Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Konsep Tasawuf Amaliyah sebagai Internalisasi Moderasi Beragama Perspektif KH. Djamaluddin Ahmad Shabrina Aden; Alifarose Syahda Zahra; Ubaidillah Ubaidillah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v24i2.19478

Abstract

Sejak munculnya peristiwa multikultural alam yang dihasilkan dari pertemuan budaya yang berbeda, interaksi yang berbeda. Perubahan tasawuf dalam Islam melalui berbagai macam kondisi, pada setiap fase dan kondisinya terdapat bagian-bagian aspek-apek saja. pada persoalan ini sebuah dasar tasawuf yang tidak diperdebatkan bahwasannya terdapat tasawuf yang merupakan moral-moral yang dilandaskan Islam. Artikel ini membahas tentang analisis konsep tasawuf amali dalam internalisasi moderasi beragama. Tasawuf amali merupakan tasawuf yang melakukan mujahadah menghilangkan sifat-sifat yang tidak disukai. Kajian ini bertujuan menguraikan makna dan tujuan penggunaan unsur-unsur secara rinci dengan merujuk pada ragam literatur. Dengan menggunakan studi kepustakaan dan analisis wacana, dapat disimpulkan bahwa KH. Djamaluddin Ahmad dalam memulai perjalanannya dengan mendalami ilmu dan mempraktikkan amaliah-nya. Terdapatnya pendidikan tasawuf Kyai Djamal menyoroti betapa pentingnya pendidikan tasawuf dan diterapkan melalui kegiatan sehari-hari. Setiap pola pikir wasathiyyah dalam nilai tasawuf meliputi beberapa ciri di antaranya tawassith, ta’adul dan tawazun. Dengan demikian masyarakat mendapatkan gambaran secara praktis bagaimana agar bisa lebih dekat dengan tuhannya, salah satunya dengan cara mempelajari dan menerapkan tasawuf amali.
AKTUALISASI MODERASI KEBERAGAMAAN DALAM MEMPERKUAT INTEGRASI SOSIAL PRESPEKTIF KH. AHMAD ASRORI AL-ISHAQI Muhammad Mudhofar Afif; Alifarose Syahda Zahra; Ubaidillah Ubaidillah
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 15 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v15i1.15278

Abstract

Problematika antar umat Islam semakin lama tidak hanya menyangkut aspek teologis saja, tetapi sudah menyebar berbagai aspek kehidupan, hingga aspek politik. tercatat bahwa Islam sudah terpecah menjadi beberapa golongan yang dilatarbelakangi politik. Serta adanya perbedaan tersebut berimplikasi terhadap kehidupan sosial bermasyarakat, di mana masyarakat sering mencaci-maki kelompok masyarakat yang lain dan menganggap kelompok yang tidak sesuai dengan ajaran dari kelompok yang lebih dominan akan dianggap sesat. Penulisan artikel ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode library research dengan pendekatan analisis wacana kritis ala Van Dijk. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kerukunan umat dapat dibangun melalui konsep kesetaraan kedudukan antar umat dan kedamaian, dimana dalam nilai-nilainya mengandung arti: Pertama, pentingnya menjadi sosok pemuka agama memiliki sifat tawadhu (rendah hati). Kedua, perlunya sebagai sosok pemuka agama dalam mengajarkan bagaimana ajaran agama secara damai serta moderat sehingga mudah diterima oleh segala kalangan. Ketiga, Hak sosial tanpa membedakan satu sama lain atas strata sosial, sehingga kedamaian tercipta dan duduk bersama dalam satu tujuan, tanpa adanya sebuah sikap eksklusivisme. Penelitian ini diharapkan mampu menjawab problematika keutuhan umat serta mampu memberikan kontribusi terhadap pemahaman cara bermasyarakat moderat.