Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMETAAN PENAMBANGAN GALIAN C MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KAWASAN HULU KABUPATEN ACEH TAMIANG August Rilky Lumambok Sihotang; Meilandy Purwandito; Ellida Novita Lydia
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Agregat Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi November
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/agregat.v2i2.744

Abstract

Bahan galian golongan C secara tidak langsung merupakan bahan tambang yang dekat dengan manusia. Karena keberadaannya yang ada dimana-mana dan dibutuhkan setiap hari. Pentingnya melakukan pemetaan penambangan galian golongan C adalah untuk mengetahui zonasi wilayah yang berpotensi dan lokasi sebagai tempat penambangan bahan galian golongan C di kawasan Hulu di Kabupaten Aceh Tamiang yang sudah ada sejak dulu lamanya. Hanya saja pihak Instansi pemerintah tidak pernah melakukan pemetaan untuk zonasi wilayah penambangan galian C. Untuk melakukan pemetaan penambangan galian C, pada penelitian ini menggunakan sistem aplikasi pendukung yaitu ArcGIS. Penelitian ini juga memakai metode AHP (Analytic Hierarchy Process). Dari hasil penelitian, diperoleh 3 Kategori zonasi penambangan galian C. Kategori 1 yaitu, Tidak berpotensi yang meliputi, kecamatan Bandar Pusaka 9,3 % , Tenggulun 12,88 % , Tamiang Hulu 16,74 % , Sekerak 4,98 % , Kejuruan Muda 1,23 %.  Kategori 2 yaitu, Berpotensi yang meliputi, kecamatan Bandar Pusaka 46,1 % , Tenggulun 32,56 % , Tamiang Hulu 32,06 % , Sekerak 35,93 % , Kejuruan Muda 25,8 %. Dan kategori yang 3 yaitu, Sangat Berpotensi yaitu meliputi kecamatan Bandar Pusaka 44,6 % , Tenggulun 54,56 % , Tamiang Hulu 52,2 % , Sekerak 59,09 % , Kejuruan Muda 72,9 %. Jenis galian C yang didapat dari hasil penelitian antara lain seperti, Sirtu (Pasir Batu), Kerikil, Pasir, Tanah Lempung yang tersebar di beberapa titik di Kawasan Hulu Kabupaten Aceh Tamiang.
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN TANAH LONGSOR SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DI KECAMATAN SEKERAK KABUPATEN ACEH TAMIANG Andrian; Eka Mutia; Meilandy Purwandito; Ellyda Novyta Lydia
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Agregat Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi November
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/agregat.v2i2.752

Abstract

Sekerak adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang yang secara geografis memiliki luas wilayah 257,95 Km2. Daerah ini memiliki tingkat curah hujan ekstrim pada saat musim penghujan dan sering terjadi longsor terutama di kawasan jalan utama menuju Desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi tingkat kerawanan bencana tanah longsor dan untuk menentukan titik-titik/lokasi daerah yang rawan bencana tanah longsor pada Desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode AHP (Analytical Hierarchy process) dan pengambilan data kuisioner. Dari hasil penelitian diperoleh pemetaan tingkat kerentanan tanah longsor yang dibagi ke dalam tiga klasifikasi yaitu, kerentanan tanah longsor rendah seluas 3600,22 Ha (13,96%), kerentanan tanah longsor sedang seluas 13268,40 Ha (51,44%), dan kerentanan tanah longsor tinggi seluas 8926,38 Ha (34,61%). Desa Lubuk Sidup, Sekerak Kanan dan TJ. Gelumpang merupakan daerah yang memiliki wilayah dengan kerentanan tanah longsor yang sangat tinggi dengan persentase kerentanan tanah longsor berturut sebesar 45,48%. 45,36% dan 61,29%.
Penerapan Metode Time-Cost Trade-Off dalam Optimalisasi Biaya dan Jadwal Proyek Laboratorium Dasar Universitas Samudra Nurazizah Nurazizah; Firdasari Firdasari; Meilandy Purwandito
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v6i1.4489

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi pada pembangunan Gedung Laboratorium Dasar Universitas Samudra mengalami perubahan desain karena penyesuaian kondisi dan kebutuhan lapangan sehingga terdapat deviasi jadwal pekerjaan antara rencana dan pelaksanaan pada proyek tersebut. Untuk mencapai target sesuai jadwal dan menghindari keterlambatan dapat dilakukan percepatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu dan biaya yang diperlukan untuk percepatan melalui penjadwalan ulang. Pendekatan Time Cost Trade Off digunakan, dengan mempertimbangkan opsi seperti lembur dan tenaga kerja tambahan. Berdasarkan temuan penelitian dan perhitungan, penambahan jam lembur 4 jam per hari dapat mengurangi waktu penyelesaian proyek dari yang direncanakan 32 hari menjadi 23 hari dan mengalami peningkatan sebesar 7.294.194.057,00 sedangkan pada penambahan tenaga kerja sebanyak 41 orang dapat diselesaikan dalam kurun waktu 25 hari dari 32 hari rencana penyelesaian proyek dan mengeluarkan biaya lebih sedikit yaitu Rp.118.314.967,00. Sehingga pemilihan metode Time Cost Trade Off yang lebih efektif untuk penyelesaian proyek adalah penambahan tenaga kerja.
INOVASI TEKNOLOGI ULIR FILTER UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI GARAM RAKYAT DI KABUPATEN ACEH TIMUR Muslimah Muslimah; Meilandy Purwandito; Yusnawati Yusnawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3839-3844

Abstract

Desa Kuala Idi Cut adalah salah satu desa pesisir pantai yang berada di kecamatan Darul Aman kabupaten Aceh Timur provinsi Aceh sebagai penghasil garam. Pengolahan garam dilakukan oleh kelompok tani (mitra). Setiap petani garam di Desa Kuala Idi Cut sudah menjalankan usaha pengolahan garam secara turun temurun. Mitra adalah masyarakat ekonomi produktif. Pengolahan garam di lokasi mitra masih bersifat tradisional, yaitu diawali dengan meratakan kolam penuaan air laut, kemudian air laut dialirkan ke kolam tersebut untuk diuapkan, setelah tingkat kepekatan (kadar 0Be) air laut meningkat (air tua) kemudian dimasak sampai terbentuk kristal garam. Mitra bisa menghasilkan garam mencapai 15-20 kg setiap hari apabila cuaca mendukung. Tujuan kegiatan PKM ini adalah menyelesaikan masalah yaitu meningkatkan kualitas garam dengan menerapkan teknologi ulir filter  dan teknologi filter menggunakan zeolite. Tahapan kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi program, perispan lahan, pembuatan filter, pembuatan kolam peninihan, sosialisasi mengkur kadar kepekatan air laut, dan pendampingan penerapan teknologi. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah air laut yang digunakan sebagai bahan baku pengolahan garam menggunakan teknologi filter sudah memiliki warna yang jernih dan mengurangi kadar kotoran.
Penilaian Kriteria Green Building Pada Gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa: Indonesia Rafika Balqist; Eka Mutia; Meilandy Purwandito
Journal of Planning and Research in Civil Engineering Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i2.457

Abstract

Permasalahan lingkungan dan pemanasan global menjadi salah satu penyebab dari kerusakan lingkungan dating dari bidang jasa konstruksi. Mengingat juga aspek pembangunan di Kota Langsa yang semakin meningkat dengan munculnya beberapa gedung bertingkat, salah satunya adalah gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa. Maka diperlukannya suatu tolok ukur dalam menerapkan konsep Green Building pada pembangunan tersebut. Pemilihan gedung ini didasari karena bangunan ini merupakan salah satu perkantoran yang digunakan sejak 2010 dengan luas keseluruhan bangunan 2.500 m2, terdiri dari 2 lantai, dan belum menggunakan standar kriteria green building pada perkantoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bangunan perkantoran ini sudah menerapkan konsep green building berdasarkan standar Greenship, juga untuk mengetahui peringkat pada bangunan (platinum, gold, silver, atau tidak green). Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa memperoleh poin sebesar 30 poin dari poin maksimal 117 poin atau sebesar 25,64%, diantaranya adalah Tepat Guna Lahan 6 poin, Efisiensi Energi dan Konservasi 17 poin, Konservasi Air 2 poin, Siklus dan Sumber Daya Material 1 poin, Kenyamanan dan Kesehatan Dalam Ruang 4 poin, dan Manajemen Lingkungan Bangunan 0 poin. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa belum termasuk kedalam kriteria gedung perkantoran yang green berdasarkan Greenship.
Analisis Pemeliharaan Bangunan Gedung Yayasan Pendidikan Samudra Rani Junita; Meilandy Purwandito; Firdasari
Journal of Planning and Research in Civil Engineering Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i2.471

Abstract

Bangunan gedung merupakan wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan berbagai kegiatan. Pemeliharaan gedung sangat perlu dilakukan untuk menunjang tingkat produktifitas kegiatan sehingga dapat memberikan kepuasan dan kenyamanan bagi pemilik dan pengguna bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pemeliharaan bangunan gedung Yayasan Pendidikan Samudra sesuai standar kebersihan Permen PU No.24/PRT/M/2008 dan untuk mengukur penilaian pengguna gedung terhadap pemeliharaan gedung serta mengetahui komponen apa saja yang perlu ditingkatkan pelaksanaan pemeliharaan gedung. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, dengan menyebarkan form kuesioner kepada 80 pengguna gedung. Hasil dari penelitian ini, pada pelaksanaa pemeliharaaan sesuai standar kebersihan Permen PU No.24/PRT/M/2008 mendapatkan total skor 2,388 ? 2 yang berarti pelaksanaan pemeliharaan cukup sesuai dengan peraturan. Pemeliharaan bangunan berdasarkan penilaian pengguna gedung pada lantai satu mendapatkan skor 3,636, pada lantai 2 sebesar 2,8036 yang berarti pemeliharaan gedung masuk dalam kategori baik dan cukup baik. Peningkatan komponen yang perlu dilakukan ialah pada komponen AC dengan dilakukan pemeliharaan rutin sekurangnya setahun sekali dan pada komponen Jendela kaca dengan pembersihan dan pergantian lembaran kaca yang pecah.
Analisis Pengaruh Serbuk Cangkang Kerang Hijau (Perna Viridis) Sebagai Agregat Terhadap Kuat Tekan Campuran Beton Daliana Elvira; Meilandy Purwandito; Irwansyah
Journal of Planning and Research in Civil Engineering Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i2.493

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, jalan dan lain lainnya. Karna banyaknya limbah disekitar lingkungan penelitian ini memanfaatkan limbah cangkang kerang hijau berasal dari Desa Serang Jaya Hilir Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingkan kuat tekan beton pada tiap variasi serbuk cangkang kerang terhadap agregat halus yaitu 0%, 5%,10% dan 15% dan mengetahui kuat tekan beton dengan campuran serbuk cangkang kerang hijau dari tiap variasi  campuran pada umur 14 hari dan 28 hari. Setelah penelitian didapatkan hasil bahwa; [1] kuat tekan beton umur 14 hari pada campuran beton campuran 0% serbuk cangkang kerang hijau terhadap berat agregat halus yaitu 12,00 Mpa,5% yaitu 12,34 Mpa,10% yaitu 11,88 Mpa dan 15% sebesar 12,17 Mpa. Sedangkan hasil rata-rata nilai kuat tekan beton umur 28 hari pada campuran beton 0% serbuk cangkang kerang hijau terhadap berat agregat halus yaitu 26,30 Mpa,5% yaitu 27,17 Mpa,10% yaitu 24,75 Mpa dan 15%  sebesar 26,53 Mpa. [2] kuat tekan beton tertinggi terjadi pada persentase campuran serbuk cangkang kerang 5% yaitu 27,17 Mpa dan persentasi terendah terjadi pada campuran serbuk cangkang kerang 10% yaitu 24,75%.
Penambahan Bahan Limbah Abu Sekam Padi Pada Campuran Batako Ditinjau Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Fitri Muliyani Simatupang; Meilandy Purwandito; Irwansyah
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i1.2860

Abstract

Bata beton pejal adalah bata yang memiliki penampang pejal 75 % atau lebih dari luas penampang seluruhnya dan memiliki volume pejal lebih dari 75 % volume bata seluruhnya. Banyaknya kebutuhan batako pejal sebagai bahan kontruksi tentu berakibat peningkatan kebutuhan material pembentuknya, sehubungan dengan hal itu maka penelitian melakukan metode experimen untuk percampuran pembuatan batako pejal dengan bahan tambahan limbah abu sekam padi. Limbah pertanian padi untuk bahan campuran bata beton ternyata mampu meningkatkan daya kuat teka (Simanjuntak, P.,2000). Tujuan yang dilakukan dari tugas akhir ini untuk mengetahui sifat mekanis (kuat tekan, kuat lentur dan daya serap air) batako dengan bahan campuran abu sekam padi. Dari hasil penelitian didapatkan nilai daya serap air tertinggi ada pada variasi 0% dengan nilai 9,324% dan nilai terrendah ada pada variasi 10% dengan nilai 4,131%, maka nilai resapan air batako optimal yang digunakan dalam penelitian ini adalah pada variasi IV. Untuk nilai kuat tekan pada umur 14 hari yang palig tinggi pada persenan 0% berada diantara 6 - 10,5 Mpa sedangkan yang paling rendah berada pada komposisi 10% berada diantara 4,5 - 5,833 Mpa. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil kuat tekan batako pejal menghasilkan uji tekan antara 4,5 – 10,5 Mpa yang masih berada diatas ambang SNI 03-0349-1989 yaitu > 2 Mpa. Untuk nilai kuat lentur yang paling tinggi pada kuat lentur pada komposisi 0% 0,753 Mpa sedangkan yang paling rendah berada pada komposisi 5% dengan nilai 0,327 Mpa. Dari hasil rata-rata pengujian kuat lentur tidak ada yang melewati syaratkan ASTM C 67-03
Analisis Perhitungan Struktur Laboratorium Teknik Sipil Type II Fakultas Teknik Universitas Samudra Maysarah; Yulina Ismida; Meilandy Purwandito
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i1.2862

Abstract

Minimnya sarana infrastruktur pendukung seperti Laboratorium di Universitas Samudra khususnya dalam Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik mengakibatkan Universitas Samudra harus bekerja keras dalam membangun infrastruktur guna mengimbangi kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dimensi dan penulangan balok, kolom, pelat serta tangga pada gedung Laboratorium Teknik Sipil. Gedung Laboratorium yang akan dianalisis ini memiliki jumlah tingkat 3 lantai dengan dimensi lantai 43 m x 27,49 m. Pemodelan dan analisis struktur gedung ini dibantu dengan program SAP2000 dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SPRMK) dan didesain mengacu pada SNI 03-1726-2012, SNI 03-2847-2013, dan PPPURG 1987. Struktur direncanakan menggunakan mutu beton fc’ 30 MPa dan mutu baja fy 400 MPa. Hasil analisis diperoleh tebal pelat lantai 13 cm dengan menggunakan tulangan D10-200 mm untuk tulangan pokok dan D10-300 mm untuk tulangan bagi. Tebal pelat atap 12 cm dengan menggunakan tulangan D10-200 mm untuk tulangan pokok dan D10-300 mm untuk tulangan bagi. Dimensi balok B1 50 cm x 70 cm menggunakan 12D25 untuk daerah tumpuan dengan begel D10-80 mm dan tulangan 8D25 untuk daerah lapangan dengan begel D10-120 mm. Balok B2 30 cm x 50 cm menggunakan tulangan 4D25 untuk daerah tumpuan dan lapangan dengan begel untuk lapangan D10-200 mm dan begel untuk tumpuan D10-100 mm. Dimensi kolom K1 60 cm x 80 cm menggunakan tulangan 10D25 dengan begel D10-300 mm. Dimensi kolom K2 60 cm x 60 cm menggunakan tulangan 8D25 dengan begel D10-200 mm. Tebal pelat tangga dan bordes diperoleh 13 cm menggunakan tulangan D10-200 mm
Analisis Kuat Tekan Dan Daya Serap Air Batu Bata Pasca Pembakaran Menggunakan Bahan Campuran Abu Serbuk Kayu Irna Finanda; Meilandy Purwandito; Irwansyah
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i2.2876

Abstract

Peningkatan perkembangan pembangunan di Indonesia dari tahun ke tahun yang semakin pesat seiring dengan perkembangan suatu kota tidak terkecuali perkembangan pembangunan struktur gedung yang semakin kompleks, salah satu diantaranya adalah bahan bangunan seperti batu bata. Pada penelitian ini penulis memiliki ide untuk menggunakan alternatif lain yakni berupa bahan pencampur (abu serbuk kayu) yang ada di panglong kayu sekitaran Kota Langsa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik dan mekanis kuat tekan dan daya serap air batu bata pasca pembakaran menggunakan bahan campuran abu serbuk kayu. Penelitian ini dilaksanakan dilaboratorium program studi Teknik Sipil FT- Universitas Samudra. Adapun variasi campuran persentase abu serbuk kayu yang digunakan dalam benda uji adalah 0%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Hasil dari pengujian daya serap air pada batu bata dari tanah lempung dengan campuran abu serbuk kayu didapat nilai maksimum 13,54%, pada variasi 15% dan nilai terendah pada variasi campuran 30% yaitu dengan nilai 12,34%. Semakin banyak campuran abu serbuk kayu pada batu bata maka semakin rendah nilai daya serap air nya, karena abu serbuk kayu mengandung silica (semen alami) sehingga air tidak mudah masuk kedalam pori-pori batu bata. Pada pengujian batu bata dari tanah lempung dengan campuran abu serbuk kayu menghasilkan kuat tekan batu bata maksimum 6,80 N/mm², pada variasi 30% dan nilai minimum pada variasi 15% dengan nilai 5,00 N/mm², namun nilai tersebu sudah mencapai nilai SNI 15-2094- 2000 yaitu 5,0 N/mm².