Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Manajemen Kooperatif Berbasis Komunitas dalam Pengelolaan Sampah: Menggali Peluang Ekonomi Hijau di Kota Bogor Labibatussolihah, Labibatussolihah; Novalita, Dewi Pancawati; Arlianty, Lia Shafira; Adriani, Nour Muhammad
SINAR SANG SURYA Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i1.3974

Abstract

Pengelolaan sampah plastik merupakan isu lingkungan yang mendesak di kawasan perkotaan seperti Kota Bogor. Meski kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus meningkat, berbagai kendala teknis dan keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi tantangan utama. Untuk mengatasi masalah ini, manajemen kooperatif berbasis komunitas diterapkan sebagai pendekatan strategis guna mendukung pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang didukung oleh DRTPM Kemendikbud, bermitra dengan Kelompok Kepemudaan RW 12 Pancasan Baru untuk meningkatkan kapasitas teknis dan sumber daya manusia. Program ini mencakup pelatihan, workshop, dan pendampingan masyarakat dalam mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis melalui daur ulang, didukung oleh hibah berupa mesin pencacah plastik dan teknologi sederhana lainnya. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran lingkungan, persepsi positif terhadap peluang kerja di sektor daur ulang, serta kontribusi signifikan terhadap konservasi sumber daya alam melalui penerapan ekonomi sirkular. Selain itu, masyarakat diberikan opsi untuk menukarkan sampah plastik dengan kebutuhan rumah tangga atau membayar biaya pengumpulan sampah, sehingga memperkuat sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Evaluasi program melalui wawancara dan angket menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pengepul sampah, dan pemerintah setempat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efisien, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan. 
Pelatihan dan Bimbingan: Peran Pelajaran Sejarah dalam Mengembangkan Modul Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk Guru-Guru Sejarah se-Bogor Raya Labibatussolihah, Labibatussolihah; Tarunasena, Tarunasena; Adriani, Nour Muhammad; Fathiraini, Nurdiani; Pangestu, Dimas Aldi
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16889

Abstract

Pendahuluan: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan meningkatkan kompetensi guru sejarah dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter dan pembelajaran berbasis proyek. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru sejarah dalam menyusun dan menerapkan modul Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Metode: Kegiatan ini dilakukan secara daring oleh 120 peserta dan luring oleh 40 peserta. Hasil: Adanya peningkatan pemahaman guru sejarah mengenai penyusunan modul Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dengan lebih dari 90% peserta menunjukkan kepuasan tinggi dan kesiapan menerapkan materi yang diajarkan. Kesimpulan: Pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi guru, mendorong kolaborasi, dan menghasilkan modul pembelajaran yang relevan.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR MANAJEMEN KELAS DAN KAPABILITAS LITERASI DIGITAL PADA GURU PEMULA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SECARA DARING Labibatussolihah, Labibatussolihah; Adriani, Nour Muhammad
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 5 No. 1 (2025): Pembelajaran Sejarah, Sejarah, dan Kebudayaan Lokal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v5i1.48428

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji apakah terdapat hubungan korelasional yang signifikan antara komponen manajemen kelas—disiplin, organisasi pelajaran, interaksi selama pelajaran, kapasitas interpersonal, dan ikatan sosial—dengan kapabilitas literasi digital. Instrumen berisi 50 butir dengan enam subskala dikembangkan dan diadaptasi dari studi terkait yang ada, sementara 30 guru pemula (yang belum mengambil program profesi guru) di 29 SMA di Kota Bandung, Indonesia, terlibat dalam studi survei menggunakan kuesioner daring. Data dianalisis menggunakan korelasi bivariat serta regresi berganda. Hasilnya menunjukkan adanya korelasi dan hubungan prediktif yang signifikan dari kapasitas interpersonal terhadap kapabilitas literasi digital (r = .611, B = 1.684).
Refleksi Guru Terhadap Problem Keragaman Media Daring dalam Pembelajaran Sejarah Kurniawati, Yeni; Darmawan, Wawan; Santosa, Ayi Budi; Labibatussolihah, Labibatussolihah
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i2.4484

Abstract

This article aims to explain the problem of the variety of online media used by teachers during online history learning. This problem arises because there is no standard provision for online media that must be used by teachers. So that teachers can freely take advantage of various free and paid online media or even develop media independently. The research method used is a survey using a questionnaire distributed by random sampling technique for one month to 41 respondents spread over nine provinces in Indonesia. The results of the descriptive statistical analysis show that teachers mix and match the use of online media in accordance with the learning objectives. Another finding is that it is understood that each media has its own advantages and disadvantages. A relatively similar impression in sorting and selecting various online media is described in this article. The most popular online media for planning are Google Classroom and WhatsApp Group. As for the implementation of learning, namely Zoom Meeting and Google Meeting. Online media for learning evaluation using Quizizz.Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan persoalan ragam media daring yang digunakan oleh guru selama pembelajaran sejarah daring. Persoalan ini muncul karena tidak adanya ketentuan baku akan media daring yang wajib digunakan oleh guru. Sehingga guru dapat leluasa memanfaatkan berbagai media daring yang gratis maupun berbayar atau bahkan menggembangkan media secara mandiri. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei dengan menggunakan angket yang disebarkan dengan teknik random sampling selama satu bulan kepada 41 responden yang tersebar di sembilan provinsi di Indonesia. Hasil dari analisis statistis deskriptif menunjukkan bahwa guru memadupadankan penggunaan media daring yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Temuan lainnya yaitu telah dipahami bahwa setiap media memiliki kelebihan dan kekuranganya masing-masing. Kesan yang relatif sama dalam memilah dan memilih berbagai media daring diuraikan dalam artikel ini. Media daring yang paling diminati untuk perencanaan yaitu Google Classroom dan WhatsApp Group. Sedangkan untuk pelaksanaan pembelajaran yaitu Zoom Meeting dan Google Meeting. Media daring untuk evaluasi pembelajaran menggunakan  Quizizz.
HISTORICAL EMPATHY; THE OPPORTUNITIES, REALITY, AND CHALLENGES OF ONLINE HISTORY LEARNING IN SENIOR HIGH SCHOOL Labibatussolihah, Labibatussolihah; Adriani, Nour Muhammad; Fathiraini, Nurdiani; Sumirat, Yaya
PEDAGOGIK : JURNAL PENDIDIKAN Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/pjp.v9i2.4589

Abstract

After two years of online learning, an evaluation is needed to assess whether the changes and adaptations in the process could achieve its objectives. Some adaptations had been done at UPI Laboratory School/s but no study has been conducted to assess its practice and success. Using the sequential exploratory mixed-method with the CIPP Stufflebeam model as a research framework, three teachers and 112 students from two UPI Laboratory Senior High Schools participated in this project. In-depth interviews were conducted with teachers, while online questionnaires were independently developed, validated, and distributed to students. It can be concluded that historical empathy in online learning at UPI Laboratory School/s; 1) is contextually appropriate to the conditions, resources, and needs of the institution and teachers but only part of the participants or students; 2) For Input section, aspects of the ability and capacity of teachers need to be improved; 3) As Process section, the teacher's workload and time constraints are the obstacles faced, and 4) in the Product section, the level of satisfaction among the participants varies with the theoretical aspects, dominating the practical outcomes of historical empathy-based learning. Overall, the learning program fulfilled the merit of being retained with some basic improvements.
An evaluation of the effectiveness of the English Upgrading program for TOEFL in an Indonesian university using the CIPP model Labibatussolihah, Labibatussolihah; Adriani, Nour Muhammad
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 26 No. 2 (2022)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v26i2.48728

Abstract

Human resources capacity building is a vital part of institutional development, especially in the educational field, such as the university. As an academic language, English skills are highly needed among lecturers to improve the quality of institutions in general. What is the effectiveness of an English preparation course for lecturers in an Indonesian university during the pandemic time? Using Stufflebeam's CIPP model, this study aims to measure the quality and make recommendations on what should be improved or changed from such activity. There were 25 participants, two tutors, and one program coordinator involved as an informant. An online questionnaire was administered, as well as an in-depth interview with the tutors, coordinator, and selected participants. The results show that (1) the context is suitable to the condition, resources, and needs of the institution as well as participants. (2) In the Input section, the curriculum and variations in learning methods need to be further developed. (3) In the process section, the obstacles faced were the lecturer's workload, which should be adjusted during the course to make them focus on the program. (4) In the product section, a high level of satisfaction was found among the participants, with an overall positive review of its merit. There is still room for improvement. One of them is to follow up on participants' progress after the program is ended. An evaluation sheet or survey should be administered after the program is finished to assess the quality of the tutors and participants' satisfaction with the training.
PEMBERDAYAAN ATAU PENGECUALIAN? TINJAUAN SOSIO-HISTORIS DAMPAK OTONOMI KHUSUS PAPUA TERHADAP KELOMPOK MINORITAS Fathiraini, Nurdiani; Muhammad Adriani, Nour; Labibatussolihah, Labibatussolihah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.139-148

Abstract

Isu Papua Barat, yang ditandai dengan pelanggaran hak asasi manusia dan gerakan separatis, menimbulkan tantangan signifikan bagi Indonesia. Undang-undang otonomi khusus, yang bertujuan untuk merespons tuntutan separatis, telah menyebabkan perpecahan dalam masyarakat dan diskriminasi hukum, terutama dalam bidang ketenagakerjaan dan kebebasan beragama. Studi ini mengeksplorasi konteks historis dan isu kontemporer terkait otonomi khusus di Papua Barat, dengan fokus pada implementasi otonomi khusus, diskriminasi hukum, dan dampaknya terhadap identitas lokal. Hasil penelitian menunjukkan ketegangan yang terus berlanjut dan pelanggaran hak asasi manusia yang diperparah oleh regulasi diskriminatif dan tantangan administratif. Meskipun upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah Papua, diskriminasi sistemik dan kekerasan tetap berlangsung, menghambat kemajuan menuju inklusivitas dan pemerintahan yang efektif. Dengan menggunakan metode deskriptif historis dan kualitatif, studi ini menganalisis sumber primer dan sekunder untuk memahami akar penyebab dan implikasi dari isu-isu tersebut. Studi ini menyimpulkan bahwa mengatasi diskriminasi, mempromosikan inklusivitas, dan melindungi hak asasi manusia bagi semua penduduk asli Papua sangat penting untuk menyelesaikan masalah Papua Barat. Meski demikian, menjamin kesetaraan hak bagi semua warga Indonesia yang telah lama bermukim di sana juga harus diprioritaskan. Hanya dengan pendekatan ini, perdamaian dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut dapat dicapai.
Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis PjBL dalam Kurikulum Merdeka: Strategi Penguatan Kompetensi Guru Sejarah di Kota/Kabupaten Bogor Labibatussolihah, Labibatussolihah; Wiyanarti, Erlina; Adriani, Nour Muhammad; Fathiraini, Nurdiani; Fazri, Syarah Nurul
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20974

Abstract

Background: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh perubahan dalam kebijakan pendidikan nasional pasca penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) pada Kurikulum Merdeka. Guru sebagai pelaksana lapangan kebijakan ini membutuhkan pelatihan dan pendampingan kembali guna meningkatkan kompetensi pengajaran, salah satunya melalui model Project-Based Learning (PjBL) dalam mata pelajaran Sejarah. Tujuan program pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan peningkatan kemampuan guru sejarah dalam menerapkan model PjBL guna mendukung implementasi pembelajaran mendalam di kelas. Metode: Pendekatan partisipatif melalui pelatihan, workshop, dan pendampingan guru sejarah SMA dan SMK dengan mode hybrid (luring dan daring) dilaksanakan kepada sebanyak 40 guru dalam sesi luring dan 75 guru terlibat dalam sesi daring, bekerja sama dengan MGMP Sejarah Kota dan Kabupaten Bogor. Tahapan meliputi penguatan konseptual, perancangan modul ajar berbasis PjBL, implementasi simulasi kelas, serta evaluasi luaran berupa modul dan publikasi. Hasil: Pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman guru sejarah mengenai konsep pembelajaran mendalam serta bagaimana implementasinya dalam pembelajaran sehari-hari. Penyusunan modul sederhana sebagai gambaran pemahaman dilaksanakan dengan tingkat keberhasilan mencapai lebih dari 80%. Secara program, partisipasi guru melebihi target dengan tingkat kepuasan tinggi, yakni lebih dari 90%, serta kesiapan menerapkan materi yang diajarkan. Kesimpulan: Program pengabdian ini efektif dalam memberikan penguatan kompetensi guru melalui integrasi pembelajaran mendalam dan PjBL. Model ini terbukti relevan dan efektif untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka serta memfasilitasi transformasi pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan inovatif.