Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

NILAI MORAL DALAM TUTURAN FILM PENDEK “REUNIAN” EPISODE KARYA KEMENDIKBUD RI DIRJEN PENDIDIKAN VOKASI Oktarina Puspita Wardani; Meilan Arsanti; Aida Azizah
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.10.1.64-71

Abstract

Pandemi covid menjadi salah satu alasan film pendek di Indonesia semakin berkibar. Banyak film pendek dengan durasi kurang dari 20 menit dan memiliki beberapa episode. Film pendek tersebut memilih tema yang mudah diterima oleh masyarakat dan memiliki pesan yang baik di dalamnya. nilai yang dapat diperoleh dari sebuah film ialah nilai moral. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif.  Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, kalimat. Sumber data di dapat dari video pendek “Reunian” dari chanel youtube Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.  Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat.  Peneliti menggunakan instrumen untuk membantu mengumpulkan data. Instrumen yang digunakan ialah kartu data. Data dideskripsikan dan di analisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualititaif. Hasil penelitian ditemukan sembilan jenis nilai moral. Nilai moral kejujuran ditemukan dua data. Nilai moral keberanian ditemukan dua data. Nilai moral kerendahatian ditemukan lima data. Nilai moral kerja keras ditemukan satu data. Nilai moral rela berkorban ditemukan empat data. Nilai moral kesabaran ditemukan satu data. Nilai moral bertanggung jawab ditemukan dua data. Nilai moral berbohong ditemukan dua data. Nilai moral pantang menyerah ditemukan empat data.
KESANTUNAN BERBAHASA PADA TRANSAKSI ONLINE SHOP ALYA HIJAB BY NAJA Jamilatus Sa'adah; Aida Azizah; Oktarina Puspita Wardani
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 6, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.6.1.10-25

Abstract

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA DENGAN MODEL THINK PAIR AND SHARE (TPS) MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL PADA SISWA KELAS VIII SMPN 3 SAYUNG DEMAK Anik Magfiroh; Turahmat Turahmat; Oktarina Puspita Wardani
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.5.2.1-18

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) dengantiga siklus, yaitu siklus I, siklus II, dan siklus III dengan batas ketuntasanminimal 71. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan,pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian adalahketerampilan menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP N 3 SayungDemak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes.Teknik tes berupa menulis teks berita dan teknik nontes berupa, observasi,angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi data kuantitatifdan data kualitatif. Peningkatan hasil tes siswa dapat dilihat dari hasil tespada siklus I mendapatkan nilai rata-rata 73,33, siklus II mendapatkan nilairata-rata 79,30, dan siklus III mendapatkan nilai rata-rata 91,03. Sehinggaterjadi peningkatan dari siklus II sebesar 5,97, dan siklus III sebesar 11,73Hasil nontes observasi sikap, siklus I siswa mendapatkan rata-rata sikapbaik, siklus II siswa mendapatkan rata-rata sikap baik, dan siklus III siswamendapatkan rata-rata sikap baik sekali. Angket sikap prasiklusmendapatkan siklus I mendapatkan nilai rata-rata 83,37%, siklus IImendapatkan nilai rata-rata 87,54%, dan siklus III mendapatkan nilai ratarata99,62%. Angket motivasi siklus I mendapatkan nilai rata-rata 66,7%,siklus II mendapatkan nilai rata-rata 72,16%, dan siklus III mendapatkannilai rata-rata 79,7%.
Menumbuhkan Budaya Literasi Anak Sejak Dini melalui Pelatihan Mendongeng Bagi Ibu-Ibu Kelompok Dawis Kacang Tanah III, Kecamatan Genuk, Kota Semarang Meilan Arsanti; Oktarina Puspita Wardani; Evi Chamalah; Aida Azizah; Leli Nisfi Setiana; Turahmat Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.3659

Abstract

ABSTRACT Storytelling is a very beneficial activity for children because it can teach children about morals, like language, help achieve development in emotional learning, improve the learning atmosphere, and introduce new values and cultural values to children. Apart from that, storytelling can also foster an interest in reading in children from an early age so that it can foster a culture of literacy in Indonesia. Therefore, storytelling skills are very important for parents, especially mothers who have children under five. To foster a culture of literacy in children, it must be done from an early age and starting from the family environment. Therefore, this PKM was carried out to provide storytelling skills training to the women of the Dawis Kacang Tanah III group in Bangetayu Kulon Village, Genuk District, Semarang City. This training was attended by 13 members of the Dawis Kacang Tanah III group. The method used is training with four stages, namely 1) planning, 2) implementing actions, 3) observation and evaluation, and 4) reflection. The results obtained from the training include mothers who have 1) knowledge about the benefits of fairy tales for young children, 2) storytelling skills using storybooks and finger puppets, and 3) a growing love of storytelling in young children.  Keywords: storytelling, literacy culture, early childhood  ABSTRAK Mendongeng merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat bagi anak karena dapat mengajarkan anak tentang moral, menyukai bahasa, membantu pencapaian perkembangan dalam pembelajaran emosi, meningkatkan suasana belajar, dan mengenalkan nilai-nilai baru serta nilai-nilai budaya pada anak. Selain itu, mendongeng juga dapat menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini sehingga mampu menumbuhkan budaya litersi di Indonesia. Oleh karenanya keterampilan mendongeng sangat penting dimiliki oleh orang tua khususnya ibu yang memiliki anak balita. Untuk menumbuhkan budaya literasi pada anak harus dilakukan sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, PKM ini dilaksanakan untuk memberikan pelatihan keterampilan mendongeng pada ibu-ibu kelompok Dawis Kacang Tanah III di Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Pelatihan ini diikuti oleh anggota kelompok Dawis Kacang Tanah III sebanyak 13 orang. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan empat tahapan, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan evaluasi, dan 4) refleksi. Adapun hasil yang diperoleh dari hasil pelatihan tersebut antara lain ibu-ibu telah memiliki 1) pengetahuan tentang manfaat dongeng bagi anak usia dini, 2) keterampilan mendongeng dengan media buku cerita dan boneka jari, dan 3) tumbuhnya rasa suka terhadap mendongeng pada anak usia dini.      Kata Kunci: mendongeng, budaya literasi, anak usia dini
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka bagi MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah di Kabupaten Demak Evi Chamalah; Aida Azizah; Meilan Arsanti; Leli Nisfi Setiana; Oktarina Puspita Wardani; Turahmat Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4853

Abstract

                                                          ABSTRACTCurriculum changes are a challenge felt by all educational institutions, especially Madrasah Aliyah (MA). The Independent Curriculum gives teachers the freedom to develop teaching tools, both in the form of Learning Implementation Plans (RPP) and teaching modules. However, the complexity of teaching modules, which are sometimes more detailed than lesson plans, often becomes an obstacle for teachers in designing learning tools. This obstacle is especially felt by Indonesian language teachers who are members of the Indonesian Language Subject Teacher Conference (MGMP). Some of the problems that arise include: (1) lack of knowledge regarding the preparation of Indonesian language teaching modules in MA in the context of the Independent Curriculum; (2) Indonesian Language MGMP MA Demak Regency has never participated in mentoring activities related to the preparation of Indonesian Language teaching modules in the Independent Curriculum; (3) the unavailability of Indonesian language teaching modules in MA according to the needs and characteristics of the school. To overcome this problem, several solutions are proposed, namely: (1) organizing mentoring activities regarding the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language MGMP Independent Curriculum MA Demak Regency; (2) implementation of learning and training activities related to the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language Independent Curriculum MGMP MA Demak Regency; (3) preparation of Indonesian language teaching modules in the Independent Curriculum MA in accordance with the needs and characteristics of the school.Keywords: mentoring, preparation of teaching modules, independent curriculum                                                           ABSTRAKPerubahan kurikulum menjadi suatu tantangan yang dirasakan oleh seluruh lembaga pendidikan, khususnya Madrasah Aliyah (MA). Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk menyusun perangkat ajar, baik berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun modul ajar. Namun, kompleksitas modul ajar, yang kadang lebih rinci daripada RPP, sering menjadi hambatan bagi guru dalam merancang perangkat pembelajaran. Kendala ini khususnya dirasakan oleh guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia. Beberapa permasalahan yang muncul antara lain: (1) minimnya pengetahuan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA dalam konteks Kurikulum Merdeka; (2) MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak belum pernah mengikuti kegiatan pendampingan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka; (3) belum tersedianya modul ajar Bahasa Indonesia di MA sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa solusi diajukan, yakni: (1) penyelenggaraan kegiatan pendampingan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (2) pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pelatihan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (3) penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA pada Kurikulum Merdeka yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah.Kata Kunci: pendampingan, penyusunan modul ajar, kurikulum merdeka
The phenomenon of xenoglossophilia in podcast media: A portrait of generation Z’s communication Wardani, Oktarina Puspita; Arsanti , Meilan; Chamalah , Evi; Wahyuningrum , Dwi Wara
BAHASTRA Vol. 45 No. 2 (2025): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v45i2.1552

Abstract

This study aims to analyze how xenoglossophilia manifests in podcast content, and its impact on the communication patterns of Generation Z. Adopting a qualitative approach, this study uses discourse analysis to examine popular podcasts that frequently incorporate foreign languages and are widely consumed by Generation Z. The survey results conclude that Generation Z's foreign language use is primarily driven by social trends and influences, with social media and films as the primary sources. Foreign languages are most frequently used in everyday conversation and social media, while usage in formal contexts remains low, suggesting that this practice is more of a lifestyle than a communicative need. Analysis of The Indah G Show podcast reinforces these findings through quotes highlighting the superiority of English over Indonesian in terms of efficiency and vocabulary. This phenomenon reflects a shift in the linguistic attitudes of the younger generation and poses challenges in maintaining the sustainability and prestige of the Indonesian language in the era of globalization. This study recommends the development of a digital media-based learning model for the use of foreign languages to preserve and strengthen national language identity.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI dengan Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) Ika Wulan Arvelia; Turahmat Turahmat; Oktarina Puspita Wardani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1402

Abstract

Keaktifan dan hasil belajar merupakan faktor dari keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas XI-3 SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang melalui penerapan pendekatan TaRL. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan data yang dikumpulkan melalui teknik wawancara, tes, dan observasi untuk dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Penelitian menghasilkan terwujudnya peningkatan ketuntasan belajar dari sebesar 71,4% pada siklus I menjadi sebesar 92,8% pada siklus II. Adapun keaktifan belajar juga menunjukkan peningkatan, yakni dari siklus I sebesar 32,2% meningkat pada siklus II menjadi sebesar 89,3%. Implementasi dari pendekatan TaRL pada pembelajaran terbukti dapat mengakomodasi peserta didik dengan kemampuan yang berbeda-beda pada suatu kelas yang ditunjukkan melalui peningkatan keaktifan dan hasil belajar.
Peningkatan Pemahaman Siswa terhadap Teks Hikayat dengan Penerapan Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) Indah Purwati; Turahmat Turahmat; Oktarina Puspita Wardani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1412

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks hikayat agar kualitas pembelajaran dapat meningkat. Kualitas pembelajaran yang efektif memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan mutu pendidikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggambarkan pemahaman siswa terhadap teks hikayat dengan menerapkan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Penelitian ini dilakukan denggan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui tahapan : perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan siswa kelas X-2 di SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang, dengan total partisipan sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian data adalah tes hasil LKPD pemahaman siswa. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi tes, pengamatan, dan dokumentasi. Proses analisis data menggunakan pendekatan deskiptif kualitatif. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa pemahaman siswa mengenai teks hikayat meningkat setelah pembelajaran menggunakan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Penelitian dilaksanakan dengan 2 siklus dengan berbantuan Quizizz. Pada siklus 1, terdapat 1 kali sesi pertemuan dan 1 kali sesi penilaian, sementara pada siklus 2 dilaksanakan 2 kali sesi pertemuan dan 1 kali sesi penilaian. Setiap siklus data akan diolah dan dilakukan analisis kuantitatif untuk menentukan presentase. Pemahaman siswa dalam pra siklus hingga siklus 2 memperlihatkan adanya peningkatan signifikan dalam ketuntasan belajar siswa, dengan persentase ketuntasan yang naik dari 37% pada pra siklus, 47% pada siklus 1, dan 67% pada siklus 2. Peningkatan ketuntasan belajar siswa tercermin dari kenaikan nilai rata-rata kelas, yang kini berada di angka 77,13. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode pembelajaran Teaching at the Right Level (TaRL) efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai teks hikayat secara berkelanjutan.
Peran Asesmen Diagnostik Nonkognitif dalam Menentukan Gaya Belajar Peserta Didik di Pembelajaran Bahasa Indonesia Sefti Oktaviyanti; Leli Nisfi Setiana; Oktarina Puspita Wardani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran asesmen diagnostik nonkognitif dalam menentukan gaya belajar peserta didik pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Gaya belajar merupakan faktor penting dalam efektivitas pembelajaran, karena setiap peserta didik memiliki preferensi yang berbeda dalam menerima dan mengolah informasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket di SMA Negeri 2 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik nonkognitif dapat mengidentifikasi gaya belajar peserta didik, yaitu visual (40%), auditori (33%), dan kinestetik (27%). Guru yang memahami hasil asesmen tersebut mulai menerapkan strategi pembelajaran yang lebih bervariasi dan adaptif, seperti penggunaan media visual, diskusi kelompok, serta simulasi atau permainan peran. Temuan ini menunjukkan bahwa asesmen nonkognitif berdampak positif terhadap peningkatan motivasi, partisipasi, dan prestasi akademik peserta didik. Selain itu, guru juga dapat mengenali hambatan emosional dan sosial yang memengaruhi proses belajar. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, asesmen ini menjadi dasar penting dalam pembelajaran berdiferensiasi. Kendati terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan waktu dan kompetensi guru, asesmen diagnostik nonkognitif terbukti mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih inklusif dan berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu, asesmen ini perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam praktik pembelajaran sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan individual.
Optimalisasi Pembelajaran Teks Puisi Melalui Pendekatan TARL pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Semarang Sukma Ragil Putra; Leli Nisfi Setiana; Oktarina Puspita Wardani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pembelajaran teks puisi melalui pendekatan TaRL pada siswa kelas X 6 di SMA Negeri 2 Semarang. Penelitian ini berlandaskan pada kurikulum Merdeka yang memberi kebebasan dalam mengembangkan gaya belajar yang diminati oleh peserta didik, sehingga peserta didik dapat belajar dengan optimal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Guru melakukan asesmen diagnostik pada awal kegiatan pembelajaran untuk mengklasifikasi peserta didik sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Guru membagi peserta didik ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok sangat mahir, mahir, dan butuh bimbingan. Berdasarkan hasil asesmen tersebut guru merancang modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik melalui pembelajaran berbasis proyek berupa tugas membuat resensi antologi puisi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa penerapan pendekatan TaRL mampu meningkatkan semangat serta keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembalajaran. Pendekatan TaRL juga mendorong peserta didik untuk mengoptimalkan potensi yang mereka miliki. Melalui kegiatan refleksi dan evaluasi guru dapat mengetahui hal apa saja yang perlu diperbaik dan hal yang sudah berjalan dengan baik selama proses pembelajaran berlangsung.