Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

GERIATRI HOSPITAL KOTA SEMARANG Fajriyan Saiful; Bambang Supriyadi; Hendro Trilistyo
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1396.087 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan kota yang sedang maju untuk saat ini. Dewasa ini tingkat populasi lansia, baik di Asia hingga seluruh dunia meningkat dengan pesatnya. Dan hal tersebut membutuhkan sebuah penanganan yang cukup serius, dan apabila sampai terabaikan akan mendatangkan masalah yang cukup serius dikemudian hari. Berdasarkan uraian tersebut, terlihat bahwa jumlah lansia relatif besar, sehingga kebutuhan Rumah Geriatri sangat diperlukan. Dengan dibangunnya Rumah Sakit Geriatri yang memiliki fasilitas cukup lengkap dan tenaga medis yang handal, akan meningkatkan kesehatan masyarakat dan menyajikan layanan kesehatan yang baik sehingga angka kematian akibat penyakit menua berkurang.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai rumah sakit secara umum,rumah sakit Menurut Undang Undang Pemerintah, dan rumah sakit secara khusus yaitu Rumah Sakit Geriatri, serta mempelajari standar-standar mengenai tata ruang dalam Rumah Sakit Geriatri, studi banding beberapa Rumah Sakit Geriatri dan Panti Lansia di Semarang. Mempelajari tentang Arsitektur Modern di dunia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi RSUD Kariadi di Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak di daerah Tembalang yaitu daerah Meteseh Raya. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Geriatri Hospital Kota Semarang”.Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Modern, yaitu dengan memadukan unsur tropis dan Green Building agar terlihat sejuk dan lebih menekankan pada konsep bangunan tropis.Di bagian bangunan ada Roof Garden yang merupakan unsur Green Building yang dapat memberikan kesejukan dan ketenangan hati.Desain bangunan di bentuk seperti mikroskop yang memberi icon kesehatan suatu Rumah Sakit.
PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN MODERN AL-HAMID DI JAKARTA TIMUR Anggono Ariebowo; bambang supriyadi; bambang adji murtomo
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.645 KB)

Abstract

Jakarta  sebagai  ibukota  Negara, merupakan sebuah  kota  dan  sebagai  kota  yang  semakinberkembang sekarang ini dengan tingkat kepadatan yang cukup tinggi dan mayoritas penduduknyaadalah beragama Islam. Selain sebagai pusat pemerintahan Negara, Jakarta juga merupakan pusatpendidikan  yang  seharusnya  kota  ini  memiliki wadah  yang  dapat  menampung  kebutuhanmasyarakat akan pendidikan khususnya yang bernafaskan islami.Sebagai kota  Jakarta  yang  berkembang,  pendidikan  yang  bernafaskan  islami  sangatdiperlukan untuk dijadikan salah satu pemebentukan moral dan mental SDM. Salah satu pendidikanyang  bernafaskan  islami  adalah  dengan  metode pondok  pesantren,  akan  tetapi anggapanmasyarakat  tentang  pondok  pesantren  jauh  dari  anggapan  pencetakan  kualitas  SDM  yang  baik.Sehingga  untuk menghadapi tantangan jaman  yang semakin  dan terus  berkembang, diperlukannapembaharuan-pembaharuan  yang dapat  meningkatkan  kualitas  SDM,  baik  secata  imtaq  maupunipteknya.  Selain  itu  juga  mampu mengahadapi  tantangan  globalisasi  khusunya dalam  bidangkewirausahaan.Jakarta  sebagai  ibukota  Negara, merupakan sebuah  kota  dan  sebagai  kota  yang  semakinberkembang sekarang ini dengan tingkat kepadatan yang cukup tinggi dan mayoritas penduduknyaadalah beragama Islam. Selain sebagai pusat pemerintahan Negara, Jakarta juga merupakan pusatpendidikan  yang  seharusnya  kota  ini  memiliki wadah  yang  dapat  menampung  kebutuhanmasyarakat akan pendidikan khususnya yang bernafaskan islami.Sebagai kota  Jakarta  yang  berkembang,  pendidikan  yang  bernafaskan  islami  sangatdiperlukan untuk dijadikan salah satu pemebentukan moral dan mental SDM. Salah satu pendidikanyang  bernafaskan  islami  adalah  dengan  metode pondok  pesantren,  akan  tetapi anggapanmasyarakat  tentang  pondok  pesantren  jauh  dari  anggapan  pencetakan  kualitas  SDM  yang  baik.Sehingga  untuk menghadapi tantangan jaman  yang semakin  dan terus  berkembang, diperlukannapembaharuan-pembaharuan  yang dapat  meningkatkan  kualitas  SDM,  baik  secata  imtaq  maupunipteknya.  Selain  itu  juga  mampu mengahadapi  tantangan  globalisasi  khusunya dalam  bidangkewirausahaan.
PENATAAN KAMPUNG SENTRA INDUSTRI PERKALENGAN BUGANGAN PENEKANAN DESAIN ECO ARCHITECTURE arief Fadhilah; Titien Woro Murtini; Bambang Supriyadi
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.44 KB)

Abstract

Pertumbuhan Kota Semarang sebagai kota perdagangan, industri dan jasa memberikan tawarankepada masyarakat akan segala macam usaha baik skala kecil maupun besar dengan harapan dapat terusmeningkatkan ekonomi masyarakat. Namun tanpa dibarengi dengan perencanaan dan perancangan yang baik,maka harapan tersebut tidak akan tercapai. Sebut saja sebuah sentra industri di Kelurahan BuganganSemarang Timur yang terkenal dengan produksi kompor sumbunya, salah satu diantara banyak usaha mikroyang sudah ada sejak tahun 1970-an. Semakin tingginya tingkat aktivitas di kampung sentra industri tersebuttanpa diimbangi dengan fasilitas yang memadai menyebabkan berbagai permasalahan baik dari aspekproduksi, kebutuhan pemasaran, hunian, dan limbah yang mempengaruhi ekologi lingkungan. Oleh sebab itu,kampung sentra industri yang berada di bantaran sungai Banjir Kanal Barat ini memerlukan penataan kembaliyang dapat mengakomodir aktivitas produksi, pemasaran, dan hunian yang tetap memperhatikan aspekekologi lingkungan. Mengenali lokasi adalah hal utama yang dilakukan penulis, melalui observasi langsung, pendekatanpelaku secara natural dan pengumpulan data sebagai dasar utama dalam merumuskan program perancangan.Untuk melengkapi dasar perancangan, dilakukan studi banding kebeberapa objek sentra industri di Kota Solodan Yogyakarta seperti Kampung Blangkon, Kampung Shuttlecock, Kampung Batik, dan lainnya. Pendalamankonsep ekologi sebagai dasar perancangan yang merespon lingkungan dilakukan dengan studi literatur.Penataan dilakukan pada lokasi tapak yang sama dan perhitungan kebutuhan luas lahan didasarkan pada studiruang dan bangunan yang dibutuhkan dengan memperhatikan regulasi seperti Garis Sepadan Bangunan (GSB),KDB, KLB, dan Garis Sepadan Sungai (GSS). Tata massa bangunan, tampilan, struktur, dan utilitas lingkungandirancang dengan tetap memperhatikan lingkungan sekitar yang tidak dapat dipisahkan dalam prosesperancangan. Banjir Kanal Timur Semarang adalah salah satu potensi kampung ini yang saat ini tidak mendapatperhatian. Menjadikan sungai sebagai orientasi perancangan menjadi pelengkap konsep eko arsitektur yangakan mendasari penataan kawasan hingga dalam skala mikro (bangunan, manajemen limbah, dansebagainya). Memperhatikan potensi angin, respon terhadap matahari, pemanfaatan air hujan, pemakaianbahan-bahan bekas, penghematan energi, dan manajemen lingkungan adalah suatu sistem holistik yang akandiperhatikan dalam penataan kampung sentra industri perkalengan di Bugangan Semarang.
RENTAL OFFICE DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN GREEN ARCHITECTURE Amalia, Alifiani; Bambang Supriyadi; Eddy Prianto
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1580.462 KB)

Abstract

Semarang sebagai pusat bisnis eksklusif di Jawa Tengah memiliki potensi yang paling mewadahi yaitupada sektor perdagangan dan jasa. Sarana perkantoran merupakan suatu wadah bagi masyarakat yangbergerak pada sektor perdagangan dan jasa yang di dalamnya menjadi suatu pusat pengolahan informasi,pengambilan keputusan dan kebijaksanaan bisnis. Di sisi lain, pekerja jasa, pekerja profesi, dan pekerja bisnisatau sering disebut freelancer lebih cenderung memilih membangun kantor-kantor pribadi dan ditempati pulasecara pribadi. Akibatnya terjadi persaingan pemanfaatan ruang kota dan penampilan fisik fasilitas-fasilitaskota yang menyebabkan lahan semakin terbatas dan harga semakin mahal.Oleh karena itu perlu suatu upayaperencanaan dan perancangan ke arah Green Architecture yang dapat meminimalkan dampak negatif yangditimbulkan oleh suatu bangunan. Konsep perancangan ditekankan desain Green Architecture yaitu demi menciptakan kenyamanan danpola hidup sehat bagi pengguna dan lingkungan bangunan tersebut.Konsep dan filosofi Green Architectureditampilkan secara eksplisit dalam bentuk dan penampilan bangunan. Melihat potensi yang ada pada tapak,maka penekanan konsep desain lebih difokuskan pada aspek tepat guna lahan (appropriate site development).Untuk konsep fisik bangunan Rental Office itu sendiri mengadaptasi dari potensi lingkungan yang ada denganmengambil filosofi keteduhan dari vegetasi yang sangat dominan pada tapak sehingga semaksimal mungkindipertahankan keberadaannya. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Rental Office, standarstandarmengenai tata ruang dalam Rental Office, studi banding beberapa Rental Office di Semarang dan diJakarta yang sesuai dengan konsep perkantoran yang dibutuhkan para freelancer yaitu perkantoran yangstategis dan eksklusif namun dengan harga terjangkau sesuai dengan alokasi dana masing-masing instansiatau perusahaan tersebut. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Rental Office. Tapak yang digunakanadalah lahan kosong yang diperuntukkan sebagai kawasan bisnis sesuai kebutuhan lahan sesuai dengan hasilstudi ruang. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan,struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Rental Office di Semarang dengan penekanan desainGreen Architecture”. 
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KOTA SEMARANG DENGAN KONSEP HEALING ENVIRONMENT indah dwi; wijayanti wijayanti; bambang supriyadi
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2461.24 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah, jumlah penduduk Kota Semarang menurut Profil Kependudukan Kota Semarang oleh BPS sampai dengan akhir Desember 2012 sebesar 1.559.198 jiwa, terdiri dari 775.793 jiwa penduduk laki-laki dan 783.405 jiwa penduduk perempuan, dan 151.138 perempuan yang termasuk dalam kelompok wanita usia subur yang berpotensi menjadi ibu hamil. (Kota Semarang Dalam Angka 2012,BPS). Dengan jumlah potensi sebesar itu Kota Semarang belum memiliki fasilitas kesehatan khusus bagi ibu dan anak yang memadai. Rumah Sakit Ibu dan Anak merupakan salah satu jenis rumah sakit khusus yang memberikan pelayanan kesehatan bagi Ibu dan Anak dengan pendekatan pemeliharaan kesehatan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan (PerMenKes No. 340/Menkes/PER/III/2010).
USAHA PELAYANAN JASA ALSINTAN DI DESA JIMBUNG KECAMATAN KALIKOTES KABUPATEN KLATEN Carsoni .; Bambang Supriyadi; Slamet Supriyadi; Didi Dwi Krisnandi; Nur Aksin
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2015): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v6i1.791

Abstract

Abstrak ?é?á Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat ini dilakukan beberapa tahapan. Tahap paling awal adalah pendekatan terhadap kedua mitra yaitu Mitra 1 yaitu Agawe Santoso di Desa Jimbung Kecamatan Kalikotes Kabupaten Klaten yang merupakan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan yang belum maksimal dalam merawat dan menggunakan Rice Transplanter, sedangkan Mitra 2 yaitu PT YANMAR DIESEL INDONESIA yang berlokasi di Jl. Raya Solo ?óÔé¼ÔÇ£ Yogya Km. 27 Jambu Kulon, Ceper Klaten adalah sebuah pabrik yang membuat mesin-mesin mekanisasi pertanian khususnya Rice Transplanter. Tahap berikutnya adalah Team Pengabdian Kepada Masyarakat Teknik Mesin Universitas PGRI Semarang meninjau kelokasi Mitra 1 untuk menggali permasalahan yang lebih dalam serta pemecahannya. Akhirnya dicapai kesepakatan bahwa untuk Mitra 1 perlu pelatihan dalam perawatan serta opresional mesin Rice Transplanter. Karenamesin Rice Transplanter itu hasil produksi PT YANMAR DIESEL INDONESIA, maka dipandang perlu untuk digandeng sebagai mitra. ?é?á Kata kunci: Rice Transplanter, pelatihan/perawatan/operasional
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH BERBANTUAN VIRTUAL LABORATORY UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMA Dya Ayu Cahya Timur; Yushardi Yushardi; Bambang Supriyadi
JURNAL PEMBELAJARAN FISIKA Vol 8 No 2 (2019): jurnal pembelajaran fisika
Publisher : FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.529 KB) | DOI: 10.19184/jpf.v8i2.11662

Abstract

Abstract This research was a development research to produce development products in the form of worksheets based on a scientific approach assisted by a virtual laboratory to train students' critical thinking skills. The purpose of this study is to test the validity of LKS and students' critical thinking skills. This research development model uses Nieveen (2006) which consists of three stages, namely preliminary research, prototyping stage, and stage assessment. The instruments used in this study were validation sheets and tests of critical thinking skills. Respondents of this study were students of class XI MIPA 3 of SMA 4 Jember with a total of 36 students. Based on the results of expert validation analysis the percentage was 81.67% with a very valid category and user validation obtained a percentage of 95.31% with a very valid category. The results of the data analysis of each indicator the critical thinking ability suggests that the critical thinking ability of grade XI students in MIPA 3 belongs to good category. The conclusion of this study was that the development of worksheets based on a virtual laboratory assisted scientific approach can improve students' critical thinking skills. Key word : critical thinking skills, scientific approach, validation
STUDY POSSIBLE SUCCESS VISION AND MISSION IN MAKING CITY OF EDUCATION IN THE LONG-TERM DEVELOPMENT PLAN (RPJP) OF METRO CITY PROVINCE OF LAMPUNG 2005-2025 Fandra Wijaya; Bambang Supriyadi
Jurnal Ilmiah Administrasi Pemerintahan Daerah Vol 9 No 2 (2017): Local Development and Community Empowerment
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To achieve the success of vision and mission of local government about management planning of development strategy and economic growth require the improvement of professional human resource. The education sector becomes the first mandatory service of local government. This study using David Parmenter theory as a reference, which contain six  perspective to assess the success of vision and mission.the six perspective are financial result, customer satisfaction, learning and growth, internal processes, staff satisfaction, community and environment. The research design used was explorative with qualitative approach. Analysis by interview  of 16 informants whose related with the research object. The result of the research indicates that the success of realizing as a city of education in normal condition is successful but it is require more policy direction to develop the strategy include: equalization of education staff of each sub-district, the development of professionalism of educators, improvement of basic education service, provision and service of inclusive education, and community empowerment. Recommendations from the author include: the government should plays an active role through stakeholders to implementing a bottom-up system in working with all elements of society. It is hoped that this research can be used as a reference materials or input for local government in preparing the next phase of RPJMD, so that the purpose of vision will in line with the mission of the next five years plans.
Model Persamaan Kebutuhan Material Baja Tulangan dan Beton Struktur Bangunan Gedung Berdasarkan Hasil Analisis Software Cubicost Arief Setiawan Budi Nugroho; Syafira Nurul Permatasari; Bambang Supriyadi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v21i2.14875

Abstract

Peranan Quantity Surveyor dalam mengestimasi kebutuhan bangunan gedung secara cepat sangat diperlukan khususnya terkait pengelolaan keuangan dan perencanaan anggaran. Dalam proyek konstruksi bangunan gedung, pekerjaan struktur berkontribusi 30% sampai dengan 50% dari total nilai anggaran proyek. Struktur kolom, balok dan pelat lantai dengan material penyusun baja tulangan dan beton menjadi elemen struktur yang menyumbang persentase terbesar. Untuk itu pengendalian terhadap kebutuhan dari setiap pekerjaan struktur perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model persamaan yang digunakan untuk mengestimasi kebutuhan volume beton dan baja tulangan bangunan gedung. Kebutuhan volume beton dan baja tulangan pada empat sampel bangunan gedung dihitung menggunakan Software Cubicost. Model persamaan kebutuhan volume beton dan baja tulangan dikembangkan berdasarkan Analisis Regresi Multi Linier dari data keluaran hasil modelling Software Cubicost. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan baja tulangan dan beton dihitung berdasarkan model persamaan terhadap keluaran software Cubicost memiliki nilai error sebesar -11,15% sampai dengan 5,58% yang mana secara relative masuk kategori metode budget estimate.
Analisis Pelaksanaan Tender Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dibidang Jasa Konstruksi yang dilaksanakan oleh BP2JK Wilayah Lampung (Studi Kasus : Pengadaan Pekerjaan Jasa Konstruksi pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Marga di Provinsi Lampung) Bambang Supriyadi; Herry Wardono; Sri Waluyo
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.516

Abstract

Tugas utama dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diamatkan dalam Peraturan Presiden nomor 15 tahun 2015 yang telah diganti dengan Peraturan Presiden nomor 27 tahun 2020 adalah menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara dimana salah satunya adalah pembangunan infrastruktur. Dalam proses pembangunan infrastruktur, diperlukan harmonisasi proses pengadaan barang/jasa yang dimulai dari tahap perencanaan pengadaan barang dan jasa sampai dengan tahap pemanfaatan pengadaan barang/jasa tersebut. Salah satu proses maupun cara dalam pengadaan barang/jasa yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan adalah tender. Tender merupakan metode pemilihan untuk mendapatkan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya. Ketentuan terkait pengadaan barang/jasa pemerintah diatur dalam Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 yang telah diubah menjadi Peraturan Presiden nomor 12 tahun 2020. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi melaksanakan tugas pengadaan barang/jasa pemerintah ini melalui kendali Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi selanjutnya disingkat BP2JK yang tersebar di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Pelaksanaan tender dibawah kendali BP2JK diharapkan dapat menjadi pusat keunggulan pengadaan barang/jasa khususnya dalam melaksanaan prinsip-prinsip pengadaan barang/jasa pemerintah yaitu Efisien, Efektif, Transparan, Terbuka, Bersaing, Adil, dan Akuntabel sehingga pada akhirnya output dan outcome dari proses pengadaan tersebut menjadi tepat guna, tepat mutu dan tepat waktu dan benar-benar dapat bermanfaat untuk masyarakat.