Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluation of structural and measurement models of student satisfaction in online learning Herwin Herwin; Fathurrohman Fathurrohman; Wuri Wuryandani; Shakila Che Dahalan; Suparlan Suparlan; Firmansyah Firmansyah; Kurniawati Kurniawati
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 11, No 1: March 2022
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v11i1.22115

Abstract

This study aimed to evaluate structural models and measurement models of student satisfaction in online learning. This was a quantitative study using a survey research design. Structural model testing was done by examining the relationship between several variables. The variables in question were the learning management system (LMS), admin services, the performance of facilitator lecturers and student satisfaction in learning. The sample used in this study were 149 students. Data analysis was performed using the multivariate Structural Equation Modeling (SEM) technique. The findings of this study indicated that the facilitator lecturer performance is the variable that has the greatest effect in increasing student satisfaction in online learning. Admin service is another variable that has a positive effect on student satisfaction, both direct and indirect effects. The LMS variable does not show a direct effect on student satisfaction, but the LMS has an indirect effect on student satisfaction through the variable facilitator lecturer performance and admin services.
Peningkatan kedisiplinan melalui metode reward and punishment pada Siswa Kelas 2 SDN Keputran Kurniawati Kurniawati
FOUNDASIA Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v12i1.38913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin belajar pada peserta didik kelas IIC SD Negeri Keputran 2 Yogyakarta menggunakan metode pembelajaran reward dan punishment. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IIC SD Negeri Keputran 2 Yogyakarta sejumlah 28 peserta didik. Objek dalam penelitian ini adalah aktivitas peserta didik berupa disiplin belajar. Rata-rata nilai pra tindakan adalah 4,5. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas peserta didik dan guru serta lembar angket. Analisis data dilaksanakan dengan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran reward dan punishment dapat meningkatkan disiplin belajar pada peserta didik kelas IIC SD Negeri Keputran 2 Yogyakarta. Disiplin belajar melalui metode pembelajaran reward dan punishment peserta didik kelas IIC SD SD Negeri Keputran 2 Yogyakarta mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 63% menjadi 72% pada siklus II.
Analisis Kebutuhan Layanan Bimbingan Untuk Mengembangkan Resiliensi Siswa Sekolah Dasar Haryani; Banu Setyo Adi; Kurniawati; Tika Aprilia
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.5167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan layanan bimbingan dan  konseling untuk mengembangkan resiliensi siswa sekolah dasar. Data diperoleh melalui kuesioner yang berisi tentang pemahaman layanan bimbingan dan konseling, pelaksaanaan layanan bimbingan dan konseling, serta pemahaman guru kelas terhadap resiliensi. Penelitian ini melibatkan 108 guru kelas sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar baru sekitar 20%, pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar masih belum terencana dengan baik, sebagian besar guru telah memahami resiliensi namun belum mengembangkan resliliensi siswanya melalui pembelajaran. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah diperlukan model layanan bimbingan dan konseling untuk guru kelas sekolah dasar dalam mengembangkan resiliensi siswa. Kata kunci: layanan bimbingan, resiliensi, sekolah dasar
READING LITERACY AND NUMERACY ACHIEVEMENT OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS: EVIDENCE FROM INDONESIA AND THE INDONESIAN SCHOOL OF SINGAPORE Fery Muhamad Firdaus; Kurniawati Kurniawati; Octavian Muning Sayekti; Evy Nur Rochmah; Amalia Rizky Ardiansyah
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 10, No 1 (2026): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32934/jmie.v10i1.911

Abstract

This study aims to compare reading literacy and numeracy achievement of elementary school students in domestic and international educational contexts, specifically between the Indonesian School of Singapore (SIS) and elementary schools in Yogyakarta. A quantitative comparative descriptive design with a cross-sectional survey approach was employed. The sample consisted of approximately 100 fifth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using standardized reading literacy and numeracy tests based on the OECD framework, which had been validated and proven reliable. Data analysis involved descriptive and inferential statistics, including tests of normality, homogeneity, and group differences. The findings reveal that reading literacy achievement remains relatively stable across learning phases but continues to show weaknesses in higher-order thinking skills. In contrast, numeracy exhibits more severe gaps, particularly in reasoning and application skills, with an unexpected regression observed at the upper grade level. These results indicate a substantial literacy–numeracy gap, especially in complex problem-solving abilities. The study highlights the urgent need for early numeracy interventions, a pedagogical shift in mathematics instruction toward conceptual understanding, and systematic integration of higher-order thinking skills in both literacy and numeracy learning to support equitable and sustainable student achievement.
Pengaruh Efikasi Diri terhadap Perilaku Menyontek Siswa Sekolah Dasar selama Pembelajaran Daring Anitasari Anitasari; Olivia Pandansari; Rika Susanti; Kurniawati Kurniawati; Abdul Aziz
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2021): January–June
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v14i1.37661

Abstract

Rendahnya efikasi diri pada siswa dapat mendorong terjadinya perilaku tidak terpuji seperti perilaku menyontek. Sedangkan efikasi diri yang tinggi memungkinkan siswa menjadi pribadi yang mampu menyelesaikan semua tugas sekolah dengan usaha dan kemampuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap perilaku menyontek siswa sekolah dasar selama pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis ex-post facto. Populasi pada penelitian ini ialah siswa SD Negeri Talkondo Poncosari, Srandakan, Bantul kelas IV, V, dan VI. Penelitian ini melibatkan seluruh populasi dengan jumlah 45 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala efikasi diri dan skala perilaku menyontek. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS 24.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa efikasi diri berpengaruh negatif terhadap perilaku menyontek siswa. Dalam penelitian ini, efikasi diri memberikan pengaruh sebesar 23,9% terhadap perilaku menyontek siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, guru dan orang tua perlu melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir terjadinya perilaku menyontek, khususnya saat pembelajaran daring seperti saat ini. The Effect of Self-Efficacy towards Cheating Behavior of Elementary School Student during Online LearningLow self-efficacy in students can encourage the occurrence of disgraceful behavior such as cheating behavior. While high self-efficacy enables students to become persons who can complete all of the school assignments with their efforts and abilities that they have. The purpose of this research is to find out the effect of self-efficacy on the cheating behavior of elementary school students during online learning. This research uses a quantitative research approach with a type of ex-post-facto. The population in this research are students of Talkondo Poncosari State Elementary School  Srandakan, Bantul in IV, V, and VI grades. This research implicates the entire population with a total of 45 students. Data are collected by using the scale of self-efficacy and the scale of cheating behavior. Furthermore, the data are analyzed by using simple regression analysis with the help of SPSS 24.0. The result of the research shows that self-efficacy has a negative effect on students' cheating behavior. In this research, self-efficacy provides an effect of 23.9% towards students' cheating behavior, while the remainder is affected by other factors. Based on the result of the research, teachers and parents need to make various efforts to minimize the occurrence of cheating behavior, particularly during online learning as of today.