Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pembuatan masker dan bilik disinfektan sebagai upaya membantu masyarakat terdampak covid-19 Imam Safi'i; Agata Iwan Candra; Silvi Rushanti Widodo; Ariadi Santoso; Budi Heryanto; Eko Winarti; Afif Nur Rahmadi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v4i1.7524

Abstract

The spread of Covid-19 in Indonesia has begun to increase from April 2020, this is because there are still many people who have not implemented the prevention of transmission such as one of them using masks. Observations made at crowded places such as traditional markets found that many people do not use masks due to the scarcity of masks in the market. The methods of making the masks and disinfectant booths aims to help the community, especially in the Kediri region which was affected by the spread of Covid-19. The masks and disinfectant booth products are carried out independently by the Kadiri University in collaboration with the students, lecturers, and alumni of Kadiri University, where the products will be submitted as a form of social service to people in need such as the traditional market in Grogol Village, Kediri Regency. In addition to distributing masks to the public, also given education through socialization the importance of doing a form of prevention of the spread of Covid-19 by always washing hands regularly, keep a distance, and always use a mask.
STANDARISASI PRODUK HANGER BAJU DI DESA WANENGPATEN KEDIRI MELALUI PEMELIHARAAN KONSISTENSI MUTU UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING imam safi'i; lolyka dewi indrasari; silvi rushanti widodo
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 No 1 November 2017
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v1i1.90

Abstract

Tingkat persaingan produk hanger baju kini mulai bermunculan. Melihat kondisi ini produk harus dituntut berkualitas agar produk dapat lebih diminati oleh konsumen dan diterima dipasaran. Melihat permasalahan yang dihadapi para pelaku produksi hanger baju, maka perlu dilakukan suatu langkah awal dengan kegiatan penyuluhan kepada pelaku usaha hanger baju mengenai pentingnya menjaga kualitas produk dan melahirkan standar mutu sehingga nantinya produk tersebut mampu memiliki daya saing dengan produk lain dan bisa masuk ke pasar modern. Tujuannya agar kesadaran kualitas pelaku produksi hanger baju meningkat dengan melihat fenomena yang terjadi di luar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendidikan masyarakat melalui ceramah, simulasi dan diskusi. Dari ceramah dan diskusi yang terjadi dapat disimpulkan bahwa cacat produk dalam hanger baju yang sering terjadi adalah tidak samanya ukuran produk, kelonggaran pada ikatan uliran, material mudah berkarat, gampang berubah bentuk (tidak presisi), produksi hanger baju masih memakai mesin mekanik atau konvensional yang dimana konsistensi mutu disini sering berubah, produk hanger baju belum memiliki cap merek yang kurang menarik, pelaku masih sering mendapat permasalahan mengenai permodalan dalam proses produksi. Solusi yang bisa diberikan kepada masyarakat adalah membuat standar mutu produk, bantuan sarana dan prasarana pendukung, packing yang menarik, pengetahuan mengenai pembuatan siklus permintaan.
PENGARUH PENERAPAN SMART FACTORY DI ERA VUCA PADA UMKM DI KOTA KEDIRI Silvi Rushanti Widodo; Imam Safi'i
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v5i2.13870

Abstract

Pada era globalisasi saat ini kita diperkenalkan dengan sebuah konsep bernama VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang menjelaskan mengenai sifat tantangan masa depan dan perubahan yang akan dihadapi. Era VUCA yang mengarah ketidakpastian dan mudah berubah pada sebuah situasi bisnis menimbulkan kecemasan bagi para pemimpin bisnis. Banyak profesi lama bertumbangan di era VUCA, namun ada pula yang muncul sebagai profesi baru. Mampu menjalankan bisnis dalam jangka pendek di era VUCA tidaklah cukup, setiap perusahaan tentu menginginkan agar proses bisnis yang mereka jalankan memiliki kelanjutan. Penelitian ini fokus untuk mengetahui pengaruh penerapan smart factory di era VUCA terutama saat pelaku usaha UMKM menghadapi revolusi industri 4.0. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Metode ini digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan smart factory di era VUCA terhadap UMKM di Kota Kediri. Hasil dari penelitian ini adalah pengembangan dan pembuatan produk, penerapan transformasi digital dengan melakukan pengumpulan data diinternet, dan penerapan additive manufacturing, prototype, / pencetakan 3D mempunyai nilai signifikansi < 0,05 sehingga berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Penerapan penggunaan layanan cloud yang terkait produk dan penerapan penggabungan layanan digital ke dalam produk mempunyai nilai signifikansi
STANDARISASI PRODUK HANGER BAJU DI DESA WANENGPATEN KEDIRI MELALUI PEMELIHARAAN KONSISTENSI MUTU UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING imam safi'i; lolyka dewi indrasari; silvi rushanti widodo
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Volume 1 No 1 November 2017
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v1i1.90

Abstract

Tingkat persaingan produk hanger baju kini mulai bermunculan. Melihat kondisi ini produk harus dituntut berkualitas agar produk dapat lebih diminati oleh konsumen dan diterima dipasaran. Melihat permasalahan yang dihadapi para pelaku produksi hanger baju, maka perlu dilakukan suatu langkah awal dengan kegiatan penyuluhan kepada pelaku usaha hanger baju mengenai pentingnya menjaga kualitas produk dan melahirkan standar mutu sehingga nantinya produk tersebut mampu memiliki daya saing dengan produk lain dan bisa masuk ke pasar modern. Tujuannya agar kesadaran kualitas pelaku produksi hanger baju meningkat dengan melihat fenomena yang terjadi di luar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendidikan masyarakat melalui ceramah, simulasi dan diskusi. Dari ceramah dan diskusi yang terjadi dapat disimpulkan bahwa cacat produk dalam hanger baju yang sering terjadi adalah tidak samanya ukuran produk, kelonggaran pada ikatan uliran, material mudah berkarat, gampang berubah bentuk (tidak presisi), produksi hanger baju masih memakai mesin mekanik atau konvensional yang dimana konsistensi mutu disini sering berubah, produk hanger baju belum memiliki cap merek yang kurang menarik, pelaku masih sering mendapat permasalahan mengenai permodalan dalam proses produksi. Solusi yang bisa diberikan kepada masyarakat adalah membuat standar mutu produk, bantuan sarana dan prasarana pendukung, packing yang menarik, pengetahuan mengenai pembuatan siklus permintaan.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN INOVASI PRODUK PENGERAJIN BAMBU TUSUK SATE DAN DIKEMBANGKAN MENJADI KERAJINAN BESEK (Di Lingkungan Dusun Dadapan Desa Tinalan Kota Kediri) Afiff Yudha Tripariyanto; Lolyka Dewi Indrasari; Ana Komari; Sri Rahayuningsih; Imam Safi'i; Silvi Rushanti Widodo
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v3i2.1013

Abstract

ABSTRACT Indonesia is one country that is overgrown with bamboo plants in large quantities, both interms of quantity and type. This plant has long been used for many purposes, ranging frommaking household appliances to furniture. But sometimes, in the community bamboo handicraftproducts tend to be still less prestigious than other raw materials such as wood. In fact, throughinnovation and a unique processing, this product can be in demand not only in the local market,but also in foreign markets. Awareness of the world community to use environmentally friendlyproducts helped boost the demand for bamboo commodities. This also makes the prospect of thebamboo industry getting better, especially for foreign markets. This Community Service activityoccurred because of the development of the use of bamboo so much that an idea emerged to takethis title. Community service is divided into three channels, namely: 1. Provision of initialmaterial about bamboo material innovation and questions and answers. 2. The practice of makingwoven baskets.3. Hold the finishing of the craftsman. By joining the community serviceactivities, the skewers craftsmen get a lot of knowledge, developments and innovations ofbamboo material at this time that can be used as a provision for new businesses to increase thesale value and economy so that the income of the craftsmen can also increase. Keywords: Product Innovation, Bamboo, Crafts, Wicker.ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara yang ditumbuhi tanaman bambu dalam jumlahyang banyak, baik dari segi jumlah maupun jenisnya. Tanaman ini sudah sejak lamadimanfaatkan untuk banyak keperluan, mulai dari membuat perkakas rumah tangga hinggamebel. Namun terkadang, di masyarakat produk kerajinan bambu cenderung masih kalah pamordibanding bahan baku lain seperti kayu. Padahal, lewat inovasi serta proses pengolahan yangunik, produk ini bisa diminati tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga pasar mancanegara.Kesadaran masyarakat dunia untuk menggunakan produk ramah lingkungan ikut mendongkrakpermintaan komoditas bambu. Ini juga yang membuat prospek industri bambu kian baik,khususnya untuk pasar luar negeri. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini terjadi karena adanyaperkembangan penggunaan bamboo yang sangat banyak sekali sehingga munculah ide utukmengambil judul ini. Pengabdian masyarakat ini terbagi dari tiga alur yaitu : 1. Pemberian materiawal tentang inovasi material bamboo dan Tanya jawab. 2. Praktek pembuatan anyaman besek.3.tahapan Finishing hasil pengrajin. Dengan mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat tersebutpara pengrajin tusuk sate mendapatkan banyak sekali pengetahuan,perkembangan dan inovasiinovasi material bamboo saat ini yang bisa digunakan sebagai bekal usaha baru untukmeningkatkan nilai jual dan ekonomi sehingga pendapatan para pengrajin juga bisa bertambah. Kata Kunci : Inovasi Produk,Bambu,Kerajinan,Anyaman. 
Analisis Kelayakan Awal Produk Olahan Kedelai Widodo, Silvi Rushanti; Santoso, Heribertus Budi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2020.009.02.6

Abstract

AbstrakSaat ini, banyak produk makanan instan yang tersedia di pasar modern hingga pasar tradisional. Hal ini dikarenakan canggihnya teknologi pangan yang terus mengalami perkembangan. Produk olahan pangan yang instan lebih disukai masyarakat saat ini karena memiliki banyak varian rasa, praktis, dan mudah dalam pengolahannya. Salah satu bahan baku yang dapat diolah menjadi makanan instan adalah kedelai. Kedelai adalah salah satu sumber pangan yang telah banyak dimanfaatkan di berbagai negara. Di Indonesia, pemanfaatan kedelai dititikberatkan pada konsumsi tempe dan tahu, yang berfungsi sebagai lauk dan merupakan bagian dari menu makan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelayakan awal produk olahan kedelai sebelum produk dipasarkan sehingga nantinya akan siap untuk dipasarkan. Metode penelitian ini mencakup tahap preliminary screening, comparative rating, dan prefeasibility analysis. Penelitian ini dilakukan pada konsumen sekitar untuk menilai produk mana yang lebih banyak dipilih konsumen dari berbagai segi, seperti luas pasar, biaya, dan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk nugget tempe layak untuk dipasarkan dilihat dari beberapa unsur dasar, seperti pemasaran, variansi produk, ketersediaan bahan baku, biaya, dan estimasi keuntungan pada analisis kelayakan awal dibandingkan dengan produk olahan lain yang berbahan dasar kedelai. Kata kunci: kedelai, makanan olahan, kelayakan Abstract Nowadays, many instant food products are available in the modern market to traditional markets. It is due to the continuously development of sophisticated food technology. Instant food products are the most popular today because they have many variants of flavor, practical, and easy to process. One of the raw materials that can be processed into instant food is soybean. Soybean is one of the food sources that has been widely utilized in various countries. In Indonesia, soybean is mostly consumed as tempeh and tofu, which serves as a side dish and is part of the dining menu. Thus, the purpose of this research is analyzing the prefeasibility of soybean processed product before the product is marketed so that it will be ready to be marketed. This study method covers the preliminary screening, comparative rating, and prefeasibility analysis stages. This research is conducted at surrounding consumers to assess the products that consumers prefer in various aspects, such as market area, cost, and risk. The results showed that the product of tempeh nugget is feasible to be marketed based on several basic elements, such as marketing, product variances, raw material availability, cost, and estimated profit on prefeasibility analysis compared to other processed products that are also made from soybean.Keywords: soybean, processed food, feasibility
Penyuluhan Dan Pelatihan Tanggap Darurat Kebakaran Pada Rumah Tangga Di Kelurahan Sukorame, Mojoroto, Kediri Rahma, Naufa Aulia; Widodo, Silvi Rushanti; Triparianto, Afiff Yudha; Safi'i, Imam; Indrasari, Lolyka Dewi; Komari, Ana; A. Rahim, Muslimin; Ramadhani, Rosyidina Maula; Jun, David
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i2.1844

Abstract

The most important cause of fires in the residential environment is the human error factor. In Kediri, East Java, throughout 2024, there have been 8 incidents of spread reported and published on the Kediri news page. Some of these incidents were caused by gas stoves. Therefore, it is necessary to have counseling activities and firefighting practices for the community to improve people's skills and knowledge about fires caused by gas stoves. This activity is in the form of an introduction to the basics of fire, such as the types of fires and their extinguishers, as well as fire extinguishing training. This activity was carried out and aimed at the residents of Sukorame Village, Mojoroto, Kediri. In providing information to the community, several community empowerment activities will be carried out, including the following: 1. Introducing the basics of fire and fire safety to the community of Sukorame Village, Kediri, 2. Conducting practical counseling on how to use fire extinguishers properly and correctly, 3. Assisting by providing a user manual in the form of a booklet. From the results of community service, the results found that previously, people were still unfamiliar with portable fire extinguishers (APAR) to better understand the importance of the availability of fire extinguishers at home. The community also became more aware of how to extinguish fires using fire extinguishers and using wet fabric or burlap sacks
EDUKASI PERBAIKAN POSISI DUDUK UNTUK STASIUN KERJA PELAYANAN PASIEN MENGGUNAKAN METODE  RAPPID UPPER LIMB ASSESSMENT Sri Rahayuningsih; Silvi Rushanti Widodo; Naufa Aulia Rahma; Rosa Andinar Bintang M; Afi Aprillia Putri; Willie
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v8i2.6678

Abstract

One of the key factors in analyzing job effectiveness is the posture of employees within an organization. If a worker's posture is comfortable and good, and incorporates good ergonomics, then the results will be positive, and vice versa. Musculoskeletal disorders are a common problem experienced by workers worldwide related to ergonomics in the workplace, specifically affecting a worker's endurance during activities or tasks. This problem is common in any company where employees engage in uncomfortable, repetitive activities or movements. The main results obtained from the analysis in the patient service section were able to optimize and realize the use of ergonomic chairs to help workers at the Ngasem Kediri Health Center, East Java, to serve patients. The introduction of this ergonomic chair was carried out in 1 month by comparing the old working position with the new working position using this ergonomic chair. By making a comparison after using the chair and before using the chair, whether the complaints experienced by the workers were reduced or not. It is hoped that with this ergonomic chair, the workers at the Ngasem Kediri Health Center, East Java, can do their work comfortably and of course effectively and efficiently, which is expected to increase work enthusiasm and increase productivity at the Ngasem Kediri Health Center, East Java.
Pengembangan Kemasan Baso Aci Tata Snack Menggunakan Metode QFD (Quality Function Deployment) Mohammad Aulia Fathir Fauzul; Imam Safi’i; Silvi Rushanti Widodo
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 1 No. 02 (2023): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtrak Penelitian ini membahas pentingnya packaging dalam menjaga kualitas dan keamanan produk, dengan fokus pada pengembangan packaging bakso aci. Metode QFD digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan karakteristik produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pelanggan termasuk menjaga kelembaban, segel yang aman, informasi penyajian, mencegah produk palsu, dan melindungi dari sinar UV. Solusi teknis termasuk meningkatkan kedap udara, membuat seal yang aman, memberikan informasi lengkap, fitur QR, dan perlindungan dari sinar UV. Prioritas tertinggi adalah packaging yang menarik perhatian, sementara informasi brand memiliki prioritas terendah. Penelitian ini menunjukkan bahwa QFD adalah metode efektif untuk mengembangkan packaging bakso aci yang memenuhi kebutuhan pelanggan.
Occupational Safety Risk Assessment at XX Hospital Using The Safety Risk Assessment Method Rachmananda, Al Rifky; Widodo, Silvi Rushanti
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 11 No 02 (2024): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v11i02.466

Abstract

Occupational safety in hospitals is a crucial aspect directly related to service quality and employee well- being. This study aims to identify hazard sources, assess risk levels, and formulate appropriate control measures at XX Hospital using the Safety Risk Assessment (SRA) method. A descriptive approach was applied through observation, interviews, and documentation, involving both medical and non-medical personnel selected using purposive sampling. The analysis revealed that most respondents had low to moderate likelihood scores, with risk severity ranging from mild to moderate. The most frequent risks identified included infection from patient body fluids, injuries while transferring patients, eye strain from prolonged computer use, mental fatigue due to workload, and emotional stress from public interaction. Although most risks were categorized as low, several required immediate control, particularly physical activities such as patient handling. Recommended strategies include engineering controls, administrative measures, and consistent use of personal protective equipment (PPE). This study emphasizes the importance of implementing comprehensive risk assessments in hospitals to strengthen occupational health and safety (OHS) management systems. The findings are expected to serve as a basis for developing more strategic, applicable, and preventive safety policies to ensure a safe and productive hospital work environment.