Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

STUNTING DETERMINANTS IN KULONPROGO DISTRICT, YOGYAKARTA YEAR 2019 Desi Nurfita; Annisa Parisudha; Sugiarto Sugiarto
Epidemiology and Society Health Review (ESHR) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/eshr.v4i1.4039

Abstract

Background: UNICEF stated that in 2014, about 66% of children aged less than five years in lower-middle-income countries were stunted. Stunting is a predictor of poor quality of human resources and reduces a nation's productivity in the future. Stunting control in the Kulonprogo District is one of the priority districts in Indonesia. This study aimed to analyze the determinants of stunting in the Kulonprogo District. Methods: This research was conducted in Kuponprogo District. The population was children under five in Kulonprogo District. Analysis was done through a descriptive approach. Descriptive quantitative research was used by employing secondary data from the year 2013. Results: The prevalence of stunting among children under five in the Kulonprogo District was 11.12%, spread across all primary health centers (Puskesmas) in the Kulonprogo District. The three puskesmas with the highest prevalence rate were Puskesmas Girimulyo 2, Puskesmas Samigaluh 2, and Puskesmas Kalibawang. The analysis found that low-income families, maternal education, age at pregnancy, chronic energy deficiency during pregnancy, anemia during pregnancy, early initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, and parenting mode are the determinant factors of stunting in the Kulonprogo District in 2019. Conclusion: Several determinants of stunting were found, namely low-income families, maternal education, age at pregnancy, chronic energy deficiency during pregnancy, anemia during pregnancy, early initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, and parenting mode.
EFEKTIFITAS PEMBERDAYAAN LANSIA UNTUK PENINGKATKAN TARAF HIDUP LANSIA Fatma Nuraisyah; Desi Nurfita; Machfudz Eko Ariyanto
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.314

Abstract

Proporsi penduduk lanjut usia (lansia) yang semakin besar membutuhkan perhatian dan perlakuan khusus dalam pelaksanaan pembangunan. Usia 60 tahun ke atas merupakan tahap akhir dari proses penuaan yang memiliki dampak terhadap tiga aspek, yaitu biologis, ekonomi, dan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan lansia melalui posyandu lansia. Rancangan penelitian adalah cross sectional. Intervensi yang dilakukan berupa penyampaian materi terkait lansia dan praktek. Dalam praktek ditekankan fungsi utama posyandu lansia. Sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dinilai terlebih dahulu, hasil yang akan diperoleh rerata nilai pre test dan post test. Berdasarkan hasil nilai rata-rata pre-test diketahui bahwa sebelum diberikan materi dan praktek, lebih dari setengah dari total responden memiliki pengetahuan yang kurang (11,36%). Hasil post test menunjukkan bahwa adanya peningkatan jika dibandingkan dengan hasil pre test. Rata-rata nilai post test nya adalah 12,31%. adanya peningkatan nilai pre test dan post test terhadap tingkat pengetahuan kesehatan pada lansia
PELATIHAN PEMANFAATAN BUAH DAN SAYUR UNTUK MENDUKUNG PROGRAM GERAKAN MASYARAKAT SEHAT (GERMAS) PADA KADER AISYIYAH BANGUNTAPAN UTARA Nur Syarianingsih Syam; Desi Nurfita
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v3i1.569

Abstract

Kecamatan Banguntapan merupakan daerah yang memiliki produksi pertanian  cukup tinggi di Kabupaten Bantul Yogyakarta, sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani yaitu 53,88%. Mestinya daerah ini berpotensi sebagai sumber pangan yang beranekaragam yang berperan dalam penyediaan zat gizi vitamin dan mineral seperti buah dan sayur yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perbaikan gizi masyarakat. Masyarakat wilayah Banguntapan Utara masih belum memanfaatkan secara optimal lahan pekarangan dengan menanam makanan yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga seperti buah dan sayur, padahal wilayah tersebut memiliki potensi pertanian yang cukup besar serta ditunjang dengan lahan pekarangan rumah yang memadai jika ditanam tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan. belum mencoba untuk mengolah makanan variatif menggunakan bahan buah dan sayur agar menarik anggota keluarga yang tidak menyukai bahan makanan tersebut. Selanjutnya bagi anggota keluarga yang menyukai buah/sayur masih belum mengetahui cara yang tepat agar pestisida dan zat gizi yang terkandung dalam bahan makanan tersebut apabila diproses dalam pengolahan makanan. Masyarakat Indonesia masih kurang mengonsumsi sayuran dan buah, konsumsi kelompok sayur dan olahannya serta buah-buahan dan olahannya masih rendah, yaitu 57,1 gram per orang per hari dan 33,5 gram per orang per hari. Padahal dianjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 g perorang perhari bagi anak balita/ anak usia sekolah dan 400-600 g perorang perhari bagi remaja/orang dewasa. Kondisi ini menunjukkan bahwa asupan buah dan sayur belum memadai yang berakibat rendah pula suplai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.Perlu pelatihan pemanfaatan buah dan sayur untuk mendukung Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) pada kader Aisyiyah di Banguntapan Utara.  Harapannya dengan memberikan pelatihan ini pada kader mampu secara terampil mentransfer ilmu dan pengetahuan tentang memanfaatkan Buah dan Sayur Untuk Mendukung Program GERMAS melalui pemanfaatan lahan untuk menanam buah dan sayur, menerapkan higiene dan sanitasi makanan, serta mengolah makanan buah dan sayur dengan baik kepada masyarakat
Penguatan Organisasi Pemuda Desa dalam Mempersiapkan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Padukuhan Garon, Desa Panggungharjo, Kabupaten Bantul Dody Hartanto; Ratu Matahari; Desi Nurfita
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202161.752

Abstract

STRENGTHENING VILLAGE YOUTH ORGANIZATIONS IN PREPARING FOR THE FIRST 1000 DAYS OF LIFE (HPK) IN PADUKUHAN GARON, PANGGUNGHARJO VILLAGE, BANTUL REGENCY. Bantul Regency is one of 60 priority districts for stunting prevention in Indonesia. The incidence of stunting in Bantul Regency in 2018 was 22.89% and this number was lower than in 2013, namely 26%. Even so, this still makes Bantul Regency one of the areas for stunting in Indonesia. The incidence of stunting will have an impact on the health of the baby which will affect their growth and development. Maternal education and knowledge related to nutrition are important in determining behavior and attitudes to prepare for the first 1000 days of life. Based on this situation, the health conditions and nutritional fulfillment of prospective mothers and mothers before pregnancy and postpartum greatly affect fetal development and the risk of stunting. The aim of this activity is to increase adolescent understanding of the importance of preparing 1000 days of life and skilled solutions to adolescent problems with the approach peer-to-peer case studies. The results of the intervention indicated that the knowledge of the target group regarding adolescent health and nutrition had increased.
Prevalence Study of Pulmonary Tuberculosis in Umbulharjo Sub-District Yogaykarta 2014-2016 Desi Nurfita; Fatma Nurasyiah; Atikah Rahayu
International Journal of Healthcare Research Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.861 KB)

Abstract

Background : Pulmonary tuberculosis is infectious disease coused by Mycobacterium tuberculosis. Most of Mycobacterium tuberculosis attacks lungs, but it can also attack other body organs (Depkes RI, 2007). Tuberculosis remains one of the deadliest diseases in the world. The World Health Organization (WHO) estimates that each year more than 8 million new cases of tuberculosis occur and approximately 3 million persons die from the disease. The result of Riskesdas in 2007, prevalence of pulmonary tuberculosis increases with age and highest prevalence is over 65 years. The prevalence of pulmonary tuberculosis in men is 20 % higher than woman. Prevalence of pulmonary tuberculosis is three times higher in low education compared to higher education (Riskesdas, 2007).Method : This type of study was quantitative descriptive research. Respondents were tuberculosis program holders at Health Primary Care of Umbulharjo 1 and Health Primary Care of Umbulharjo 2. This reseach used tuberculosis register in Health Primary Care of Umbulharjo 1 and Health Primary Care of Umbulharjo 2. Data analysis was performed by descriptive. Data analysis used frequency distribution analysis.Result : Suspected tuberculosis has increased from 2014 to 2016 in Umbulharjo District. Percentage of tuberculosis patients among the suspects in 2014 was 26.1%. Percentage of TB patients among the suspects in 2015 was 22.3%. Percentage of TB patients among the suspects in 2016 was 25.1%. the result of study found  pulmonary tuberculosis primer, pulmonary tuberculosis secondary, extrapulmonary tuberculosis, and tuberculosis in children. Treatment success rates reached 89% in 2014, 92% in 2015, and 78% in 2016.Conclusion : Cases of pulmonary tuberculosis fluctuate every year. Increased in 2016, which was 46 cases, compared to the year 2015 as many as 26 cases and in 2014 as many as 28 cases.
Increasing mothers' reproductive health knowledge and attitudes through education on youth internet-based social interaction Fitriana Putri Utami; Nur Syarianingsih Syam; Desi Nurfita
Jurnal Cakrawala Promkes Vol. 5 No. 2 (2023): August
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/promkes.v5i2.7664

Abstract

Adolescents have the highest rate of internet usage compared to those of different ages. Dissertation media, societal changes, and insufficient parental involvement support the development of promiscuity in adolescents. Parents, especially mothers, have a strong role in controlling the behavior of adolescents. Therefore, mothers need to have good knowledge and attitudes related to youth internet-based social interaction. The goal of this study is to assess changes in mothers' attitudes and knowledge because of education regarding how young people engage online and how that affects their reproductive health.  Forms of adolescent sexual behavior, pornography, adolescent self-concept, cyberbullying, and parent-adolescent communication are among the knowledge and attitude topics that are evaluated. In this study, a one-group, quasi-experimental pretest-posttest approach was adopted. The research sample consists of 21 participants that were chosen using purposive sampling.  A paired t-test was utilized to assess the questionnaire data. In the pre- and post-test, the respondents’ average knowledge score rose from 95.23 to 97.14. P value of 0.428 (95% CI: 3.00–6.61). Respondents’ attitude score rose from 77.85 to 85.95 (95% CI: 1.56–14.63). These results indicated differences in the respondents’ attitudes before and after training but not in their knowledge, although both of them experienced an increase in average scores. Youth internet-based social interaction for mothers can improve mothers’ attitudes and knowledge. To avoid juvenile delinquency, a health program that involves parental involvement in disseminating information about reproductive health in connection to teenage social interaction is necessary.
Preventing teen pregnancy and delinquency: The role of parental supervision, communication, and education Utami, Fitriana Putri; Nurfita, Desi; Syam, Nur Syarianingsih; Ramadhani, Khairunisa; Matahari, Ratu
Jurnal Cakrawala Promkes Vol. 6 No. 2 (2024): August
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jcp.v6i2.10327

Abstract

Adolescent pregnancies resulting from premarital sex impacted adolescents, their families, and any potential offspring. Society viewed such pregnancies sas abnormal, careless, and embarrassing. Given that adolescents are still under the of the influence of  their families, parental roles were crucial in preventing these pregnancies, despite adolescents increasingly choosing their own friends . In the contemporary digital age, gadget addiction further complicates family dynamics, particularly in managing adolescent behavior. Thus, this study aims to investigate how parents supervise, communicate, and educate their adolescents to prevent teenage pregnancies and other juvenile delinquency. Conducted in Banguntapan District, Bantul Regency, Yogyakarta, in February 2024, this qualitative study involved six women from the Youth Family Development program in Mertosanan Kulon as primary informants and the head of Mertosanan Hamlet as a triangulating informant. All informants were selected using a purposive technique.  Data collection was conducted through Focus Group Discussion (FGD)and analyzed using content analysis. Parents can contribute in preventing juvenile misbehavior, particularly when it comes to preventing unmarried pregnancies, by keeping an eye on, talking to, and educating their teenagers—. Fathers play a more crucial role in the upbringing and educatiing boys, while mothers are more critical for girls. Collaborative community efforts and a multidisciplinary educational approach emphasizing parent-adolescent relationships and communication are essential.
Sosial budaya dan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Desa Cimekar, Sukabumi Irawan, Galuh Chandra; Anggraeni, Erika Tri; Widiastuti, Yuliati; Harun, Iriyanti; Nurfita, Desi; Purwanti, Rachma
Nutrition Scientific Journal Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/nsj.v3i1.10843

Abstract

ASI Eksklusif yaitu  bayi yang  hanya diberi ASI saja tanpa diberi  tambahan cairan lain seperti susu formula, air, madu, dan tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, biskuit, nasi dan nasi tim selama 6 bulan. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Sukabumi  mengalami penurunan dari tahun 2022 sebanyak 64,3% menjadi 61,2% pada tahun 2023.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor sosial budaya dalam  pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan penelitian desain analitik cross sectional. Teknik sampling dengan total sampling sebanyak 67 responden yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan. Variabel bebas penelitian ini sosial budaya dalam mendukung asi ekslusif. Variabel terikat penelitian ini adalah pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian didapatkan proporsi pemberian ASI eksklusif dengan dukungan dari sosial budaya setempat adalah 39 ibu (58,2%). Faktor sosial budaya berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif dengan nilai p value 0,00 PR: 6,2 (2,1 -18,1). Terdapat hubungan yang bermakna bahwa faktor sosial budaya yang masih melekat kuat pada masyarakat dengan berbagai mitos dan kepercayaanya menjadi hal yang dapat mendukung atau bahkan menghambat pemberian ASI Ekslusif pada bayi.
Evaluasi Program Bina Keluarga Lansia di Banguntapan Kabupaten Bantul Syam, Nur Syarianingsih; Utmai, Fitriana Putri; Nurfita, Desi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.267

Abstract

Usia lanjut merupakan fase akhir dalam daur kehidupan manusia. Pertambahan jumlah penduduk lansia di Indonesia membawa tantangan dalam pencegahan penyakit degenerative serta penanggulangan angka morbiditas dan mortalitas. Bina Kelurga Lansia (BKL) merupakan salah satu program yang dilakukan oleh Masyarakat di bawah koordinasi BKKBN. Studi pendahuluan yang dilakukan di kelompok kegiatan BKL Sakinah Bangunatapan, Bantul ditemukan masalah rendahnya angka partispasi lansia dan keluarga lansia dalam kegiatan BKL. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi dari aspek input, proses, dan output pada program BKL Sakinah. Mteode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang melibatkan 5 orang responden yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Maret 2024. Hasil evaluasi pada bagian input diketahui SDM pelaksana program BKL sudah cukup, namun tidak semua mendapatkan pelatihan, sarana berupa buku panduan BKL tersedia namun prasarana seperti gedung kegiatan belum tersedia, pendanaan kegiatan tersedia. Pada evaluasi proses pelaksanaan, pencatatan dan pelaporan telah berjalan sesuai dengan peraturan BKKBN. Pada evaluasi output ditemukan hasil masih rendahnya Tingkat partisipasi anggota keluarga, namun pelaporan telah dilakukan kepada PLKB Kecamatan Banguntapan. Kesimpulan penelitian pada evaluasi input sdm dan anggaran sudah tersedia, prasarana yang belum tesedia adalah gedung pertemuan. Pada evaluasi proses program BKL telah dilaksanakan baik kegiatan utama maupun kegiatan pendukung, dan kegiatan telah dicatat serta dilaporkan kepada PLKB Kecamatan. Pada evaluasi output sasaran belum terpenuhi, pelaporan kegiatan setiap bulan telah terlaksana.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS BANGUNTAPAN I Syam, Nur Syarianingsih; Nurfita, Desi; Rahmi, Mustika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25530

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat menimbulkan kesakitan, kecacatan, dan kematian yang tinggi. Wilayah kerja Puskesmas Banguntapan 1 merupakan wilayah dengan kasus TB tertinggi di Kabupaten Bantul, Provinsi DIY.  Kurangnya jumlah SDM, sarana prasarana dan anggaran menyebabkan terjadinya penurunan angka coverage pada tahun 2022. Untuk meningkatkan jumlah temuan kasus dan meminimalisir terjadinya kasus TB maka diberlakukan berbagai kebijakan. Implementasi kebijakan dapat dinilai dari komunikasi, sumberdaya, disposisi serta struktur birokrasi. Tujuan Penelitian ini adalah melakukan analisa terhadap implementasi kebijakan penanggulangan TB di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan 1 Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan case study. Data dikumpulkan mulai bulan Oktober – November 2023. Penelitian ini melibatkan 3 informan penelitian yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Instrument penelitian ini adalah panduan wawancara dengan metode indepth interview. Data dianalisa dan diolah menggunakan Metode Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variable komunikasi dan koordinasi antar organisasi baik, penyebaran informasi terkait Tuberkulosis sudah berlangsung baik dari ransmisi, kejelasan dan konsistensi. Pada variabel sumber daya, SDM dan sarana prasarana sudah tersedia sesuai kebijakan penanggulangan TB. Variabel Disposisi, setiap SDM sudah mengetahui tugas dan fungsinya serta berkomitmen dalam penanggulangan TB. Pada variable struktur birokrasi sudah terdapat SOP penanggulangan TB yang didokumentasikan dan telah disosialisasikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah agar Implementasi kebijakan dapat berjalan dengan optimal variabel sumber daya pada komponen anggaran masih perlu pengadaan yang optimal. Selain itu pada komponen struktur birokrasi, Puskesmas Banguntapan I sebaiknya membuat struktur organisasi tim penanggulangan TB agar kerja tim lebif efektif