Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Kepribadian Introvert dan Gejala Kecemasan Sosial pada Mahasiswa Psikologi di Bali Diptania, Anak Agung Made; Hardika, I Rai; Retnoningtias, Diah Widiawati
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v3i8.57766

Abstract

Mahasiswa psikologi cenderung mengalami tingkat kecemasan yang banyak karena tuntutan perkuliahan yang melibatkan interaksi langsung dan komunikasi aktif dengan beragam individu. Ketika mahasiswa mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, itu merupakan bentuk dari gejala kecemasan sosial. Salah satu penyebab internal dari kecemasan adalah faktor kepribadian. Tipe kepribadian yang berpengaruh terhadap kecemasan adalah kepribadian introvert. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian introvert dengan gejala kecemasan sosial pada mahasiswa psikologi di Bali. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini melibatkan 273 mahasiswa psikologi di Bali. Alat ukur yang digunakan adalah skala gejala kecemasan sosial dan skala kepribadian introvert yang disusun berdasarkan aspek kepribadian introvert. Analisis data yang digunakan yakni uji korelasi Pearson dengan hasil nilai koefisien korelasi sebesar .364 dengan nilai p < .001. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kepribadian introvert dengan gejala kecemasan sosial pada mahasiswa psikologi di Bali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makin tinggi kepribadian introvert, maka makin tinggi pula gejala kecemasan sosial pada mahasiswa psikologi di Bali, dan begitupun sebaliknya.
Tingkat Resiliensi Pada Remaja Awal Retnoningtias, Diah Widiawati
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3534

Abstract

Reaksi remaja saat mengalami tantangan dan tekanan dalam kehidupan dapat bersifat positif atau negatif. Sebagai antisipasi munculnya reaksi negatif, remaja perlu mengembangkan kemampuan bertahan yang sangat kuat, dikenal dengan istilah resiliensi. Dua studi terdahulu menunjukkan bahwa resiliensi remaja berada dalam kategori sedang, sementara dua studi lainnya menunjukkan resiliensi remaja berada dalam kategori tinggi. Perbedaan berbagai hasil penelitian ini menarik minat peneliti untuk mengkaji bagaimana sesungguhnya tingkat resiliensi di kalangan remaja. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat resiliensi di kalangan remaja awal. Resiliensi diukur dengan menggunakan The 10-Item Connor–Davidson Resilience Scale. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe deskriptif. Populasi penelitian adalah 414 orang remaja awal di salah satu SMP di Denpasar. Jumlah sampel penelitian adalah 387 orang, yang diperoleh menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian mengenai tingkat resiliensi menunjukkan ada 2 (0,52%) subjek memiliki kategori sangat rendah, 46 (11,89%) subjek memiliki kategori rendah, 174 (44,96%) memiliki kategori sedang, 145 (37,47%) memiliki kategori tinggi, dan 20 (5,17%) memiliki kategori sangat tinggi. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini bahwa pada dasarnya remaja memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai tantangan dalam kehidupan, namun kemampuan tersebut belum sepenuhnya optimal. Hasil penelitian ini dapat memberi gambaran mengenai tingkat resiliensi di kalangan remaja awal dan menjadi dasar pijakan bagi penelitian selanjutnya mengenai intervensi psikologi dengan topik resiliensi di kalangan remaja awal
PEMBUATAN PROGRAM TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN PSIKOEDUKASI DI SEKOLAH “CH” Kepakisan, Anak Agung Gede Tyo Janardana; Sandra, Lidia; Retnoningtias, Diah Widiawati; Septiarly, Yashinta Levy
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan anak yang memiliki perbedaan baik secara fisiknya, intelektual, sosial, mental serta emosional dalam perkembangan dan pertumbuhannya dibandingkan dengan anak yang lain. Dalam menjadi shadow teacher untuk Anak inisial K dan inisial J, penulis mengobservasi perilaku anak dan menemukan adanya perilaku seperti tantrum, berlari di kelas dan tidak fokus. Selain itu guru CH masih kurang pemahaman terkait ABK dan penanganan ketika tantrum di kelas Adanya permasalahan tersebut membuat penulis merancang program psikoedukasi untuk guru dan terapi untuk ABK. Hasil dari program psikoedukasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terkait ABK dilihat hasil pre-test yaitu dengan skor 80 dan hasil post-test dengan skor 100. Hasil dari program terapi menunjukkan kurang efektif dilihat dari hasil SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire). Pada anak inisial K terdapat penurunan pada aspek hiperaktivitas. Namun pada aspek, masalah perilaku, emosional, dan masalah teman sebaya mengalami peningkatan dan aspek prososial tidak mengalami peningkatan atau penurunan setelah dilakukannya intervensi terapi. Pada anak inisial J terdapat penurunun pada aspek hiperaktivitas dan masalah perilaku namun tidak terdapat peningkatan atau penurunan pada aspek emosional, masalah teman sebaya dan prososial setelah intervensi terapi.
Profile of emotional intelligence of junior high school students Retnoningtias, Diah Widiawati; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v7i1.30262

Abstract

Achieving emotional independence is one of the developmental tasks of adolescents. Previous studies have found differences in levels of emotional intelligence among adolescents. Initial studies show that the emotional intelligence of junior high school students is not optimal, especially in regulating emotions. The existence of gaps between various literature studies, gaps between literature studies and field studies, and the unavailability of research on the level of emotional intelligence, especially among students at one of the junior high schools in Denpasar, raises questions from researchers regarding the actual level of emotional intelligence of students at one of the junior high schools in Denpasar. The purpose of this study was to determine the level of emotional intelligence in students at a junior high school in Denpasar. Emotional intelligence is measured using the Emotional Intelligence Scale. The research method is descriptive quantitative. The sample was students at one of the junior high schools in Denpasar. A total of 387 respondents were determined through simple random sampling technique. The results showed that 3.87% of respondents were in the very low category, 26.87% in the low category, 40.83% in the medium category, 20.16% in the high category, and 8.27% in the very high category. The conclusion of this study is that the emotional intelligence of junior high school students has not developed optimally. The results of the study can be a reference for further researchers regarding psychological interventions to improve respondents' emotional intelligence.
Hubungan antara Regulasi Emosi dengan Bullying pada Siswa SMA X di Bali Beatrice Soli Malo; Diah Widiawati Retnoningtias; Gretty Henofela Huwae
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i3.644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan perilaku bullying pada siswa SMA. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa bullying merupakan salah satu masalah sosial yang sering terjadi di kalangan remaja, khususnya siswa SMA, yang dapat menimbulkan dampak merugikan. Regulasi emosi sendiri diyakini memiliki peran penting dalam mengelola perilaku sosial, termasuk agresi. Teori yang melandasi penelitian ini adalah teori regulasi emosi yang menjelaskan kemampuan individu untuk memantau, mengevaluasi, dan memodifikasi reaksi emosionalnya, serta teori bullying yang mengkaji bentuk-bentuk kekerasan dan perundungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada sampel penelitian, yaitu siswa SMA. Alat ukur yang digunakan Skala Regulasi Emosi dan Kuesioner APRI (Adolescent Peer Relations Instrument). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif dengan arah hubungan yang kuat dan signifikan antara regulasi emosi dengan bullying.
Gambaran Adversity Quotient Septiarly, Yashinta Levy; Retnoningtias, Diah Widiawati; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v15i1.1213

Abstract

Tingkat daya juang atau adversity quotient merupakan hal yang penting dimiliki oleh mahasiswa untuk dapat menghadapi kesulitan dan tantangan yang berhubungan dengan akademis dan non-akademis. Adversity sering kali dikaitkan dengan kemampuan individu yang dihubungkan dengan kemampuan pembelajaran dan perkembangan kemampuan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil mahasiswa tingkat awal di salah satu universitas swasta A di Bali. Penelitian ini melibatkan 214 mahasiswa semester satu dan tiga dari 13 program studi jenjang sarjana (S1). Hasilnya menunjukkan secara umum, daya juang mahasiswa berada pada kategori sedang. Sementara lainnya adalah kategori sangat rendah hingga tinggi. Hasil analisis dengan chi-square menyatakan bahwa ada perbedaan Adversity Quotient (AQ) berdasarkan program studi sedangkan tidak ada perbedaan skor AQ berdasarkan semester.
Stres infertilitas dan kepuasan pernikahan Sugianto, Lydia Devy; Retnoningtias, Diah Widiawati; Adhi, Ni Ketut Jeni
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2022): November
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v4i2.24496

Abstract

Penelitian terdahulu menunjukkan perbedaan hasil terkait korelasi antara stres infertilitas dan kepuasan pernikahan. Perbedaan hasil penelitian tersebut memunculkan pertanyaan peneliti mengenai bagaimana sesungguhnya kaitan antara stres infertilitas dengan kepuasan pernikahan. Penelitian ini dilakukan untuk memastikan korelasi antara stres infertilitas dan kepuasan pernikahan pada perempuan yang belum memiliki anak. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode korelasional.   Populasi penelitian adalah perempuan menikah yang belum memiliki keturunan di Bali. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 119 perempuan infertil dengan rentang usia 20-40 tahun, telah menikah lebih dari satu tahun, belum memiliki anak, sedang tidak dalam program penundaan kehamilan atau penggunaan alat kontrasepsi, serta bertempat tinggal di Bali. Pengukuran stres infertilitas dilakukan dengan COMPI Fertility Problem Stress Scale yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan terdiri atas 9 aitem. Pengukuran kepuasan pernikahan menggunakan ENRICH Marital Satisfaction Scale yang terdiri atas 15 aitem. Hasil uji korelasi dengan menggunakan Spearman’s rho menunjukkan nilai signifikasi 0.000 (p<0,01) dengan koefisien korelasi sebesar r=-0.361. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan ada korelasi negatif yang sangat siginifikan antara stres infertilitas dan kepuasan pernikahan.
Self-acceptance perempuan dengan infertilitas Retnoningtias, Diah Widiawati; Oktaria, Berliana Sari
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v5i2.27060

Abstract

Belum hadirnya anak memunculkan tekanan psikologis, yang dapat diatasi dengan coping. Studi terdahulu menunjukkan coping dilakukan dengan menghindar. Hal ini menunjukkan belum terwujudnya penerimaan diri. Dua studi terdahulu menunjukkan perempuan dengan infertilitas memiliki penerimaan diri negatif dan positif. Perbedaan ini memunculkan pertanyaan mengenai tingkat penerimaan diri perempuan dengan infertilitas. Tujuan penelitian adalah mengkaji tingkat penerimaan diri perempuan dengan infertilitas. Penerimaan diri diukur dengan Unconditional Self-Acceptance-short scale (USAQ-short Scale). Metode penelitian adalah kuantitatif deskriptif. Sampel adalah perempuan menikah minimal satu tahun dan belum memiliki keturunan. Sebanyak 68 sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan 2,9% subjek berkategori rendah, 27,9% berkategori sedang, dan 69,1% berkategori tinggi.  Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa perempuan dengan infertilitas mampu menerima diri sendiri. Hasil penelitian menjadi acuan penelitian selanjutnya mengenai intervensi penerimaan diri bagi perempuan dengan infertilitas. 
Coping Stress pada Mahasiswa saat Menyusun Skripsi Akhir di Universitas Dhyana Pura Setyanata, Dicky Helmi; Retnoningtias, Diah Widiawati; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses coping stress yang digunakan mahasiswa dapat membantu mengurangi sumber stres saat penyusunan skripsi, dan jenis coping apa saja yang digunakan mahasiswa saat mengalami stres ketika penyusunan skripsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi yang dilakukan terhadap mahasiswa semester akhir Universitas Dhyana Pura yang melakukan penyusunan skripsi. Penelitian ini berfokus pada coping stres yang digunakan saat mahasiswa merasakan tekanan stres dan hambatan penyusunan skripsi. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah setiap subjek bisa menyusun skripsi dengan lebih baik dan termotivasi, dan coping tersebut bisa membantu subjek untuk meyelesaikan skripsi dengan tepat waktu
Gambaran Penerimaan Diri Pada Ibu Yang Mengalami BABY BLUES SYNDROME Pasca Melahirkan Anak Pertama Perdana, I Gede Audric Satria; Retnoningtias, Diah Widiawati; Hardika, I Rai
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i2.3143

Abstract

Babyblues Syndrome merupakan gangguan Psikologis yang dapat dialami oleh Ibu pasca melahirkan. Umumnya babyblues syndrome lebih banyak dialami oleh ibu yang baru melahirkan anak pertama karena kurangnya pengalaman yang dimiliki oleh ibu dalam mengasuh buah hati. Penerimaan diri menjadi salah satu hal yang essensial bagi ibu. Dengan memiliki penerimaan diri yang baik, seorang ibu akan dapat lebih mudah untuk mengasuh buah hatinya serta menerima status barunya menjadi seorang ibu. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan bersama tiga ibu postpartum dengan usia anak 0-3 bulan. Teknik yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari ketiga narasumber memiliki penerimaan diri yang baik karena terpenuhinya aspek-aspek penerimaan diri pada ketiga narasumber walaupun diawal ketiga narasumber memiliki pengalaman yang berbeda-beda dalam menyambut kehadiran buah hati namun saat ini sudah mampu untuk menerima kehadiran buah hati dengan baik.