Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN: UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU SDK BEOKINA Hieronimus Canggung Darong; Erna Mena Niman
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 1 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i1.18655

Abstract

Media pengajaran yang efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa, namun guru di SDK Beokina menghadapi tantangan dalam memilih dan menggunakan media yang selaras dengan indikator pembelajaran, karena banyak yang masih mengandalkan materi yang sudah ketinggalan zaman atau tidak sesuai, sehingga membatasi efektivitas pelajaran. Untuk mengatasi masalah ini, program pelatihan terstruktur dilakukan dengan menggabungkan observasi, wawancara guru, presentasi, demonstrasi praktik terbaik, dan sesi evaluasi, dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan dan mengintegrasikan media secara efektif agar setiap sumber daya yang digunakan di kelas berkontribusi langsung pada hasil belajar siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan guru dalam memilih dan menerapkan media pengajaran, yang berdampak pada pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa, serta meningkatkan kepercayaan diri guru dalam menggunakan berbagai format media, mulai dari alat digital hingga sumber daya interaktif. Namun, masih terdapat tantangan seperti akses terbatas terhadap infrastruktur teknologi dan kebutuhan akan pengembangan profesional yang berkelanjutan.
KEARIFAN LOKAL DAN UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN ALAM Erna Mena Niman
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.754

Abstract

Kualitas lingkungan alam saat ini semakin memburuk. Fungsi lingkungan alam yang terus terdegradasi sebagai akibat kerusakan yang berkepanjangan dan berlangsung terus menerus berdampak buruk terhadap keberlangsungan makhluk hidup termasuk manusia. Eksploitasi yang dilakukan oleh manusia terhadap lingkungan alam mengakibatkan kesenjangan hubungan antara manusia itu sendiri dan juga dengan lingkungannya. Solusi rekayasa teknologi yang ditawarkan sama sekali tidak mampu mengatasi masalah dan belum menyentuh permasalahan kerusakan lingkungan alam. Oleh karena itu, perlu ada upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan alam yang integratif, berkelanjutan, dan konsisten melalui budaya lokal oleh masyarakat lokal dan pemerintah. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal. Internalisasi nilai ekologis yang terkandung dalam kearifan lokal dapat membantu lahirnya kesadaran manusia dalam pengelolaan lingkungan alam sehingga dapat membentuk sikap ekologis yang baik. Tulisan ini memaparkan konsep- konsep terkait pentingnya internalisasi nilai-nilai kearifan lokal yang didukung dengan bukti-bukti empiris dan hasil observasi terkait upaya pelestarian lingkungan alam. Dari kajian empiris dan hasil observasi disimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai kearifan lokal dapat memberikan kontribusi positif bagi pelestarian lingkungan alam, melalui perwujudan hak dan kewenangan masyarakat adat setempat.
SYMBOLIC INTERACTION ON INDIGENIOUS PEOPLE OF MANGGARAI, FLORES NTT (A Study on Local Wisdom of Penti Ceremony in the Context of Environment Preservation Niman, Erna Mena
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 20 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v20i2.4276

Abstract

The problem of forest destruction really needs wise efforts of conservation. One of the efforts is to make use of society’s local wisdom. This study aims at examining the meaning, and values contained in the Manggarain Penti cultural ceremony in the context of forest conservation. To reach the objectives in question, interview, observation, and documentation were used to collect data which were subsequently interpreted following symbolic interaction theory. Findings revealed that aside from as a pillar of conservation, Penti also has several meanings, namely pillar of spiritual life (gratitude and request), forum for togetherness, a behavior controller, and as a means of self-recovery /repentance. Meanwhile, based on the meaning given, in addition to ecological value, Penti also has religious value and social value. Thus, penti is concerned with eco-socio- telogy Manggaraian conception toward the existence of nature. 
Penguatan Kesadaran Remaja terhadap Dampak Pernikahan Dini di Desa Tengku Lese, Manggarai, Flores Niman, Erna Mena; Darong, Hieronimus Canggung; Wea, Lidwina Dewiyanti; Jandu, Inosensius Harmin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22842

Abstract

ABSTRACT This community service activity was carried out in Tengku Lese Village, Rahong Utara District, Manggarai, with a focus on preventing early marriage among adolescents. The community partner faces the issue of widespread early marriage practices influenced by cultural, economic, and low awareness factors regarding its impacts. The objective of this activity is to raise awareness among adolescents and the community about the risks of early marriage on education, mental health, and reproductive health, while also providing alternative prevention solutions. The method used was participatory, including initial observation, interviews with the village head, distribution of questionnaires, delivery of materials by four presenters, and interactive discussions. The results of the activity showed a significant increase in adolescents’ understanding, from 48% before the socialization to 82% after the program. The conclusion of this service is that participatory socialization has proven effective in building adolescent awareness and should be followed up with sustainable mentoring programs to more broadly prevent early marriage practices. Keywords: Early Marriage, Adolescents, Health, Education, Participatory Socialization.  ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tengku Lese, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai, dengan fokus pada pencegahan pernikahan dini di kalangan remaja. Mitra masyarakat menghadapi masalah maraknya praktik pernikahan dini yang dipengaruhi oleh faktor budaya, ekonomi, dan rendahnya pemahaman mengenai dampaknya. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran remaja serta masyarakat mengenai risiko pernikahan dini terhadap pendidikan, kesehatan mental, dan kesehatan reproduksi, sekaligus memberikan alternatif solusi pencegahan. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, meliputi observasi awal, wawancara dengan kepala desa, penyebaran kuesioner, penyampaian materi oleh empat pemateri, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman remaja, dari 48% sebelum sosialisasi menjadi 82% setelah kegiatan. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa sosialisasi partisipatif terbukti efektif dalam membangun kesadaran remaja, dan perlu ditindaklanjuti dengan program pendampingan berkelanjutan untuk mencegah praktik pernikahan dini secara lebih luas. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Remaja, Kesehatan, Pendidikan, Sosialisasi Partisipatif
Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting di Desa Buar, Manggarai, Flores, NTT Niman, Erna Mena; Darong, Hieronimus Canggung; Wea, Lidwina Dewiyanti; Jandu, Inosensius Harmin
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v9i1.6031

Abstract

Stunting remains a serious public health issue in Indonesia, particularly in East Nusa Tenggara (NTT), which has a higher prevalence compared to other regions. This community service activity was carried out in Buar Village, North Rahong Subdistrict, Manggarai Regency by a team from Santu Paulus Ruteng Catholic University. The implementation methods included collecting stunting data from the health department, conducting interviews with the village head, an initial assessment of community understanding, educational outreach, mentoring, and a final evaluation. Initial assessments showed that only 30% of the community understood issues related to nutrition and stunting, primarily those with higher education levels. After educational sessions led by four expert speakers and interactive mentoring, community understanding significantly increased to 75%. This activity demonstrates that community-based education is effective in raising public nutrition awareness. The sustainability of stunting prevention efforts requires cross-sector collaboration among the government, community members, traditional leaders, and educational institutions so that knowledge change can be translated into real, everyday behaviors.
Culturally Relevant Pedagogy in Practice: Insights from Elementary School Classrooms Niman, Erna Mena; Ntelok, Zepisius Rudiyanto Eso
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v7i1.2514

Abstract

The integration of local culture into elementary social studies instruction has become increasingly important in promoting culturally responsive and meaningful education. To create a more meaningful and contextually relevant learning environment, this qualitative case study aims to investigate how teachers integrate local cultural values into their instructional strategies. Ten elementary school teachers were purposefully selected to participate in the study, and data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and a review of lesson plans and instructional materials. Patterns and themes in the data were found using thematic analysis. The results show that teachers utilize field studies, local folktales, and collaborative studies with community leaders to incorporate local culture creatively. However, challenges such as limited cultural relevance in textbooks and the lack of teaching resources hinder the effectiveness of integration. The study concludes that integrating local culture enhances students' cognitive and emotional engagement with the material, fostering a stronger cultural identity and character development. Recommendations for future research include expanding the study's scope to include more schools, examining the long-term effects on students' social and character development, and fostering greater collaboration between schools and local communities.
Questioning Practice and Classroom Interaction Hieronimus Canggung Darong; Erna Mena Niman; Sebastianus - Menggo; Raimundus Beda
Tell : Teaching of English Language and Literature Journal Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : English Department FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/tell.v9i1.5905

Abstract

Asking question effectively provides insights for teachers to elicit students talk, facilitate students to think and express themselves in classroom interaction.This SOTA aims at reviewing questioning practice as the most common and prominent features of classroom interaction. Besides questioning, the coverage of this review includes classroom interaction practice and teacher talks in the classroom. The final section of the article is the conclusion and suggestion for future research on this topic.