Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Fisika, etnosains, dan kearifan lokal dalam pembelajaran sains Linda Novitasari; Puput Astya Agustina; Ria Sukesti; Muhammad Faizal Nazri; Jeffry Handhika
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2017: Prosiding SNPF III "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.324 KB)

Abstract

Fisika merupakan salah satu ranah etnosains dan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang fenomena alam meliputi material, manusia, dan interaksi antara manusia dan material lainnya. Etnosains merupakan kegiatan mentransformasikan antara sains asli masyarakat dengan sains ilmiah. Sains asli tercermin dalam kearifan lokal sebagai suatu pemahaman terhadap alam dan budaya yang berkembang di kalangan masyarakat. Lahirnya etnosains tidak terlepas dari trial and error sebagai salah satu metode ilmiah yang digunakan orang jaman dahulu, dan telah menghasilkan pengetahuan baru tetapi tidak mampu menggali potensi sains yang terkandung karena keterbatasan pengetahuan. Tidak dapat dipisahkan antara fisika, etnosains, dan pembelajaran sains karena ketiganya saling berkaitan dan terintegrasi menjadi satu kesatuan yang utuh. Peran fisika dan etnosains sangat penting dalam pembelajaran sains mengingat luasnya cakupan ilmu fisika sebagai salah satu ranah etnosains. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap etnosains dan kearifan lokal budaya di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan sampel bahan kajian meliputi (1) tradisi sedekah laut di Teleng Ria Pacitan, (2) kesenian Reog Ponorogo, (3) seni bela diri pencak silat di Madiun.  
Pengembangan media pembelajaran e-modul berbasis smartphone pada materi hukum biot savart Jeffry Handhika; Ihtiari Prastyaningrum; Rudy Pratama
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2017: Prosiding SNPF III "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.616 KB)

Abstract

Media pembelajaran memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap peningkatan hasil belajar dan kemampuan mahasiswa. Salah satu media pembelajaran yang sering digunakan adalah yang berkaitan dengan operasi hitung matematis. Pada penelitian ini akan dikembangkan sebuah media pembelajaran e_Modul berbasis smartphone. Media ini dikembangkan pada bab Hukum Biot Savart. Berdasarkan hasil observasi, materi tentang hukum Biot Savart sulit untuk dipahami, terutama yang berkaitan dengan pengaruh masing-masing variable terhadap nilai medan magnet serta dalam hal menghitung nilai medan magnet tersebut. Media pembelajaran ini dibuat dengan menggunakan software Adobe Flash yang dikombinasikan dengan Adobe Air agar dapat diaplikasikan pada smartphone. Media ini dikembangkan pada smartphone, bertujuan agar dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung sdengan lebih baik.  
Efektivitas pembelajaran kooperatif learning tipe jigsaw Dan TGT ditinjau dari kemampuan berpikir tingkat tinggi Sunardi Sunardi; Jeffry Handhika; Mislan Sasono
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2017: Prosiding SNPF III "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.926 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) apakah ada perbedaan model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw dan TGT terhadap hasil belajar Fisika. (2) apakah ada perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kemampuan berpikir tingkat rendah terhadap hasil belajar Fisika. (3) adakah interaksi antara model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw dan TGT dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi terhadap hasil belajar fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wungu dengan sampel kelas VIII G dan H. Teknik pengambilan sampel adalah teknik cluster random sampling.Pengujian persyaratan menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi (anava) dua jalan dengan sel tak sama, sebagai tindak lanjut dari analisis variansi dilakukan uji scheffe. Hasil penelitian dengan  = 5% menunjukan bahwa: (1)  tidak ada perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran tipe Jigsaw dan TGT (Teams Games Tournament) terhadap hasil belajar Fisika dengan Fobs(0,51) < Ftabel(4,17). (2) ada perbedaan kemampuan berpikir tinggi dan kemampuan berpikir tingkat rendah terhadap hasil belajar Fisika dengan Fobs(4,86) > Ftabel(4,17). (3) tidak interaksi  antara model pembelajaran Jigsaw dan model pembelajaran tipe Jigsaw dan TGT (Teams Games Tournament) dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan Fobs(0,06) < Ftabel(4,17).
Pengembangan Modul Berbasis Discovery Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Denanda Brigenta; Jeffry Handhika; Farida Huriawati
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2017: Prosiding SNPF III "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.158 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) menghasilkan media pembelajaran fisika berupa Modul Berbasis Discovery Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pada Siswa SMP/MTS Kelas VIII Semester Genap(2) Mengetahui kualitas Modul Berbasis Discovery Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pada Siswa SMP/MTS Kelas VIII Semester Genap melalui penilaian validator dan respon siswa; (3) Mengetahui persentase peningkatan pemahaman konsep siswa setelah menggunakan media pengembanganModul Berbasis Discovery Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep.Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran fisika berbasis Discovery Learning adalah adaptasi model  pengembangan prosedural menurut Sugiyono dan model pengembangan 4-D oleh S. Tiagarajan Dorothy S. Semmel dan Melvyn L. Semmel. Desain uji coba produk pengembangan dalam penelitian ini yaitu validasi ahli, uji kelas kecil, dan uji coba terbatas. Subjek uji coba adalah 6 siswa untuk uji kelas kecil dari kelas VIII B SMPN 2 Geger dan uji coba terbatas yaitu 20 siswaVIII A SMPN 2 Geger.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Langkah-langkah pembuatan Modul Berbasis Discovery Learning dalam penelitian ini yaitu analisis ujung depan, analisis siswa, analisis materi, membuat instrumen, menentukan format, perancangan, validasi ahli, uji kelas kecil dan uji coba kelas terbatas; 2) Kualitas Modul Berbasis Discovery Learning ini memperoleh kategori baik dimana yang telah dinilai oleh ahli materi memperoleh presentase sebesar 91,56% (sangat layak) dan ahli media memperoleh presentase sebesar 88,88% (sangat layak) sedangkan pada uji kelas kecil memperoleh presentase sebesar 87,33% (sangat baik) dan uji coba terbatas memperoleh presentase sebesar 85,53% (sangat baik); 3) Hasil pemahaman konsep siswa dilakukan pada uji kelas kecil memperlihatkan peningkatan sedang dengan rata-rata N-Gain dan pada uji coba terbatas memperlihatkan peningkatan sedang dengan rata-rata N-Gain.
Pengembangan modul IPA fisika berbasis discovery untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas VIII SMP negeri 1 Puhpelem Yuneni Fatmawati; Jeffry Handhika; Farida Huriawati
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2017: Prosiding SNPF III "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.733 KB)

Abstract

Pembelajaran Fisika yang di terapkan di SMP Negeri 1 Puhpelem belum mengunakan bahan ajar berbasis discovery yang mengarahkan siswa belajar mandiri dan rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian dan pengembangan tahap awal ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui langkah-langkah mengembangkan modul IPA Fisika berbasis discovery untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. 2) Mengetahui kelayakan validator dan respon siswa pada kelas kecil menggunakan modul fisika berbasis discovery pada materi pokok cahaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Metode penelitian dan pengembangan menggunakan Research and Development (R&D), model penelitian dan pengembangan menggunakan 4D Thiagarajan dengan tahap: define, design, develop, dan disseminate. Sampel penelitian yaitu kelas VIII di SMP Negeri 1 Puhpelem. Instrumen yang digunakan adalah angket, lembar validasi dan soal pretest dan post test. Analisis hasil angket, kelayakan dan hasil observasi dianalisis dengan diskriptif kualitatif berdasarkan skor kriteria.  Hasil penelitian: 1) Modul pembelajaran fisika telah didesain dengan tahapan pembelajaran discovery  yaitu:  Stimulasi, Identifikasi Masalah Pengumpulan Data, Pengolahan Data, Verifikasi dan Kesimpulan untuk meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa. 2) Modul memenuhi kriteria layak dari hasil validasi ahli media. Nilai rata-rata dari validator 1 sebesar 3,67 dan validator 2 sebesar 3,72 sehingga modul dikatan sangat layak. Dilihat dari hasil respond an keterbacaan modul melalui kelas kecil mendapatkan presentase sebesar 8,57 % yang dapat disimpulkan bahwa odul tergolong dalam kategori sangat layak. 
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe team games tournament (TGT) dan numbered head toghether (NHT) terhadap hasil belajar siswa SMP Syaiful Fachrurazi; Jeffry Handhika; Erawan Kurniadi
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2017: Prosiding SNPF III "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.097 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe team games tournament (TGT) dan numbered head toghether (NHT) terhadap hasil belajar siswa smp. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII  SMPN Puhpelem Wonogiri sedangkan sampel dalam penelitian ini yang digunakan adalah kelas VIII B yang berjumlah 24 siswa terbagi menjadi 10 laki-laki dan 14 perempuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen Teknik pengumpulan data degan tes tulis. Instrumen yang digunakan adalah tes yang sebelumnya sudah diuji instrumen meliputi validitas, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya beda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas yaitu pada saat pratindakan 67,41 meningkat menjadi 81,03. Selain itu dari data observasi diperoleh sebelum diberikan tindakan siswa terlihat kurang aktif  dalam kegiatan pembelajaran. Kegitan pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Setelah diberikan tindakan siswa terlihat aktif baik pada saat kegiatan tanya jawab maupun pada saat kegiatan kelompok.
Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing Berbantukan Modul pada Materi Alat Optik Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa SMP dalam Ranah Kognitif Tria Yuliana; Jeffry Handhika; Farida Huriawati
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.498 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v2i0.16424

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hasil belajar IPA fisika dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing berbantukan modul. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan desain One-Group Pretest-Postest Design . Populasi penelitian ini adalah kelas VIII SMPN 1 Puhpelem, dan sampel yang digunakan yaitu siswa kelas VIII A yang berjumlah 24 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu modul dan soal tes pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yaitu analisis kuantitatif melalui perhitungan N-Gain untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam ranah kognitif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran inkuiri terbimbing dengan berbantukan modul dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar yang diteliti yaitu kategori C1 sampai C4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar tertinggi terdapat pada kategori C2. Secara keseluruhan hasil belajar diperoleh N-Gain sebesar 0,67 dengan kategori sedang.
The Effectiveness of the Problem-Based Learning Model Integrated STEM Approach in Improving the Critical Thinking Skills Z Zulfawati; Tantri Mayasari; Jeffry Handhika
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v12n1.p76-91

Abstract

The research was aimed to know the effectivity of the problem-based learning with STEM approach on improving the X MIPA students’ critical thinking skills’. The research was done in SMA 1 Purwantoro. The design was one group pretest posttest design. The method of the research was a simple action research. The object of the research was X MIPA students in 2020/2021, the sample was 35 students. The technique of taking the sample was simple random sampling. The instruments were the test, the self-efficacy questionnaire, the learning response questionnaire. The result of the research showed that the problem-based learning with STEM approach was effective on improving the X MIPA students’ critical thinking skills which the result of Wilcoxon rank signed test hypothesis testing The impact of the research could develop the students critical thinking skills in order to grow a problem solver character. 
Profile of students' concept understanding in kinematics Jeffry Handhika; Saristi Widiyaningrum; Sukma Ayu Aprillia Denata
Journal of Physics: Theories and Applications Vol 7, No 2 (2023): Journal of Physics: Theories and Applications
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jphystheor-appl.v7i2.79536

Abstract

This research aims to profile the understanding of physics concepts in kinematics material. Teachers need information on understanding physics concepts in designing their learning. The profile of understanding the concept of kinematics is revealed by administering a concept understanding test. The total number of tests for understanding the concept of kinematics is 30 items. The concept understanding profile is categorized into five indicators: (1) interpretation, (2) classifying, (3) inference, (4) comparing, and (5) explaining—the test applies to 49 students at SMA and MA in Madiun. Based on the profile description analysis results, it was obtained that students had a good percentage of the concept understanding indicator component (39.54%) and the smallest percentage of the interpretation indicator (17.60%). These results can be used as recommendations for facilitators and researchers in determining the learning model that will be applied and the concept of understanding the research topic that will be carried out.
Development of an Instrument to Test Understanding Kinematic Concepts Jeffry Handhika; Mislan Sasono; Farida Huriawati; Mukholiffatul Maisaroh; Johan Aritonang
Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan (JPFK) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERISTAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jpfk.v9i2.17978

Abstract

This research aims to develop an instrument for understanding kinematics concepts. Instrument development was carried out by adapting the steps (1) Writing specifications and Writing concept understanding test questions (2) Reviewing and improving concept understanding test questions (3) Implementing test questions, (4) Interpreting the results of concept understanding test analysis. The material, construction and language aspects have been declared appropriate by experts. The test was tested on students who had taken basic physics and had teaching/field work experience. Based on the results of trials using Iteman, information was obtained that thirty questions on the concept understanding test were reliable, but six questions were declared invalid. The results of the software analysis also indicate that invalid questions tend to have poor power discrimination and distracting questions below 5%.