Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Evaluasi dan Monitoring Bangunan Ukur Debit pada Saluran Primer Kesilir Kecamatan Wuluhan Wiwik Yunarni Widiarti; Denok Nurul Intifadah; Saifurridzal
Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2023.017.02.9

Abstract

The most often problem that is usually occurred in the field is damage of discharge measuring building. In Kesilir’s primary channel, they are crumpweir dan cipoletti measuring structure that have decreased in fuction. This research was conducted by analyzing the discharge obtained from field data collection, wet cross-section area (A), flow velocity (v) and peilscal height (h). Callibration analysis of discharge measuring building is carried out by differentiating between the equation resulting from the graph using power function. The research result in the measurement differences of the upstream and downstream of the channel at two locations. The callibration coefficient of the crumpweir is 0.39 and the cipolleti is 0.72 respectvely.
Analisis Prioritas Penanganan Kerusakan bendung di DAS Mayang Kabupaten Jember Afriq Fadian Syahya; Wiwik Yunarni Widiarti; Entin Hidayah
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.1-13.2023

Abstract

Bertambah besarnya tanggung jawab pemerintah daerah menuntut semakin banyak jumlah anggaran yang harus dikeluarkan dalam pembangunan. Hal ini merupakan tantangan dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Salah satu tunggang jawab tersebut adalah melakukan penanganan terhadap kerusakan bangunan utama irigasi yang masing masing memiliki manfaat, tingkat kerusakan, dan keterbatasan yang berbeda beda, sehingga penentuan prioritas rehabilitasi sulit untuk dilakukan. Studi ini bertujuan untuk menentukan prioritas penanganan bendung berdasarkan analisis tiga kinerja yang meliputi kondisi prasarana, ketersediaan air, dan luas area irigasi. Penilaian ini dilakukan pada lima bendung yang berurutan pada aliran sungai utama DAS Mayang. Proses pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada 9 orang dari Dinas PU Pengairan Jember dan 1 orang dari UPT Pengairan Mayang. Sedangkan data ketersediaan air dan luas area irigasi didapatkan dari Dinas PU Pengairan Jember. Penentuan bobot kinerja bendung dilakukan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Penilaian tingkat kerusakan bendung dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan yang mengacu pada Permen PU No.12/PRT/M/2015. Hasil pembobotan kinerja bendung menunjukan bahwa kondisi prasarana 49%, ketersediaan air 42%, dan luas area Irigasi 9%. Bendung Tegal Waru merupakan prioritas utama dalam penanganan kerusakan.
Evaluasi Kinerja Sistem Drainase Jalan Kaliurang Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Muhammad Amrulloh; Wiwik Yunarni Widiarti; Gusfan Halik
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2021.012.02.01

Abstract

Perubahan tataguna lahan akan meningkatkan limpasan permukaan sehingga menyebabkan terjadi banjir pada suatu wilayah. Salah satu dampaknya, banjir yang terjadi di Jalan Kaliurang Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Banjir yang terjadi di Jalan Kaliurang terjadi hampir disetiap tahun. Penelitian ini berfungsi untuk melakukan evaluasi kinerja drainase Jalan Kaliurang, Jember dengan menggunakan model Strom Water Management Model (SWMM) karena sesuai untuk mensimulasikan proses hidrologi dan hidrolika di daerah perkotaan. Tahapan pemodelan meliputi: perhitungan curah hujan rerata wilayah menggunakan metode poligon thiessen, uji kecocokan, perhitungan debit banjir rencana kala ulang 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun, perhitungan intensitas curah hujan jam-jaman dengan metode mononobe dan pemodelan hidrolika menggunakan sofware Strom Water Managament Model (SWMM). Hasil pemodelan dengan Strom Water Management Model (SWMM) pada banjir kala ulang 2 tahun terdapat 4 titik lokasi rawan banjir, kala ulang 5 tahun terdapat 9 titik lokasi rawan banjir, dan kala ulang 10 tahun terdapat 13 titik lokasi rawan banjir. Rekomendasi penelitian ini adalah normalisasi saluran drainase pada titik-titik rawan banjir. Land-use changes will be caused by surface runoff, which is possible to create floods in an area. One of the impacts is the flooding that occurred on Kaliurang road, Kecamtan Sumbersari, Jember Regency. Floods that occur on Jalan Kaliurang, Jember occur almost every year. This research evaluates Kaliurang road drainage's performance using the Storm Water Management Model (SWMM). The modeling stages include: calculating the regional average rainfall using the Thiessen polygon method, testing compatibility, calculating the planned flood discharge with a return period of 2 years, 5 years, and 10 years, calculating the hourly rainfall intensity using the mononobe method, and modeling hydraulics using SWMM. Modeling results with SWMM in the 2-year return flood, there are 4 locations prone to flooding. On the 5-year return period, there are 9 flood-prone locations, and on the 10 year return period, there are 13 flood-prone locations. The recommendation of this study is the normalization of drainage channels at flood-prone points.
Pengukuran Debit di Saluran Irigasi (Studi Lokasi Daerah Irigasi Kabupaten Jember) Saifurridzal, Saifurridzal; Hidayah, Entin; Halik, Gusfan; Widiarti, Wiwik Yunarni
PEKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/pekat.v2i2.32

Abstract

Masalah pendistribusian air akibat perbedaan jumlah debit pada bangunan ukur di lapangan dengan debit sebenarnya menyebabkan terjadinya konflik antar petani, sehingga perlu adanya kalibrasi bangunan ukur irigasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan dalam pengukuran debit untuk kalibrasi bangunan ukur irigasi kepada petugas juru dan pengamat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember. Peserta yang mengikuti kegiatan ini lebih dari 20 orang di setiap 16 wilayah irigasi yang ada di Kabupaten Jember. Pengukuran dilakukan dengan current metermenggunakan metode tampang rerata, sehingga didapatkan hasil besar debit hulu dan hilir pada 16 wilayah pengamat mengalami perbedaan yang signifikan dimana debit terbesar terletak pada saluran wilayah Mayang yakni 1,98 m3/s dan debit terkecil terletak di saluran wilayah Sumberbaru yakni 0,07 m3/s, dengan rerata kondisi saluran ukur mengalami kerusakan pada dinding saluran, sedimentasi dan penumpukan sampah rumah tangga. Kegiatan kalibrasi bangunan ukur irigasi telah memberikan pemahaman kepada pengamat dan juru bahwa kalibrasi perlu dilakukan dengan baik dan benar agar pembagian air dapat akurat dan terukur sesuai kebutuhan.
Perhitungan Waste Material Pada Proyek Pembangunan Gedung ICU RS Ngudi Waluyo Blitar: Calculation of Waste Material In The ICU Building Construction Project Waluyo Blitar Hospital Rinengga, Bintang Ardi; Trisiana, Anita; Widiarti, Wiwik Yunarni
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i1.46172

Abstract

Abstract Material waste can have a negative impact on building construction projects, especially in the budgeted cost sector. The use of BIM software can help in calculating and optimizing reinforcement work so that excessive material waste does not occur. In this research, building modeling will be carried out using Revit software. The output achieved in processing this data is quantity take-off. The calculation of remaining rebar material in this research uses the Microsoft Excel software program with the aim of finding out the number of rebar mills needed and the combination of cuts in one rebar mill. Structural modeling using BIM Revit aims to determine the shape of the structure in 3D visualization. This visualization makes it easier to model reinforcement, bends, and iron connections. From the modeling results, the take-off amount is obtained. From the results of the Revit take-off quantity, the length of the rod used as a pattern for cutting steel rods 12 meters long is obtained. Next, an analysis of the level of waste and waste costs is carried out. In the construction of the ICU building at Ngudi Waluyo Blitar Regional Hospital, the volume of material for strengthening work was 3,058.57 meters with a total weight of 1,954.88 kg and a waste cost value of IDR 18,888,958. The residual iron content of Ø6 was 2.72%, D8 was 0.48%, D10 was 0.04%, D13 was 4.43%, D16 was 0.35%, and D19 was 1.08%. Keywords: Waste material, BIM, quantity take off, waste level and waste cost. Abstrak Waste material dapat memberikan dampak buruk pada proyek pembangunan gedung, terutama pada sektor biaya yang dianggarkan. Penggunaan software BIM dapat membantu dalam perhitungan dan optimalisasi pada pekerjaan penulangan sehingga tidak terjadi waste material yang berlebih. Pada penelitian ini akan dilakukan pemodelan bangunan dengan Software Revit. Output yang dicapai dalam pengolahan data ini adalah Quantity Take Off. Perhitungan waste material pada tulangan besi dalam penelitian menggunakan program bantu software microsoft excel dengan tujuan untuk mengetahui jumlah los besi yang dibutuhkan dan kombinasi pemotongan dalam satu los besi.Pemodelan struktur menggunakan BIM Revit bertujuan untuk mengetahui bentuk struktur dalam visualisasi 3D. Visualisasi ini mempermudah dalam pemodelan tulangan, tekukan, dan sambungan besi. Dari hasil pemodelan didapatkan quantity take off . Dari hasil quantity take off Revit, maka akan didapatkan bar length yang digunakan sebagai pola pemotongan los besi 12 meter. Selanjutnya dilakukan analisa waste level dan waste cost.Pada konstruksi di gedung ICU RS Ngudi Waluyo Blitar volume waste material pada pekerjaan pembesian sebesar 3.058,57 meter dengan total beratnya adalah 1.954,88 kg dengan nilai waste cost sebesar Rp 18.888.958. Adapun waste level pada besi Ø6 sebesar 2,72%, D8 sebesar 0,48%, D10 sebesar 0,04%, D13 sebesar 4,43%, D16 sebesar 0,35%, D19 sebesar 1,08%. Kata kunci: Waste material, BIM, quantity take off, waste level dan waste cost.
Speed, Density, and Crash Relationship in Urban Arterial Roads Kriswardhana, Willy; Sulistyono, Sonya; Widiarti, Wiwik Yunarni; Rahmawaty, Tiara Ayu
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/civense.v6i2.401

Abstract

Vehicle speed has an essential role in the occurrence of traffic accidents. Increasing the number of vehicles operating on the road will further increase the risk of traffic accidents because it is not balanced with discipline in driving. This study's purpose is to analyze the relationship between speed and traffic accidents that occurred in Gadjah Mada and Hayam Wuruk Road, Jember, through several variations of calculations. The independent variables used are average speed and 85th percentile speed and density, while the dependent variable used is the accident rate. The analysis used is a correlation test that determines the level of closeness of the relationship between the two variables and a regression test that helps estimate the relationship between the two variables through a regression equation model that will be selected based on conditions in the field. The results of this study indicate that lower speed is associated with a lower accident rate. Meanwhile, lower vehicle density leads to an increase in the accident rate. Speed management to improve traffic safety in Indonesia is needed. Direction for future research is presented.
Analisis Prioritas Penanganan Kerusakan bendung di DAS Mayang Kabupaten Jember Syahya, Afriq Fadian; Widiarti, Wiwik Yunarni; Hidayah, Entin
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.1-13.2023

Abstract

Bertambah besarnya tanggung jawab pemerintah daerah menuntut semakin banyak jumlah anggaran yang harus dikeluarkan dalam pembangunan. Hal ini merupakan tantangan dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Salah satu tunggang jawab tersebut adalah melakukan penanganan terhadap kerusakan bangunan utama irigasi yang masing masing memiliki manfaat, tingkat kerusakan, dan keterbatasan yang berbeda beda, sehingga penentuan prioritas rehabilitasi sulit untuk dilakukan. Studi ini bertujuan untuk menentukan prioritas penanganan bendung berdasarkan analisis tiga kinerja yang meliputi kondisi prasarana, ketersediaan air, dan luas area irigasi. Penilaian ini dilakukan pada lima bendung yang berurutan pada aliran sungai utama DAS Mayang. Proses pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada 9 orang dari Dinas PU Pengairan Jember dan 1 orang dari UPT Pengairan Mayang. Sedangkan data ketersediaan air dan luas area irigasi didapatkan dari Dinas PU Pengairan Jember. Penentuan bobot kinerja bendung dilakukan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Penilaian tingkat kerusakan bendung dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan yang mengacu pada Permen PU No.12/PRT/M/2015. Hasil pembobotan kinerja bendung menunjukan bahwa kondisi prasarana 49%, ketersediaan air 42%, dan luas area Irigasi 9%. Bendung Tegal Waru merupakan prioritas utama dalam penanganan kerusakan.
Effects of Land Use Change on Land Erosion and Land Critical Level Using GIS in the Mayang Watershed Mohamad Andhika Rafif; Wiwik Yunarni Widiarti; Entin Hidayah; Saifurridzal Saifurridzal; Mokhammad Farid Ma'ruf
Geosfera Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v9i2.39670

Abstract

The increasing population in an area often triggers heightened development, leading to diminished land availability and subsequent land conversion. This transformation, predominantly observed in agricultural and plantation lands, is driven by the need for residential areas. However, continuous land use changes contribute to erosion, a natural process wherein soil is transported, leading to sedimentation and eventual flooding. This study aims to identify critical areas prone to erosion and land degradation. To address this, we used the Universal Soil Loss Equation (USLE) method for erosion prediction, leveraging its simplicity and accuracy. This study focuses on the Mayang watershed in East Java, utilizing a combination of USLE, spectral index modeling, and Geographic Information System (GIS) techniques to estimate soil erosion and land criticality. By integrating methodologies and analyzing data spanning from 2011 to 2021, the study reveals shifts in erosion danger levels and land use patterns. While regions with low erosion remained stable, areas with medium to high erosion declined, yet those with very high erosion exhibited a worrisome increase. Changes in land use, including forest loss and urban expansion, underscore the ecological shifts exacerbating erosion hazards. The study emphasizing the necessity for targeted conservation strategies and comprehensive land management plans to mitigate erosion risks and preserve environmental sustainability.
Pengaruh Hutan Mangrove Terhadap Reduksi Gelombang di Pantai Bama Kabupaten Situbondo dengan Pemodelan Menggunakan Delft3D Imanda, Regita Ramadhani; Wiyono, Retno Utami Agung; Widiarti, Wiwik Yunarni
Rekayasa Vol 18, No 1: April 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v18i1.26555

Abstract

Mangrove forest in Bama Beach is one of the mangrove forests in Indonesia. Mangroves in the Bama Beach area have a function to protect various ecosystems around it from damage due to abrasion or sedimentation. Bama Beach, whose status is still in the Baluran National Park area and a tourist spot that has a beautiful charm, needs to be protected from wave damage so that wave reduction modeling research is carried out on the influence of mangrove forest width using Delft3D software. Modeling was carried out to obtain the value of energy reduction and wave height due to the presence of mangrove forests with different widths. The modeling results found that the highest significant wave height occurred on July 16, 2023 at 12:00 WIB. Mangrove forests with a thickness of 125 m can reduce wave height by 30.031% and wave energy by 48.263%. Mangrove forests with a thickness of 110 m can reduce up to 15.988% of wave height and 31.268% of wave energy. Mangroves with a thickness of 37 m can reduce up to 4.049% of wave height and 10.940% of wave energy.
Model Prediksi Ketersediaan Air Menggunakan Data Sirkulasi Atmosfer Halik, Gusfan; Wahyuni, Sri; Yunarni, Wiwik; Bukhori, Saiful
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (Desember 2023)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v3i2.49

Abstract

Perubahahan iklim global telah memberikan pengaruh terhadap perubahan pola curah hujan sehingga berdampak pada ketersediaan air. Disamping itu, kondisi fenomena iklim lokal seperti ENSO juga memberikan pengaruh terhadap perubahan pola hujan dan ketersediaan air. Saat ini, prediksi hujan dan ketersediaan air sangat sulit dilakukan karena terjadinya perubahan iklim dan adanya ketidakpastian fenomena iklim lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan ketersediaan air di DAS Sampean Baru Kabupaten Bondowoso menggunakan data sirkulasi atmosfer secara langsung. Model prediksi ketersediaan air diusulkan menggunakan model hybrid berbasis kecerdasan buatan, yaitu : Wavelet Neural Networks (WNN). Model WNN menggabungkan fitur ekstraksi dengan transformasi wavelet dan fungsi transfer non linier Artificial Neural Networks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola ketersediaan air antara luaran WNN dengan pola ketersediaan air observasi mempunyai kesesuaian pola yang sama.  Namun demikian, luaran WNN belum mampu memprediksi debit aliran tinggi atau debit puncak dengan baik. Oleh karena itu, model WNN ini hanya direkomendasikan untuk memprediksi debit operasional atau debit andalan bulanan. Berdasarkan hasil penelitian ini, model prediksi ketersediaan air dengan WNN dapat dimanfaatkan oleh instansi terkait/stakeholder sebagai alternatif dasar pertimbangan dalam merancang strategi alokasi air.