Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Benefit-Cost Analysis of Bioretention for Suburban Drainage Load Reduction Induced by Surface Runoff Putri, Fidyasari Kusuma; Robbani, Hilma Wasilah; Pranantya, Vanadani; Widiarti, Wiwik Yunarni; Wiyono, Retno Utami Agung
Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Vol 10 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/cvl.v10i2.1558

Abstract

Suburban areas with predominantly residential land use and low soil infiltration rates are highly vulnerable to surface runoff and local flooding. This study examines the effectiveness and economic performance of bioretention systems as a runoff management solution in the Wonojati and Jenggawah areas, Jember Regency. Hydrological simulations were conducted using SWMM 5.2 software for two intervention scenarios, namely the application of bioretention in 10% and 20% of the subcatchment areas. The effectiveness of the system was evaluated based on runoff volume reduction, while the economic aspect was assessed using the Benefit-Cost Ratio (BCR) approach. The simulation results showed that the system reduced runoff by 13.6% in Plan 1 and 17.4% in Plan 2. However, BCR values of 0.014 and 0.022, respectively, indicate that the annual financial benefits are not sufficient to cover the system’s annualized costs. These findings highlight the need for alternative approaches that are more economically efficient. The use of decentralized LID systems such as rain barrels is considered more adaptive for dense residential areas and is recommended as a complementary solution to enhance the resilience of drainage systems in flood-prone suburban regions.
COMPARISON OF SCS UH AND CLARK METHODS FOR RAINFALL–RUNOFF MODEL IN DELUWANG WATERSHED: Perbandingan Metode SCS UH dan Clark UH dalam Pemodelan Hujan Aliran pada DAS Deluwang Arifin, Muhammad; Hidayah, Entin; Widiarti, Wiwik Yunarni
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 01 (2018): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.524 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v2i01.6845

Abstract

Deluwang River water source is widely used for the needs of irrigation, plantation, and the fulfillment of domestic life. Given the importance of the role of water in Deluwang watershed, then he had to do the management of watershed. The proper management of watershed hydrological modeling requires accurate. Rainfall-runoff using HEC-HMS applications. This research aims tocomparison 2 methods in direct runoff. Therefore this study uses two methods, namely SCS Unit Hydrograph method and method of Clark Unit Hydrograph. On the calibration process using daily rainfall data and daily debit year 2006, whereas in the validation process using daily rainfall data and daily debit years 2007 to 2012. The results of the calibration using Clark Unit Hydrograph method better than using SCS Unit Hydrograph method with Nash's value 0,700 than 0,539. While the results of the validation of modeling using Clark Unit Hydrograph method is better than using SCSUnit Hydrograph method with a value of Nash 0,541 than 0,368. Sungai Deluwang sumber airnya banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi, perkebunan, serta pemenuhan kehidupan rumah tangga. Mengingat pentingnya peranan air pada DAS Deluwang, maka perlu dilakukannya pengelolaan DAS. Pengelolaan DAS yang tepat membutuhkan pemodelan hidrologi yang akurat. Pemodelan hujan aliran menggunakan aplikasi HEC-HMS. Penelitian ini bertujuan membandingkan 2 metode yang terdapat pada direct runoff. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu metode SCS Unit Hydrograph dan metode Clark Unit Hydrograph. Pada proses kalibrasi menggunakan data curah hujan harian dan debit harian tahun 2006, sedangkan pada proses validasi menggunakan data curah hujan harian dan debit harian tahun 2007 sampai 2012. Hasil kalibrasi menggunakan metode Clark Unit Hydrograph lebih bagus dibandingkan menggunakan metode SCS Unit Hydrograph dengan nilai Nash 0,700 berbanding 0,539. Sedangkan hasil validasi pemodelan menggunakan metode Clark Unit Hydrograph lebih bagus dibandingkan menggunakan metode SCS Unit Hydrograph dengan nilai Nash 0,541 berbanding 0,368.
OPTIMIZATION OF WATER ALLOCATION FOR NEW IRRIGATION AREAS USING DYNAMIC PROGRAMS (CASE STUDY BANGOREJO REGENCY OF BANYUWANGI DISTRICT): Optimalisasi Alokasi Air untuk Daerah Irigasi Baru Menggunakan Program Dinamik (Studi Kasus Wilayah Pelayanan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi) Setiawan, Bima; Widiarti, Wiwik Yunarni; Hasanuddin, Akhmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 02 (2018): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.564 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v2i02.8368

Abstract

New irrigation area located in Bangorejo Sub-district of Banyuwangi Regency is an irrigation building with an area of ± 5981 Ha of paddy field originating from Karangdoro dam in Tegalsari Sub-district. The Karangdoro dam itself has an area of ± 16,165 hectares of rice fields divided into three service area: Pesanggaran (4381 Ha), Cluring (5945 Ha), and Bangorejo (5981 Ha). This research is focused on New irrigation service area Bangorejo because of the availability of water in the area during the dry season often experience shortage. Therefore, optimization efforts are made using the dynamic program to determine the water requirements for each plant, the optimum planting pattern, the area of cultivable land and the maximum profit. With the application of the dynamic program can be obtained irrigation water requirement, that is enough year when MH = 33,11 m3 / s, MK I = 30,77 m3 / s, MK II = 12,32 m3 / s, normal year at MH = 24 M3 / s, MK I = 29.51 m3 / s, MK II = 17.87 m3 / s, low year at MH = 35.8 m3 / s, MK I = 30.47 m3 / s, MK II = 18,76 m3 / s, and dry year at MH = 63,86 m3 / s, MK I = 33 m3 / s, MK II = 19 m3 / s. Profits derived from the discharge flowing in the New Irrigation area is Rp. 88,818,984,562.42 with an increase of 31.35% in the low year, Rp. 65.318.263.206,83 with an increase of 56,08% for dry year, Rp. 90,239,784,195,27 with 31,87% increase for enough year, Rp. 87.904.986.310,93 with an increase of 23.47% for the normal year. Daerah irigasi Baru yang terletak di Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi merupakan bangunan irigasi dengan luasan baku sawah ± 5981 Ha yang berasal dari Bendung Karangdoro di Kecamatan Tegalsari. Bendung Karangdoro sendiri memiliki luasan baku sawah ±16165 Ha yang dibagi menjadi tiga wilayah pelayanan, yaitu: Pesanggaran (4381 Ha), Cluring (5945 Ha), dan Bangorejo (5981 Ha). Penelitian ini difokuskan pada daerah irigasi Baru yang berada di wilayah pelayanan Bangorejo karena ketersediaan air di daerah tersebut pada musim kemarau sering mengalami kekurangan. Oleh karena itu dilakukan upaya optimasi menggunakan program dinamik untuk mengetahui kebutuhan air untuk masing-masing tanaman, pola tata tanam yang optimum, luas lahan yang bisa ditanami dan keuntungan yang maksimum. Penerapan program dinamik dapat diperoleh kebutuhan air irigasinya, yaitu tahun cukup pada saat MH= 33,11 m3/det, MK I= 30,77 m3/det, MK II= 12,32 m3/det, tahun normal pada saat MH= 24 m3/det, MK I= 29,51 m3/det, MK II= 17,87 m3/det, tahun rendah pada saat MH= 35,8 m3/det, MK I= 30,47 m3/det, MK II= 18,76 m3/det, dan tahun kering pada saat MH= 63,86 m3/det, MK I= 33 m3/det, MK II= 19 m3/det. Keuntungan yang diperoleh dari debit yang dialirkan pada daerah Irigasi Baru adalah sebesar Rp. 88.818.984.562,42 dengan peningkatan 31,35 % pada tahun rendah, Rp. 65.318.263.206,83 dengan peningkatan 56,08 % untuk tahun kering, Rp. 90.239.784.195,27 dengan peningkatan 31,87 % untuk tahun cukup, Rp. 87.904.986.310,93 dengan peningkatan 23,47 % untuk tahun normal.
Geolistrik Konfigurasi Wenner Untuk Pendugaan Air Tanah di Perumahan Grand Puri Bunga Nirwana Jember Kusworowati, Eri; Halik, Gusfan; Widiarti, Wiwik Yunarni
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.084 KB) | DOI: 10.29103/tj.v10i1.245

Abstract

Abstrak Air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Air tanah salah satu alternatif sebagai sumber air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki potensi air tanah di Perumahan Grand Puri Bunga Nirwana, Jember. Penelitian menggunakan metode geolistrik dengan konfigurasi wenner. Panjang lintasan akuisisi data 410 meter. Jarak spasi antar elektroda (a) yang digunakan yaitu 5 m, 10 m dan 15 m. Pengulangan data (n) dilakukan sebanyak 6 kali pada masing-masing jarak spasi antar elektroda. Inversi model menggunakan software Res2Dinv. Hasil inversi berupa citra penampang lapisan bawah tanah. Nilai resistivitas yang diperoleh 0,55-371 „¦m. Potensi air tanah berada di kedalaman 38-51,8 m. Akuisisi data terletak pada koordinat 8º10,2940 S dan 113º447,20 E. Lapisan akuifer tergolong akuifer produktif sedang. Debit akuifer diprediksi kurang dari 5 liter/detik. Kata kunci: geolistrik, wenner, resistivitas, akuifer Abstract Water is a primary human need. Groundwater is an alternative source of fresh water. This research aims to investigate the potential of groundwater at the Grand Puri Bunga Nirwana Housing, Jember. The study used the geoelectric method with a Wenner configuration. The acquisition data length is 410 meters. The distance between the electrodes used 5 m, 10 m and 15 m. Repeating data 6 times at each spacing between electrodes. Inversion of the model using Res2Dinv software. The inversion results in the form of a cross-sectional image of the underground layer. The resistivity value obtained 0.55-371 Ωm. The depthof groundwater potential is 38-51.8 m. Coordinates of data acquisition are 8º10.29'40 'S and 113º44'7.20' 'E. Aquifer layers are classified as medium productive aquifers. The predicted discharge of aquifer is less than 5 liters/second. Keywords: geoelectric, wenner, resistivity, aquifer
Prediksi Laju Sedimentasi Pada Sungai Jatiroto Cahyani, Hajar Crisia; Hidayah, Entin; Wiyono, Retno Utami Agung; Halik, Gusfan; Widiarti, Wiwik Yunarni
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.64-71.2021

Abstract

Erosi dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi di sungai. Sedimentasi yang terjadi secara terus-menerus dapat mengakibatkan sungai menjadi dangkal dan mengurangi kapasitas sungai. Sedimen akan mengendap pada bagian tertentu di sepanjang aliran sungai yang tidak mampu terangkut bersama dengan aliran sungai. Sungai Jatiroto merupakan sungai yang membatasi Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember. Sungai Jatiroto dimanfaatkan untuk keperluan irigasi pada kecamatan Jatiroto dan Kecamatan Rowokangkung. Penyebab dari sedimentasi adalah perubahan tata guna lahan ataupun erosi yang dilakukan oleh sungai itu sendiri. Pemodelan transpor sedimen oleh HEC-RAS bertujuan untuk mengetahui laju sedimen yang terbawa oleh sungai. Pada pemodelan ini dilakukan dua analisis, yaitu analisis hidrolika dan analisis transpor sedimen. Tahap pertama, analisis hidrolika menggunakan debit unsteady, parameter Manning (n) dan koefisien ekspansi dan kontraksi. Kalibrasi model dilakukan dengan cara perbandingan tinggi muka air yang menghasilkan nilai determinasi R2 sebesar 0,9586, nilai RMSE sebesar 0,39 dan masuk dalam kategori baik. Tahap kedua, analisis sedimentasi menggunakan debit quasi-unsteady dan diameter butiran. Fungsi pengangukatan sedimen yang cocok pada pemodelan ini adalah Laursen (Field) dengan laju sedimen sebesar 256,341 m³/tahun. Adapun laju sedimentasi di lapangan dilakukan dengan membandingkan cross section lama dengan yang baru yaitu 289,24  m³/tahun. Uji keandalan (validasi) model dilakukan dengan membandingkan hasil pemodelan dengan data observasi yang didapatkan dari hasil perhitungan volume pengendapan pada cross section. Didapatkan hasil uji keandalan sebesar 88%.
Studi Tren Data Curah Hujan dan Evaporasi Pengamatan di Kawasan Waduk Sutami sebagai Dasar Adaptasi Perubahan Iklim Ramadhani, Destia Sefi; Sri Wahyuni; Donny Harisuseno; Wiwik Yunarni Widiarti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.43

Abstract

Waduk Sutami memiliki peran strategis dalam penyediaan air irigasi, PLTA, dan kebutuhan air baku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren historis curah hujan dan evaporasi di kawasan Waduk Sutami selama periode 2002–2023 sebagai dasar awal adaptasi perubahan iklim. Metode yang digunakan meliputi analisis data hidrologi dengan uji kualitas data (konsistensi, persistensi, dan stasioner) serta analisis tren menggunakan pendekatan trendline linier. Hasil uji kualitas data menunjukkan bahwa data valid dan dapat diandalkan. Hasil menunjukkan bahwa curah hujan tahunan cenderung meningkat sebesar 0,8% dalam 22 tahun. Di sisi lain, tinggi evaporasi dan volume evaporasi menunjukkan kecenderungan penurunan sebesar 0,2% per tahun. Penelitian ini belum membahas proyeksi iklim atau dampak perubahan iklim secara langsung, namun hasil analisis tren hidrologi ini menjadi informasi penting sebagai dasar pengembangan strategi adaptasi pengelolaan air yang lebih responsif terhadap variabilitas iklim. Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi pengelola waduk dalam mendukung ketahanan air di masa depan.
Analisis Tren Jangka Panjang Curah Hujan dan Evaporasi sebagai Dasar Pengelolaan Sumber Daya Air di Waduk Wonorejo Kurnia Sari, Faradila; Sri Wahyuni; Donny Harisuseno; Wiwik Yunarni Widiarti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.45

Abstract

Perubahan iklim global telah memengaruhi pola curah hujan dan laju evaporasi, yang berdampak langsung terhadap ketersediaan air pada sistem waduk. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi wilayah yang bergantung pada waduk sebagai sumber utama air baku dan irigasi, termasuk Waduk Wonorejo di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Oleh karena itu, diperlukan kajian berbasis data historis untuk memahami tren iklim lokal dan dampaknya terhadap sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren jangka panjang curah hujan dan evaporasi guna mendukung perencanaan pengelolaan sumber daya air yang adaptif dan berkelanjutan. Analisis dilakukan menggunakan data observasi curah hujan dan evaporasi selama periode 2004 hingga 2023, dengan pendekatan analisis secara temporal bulanan dan tahunan untuk mengidentifikasi pola perubahan iklim lokal yang relevan terhadap dinamika hidrologi regional. Metode analisis menggunakan grafik trendline pada Microsoft Excel untuk mengidentifikasi arah tren (naik atau turun) berdasarkan kemiringan garis linier. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan pola iklim lokal yang berpengaruh terhadap dinamika neraca air waduk. Informasi ini menjadi penting dalam mendukung pengambilan keputusan operasional waduk, seperti pengaturan bukaan pintu air, penjadwalan distribusi air irigasi, serta penyusunan strategi konservasi air yang responsif terhadap perubahan iklim. 
Effects of Land Use Change on Land Erosion and Land Critical Level Using GIS in the Mayang Watershed Rafif, Mohamad Andhika; Widiarti, Wiwik Yunarni; Hidayah, Entin; Saifurridzal, Saifurridzal; Ma'ruf, Mokhammad Farid
Geosfera Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v9i2.39670

Abstract

The increasing population in an area often triggers heightened development, leading to diminished land availability and subsequent land conversion. This transformation, predominantly observed in agricultural and plantation lands, is driven by the need for residential areas. However, continuous land use changes contribute to erosion, a natural process wherein soil is transported, leading to sedimentation and eventual flooding. This study aims to identify critical areas prone to erosion and land degradation. To address this, we used the Universal Soil Loss Equation (USLE) method for erosion prediction, leveraging its simplicity and accuracy. This study focuses on the Mayang watershed in East Java, utilizing a combination of USLE, spectral index modeling, and Geographic Information System (GIS) techniques to estimate soil erosion and land criticality. By integrating methodologies and analyzing data spanning from 2011 to 2021, the study reveals shifts in erosion danger levels and land use patterns. While regions with low erosion remained stable, areas with medium to high erosion declined, yet those with very high erosion exhibited a worrisome increase. Changes in land use, including forest loss and urban expansion, underscore the ecological shifts exacerbating erosion hazards. The study emphasizing the necessity for targeted conservation strategies and comprehensive land management plans to mitigate erosion risks and preserve environmental sustainability.
Geolistrik Konfigurasi Wenner Untuk Pendugaan Air Tanah di Perumahan Grand Puri Bunga Nirwana Jember Eri Kusworowati; Gusfan Halik; Wiwik Yunarni Widiarti
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i1.245

Abstract

Abstrak Air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Air tanah salah satu alternatif sebagai sumber air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki potensi air tanah di Perumahan Grand Puri Bunga Nirwana, Jember. Penelitian menggunakan metode geolistrik dengan konfigurasi wenner. Panjang lintasan akuisisi data 410 meter. Jarak spasi antar elektroda (a) yang digunakan yaitu 5 m, 10 m dan 15 m. Pengulangan data (n) dilakukan sebanyak 6 kali pada masing-masing jarak spasi antar elektroda. Inversi model menggunakan software Res2Dinv. Hasil inversi berupa citra penampang lapisan bawah tanah. Nilai resistivitas yang diperoleh 0,55-371 „¦m. Potensi air tanah berada di kedalaman 38-51,8 m. Akuisisi data terletak pada koordinat 8º10,2940 S dan 113º447,20 E. Lapisan akuifer tergolong akuifer produktif sedang. Debit akuifer diprediksi kurang dari 5 liter/detik. Kata kunci: geolistrik, wenner, resistivitas, akuifer Abstract Water is a primary human need. Groundwater is an alternative source of fresh water. This research aims to investigate the potential of groundwater at the Grand Puri Bunga Nirwana Housing, Jember. The study used the geoelectric method with a Wenner configuration. The acquisition data length is 410 meters. The distance between the electrodes used 5 m, 10 m and 15 m. Repeating data 6 times at each spacing between electrodes. Inversion of the model using Res2Dinv software. The inversion results in the form of a cross-sectional image of the underground layer. The resistivity value obtained 0.55-371 Ωm. The depthof groundwater potential is 38-51.8 m. Coordinates of data acquisition are 8º10.29'40 'S and 113º44'7.20' 'E. Aquifer layers are classified as medium productive aquifers. The predicted discharge of aquifer is less than 5 liters/second. Keywords: geoelectric, wenner, resistivity, aquifer
Risk Analysis and Mitigation of Flash Flood in Ijen Sub-District, Bondowoso Safira Nurrahmah Ramadhani; Wiwik Yunarni Widiarti; Ratih Novi Listyawati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.786-798

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat bahwa Kabupaten Bondowoso pernah mengalami tiga kali kejadian banjir bandang sepanjang tahun 2020 – 2024 yang seluruhnya terjadi di Kecamatan Ijen. Bencana ini menyebabkan jalan desa tertutup lumpur, kerusakan pada rumah warga, infrastruktur, dan kandang ternak. Namun, terdapat ketidaksesuaian dalam dokumen perencanaan tata ruang di tingkat kabupaten maupun provinsi. Sehingga upaya penanggulangan bencana belum dapat dilakukan secara optimal. Oleh karena itu, analisis risiko dan mitigasi bencana diperlukan untuk mengurangi risiko yang ada serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko banjir bandang dan menyusun upaya mitigasi yang relevan. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan tingkat risiko bencana dan analisis Delphi yang melibatkan 6 ahli dalam 2 kali putaran iterasi menggunakan kuesioner untuk memberikan rekomendasi kegiatan mitigasi yang tepat. Penelitian ini juga melanjutkan hasil studi sebelumnya terkait manajemen tanggap darurat dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam tahap prabencana di Kecamatan Ijen. Hasil analisis menunjukkan bahwa 52,11% wilayah termasuk dalam kategori risiko rendah, 44,12% kategori sedang, dan 3,77% kategori tinggi yang seluruhnya tersebar di 6 desa. Tingkat risiko yang didominasi kelas rendah disebabkan oleh faktor tutupan lahan yang sebagian besar berupa hutan, kepadatan penduduk yang rendah, sebaran permukiman penduduk yang terkonsentrasi, dan adanya kelompok Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dalam meningkatkan kapasitas wilayah untuk menghadapi bencana. Selanjutnya, rekomendasi kegiatan mitigasi dibagi menjadi mitigasi struktural dan mitigasi non-struktural. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, pertimbangan, dan rekomendasi dalam penanggulangan bencana serta kebijakan tata ruang di Kabupaten Bondowoso khususnya terkait banjir bandang. Selain itu, metode dan parameter yang digunakan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memahami karakteristik wilayah rawan bencana secara lebih mendalam.