Articles
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN (SOMATIC, AUDITORY, VISUAL AND INTELLECTUAL)
Khoerul Umam;
Ervin Azhar
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Number 2 September 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2434.554 KB)
|
DOI: 10.26737/jpmi.v4i2.1038
Pengembangan pemahaman konsep matematika yang baik akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Pendekatan SAVI menawarkan suatu konsep pembelajaran matematika yang integratif dengan mengintegrasikan banyak aspek. Penelitian ini dirancang dengan desain kuasi eksperimen. Subjek penelitian pada kelas eksperimen berjumlah 36 siswa sedangkan kelas kontrol terdiri dari 35 siswa. Analisis data menggunakan statistic deskriptif. Berdasarkan hasil studi menunjukkan siswa yang diberikan pembelajaran dengan pendekatan SAVI mengalami peningkatan pemahman konsep matematis secara siginifikan. Laporan hasil studi menunjukkan bahwa kemampuan siswa untuk mengkonstruksi masalah melalui pemahaman konsep yang baik. Siswa yang diajarkan oleh pendekan SAVI memiliki kemampuan untuk menganalisis masalah melalui konstruksi konsep matematika
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Melalui Pembelajaran Reciprocal Teaching
Khoerul Umam
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.272 KB)
|
DOI: 10.26737/jpmi.v3i2.807
Kemampuan berpikir kritis matematis siswa berperan penting dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi-eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 36 orang untuk kelas eksperimen dan 36 orang untuk kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan tes essay yang telah didesain untuk mengukur kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa yang diajarkan dengan menggunakan reciprocal teaching dan (2) hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung 4,73 > ttabel 1,67 dapat diinterpretasi bahwa Model Pembelajaran Reciprocal Teaching memiliki pengaruh terhadap peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa.
Penyuluhan Komunikasi Bisnis Dan Pengembangan Bisnis Sesuai Syariah Di Masyarakat Binaan Lazismu Kebayoran Baru
syaiful Rohim AIM;
Khoerul Umam
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 1s (2021): Spesial Issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22236/solma.v10i1s.5159
Sosialisasi dan penyuluhan komunikasi bisnis dan pengembangan bisnis itu sangatlah diperlukan. Daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan memiliki masyarakat yang mayoritas beragama Islam dan secara sosiologis kultural bersifat egaliter, dalam arti menghormati dan menghargai agama, budaya dan suku lain serta sangat merakyat, tidak feodallistik, merupakan unsur positif bagi pengembangan mutu insan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dengan kondisi tersebut di atas maka masyarakat Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam mencapai kemajuan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masyarakat dengan karakter seperti ini tidak akan menulitkan untuk diajak bekerja keras secara bersama-sama memajukan daerahnya dan membela kelompok lain untuk dapat lebih maju. Hasil yang dicapai oleh mitra dalam penyuluhan ini adalah antara lain masyarakat mengenal lebih dalam lagi tentang adanya hukum ekonomi Islam yaitu aturan, ketentuan dari Allah SWT sebagai pencipta manusia aturan yang mengatur kehidupan bermasyarakat khususnya mengenai mua’malah yang sangat dibutuhkan bagi terciptanya masyarakat yang religius, damai dan sentosa serta bagaiamana cara dan strtaegi mengkomunikasikannya kepada masyarakat luas, hal ini tentu secara simultan sesuai dengan tujuan pengabdian masyarakat IbM yaitu menciptakan ketentraman dan kedamaian serta kesejahteraan masyarakat.
PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
khoerul Umam;
Bunyamin Bunyamin;
Ervin Azhar;
Said Matondang;
Syaiful Rohim;
Ardi Dwi Susandi
ABDIMAS DEWANTARA Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/ad.v5i1.9121
Penulisan penelitian tindakan kelas membutuhkan keterampilan khusus. Faktanya masih sangat banyak guru matematika yang belum dapat melakukan penelitian tindakan kelas. Banyak guru yang belum bisa menuliskan hasil penelitian tindakan kelasnya. Kegiatan pengabdian ini bermaksud untuk membantu guru-guru terkait dengan penelitian tindakan kelas yang banyak dikeluhkan oleh beberapa guru matematika di wilayah jabodetabek. Peserta pelatihan yaitu guru-guru matematika yang berasal dari beberapa sekolah menengah baik swasta ataupun negeri. Peserta pelatihan diundang dan mendaftar secara online. Pelatihan dilakukan secara online dengan 3 tahapan yaitu mencari masalah, menentukan metode penelitian, dan cara menuliskan hasil penelitian tindakan kelas. Hasil kegiatan pengabdian secara online ini menunjukkan peningkatan pemahaman terkait pelaksanaan penelitian tindakan kelas bagi guru.
the Effect of Problem-Posing and Think-Pair-Share Learning Models on Students’ Mathematical Problem-Solving Skills and Mathematical Communication Skills
Syaiful Rohim;
Khoerul Umam
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 4, No 2 (2019): Volume 4 Number 2 September 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2016.693 KB)
|
DOI: 10.26737/jetl.v4i2.803
The main purpose of this study was to compare and examine the effectiveness of problem-posing and think-pair-share cooperatives' learning models on mathematical problem-solving skills and mathematical communication skills. This study was experimental research with a quasi-experimental design. The samples of the study were 41 students for classroom experiments and 40 students for classroom control. The instruments employed in this study were pre-test and post-test. The instruments were made in essay forms which design to measure students’ mathematical problem-solving skills. The result of the study showed that problem-posing and think-pair-share are very effective to improve students’ mathematical achievements. However, between the problem-posing and think-pair-share, the think-pair-share is more effective than problem-posing, view from the standards of mathematical problem-solving skills and mathematical communication skills of Junior High School students.
MEMAHAMI BAGAIMANA SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR
Khoerul Umam;
Dedi Hidayat;
Supandi Supandi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (503.654 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4226
Kemampuan pemecahan masalah matematika dipengaruhi oleh kemampuan siswa dalam mematematisasi masalah. Dalam memahami bagaimana proses itu terjadi dapat dieksplorasi, salah satu cara mengeksplorasi kemampuan pemecahan masalah matematika dapat menggunakan materi sistem persamaan linear. Materi ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan pengetahuan matematika melalui pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif guna untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah pada siswa dalam materi persamaan linier ditinjau dari kamampuan matematis. Instrumen penelitian ini menggunakan materi system persamaan linear yang mengharuskan siswa mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematisnya. Data penelitian divalidasi dengan menggunakan triangulasi waktu dan sumber agar didapatkan data penelitian yang reliabel dan valid. Analisis data menggunakan analisis deskriptif berdasarkan indikator pada kemampuan pemecahan masalah. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa telah memahami urutan dalam langkah-langkah memecahkan masalah pada persoalan system persamaan linear dua variabel. Perbedaan mendasar dapat dilihat ketika siswa perempuan lebih mendetailkan seluruh informasi yang didapatkan sedangkan siswa laki-laki cenderung menghabiskan waktu untuk membaca masalah tetapi tidak mendetailkan informasi yang didapatkan. Kecenderungan yang berbeda bagaimana siswa perempuan dan laki-laki mengawali proses pemecahan masalah matematika dapat membantu guru untuk tahapan dan langkah apa yang diperlukan dalam mengembangkan kualitas pembelajaran matematika yang lebih berkelanjutan.
PEMBELAJARAN MERDEKA BELAJAR DALAM PERKULIAHAN MATEMATIKA: PERSPEKTIF CALON GURU MATEMATIKA
Khoerul Umam;
Supandi Supandi;
Tri Wintolo Apoko;
Slamet Slamet
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.043 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5176
Dalam mengevalulasi sejauhmana keberhasilan program Merdeka Belajar bagi calon guru matematika, maka justifikasinya harus dilandaskan pada penelitian berbasis data ilmiah dan empirik. Tujuan utama dari penelitian ini memahami bagaimana pengalaman yang mahasiswa dapatkan, setelah penerapan Merdeka Belajar dalam perkuliahan. Metode penelitian kualitatif dipilih karena dapat memberikan deskripsi lengkap bagaimana persepktif yang dikonstruksi oleh mahasiswa. Instrumen penelitian ini menggunakan instrumen dari penelitian MBKM yang sudah disediakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang dielaborasikan dengan perspektif peneliti. Teknik pemilihan subjek menggunakan purposive sampling karena hanya melibatkan mahasiswa yang berpartisipasi secara aktif dalam program MBKM. Analisis data menggunakan mapping ideas yang dibuat berdasarkan transkripsi dan data tulisan google form yang sudah dikumpulkan untuk dijadikan kode-kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa merasakan dampak positif dalam pembelajaran berbasis MBKM dalam aspek sosial. Pengalaman yang mahasiswa dapatkan selama perkulilahan MBKM dirasakan sangat dibutuhkan khususnya yang magang dalam industri walaupun aspek kognitif yang dirasakan masih sangat jauh dari harapan karena kurangnya keterampilan pengajar di lokasi magang.
PROFIL KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI GARIS DAN SUDUT DITINJAU BERDASARKAN GENDER
Ishaq Nuriadin;
Khoerul Umam;
Nia Kurniasih;
Slamet Slamet
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.161 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6062
Isu mengenai perbedaan gender menjadi topik yang masih hangat dieksplorasi baik topik kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi kemampuan pemecahan masalah pada materi garis dan sudut antara siswa laki-laki dan perempuan. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan matematika dari hasil evaluasi sebelumnya dan mempertimbangkan kemampuan komunikasi. Metode penelitian kualitatif dipilih untuk memberikan deskripsi yang komprehensif mengenai perbedaan antara kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari perbedaan gender. Data diambil dengan wawancara terstruktur dan ditranskripsikan. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dimana hasil wawancara dikaitkan dengan aspek dan indikator pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah pada siswa laki-laki lebih baik dari siswa perempuan. Hal ini terlihat ketika siswa perempuan belum memahami masalah tetapi sudah mampu mengetahui keterkaitan antar topik dan melaksanakan operasi matematis. Hal berbeda ditunjukkan oleh siswa laki-laki sudah mampu memahami masalah mengetahui keterkaitan antar topik dan melakukan operasi hitung matematis dengan tepat.
BAGAIMANA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BARISAN DAN DERET DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA
Samsul Maarif;
Khoerul Umam;
Febriantoni Febriantoni;
Slamet Slamet
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.823 KB)
|
DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6063
Perbedaan gaya kognitif siswa dalam belajar, memberikan persepsktif yang berbeda pada saat memahami tahapan pemecahan masalah barisan dan deret. Tujuan dari penelitian ini mengeksplorasi cara berpikir siswa dalam memecahkan masalah barisan dan deret dari perbedaan gaya kogntifi. Metode penelitian kualitatif dipilih karena sesuai untuk mendeskripsikan bagaimana siswa field dependent dan independent dalam memecahkan masalah matematika. Pemlihan subjek dilakukan pada kelas XI dengan mempertimbangkan perbedaan gaya kognitif siswa. Tes instrumen masalah barisan dan deret yang sudah divalidasi diberikan pada siswa. Data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu transkripsi, hasil pekerjaan siswa dan catatan lapangan. Analisis data penelitin menggunakan kode-kode yang didasarkan atas tahapan pemecahan masalah. Kode-kode yang memiliki karakteristik yang sama dikumpulkan sebagai dasar untuk mendeskripsikan cara siswa memecahkan masalah barisan dan deret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara berpikir siswa dengan gaya Field Independent cendrung berpikir konseptual. Pemilihan informasi dan pengunaan rumus matematika yang dilakukan oleh field independent selalu berbasis pada data dan pengetahuan yang ia miliki. Hal berbeda dengan siswa dengan gaya Field Dependent cendrung berpikir menyelesaikan soal dengan menggunakan konsep tetapi cenderung selalu ingin cepat dalam setiap tahapan pemecahan masalah yang terkadang kesalahan dalam keputusan.Differences in students' cognitive styles in learning, provide different perspectives when understanding the stages of problem solving in sequences and series. The purpose of this study is to explore students' ways of thinking in solving problems of sequences and series of different cognitive styles. The qualitative research method was chosen because it is suitable for describing how field dependent and independent students solve mathematical problems. Subject selection was carried out in class XI taking into account the differences in students' cognitive styles. Instrument tests for sequences and series problems that have been validated are given to students. The data obtained from this study are transcriptions, student work results and field notes. Research data analysis uses codes based on the stages of problem solving. Codes that have the same characteristics are collected as a basis for describing how students solve sequence and series problems. The results showed that the way students think with the Field Independent style tends to think conceptually. The selection of information and the use of mathematical formulas carried out by independent fields is always based on the data and knowledge they have. This is different from students with the Field Dependent style who tend to think of solving problems using concepts but tend to always want to be fast in every stage of problem solving which sometimes makes mistakes in decisions.
An Analysis of Students' Mathematical Problem-Solving Ability at Class VII Social Arithmetic Materials Based on Learning Styles
Joko Soebagyo;
Khoerul Umam;
Istikharoh Istikharoh;
Huri Suhendri
Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA Vol 12, No 1 (2022): Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/formatif.v12i1.10099
Learning style is an activity of thinking, processing, and understanding something that is preferred and has the characteristics of each person. Problem-solving ability is a skill that needs to be possessed in the process of solving mathematical problems. This study aims to describe students' problem-solving abilities on social arithmetic material in terms of learning styles. The research was conducted through a descriptive qualitative research design. The population is all seventh-grade students of MTs Al-Khairiyah, South Jakarta. Sampling using a total sampling technique. Then three students were selected, namely students who scored the highest visual, auditory and kinesthetic learning styles. The instrument uses a learning style questionnaire and a test of problem-solving skills and semi-structured interviews—data analysis techniques with data reduction, exposure, and concluding to explain mathematical problem-solving abilities. The findings of this study are students with the highest scores of visual, auditory, and kinesthetic learning styles can solve social arithmetic problems based on Polya's steps without any significant differences, only from different styles when solving problems