Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

OPTIMIZATION OF CROPPING PATTERN IN IRRIGATED AREA GEMBLENG BANYUWANGI REGION USING DYNAMIC PROGRAM Ahmad Rizza Lufafi; Wiwik Yunarni Widiarti; Entin Hidayah
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 4 No 1 (2020): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v4i1.12097

Abstract

Gembleng Dam is located between Aliyan Village, Rogojampi District, and Parijatah Wetan Village, Srono District, Banyuwangi Regency. The dam was built to store water from the Bomo River. The Gembleng Dam is used for land irrigation with a service area of ±1735 Ha. During the dry season, The Gembleng irrigation often experiences drought and uneven water distribution. Therefore, optimization efforts using a dynamic program is used to optimize irrigation water so that it can increase yields. The results of this study are the water needed for irrigation every year is rice in rainy season 7,599 m3 / sec, rice in dry season I 7.93 m3 / sec, secondary corps in dry season II 5.35 m3 / sec for a possible year. The optimal cropping pattern is rice for rainy, rice and secondary corps for the first dry season, and secondary corps for the second dry season. The optimum land area that can be planted in a possible year is 849 ha of the dry season and 886 ha of secondary corps. For the normal year is 800 ha of rice and 935 ha of secondary corps. By using dynamic programming, the profit for enough years is Rp. 4,361,274,415.23 with an increase of 23.28%. Bendung Gembleng terletak di antara Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi dan Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, merupakan bendung yang dibangun untuk menampung air dari aliran sungai Bomo. Bendung Gembleng digunakan untuk memenuhi kebutuhan irigasi sawah dengan luasan baku sebesar ±1735 Ha. Ketika musim kemarau daerah irigasi Gembleng sering mengalami kekeringan dan pembagian air tidak merata. Oleh karena itu, upaya optimasi menggunakan program dinamik dilakukan untuk optimalisasi air irigasi sehingga dapat meningkatkan keuntungan hasil panen. Hasil dari penelitian ini berupa kebutuhan air untuk irigasi tiap tahun andalan yaitu, padi musim hujan 7,599 m3/dt, padi musim kering I 7,93 m3/dt, palawija musim kering II 5,35 m3/dt untuk tahun cukup. Pola tata tanam optimal yang diperoleh adalah padi, padi-palawija, dan palawija. Luas lahan optimum pada musim kering I yang dapat ditami pada tahun cukup untuk padi 849 ha dan palawija 886 ha. Keuntungan maksimal yang dapat diperoleh dari tiap tahun andalan yaitu sebesar Rp. 4.361.274.415,23 dengan peningkatan 23,28 % pada tahun cukup.
Prediksi Laju Sedimentasi Pada Sungai Jatiroto Hajar Crisia Cahyani; Entin Hidayah; Retno Utami Agung Wiyono; Gusfan Halik; Wiwik Yunarni Widiarti
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.64-71.2021

Abstract

Erosi dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi di sungai. Sedimentasi yang terjadi secara terus-menerus dapat mengakibatkan sungai menjadi dangkal dan mengurangi kapasitas sungai. Sedimen akan mengendap pada bagian tertentu di sepanjang aliran sungai yang tidak mampu terangkut bersama dengan aliran sungai. Sungai Jatiroto merupakan sungai yang membatasi Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember. Sungai Jatiroto dimanfaatkan untuk keperluan irigasi pada kecamatan Jatiroto dan Kecamatan Rowokangkung. Penyebab dari sedimentasi adalah perubahan tata guna lahan ataupun erosi yang dilakukan oleh sungai itu sendiri. Pemodelan transpor sedimen oleh HEC-RAS bertujuan untuk mengetahui laju sedimen yang terbawa oleh sungai. Pada pemodelan ini dilakukan dua analisis, yaitu analisis hidrolika dan analisis transpor sedimen. Tahap pertama, analisis hidrolika menggunakan debit unsteady, parameter Manning (n) dan koefisien ekspansi dan kontraksi. Kalibrasi model dilakukan dengan cara perbandingan tinggi muka air yang menghasilkan nilai determinasi R2 sebesar 0,9586, nilai RMSE sebesar 0,39 dan masuk dalam kategori baik. Tahap kedua, analisis sedimentasi menggunakan debit quasi-unsteady dan diameter butiran. Fungsi pengangukatan sedimen yang cocok pada pemodelan ini adalah Laursen (Field) dengan laju sedimen sebesar 256,341 m³/tahun. Adapun laju sedimentasi di lapangan dilakukan dengan membandingkan cross section lama dengan yang baru yaitu 289,24  m³/tahun. Uji keandalan (validasi) model dilakukan dengan membandingkan hasil pemodelan dengan data observasi yang didapatkan dari hasil perhitungan volume pengendapan pada cross section. Didapatkan hasil uji keandalan sebesar 88%.
Evaluasi Saluran Drainase Jalan Manggis Kecamatan Patrang Kabupaten Jember Aqiel Iqbal Farrossandy; Wiwik Yunarni Widiarti; Ririn Endah Badriani
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.02.02

Abstract

Banyaknya pembangunan yang terjadi mengakibatkan perubahan tataguna lahan dan dapat berpengaruh terhadap kurangnya daerah resapan air, hal tersebut dapat memicu terjadinya bencana banjir pada wilayah tersebut. Dari pengamatan di lapangan Jalan Manggis Kecamatan Patrang Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah yang sering terjadi genangan dan banjir setiap musim hujan. Hal tersebut disebabkan karena saluran di Jalan Manggis terdapat banyak sampah yang mengakibatkan saluran tersumbat sehingga saat turun hujan tiba saluran tersebut tidak dapat mengalirkan air dengan baik, akibatnya air hujan meluap ke permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi saluran drainase Jalan Manggis Kecamatan Patrang Kabupaten Jember dengan menggunakan software Storm Water Management Model (SWMM). Dari pemodelan menggunakan software SWMM pada periode kala ulang 2, 5 dan 10 tahun menghasilkan beberapa titik lokasi banjir. Hal yang harus dilakukan dalam mengatasi banjir dan genangan di Jalan Manggis yaitu dengan melakukan perencanaan ulang perubahan dimensi saluran drainase, selain itu juga dilakukan pemeliharaan saluran secara berkala yang berguna untuk meminimalisir terjadinya banjir dan genangan pada Jalan Manggis
Analisis Prioritas Rehabilitasi Jaringan Irigasi Menggunakan Metode Simple Additive Weighting di Aliran Sungai Jompo Rivaldi Dwiky Agustian; Entin Hidayah; Wiwik Yunarni Widiarti
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.02.03

Abstract

Banjir merupakan faktor yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur jaringan irigasi pada daerah irigasi di aliran Sungai Jompo. Kerusakan tersebut berdampak pada kurang optimalnya kinerja jaringan irigasi. Oleh karena itu, dengan terbatasnya anggaran biaya rehabilitasi maka perlu dilakukan analisis prioritas rehabilitasi jaringan irigasi. Studi ini mengambil lokasi pada Daerah Irigasi (DI) yang berada di aliran Sungai Jompo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Penentuan prioritas rehabilitasi jaringan irigasi dalam penelitian ini menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dengan cara menentukan bobot masing-masing kriteria rehabilitasi yang meliputi kondisi prasarana, ketersediaan air, luas areal fungsional, dan produktivitas tanam. Selanjutnya melakukan normalisasi dan perangkingan setiap alternatif dari nilai prioritas. Hasil analisis prioritas rehabilitasi jaringan irigasi menggunakan metode SAW menyatakan bahwa daerah irigasi yang menjadi prioritas utama adalah DI. Bedus. Untuk prioritas kedua hingga kesembilan secara berurutan adalah DI. Arah III, DI. Sekar, DI. Pengarengan, DI. Polo, DI. Langon Patrang, DI. Sembah Kurung, DI. Jaki, dan DI. Sembah.
Zonasi Tingkat Kerawanan Banjir Bandang dengan Sistem Informasi Geografis di Sub-DAS Kaliputih Kabupaten Jember Entin Hidayah; Wiwik Yunarni Widiarti; Adam Rifqi Ammarulsyah
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.02.12

Abstract

Banjir bandang di Kabupaten Jember pada pergantian tahun 2006 merupakan salah satu bencana nasional yang membawa banyak korban. Kejadian banjir bandang di Kaliputih terus berulang, untuk itu keberadaan peta zonasi banjir sangat diperlukan untuk antisipasi sebelum kejadian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan zonasi tingkat kerawanan banjir bandang di sub-DAS Kaliputih dengan bantuan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Weights of Evidence. Lima faktor diantaranya kemiringan lereng, tata guna lahan, kerapatan jaringan sungai, jenis tanah dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk membuat peta zonasi. Dari yang terkuat, parameter pengkondisi kerawanan banjir adalah jenis tanah latosol coklat dan regosol abu-abu, penggunaan lahan sawah, kemiringan lereng, penggunaan lahan rumah, NDVI pada nilai rendah, dan kerapatan jaringan sungai pada nilai rendah. Hasil yang didapatkan dari analisis menunjukkan sebesar 12,25% dari total wilayah di sub-DAS Kaliputih memiliki tingkat kerawanan banjir bandang yang sangat tinggi, 14,58% tinggi, 12,81% sedang sampai tinggi, 14,89% sedang, 16,98% rendah, dan 28,49% sangat rendah dengan nilai Area Under Curve (AUC) sebesar 80,0%.
Analisis Perubahan Tata Guna Lahan Pada DAS Tanggul Menggunakan Remote Sensing Yuli Mariati; Wiwik Yunarni Widiarti; Gusfan Halik
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v6i2.16340

Abstract

Tata guna lahan merupakan suatu bentuk pemaanfaatan atau fungsi dari perwujudan suatu bentuk penutupan lahan. Permasalahan yang terjadi pada penggunaan lahan adalah ketidakseimbangan alam yang disebabkan oleh beralih fungsinya lahan. Daerah Aliran Sungai (DAS) Tanggul menjadi salah satu DAS di daerah Jember yang terpengaruh akibat perubahan tata guna lahan. DAS Tanggul mengalami laju erosi sebesar 37.534,76 m3/tahun. Laju erosi salah satunya dipengaruhi oleh faktor vegetasi penutup lahan. Langkah untuk meminimalisir permasalahan diperlukan adanya penelitian mengenai perubahan tata guna lahan pada DAS Tanggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tata guna lahan yang terjadi pada wilayah kajian dengan menggunakan metode remote sensing. Metode yang digunakan dilakukan dengan cara membandingkan tata guna lahan pada tahun 2001, 2009, dan 2018. Citra landsat-7 dan landsat-8 digunakan sebagai data pengindraan jarak jauh yang dapat digunakan dalam proses analisis perubahan tata guna lahan. Hasil penelitian selama rentang waktu 17 tahun yang berawal dari tahun 2001 hingga 2017 menunjukkan bahwa terjadi perubahan lahan pada DAS Tanggul. Perubahan tersebut terjadi pada kelas pemukiman mengalami peningkatan sebesar 7,5%, kelas hutan mengalami penurunan sebesar 6,76%, kelas sawah mengalamai penurunan sebesar 5,8%, kelas kebun mengalami penurunan sebesar 7,51%, dan kelas lahan terbuka mengalami peningkatan sebesar 4,05%. Oleh karena itu, pengindraan jarak jauh dapat digunakan dalam mengidentifikasi perubahan tata guna lahan yang terjadi berkala tanpa proses pemantauan langsung.
Evaluasi dan Monitoring Bangunan Ukur Debit pada Saluran Primer Kesilir Kecamatan Wuluhan Wiwik Yunarni Widiarti; Denok Nurul Intifadah; Saifurridzal
Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2023.017.02.9

Abstract

The most often problem that is usually occurred in the field is damage of discharge measuring building. In Kesilir’s primary channel, they are crumpweir dan cipoletti measuring structure that have decreased in fuction. This research was conducted by analyzing the discharge obtained from field data collection, wet cross-section area (A), flow velocity (v) and peilscal height (h). Callibration analysis of discharge measuring building is carried out by differentiating between the equation resulting from the graph using power function. The research result in the measurement differences of the upstream and downstream of the channel at two locations. The callibration coefficient of the crumpweir is 0.39 and the cipolleti is 0.72 respectvely.
Analisis Prioritas Penanganan Kerusakan bendung di DAS Mayang Kabupaten Jember Afriq Fadian Syahya; Wiwik Yunarni Widiarti; Entin Hidayah
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.1-13.2023

Abstract

Bertambah besarnya tanggung jawab pemerintah daerah menuntut semakin banyak jumlah anggaran yang harus dikeluarkan dalam pembangunan. Hal ini merupakan tantangan dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Salah satu tunggang jawab tersebut adalah melakukan penanganan terhadap kerusakan bangunan utama irigasi yang masing masing memiliki manfaat, tingkat kerusakan, dan keterbatasan yang berbeda beda, sehingga penentuan prioritas rehabilitasi sulit untuk dilakukan. Studi ini bertujuan untuk menentukan prioritas penanganan bendung berdasarkan analisis tiga kinerja yang meliputi kondisi prasarana, ketersediaan air, dan luas area irigasi. Penilaian ini dilakukan pada lima bendung yang berurutan pada aliran sungai utama DAS Mayang. Proses pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada 9 orang dari Dinas PU Pengairan Jember dan 1 orang dari UPT Pengairan Mayang. Sedangkan data ketersediaan air dan luas area irigasi didapatkan dari Dinas PU Pengairan Jember. Penentuan bobot kinerja bendung dilakukan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Penilaian tingkat kerusakan bendung dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan yang mengacu pada Permen PU No.12/PRT/M/2015. Hasil pembobotan kinerja bendung menunjukan bahwa kondisi prasarana 49%, ketersediaan air 42%, dan luas area Irigasi 9%. Bendung Tegal Waru merupakan prioritas utama dalam penanganan kerusakan.
Evaluasi Kinerja Sistem Drainase Jalan Kaliurang Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Muhammad Amrulloh; Wiwik Yunarni Widiarti; Gusfan Halik
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2021.012.02.01

Abstract

Perubahan tataguna lahan akan meningkatkan limpasan permukaan sehingga menyebabkan terjadi banjir pada suatu wilayah. Salah satu dampaknya, banjir yang terjadi di Jalan Kaliurang Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Banjir yang terjadi di Jalan Kaliurang terjadi hampir disetiap tahun. Penelitian ini berfungsi untuk melakukan evaluasi kinerja drainase Jalan Kaliurang, Jember dengan menggunakan model Strom Water Management Model (SWMM) karena sesuai untuk mensimulasikan proses hidrologi dan hidrolika di daerah perkotaan. Tahapan pemodelan meliputi: perhitungan curah hujan rerata wilayah menggunakan metode poligon thiessen, uji kecocokan, perhitungan debit banjir rencana kala ulang 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun, perhitungan intensitas curah hujan jam-jaman dengan metode mononobe dan pemodelan hidrolika menggunakan sofware Strom Water Managament Model (SWMM). Hasil pemodelan dengan Strom Water Management Model (SWMM) pada banjir kala ulang 2 tahun terdapat 4 titik lokasi rawan banjir, kala ulang 5 tahun terdapat 9 titik lokasi rawan banjir, dan kala ulang 10 tahun terdapat 13 titik lokasi rawan banjir. Rekomendasi penelitian ini adalah normalisasi saluran drainase pada titik-titik rawan banjir. Land-use changes will be caused by surface runoff, which is possible to create floods in an area. One of the impacts is the flooding that occurred on Kaliurang road, Kecamtan Sumbersari, Jember Regency. Floods that occur on Jalan Kaliurang, Jember occur almost every year. This research evaluates Kaliurang road drainage's performance using the Storm Water Management Model (SWMM). The modeling stages include: calculating the regional average rainfall using the Thiessen polygon method, testing compatibility, calculating the planned flood discharge with a return period of 2 years, 5 years, and 10 years, calculating the hourly rainfall intensity using the mononobe method, and modeling hydraulics using SWMM. Modeling results with SWMM in the 2-year return flood, there are 4 locations prone to flooding. On the 5-year return period, there are 9 flood-prone locations, and on the 10 year return period, there are 13 flood-prone locations. The recommendation of this study is the normalization of drainage channels at flood-prone points.
Pengukuran Debit di Saluran Irigasi (Studi Lokasi Daerah Irigasi Kabupaten Jember) Saifurridzal, Saifurridzal; Hidayah, Entin; Halik, Gusfan; Widiarti, Wiwik Yunarni
PEKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/pekat.v2i2.32

Abstract

Masalah pendistribusian air akibat perbedaan jumlah debit pada bangunan ukur di lapangan dengan debit sebenarnya menyebabkan terjadinya konflik antar petani, sehingga perlu adanya kalibrasi bangunan ukur irigasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan dalam pengukuran debit untuk kalibrasi bangunan ukur irigasi kepada petugas juru dan pengamat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember. Peserta yang mengikuti kegiatan ini lebih dari 20 orang di setiap 16 wilayah irigasi yang ada di Kabupaten Jember. Pengukuran dilakukan dengan current metermenggunakan metode tampang rerata, sehingga didapatkan hasil besar debit hulu dan hilir pada 16 wilayah pengamat mengalami perbedaan yang signifikan dimana debit terbesar terletak pada saluran wilayah Mayang yakni 1,98 m3/s dan debit terkecil terletak di saluran wilayah Sumberbaru yakni 0,07 m3/s, dengan rerata kondisi saluran ukur mengalami kerusakan pada dinding saluran, sedimentasi dan penumpukan sampah rumah tangga. Kegiatan kalibrasi bangunan ukur irigasi telah memberikan pemahaman kepada pengamat dan juru bahwa kalibrasi perlu dilakukan dengan baik dan benar agar pembagian air dapat akurat dan terukur sesuai kebutuhan.