjadi salah satu platform literasi kesehatan yang dapat digunakan untuk mengukur literasi informasi kesehatan digital bagi tenaga kesehatan dan masyarakat umum. Pengabdian dilakukan pada salah satu pusat layanan kesehatan masyarakat pada kader. DHLC (Digital Health Literacy Competencies for Citizen) merupakan salah satu cara dalam mengukur literasi kesehatan yang telah teruji validiitas dan reliabiltasnya dengan menggunakan kuesioner. Hasil pengukuran berupa pre-test dan post-test diolah secara statistik menggunakan uji beda Wilcoxon Test. Hasil akhir dari pengukuran post-test menunjukkan secara statistik berbeda secara signifikan dengan pre-test.
Edukasi Urgensi dan Pemanfaatan Data Kesehatan Desa kepada Kader dan Perangkat Desa di Desa Penadaran Kabupaten Grobogan Ratih Pramitasari; Izzatul Alifah Sifai; Enny Rachmani; Haikal Haikal; Erika Devi Udayanti; Berlian Totti Viala; Putri Regita Pramesti; Mutiara Dwi Rahayuni
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JAMSI - September 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.936

Abstract

Data kesehatan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam Pembangunan kesehatan di suatu wilayah. Data dan informasi kesehatan merupakan sumber daya yang sangat strategis. Terutama sebagai bahan masukan dalam pengambilan kebijakan. Ketersediaan data dan informasi yang akurat, tepat, cepat, dan terkini menggambarkan performa manajemen organisasi. Kegiatan ini berupa penyuluhan mengenai strategi peningkatan kualitas data kesehatan melalui kader kesehatan di wilayah desa penandaran. sasaran dari kegiatan ini adalah Ibu Kader dan PKK di Desa Penadaran Kabupaten Grobogan berjumlah 25 peserta. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar kader belum mengetahui pengertian dari Dasar bagi perencanaan dan pengambilan keputusan dalam layanan Kesehatan (81,8%), sedangkan pada hasil post-test menunjukan bahwa sebagain kader sudah mengetahui Permasalahan yang mungkin timbul jika kualitas data tidak baik (76,9%), kemudian para kader juga sudah mengetahui Ciri-ciri data Kesehatan yang berkualitas (76,9%). Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan telah dilaksanakan. Kader Kesehatan di Desa Penadaran sudah siap untuk menerapkan Sistem Informasi Kesehatan Desa berbasis Internet of Thing.
Perancangan Aplikasi (SIKD) Sistem Informasi Kesehatan Desa sebagai Upaya Digitalisasi Pencatatan dan Pelaporan Kesehatan di Desa Penadaran Pramitasari, Ratih; Rachmani, Enny; Nurjanah, Nurjanah; Kusuma, Edi Jaya; Viala, Berlian Totti
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 22 No. 2 (2023): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v22i2Supp.7872

Abstract

Posyandu aktif di kabupaten grobogan 50,5%, dan angka kematian ibu di posisi nomor 2 terbanyak di provinsi Jawa Tengah, angka kematian neonatal (9,6) dan bayi (13,2). Sejalan dengan hal tersebut diatas prevalensi stunting masih tinggi melebihi rata-rata di provinsi Jawa Tengah. Penerapan teknologi informasi yang dikolaborasikan dengan program pemerintah terbukti dapat mempermudah berbagai aspek di bidang Kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi, merancang, dan melakukan uji coba Aplikasi SIKD bagi Desa Penadaran Kabupaten Grobogan. Urgensi dalam penelitian ini yaitu terciptanya sistem kesehatan yang terstruktur dan tersistematis untuk meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat di desa penadaran Kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan untuk pengembangan aplikasi SIKD memanfaatkan metode prototyping, dimana dalam metode ini menghendaki interaksi antara user dengan developer selama masa development. Pengembangan berfokus pada fitur utama dari sistem yang akan dibuat dengan metode prototyping, pengguna dapat menentukan fitur mana yang paling dibutuhkan. Hasil dari penelitian ini yaitu untuk dapat menjalankan sistem ini dapat dilakukan dengan melakukan akses di https://sikd.medialiteracy.id/. Aplikasi berbasis website ini tidak mengharuskan pengguna untuk mengunduh aplikasi. Website SIKD (Desa Sehat) dibuat menggunakan Framework PHP Codeigniter 3.11, Databse SQL Maria DB, dan Tampilan CSS Bootstrap 4.
Validation Short Food Literacy Questionnaire for Women: Translation and Cultural Adaptation in Indonesia Haikal, Haikal; Suhito, Hanif Pandu; V.Duong, Tuyen; A. Utami, Fasty; Setiono, Oki; Puspita, Fitria Dewi; Rachmani, Enny
International Journal of Health Literacy and Science Vol. 2 No. 2 (2024): International Journal of Health Literacy and Science
Publisher : Health Science UDINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/ihelis.v2i2.79

Abstract

Food literacy is vital for public health, particularly in urban areas, as it enhances understanding of nutrition and fosters healthy eating patterns. This study aims to adapt and validate the SFLQ instrument for the Indonesian population, especially women. This study distributed the questionnaire to 968 respondents from across 16 sub-districts in Semarang City. This study validated SFLQ and modified it to fit Indonesia’s condition. The 12-item questionnaire scored on a 4-point Likert scale, evaluates basic knowledge, understanding, and ability to assess nutritional information. Confirmatory Factor Analysis (CFA) determined the instrument's structure, followed by Structural Equation Modeling (SEM) for validation. Construct validity was tested by correlating SFLQ scores with health literacy, gender, and education, while internal consistency was assessed using Cronbach's Alpha. The study revealed a unidimensional structure, high internal consistency (Cronbach's Alpha = 0.891), significant factor loadings (0.400–0.730), and a strong correlation between nutritional and health literacy (rs = 0.606, p < 0.01). Construct validity was supported by a significant positive correlation between food literacy and health literacy scores (rs = 0.606, p < 0.01). The Jonckheere-Terpstra test also showed a trend of increasing nutritional literacy scores with higher health literacy categories (p = 0.000)—significant correlations with education level and health literacy supported validity. Aspects like dietary impact evaluation showed room for improvement
Strategi Manajemen Rumah Sakit dalam Meningkatkan Responsivitas Pelayanan Gawat Darurat untuk Korban Kecelakaan Lalu Lintas Purwoto, Ady; Isworo , Slamet; Rachmani, Enny
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43022

Abstract

Effective Emergency Room services depend on several factors, including response time, availability of adequate medical facilities, and coordination between hospital units. This study aims to analyze hospital management strategies in improving the responsiveness of Emergency Room services for traffic accident victims, with the hope that the results of this study can provide useful recommendations for hospital management in handling such emergency situations. This study uses a case study design with a qualitative approach, where researchers will analyze the experience and strategies of hospital management in improving the responsiveness of Emergency Room services for traffic accident victims. The results of the study showed that most patients who came to the Emergency Room were non-emergency (70%), and only 30% really needed emergency treatment. This indicates inefficiency in the utilization of Emergency Room services that need to be optimized to ensure that traffic accident victims receive timely treatment. The conclusion of this study is that in order to improve the responsiveness of Emergency services to traffic accident victims in Jabodetabek, hospitals must face several challenges, including inefficiency, limited medical personnel, limited bed capacity, financing challenges from BPJS, in the management of the Emergency Installation with the large number of non-emergency patients coming to the Emergency Installation.
Acceptance and Use of PeduliLindungi Application in Patients Based on Digital Health Literacy Competence Nur Aisya, Nabila; Rachmani, Enny; Chuvita, Laila
International Journal of Health Literacy and Science Vol. 1 No. 1 (2023): International Journal of Health Literacy and Science
Publisher : Health Science UDINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/ihelis.v1i1.7

Abstract

PeduliLindungi is a COVID-19 tracking application with a QR Code feature officially used for contact tracing in Indonesia. District General Hospital (RSUD) Tugurejo Semarang already has a QR Code Scan to enter the building. However, many patients have not used to utilize the scanner. Therefore, the researcher aimed to determine the acceptance and use of the PeduliLindungi app based on patients' digital literacy competence at RSUD Tugurejo, Semarang City. The research was descriptive and distributed questionnaires to 100 outpatients. The results showed that 41% of outpatients could use social media to communicate, and 31% used the internet to find health information. 54% of patients strongly agree that PeduliLindungi helped control Covid-19. The app's acceptance and use were mainly in patients aged 18–27. Patients with education who did not graduate from high school had the lowest average usage, 51.29. The difference in digital literacy competency scores between female and male patients was relatively high, namely 136.6 in women and 124.46 in men. The average digital literacy competence in the expert category was 61.05. Education regarding the PeduliLindungi app is necessary, especially for patients in the non-productive age group.