Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA LONELINESS DEWASA AWAL DAN ONLINE DATING PADA MASA PANDEMI DI BALI Ida Bagus Agung Dwi Semara Putra; Agnes Utari Hanum Ayuningtias; Diah Widiawati Retnoningtias
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.518 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara perasaanloneliness yang dialami pada masa dewasa awal terhadap penggunaan aplikasi online datingpada masa pandemi di Bali. Penelitian ini menggunakan teori loneliness, teori pekembangandewasa awal dan teori penggunaan aplikasi online dating. Penelitian ini menggunakan ujikorelasi non-parametric test Spearman's. Partisipan penelitian ini berjumlah 160 dengankreteria orang dengan.rentang usia18-30 tahun.menggunakan online dating dan berdomisi diBali Penelitian ini menugunakan alat ukur Revised UCLA Loneliness Scale yang di buat olehDan rusell dengan nilai cronbach's alpha reliabilitas sebesar 0,855 dan Penggunaan aplikasionline dating yang di buat oleh peneliti dengan nilai Koefisien cronbach's alpha reliabilitassebesar 0,757. Hasil dari penelitian ini yaitu nilai Sig. (2-tailed) 0,630 maka tidak adakorelasi yang signifikan antara loneliness dan online dating dikarenakan nilai Sig. (2-tailed) > 0,05.Kata kunci: dewasa Awal; loneliness; online dating; pandemi Covid-19.
PROFIL INFERTILITY-RELATED STRESS PADA PEREMPUAN INFERTIL DI BALI Diah Widiawati Retnoningtias; I Rai Hardika; Made Prabhanika Rahayu Dharmeswari
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.862 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian terdahulu menunjukkan bahwa salah satu sumber kebahagiaan perempuan yang telah menikah adalah anak. Namun, tidak semua perempuan yang telah menikah dapat segera memperoleh anak karena kondisi infertilitas. Kondisi infertilitas pada perempuan dapat berakibat pada stres infertilitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran infertility related stress pada perempuan infertil. Infertility related stress akan diukur dengan menggunakan Copenhagen Multi-Center Infertility Psychosocial Infertility-Fertility Problem Stress Scale (COMPI-FPSS) yang diadaptasi oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe deskriptif. Karakteristik subjek penelitian adalah perempuan menikah minimal satu (1) tahun, mengalami infertilitas, dan berdomisili di Bali. Subjek penelitian sebanyak 140 orang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat infertility related stress, dimana ada 0% subjek dengan kategori sangat rendah, 35.71% subjek dengan kategori rendah, 30.71% subjek dengan kategori sedang, 27.86% subjek dengan kategori tinggi, dan 5.71% subjek dengan kategori sangat tinggi.Kata kunci: Infertility-related stress, perempuan
EDUKASI PRILAKU PENERAPAN HIGIENE SANITASI DALAM MENGOLAH MAKANAN PADA ANAK-ANAK DAN REMAJA Purwaningtyas Kusumaningsih; Diah Widiawati Retnoningtias
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 4 (2021): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.71 KB)

Abstract

ABSTRAKMengolah makanan tidak hanya berkaitan dengan cara mengolah bahan mentah, bumbudan penggunaan peralatan masak. Menghasilkan makanan dengan rasa enak danpenampilan yang menarik, namun juga kebersihan dalam mengolahnya. Hal ini berkaitandengan bahan makanan mengandung nutrisi yang baik bukan hanya untuk manusia tetapimakhluk hidup lainnya seperti bakteri, virus dan jamur. Keberadaan agen penyakit inidisebabkan kontaminasi yang berasal dari bahan mentah, peralatan masak, bumbu danpengolahnya. Maka dari itu perlu diberikan edukasi tentang pengolahan makanan secarahigienis dengan memperhatikan sanitasi. Pendidikan ini baik ditanamkan sejak dini supayatertanam menjadi suatu prilaku yang positif. Tujuan dari pengabdian ini untuk memberikanedukasi kepada anak-anak dan remaja tentang higiene sanitasi dalam mengolah makanan.Sehingga akan menjadi ingatan sebuah prilaku mengolah makanan yang benar denganmemperhatikan kebersihan. Sejauh mana edukasi yang diberikan dapat memberikandampak, maka dianalisis menggunakan kenaikan presentase hasil jawaban pre dan post-testserta secara uji N-Gain dan dideskripsikan berdasarkan hasil tersebut. Dalam pengabdian inianak-anak dan remaja mampu memahami pengetahuan yang diberikan. Kenaikan ini dilihatdari peningkatan 20,79% dan hasil nilai <g> yang sedang dan tinggi. Mitra diajak langsungmempraktekkannya dalam mengolah abon ikan. Beberapa peralatan kebersihan diberikansupaya dapat diteruskan saat mereka ikut membantu memasak makanan di dapur.Kata kunci: kebersihan makanan, kebiasaan bersih, makanan sehat
SELF-ACCEPTANCE DAN INFERTILITY-RELATED STRESS Dunamis Talitha Exousia Pelupessy; Diah Widiawati Retnoningtias; I Rai Hardika
Journal of Psychological Science and Profession Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v7i1.42843

Abstract

Wanita diharapkan mampu menerima diri dengan kondisi infertilitas agar mengurangi tekanan psikologis. Faktanya, wanita yang mengalami infertilitas cenderung memiliki penerimaan diri rendah yang berdampak terhadap stres. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara self-acceptance dan infertility-related stress pada wanita. Karakteristik subjek penelitian adalah berjenis kelamin perempuan dan belum memiliki anak setelah menikah selama minimal dua belas bulan. Sampel penelitian berjumlah 68 orang dan didapatkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Self-acceptance diukur dengan Unconditional Self-acceptance Questionnaire – Short Scale milik Popov dan Sokic (2022). Infertility-related stress diukur dengan Copenhagen Multi-Center Infertility Psychosocial Infertility-Fertility Problem Stress Scale dari Sobral et al. (2017). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik product moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-acceptance berkorelasi negatif dengan infertility–related stress (p = .009 < .05). Dengan kata lain semakin tinggi self-acceptance, maka infertility-related stress yang dirasakan akan semakin menurun. Sementara itu semakin rendah self-acceptance, maka semakin meningkat infertility-related stress. Temuan ini menunjukkan bahwa self-acceptance mampu dicapai dengan adanya dukungan dari lingkungan sosial. Wanita dengan kondisi infertilitas memerlukan dukungan positif dan bukan stigma negatif terkait infertilitas. Temuan ini dapat memunculkan ide penelitian selanjutnya mengenai intervensi berbasis self-acceptance pada wanita dengan kondisi infertilitas.
Stres Infertilitas pada Perempuan dan Laki-laki Dean Angelica Deasy Natacia Hotmawati; Diah Widiawati Retnoningtias; I Rai Hardika
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.062 KB)

Abstract

AbstrakStres infertilitas adalah suatu kondisi yang dialami oleh laki-laki atau perempuan yang belum memiliki keturunan sehingga akan memberikan konsekuensi psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stres infertilitas pada perempuan dan laki-laki. Metode penelitian ini adalah kuantitatif komparatif. Variabel stres infertilitas diukur dengan alat ukur COMPI-FPSS. Sampel dalam penelitian berjumlah 119 orang (perempuan dan laki-laki) yang mengalami infertilitas. Teknik penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan stres infertilitas laki-laki dan perempuan, yang terlihat pada personal stress domain, marital stress domain, dan social stress domain.AbstractInfertility stress is a condition experienced by men or women who do not have children so that it will have psychological consequences. This study aims to determine the difference in infertility stress in women and men. The method of this study is comparative quantitative. The infertility stress variable was measured with the COMPI-FPSS measuring instrument. The sample in the study was 119 people (women and men) who experienced infertility. The sample determination technique is carried out by purposive sampling. The results showed that there is a difference between male and female infertility stress, which can be seen in the personal stress domain, marital stress domain, and social stress domain.
Penerimaan Diri Atlet Taekwondo yang Terkena Degradasi Argya Virangga Roring; Diah Widiawati Retnoningtias; Agnes Utari Hanum Ayuningtias
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12166

Abstract

Degradasi dapat berdampak negatif pada kehidupan atlet, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Atlet perlu mengupayakan penerimaan diri agar dapat menyesuaikan diri dengan realitas dan kondisi emosional yang dihadapi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak yang dialami subjek saat mengalami degradasi, proses penerimaan diri subjek yang mengalami degradasi, dan faktor-faktor yang memengaruhi proses penerimaan diri subjek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi terhadap atlet taekwondo yang mengalami degradasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek melalui tiga proses untuk dapat sampai pada tahap penerimaan diri, yaitu psychology state, self insight, dan social intervention. Subjek 1 dan 3 sudah sampai pada tahap penerimaan diri karena dapat mengapresiasi, menghargai nilai diri, bangga dengan hal yang telah dilalui, dan memiliki target realistis sesuai kemampuan. Subjek 2 belum sampai pada tahap penerimaan diri karena belum dapat mengapresiasi diri, belum bangga pada pencapaian saat ini, dan belum memiliki harapan realistis yang ingin dicapai.
Menurunkan Infertility-Related Stres dengan Program Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) Diah Widiawati Retnoningtias; I Rai Hardika
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol13.iss1.art6

Abstract

Previous research has found that women with infertility feel sad, anxious, and stressed when undergoing medical interventions to have children. The purpose of this study was to see the effect of mindfulness based stress reduction(MBSR) in reducing infertility stress. This research was conducted with an experimental method. This study consisted of five (5) participants as the experiment group and five (5) participants as the control group, which were selected by purposive sampling technique. The characteristics of the research partcipants were married women for at least one (1) year and experienced infertility. The results showed that there was no significant difference between the posttest scores and the pretest scores in the experimental group. The results also showed that there was no significant difference between the posttest infertility stress scores of the experimental group and the control group posttest scores.
Kaitan Dukungan Sosial dan Infertility-related Stress Ni Putu Indra Dewi; Diah Widiawati Retnoningtias; Yashinta Levy Septiarly

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v10i2.3726

Abstract

Kurangnya dukungan sosial meningkatkan tekanan, sedangkan dukungan sosial mampu mengurangi tekanan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dukungan sosial dapat mengurangi stres infertilitas. Jumlah subjek adalah 96 orang. Karakteristik subjek adalah perempuan menikah yang belum memiliki keturunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi dukungan sosial dan infertility-related stress. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan tipe korelasi. Pengukuran dukungan sosial menggunakan alat ukur yang dibuat peneliti. Pengukuran infertility-related stress menggunakan COMPI-FPSS. Hasil menunjukkan ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan infertility-related stress. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi keluarga, masyarakat, dan ahli kesehatan mental untuk menghadapi anggota keluarga, anggota masyarakat, atau klien, dengan pemberian dukungan sosial yang memadai bagi perempuan yang mengalami infertilitas.
Self-acceptance perempuan dengan infertilitas Diah Widiawati Retnoningtias; Berliana Sari Oktaria
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v5i2.27060

Abstract

Belum hadirnya anak memunculkan tekanan psikologis, yang dapat diatasi dengan coping. Studi terdahulu menunjukkan coping dilakukan dengan menghindar. Hal ini menunjukkan belum terwujudnya penerimaan diri. Dua studi terdahulu menunjukkan perempuan dengan infertilitas memiliki penerimaan diri negatif dan positif. Perbedaan ini memunculkan pertanyaan mengenai tingkat penerimaan diri perempuan dengan infertilitas. Tujuan penelitian adalah mengkaji tingkat penerimaan diri perempuan dengan infertilitas. Penerimaan diri diukur dengan Unconditional Self-Acceptance-short scale (USAQ-short Scale). Metode penelitian adalah kuantitatif deskriptif. Sampel adalah perempuan menikah minimal satu tahun dan belum memiliki keturunan. Sebanyak 68 sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan 2,9% subjek berkategori rendah, 27,9% berkategori sedang, dan 69,1% berkategori tinggi.  Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa perempuan dengan infertilitas mampu menerima diri sendiri. Hasil penelitian menjadi acuan penelitian selanjutnya mengenai intervensi penerimaan diri bagi perempuan dengan infertilitas. 
Stres Infertilitas pada Perempuan dan Laki-laki Dean Angelica Deasy Natacia Hotmawati; Diah Widiawati Retnoningtias; I Rai Hardika
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i1.1925

Abstract

AbstrakStres infertilitas adalah suatu kondisi yang dialami oleh laki-laki atau perempuan yang belum memiliki keturunan sehingga akan memberikan konsekuensi psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stres infertilitas pada perempuan dan laki-laki. Metode penelitian ini adalah kuantitatif komparatif. Variabel stres infertilitas diukur dengan alat ukur COMPI-FPSS. Sampel dalam penelitian berjumlah 119 orang (perempuan dan laki-laki) yang mengalami infertilitas. Teknik penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan stres infertilitas laki-laki dan perempuan, yang terlihat pada personal stress domain, marital stress domain, dan social stress domain.AbstractInfertility stress is a condition experienced by men or women who do not have children so that it will have psychological consequences. This study aims to determine the difference in infertility stress in women and men. The method of this study is comparative quantitative. The infertility stress variable was measured with the COMPI-FPSS measuring instrument. The sample in the study was 119 people (women and men) who experienced infertility. The sample determination technique is carried out by purposive sampling. The results showed that there is a difference between male and female infertility stress, which can be seen in the personal stress domain, marital stress domain, and social stress domain.