Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK BUDAYA PEMASARAN RELIGIUS TERHADAP RAMADHAN EFFECT Kharisma Firdaus; Fajar Ramadhan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30899

Abstract

Bulan Ramadhan memiliki dampak signifikan terhadap perilaku konsumen dan strategi pemasaran. Dalam penelitian ini, akan meneliti bagaimana budaya pemasaran religius mempengaruhi kebutuhan konsumen dan strategi pemasaran pedagang pasar tradisional selama bulan Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen meningkat secara drastis selama bulan Ramadhan, dengan pedagang tradisional menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan konsumen yang meningkat. Strategi pemasaran yang efektif digunakan oleh pedagang tradisional termasuk improvisasi dalam menghadapi tantangan ketersediaan barang dan meningkatkan kualitas produk. Dalam analisis deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka, tema utama yang muncul adalah tantangan dalam memenuhi permintaan konsumen, persaingan dari pedagang lain, kesulitan dalam menjaga kualitas produk, serta perubahan perilaku konsumen. Pedagang tradisional yang beroperasi selama bulan Ramadhan harus memiliki strategi yang adaptif untuk menghadapi perubahan ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa budaya pemasaran religius mempengaruhi kebutuhan konsumen dan strategi pemasaran pedagang tradisional selama bulan Ramadhan. Hasil penelitian ini dapat membantu pedagang tradisional dalam meningkatkan efektivitas strategi pemasaran dan memenuhi kebutuhan konsumen yang meningkat selama bulan Ramadhan.
Comparison of Microclimate Characteristics Based on Air Temperature in Vegetated Areas and Residential Areas in Palopo Ari Affandy Mahyuddin; Rahmat Hidayat Dongka; Fajar Ramadhan
Jurnal Penelitian Kehutanan BONITA Vol. 8 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55285/tk18xf12

Abstract

The city of Palopo, a developing city on the eastern coast of South Sulawesi, is experiencing the intensive conversion of green spaces into residential in tandem with ongoing urbanization, a process that has direct implications for urban microclimate dynamics but has not yet been extensively studied through direct field measurements in this region. This study aims to analyze and compare microclimate characteristics based on air temperature parameters between vegetated areas and residential areas in Palopo City. Measurements were taken at ten sampling points, five in vegetated areas and five in residential areas, during three time periods (morning, noon, and afternoon) using a DHT11 digital temperature sensor. The data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, and an independent samples t-test. The results showed that the average air temperature in vegetated areas was 29.46 °C, significantly lower than that in residential areas, which reached 30.40 °C, with an average difference of 0.94 °C (t = 6.78; p < 0.001; df = 8). The largest temperature difference was recorded during the day (1.38 °C), reflecting the contrast in heat absorption and release patterns between the vegetation canopy and the hard surface materials of residential areas. The daily temperature amplitude in vegetated areas (1.66 °C) is narrower than that in residential areas (2.68 °C), confirming the role of vegetation as a thermal buffer that stabilizes microclimate conditions. These findings provide an empirical basis for understanding the characteristics of tropical urban microclimates and for more measured planning of green open space distribution in the city of Palopo. 
Kinerja dan Biaya Aplikasi Herbisida Pratumbuh Menggunakan Drone dan Knapsack Sprayer pada Tebu Plant Cane Iwan Era Syahputra; Mawar Indah Peranginangin; Fajar Ramadhan
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Vol. 5 No. 1 (2026): April: JURRIT: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrit.v5i1.9988

Abstract

Pre-emergence herbicide application in plant cane sugarcane must be completed within a narrow operational window, making work capacity, labor requirement, and unit cost central to method selection. This study compared the operational performance and cost of a drone sprayer and a conventional knapsack sprayer at PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Kebun Sei Semayang. A quantitative descriptive-comparative design was applied to 38 operational days during the 2025/2026 planting season, comprising 20 drone days and 18 conventional days. Actual work capacity and labor requirement were tested using the Mann–Whitney U test, while costs were evaluated descriptively through one-way sensitivity and break-even analyses. The drone achieved 10.93 ha/day, approximately 4.03 times the conventional capacity of 2.71 ha/day. Labor requirement was 0.2506 man-days/ha for the drone and 1.3160 man-days/ha for the conventional method. Both differences were significant (p < 0.001) with large effect sizes. Nevertheless, drone application cost IDR 804,043/ha, 5.95% above the conventional cost of IDR 758,908/ha. Cost parity occurred at a drone service tariff of IDR 216,838/ha or a conventional field cost of IDR 252,942/ha. The drone is therefore preferable for time- and labor-constrained operations, whereas the conventional method remains economical under the current cost structure.
Rancang Bangun dan Analisis Kinerja Kondensor Double Pipe untuk Proses Destilasi Uap Hasil Pirolisis Aspal Fajar Ramadhan; Fahmi Vahlevi Haetami; Muhammad Pramuda Nugraha S.
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 2 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i2.3888

Abstract

Aspal merupakan material hidrokarbon kompleks yang berpotensi dikonversi menjadi fraksi hidrokarbon yang lebih ringan melalui proses pirolisis. Uap hasil pirolisis perlu dikondensasikan untuk memperoleh fraksi cair dan memisahkannya dari gas non-kondensabel. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat kondensor double pipe untuk proses destilasi uap hasil pirolisis aspal pada sistem reaktor berkapasitas 10 liter serta menganalisis karakteristik termal dan aliran pada rancangan tersebut. Metode penelitian meliputi identifikasi karakteristik uap, penentuan beban panas, pemilihan tipe dan material kondensor, perhitungan perpindahan panas, optimasi dimensi, pembuatan gambar teknik, fabrikasi, serta pemeriksaan kebocoran. Kondensor dirancang menggunakan Stainless Steel 304 dengan konfigurasi aliran counter-flow dan dua tahap pendinginan. Beban panas yang harus dilepaskan ditentukan sebesar 598,5 kJ untuk basis 1 kg aspal. Hasil perhitungan menunjukkan temperatur rata-rata fluida panas sebesar 247,5 °C dan fluida dingin sebesar 20,35 °C. Bilangan Reynolds masing-masing sebesar 522 pada sisi panas dan 8817 pada sisi dingin. Koefisien perpindahan panas film sebesar 45,75 kcal/h·m²·°C pada sisi panas dan 1749,13 kcal/h·m²·°C pada sisi dingin, sedangkan pressure drop masing-masing sebesar 0,000 bar dan 0,008 bar. Variasi dimensi menunjukkan bahwa kombinasi diameter shell 46,8 mm dan diameter tube 25,4 mm memberikan performa perpindahan panas tertinggi pada kondisi optimasi yang dianalisis. Perhitungan efektivitas pada kondisi desain menghasilkan nilai 0,94 atau 94%. Prototype berhasil difabrikasi menggunakan Stainless Steel 304 melalui proses pemotongan, pengeboran, penyelarasan, dan pengelasan TIG. Pemeriksaan awal menggunakan water leak test menunjukkan tidak ditemukan kebocoran pada sambungan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan kondensor double pipe dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sistem kondensasi uap hasil pirolisis aspal skala laboratorium.