Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Masyarakat Madani Perspektif Al-Qur’an: Prinsip-prinsip Pembentukan dan Relevansi di Era Modern Andi Sitti Emeralda Ria; Muhammad Yusuf; Hasyim Haddade
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 24 No. 1 (2025): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/refleksi.v24.i1.44445

Abstract

This article presents an in-depth analysis of the concept of madani society (civil society) from the Qur’anic perspective, understood as an ideal social order founded upon justice, welfare, and democratic values. The study aims to formulate the fundamental principles underlying the formation of a madani society and to underscore their relevance in responding to the challenges of globalization, pluralism, and shifting power dynamics in the modern era. The research employs a qualitative methodology based on library research with a descriptive-thematic (mawḍū‘ī) analytical approach. Primary data are drawn from key Qur’anic verses—Q. al-Nisā’ 58, al-Ḥujurāt 13, al-Shūrā 38, and al-Baqarah 143—supported by authoritative exegetical works by Ibn Kathīr, al-Qurṭubī, and Sayyid Quṭb. The findings indicate that the conceptual blueprint of a madani society is constructed upon four foundational principles: (1) justice as the ethical and legal cornerstone; (2) equality of human dignity, which rejects discrimination and affirms diversity; (3) consultation (shūrā) as a participatory political mechanism to prevent authoritarianism; and (4) moderation (ummatan wasaṭan) as a moral and spiritual framework. The study argues that these principles position madani society as an essential counter-power through the implementation of amr bi al-ma‘rūf wa nahy ‘an al-munkar as a form of social accountability. Consequently, the Qur’anic conception of madani society offers not only a theoretical framework but also an ethical-operational foundation for establishing a just, harmonious, and inclusive social order in contemporary contexts.
Al Tawakkal dalam Al Qur’an Andi Iting; Muhammad Yusuf; Hasyim Haddade
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.380

Abstract

Artikel ini membahas tentang tawakkal dalam Al-Qur'an dan ditulis dengan menggunakan metode tafsir tematik. Dalam analisisnya, penulis terlebih dahulu menentukan topik, setelah itu mencari ayat-ayat yang berkaitan dengan topik dan dilanjutkan dengan mengulas ayat-ayat yang terkumpul. Al-Qur'an menyebutkan banyak ayat yang berkaitan dengan perintah untuk percaya kepada Allah dan menyerahkan semua hasil setelah usaha yang sungguh-sungguh. tawakal itu adalah menyerahkan segala keputusan dari usaha dan ikhtiar itu kepada Allah. Quṭb pula menyebut tawakal itu adalah suatu usaha yang dibarengi berserah kepada Allah akan keputusannya. Tawakkal itu menunjukkan kelemahan manusia di hadapan Allah . Tawakal adalah sepenuhnya menyerahkan atau menyandarkan semua urusan kepada satu- satunya objek tunggal yaitu Allah penjamin mutlak, pencukup rezeki dan penguasa segala urusan kehidupan. Penyerahan yang dimaksud di sini tidak hanya sekedar pasrah saja, akan tetapi penyerahan yang harus didahului ikhtiar atau usaha terlebih dahulu.