Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

MENGABDI KYRIOS DALAM KAIROS (Suatu Ulasan atas Karya Pastoral Kaum Religius di Keuskupan Agung Medan) Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 3 No 2 (2004): Juni 2004
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v3i2.388

Abstract

It is a task of the Church to tell the world of God's love at whatever time. She is called to be an internally significant and externally relevant Church. How is the Catholic Church able to share a spirituality meaningful and fruitful life with today's people? In order to be able to commit that call, She has to discern the signs of times or kairos. The Catholic Church of Arcdiocese of Medan is also assigned to that task, so that she can give adequate responses to the needs of the faithful and society she faces with. The more she can truely and ecxactly response to the signs of times, the more she can help people to think and act in terms of God. The way of the Church of Arcdiocese of Medan puts them into practise, is the formulation of her vision and mission in the booklet released on March 25th, 2002.
MANTAN ORDO KAPUSIN PROVINSI MEDAN DARI TAHUN 2000 HINGGA 2012: KAUSA PENGUNDURAN DIRI Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 14 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v14i1.405

Abstract

It is an undeniable fact that the number of young Capuchin candidates whohave not been ordained priests from 2000 to 2012 resign, at their own choice anddecision, from the Capuchin Order of Medan Province. This fact raises thequestion “Why did they withdraw from the Capuchin Order of the Province ofMedan?” To answer this question we used exploratory research and methods ofexit interview and exit questionary. It was found that there is a causalrelationship between the increasingly firm belief in the inability to live celibateand the reason for withdrawing from the Capuchin Order of the Province ofMedan. This finding is useful for finding ways that can help the CapuchinOrder of the Province of Medan be able to monitor early gifts of celibacy orfamily life in candidates, such as when candidates are still in postulancy ornovitiate.
PERANAN AGAMA DALAM PEMBANGUNAN KABUPATEN SAMOSIR Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 12 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v12i1.862

Abstract

Agama pasti memberi peranan signifikan dalam pembangunan manusia, sebab agama-agama mengajarkan kepada para penganutnya hal-hal yang secara moral baik dan benar. Bahwa beberapa penganut agama belum berperilaku sesuai dengan ajaran agamanya, sebagaimana terdapat dalam Statistik Kabupaten Samosir, tidaklah dengan sendirinya meniadakan atau menyangkal peranan agama dalam pembangunan masyarakat. Sarasehan tentang “Peranan Agama dalam Pembangunan Kabupaten Samosir” yang diorganisir oleh Pemerintah Kabupaten Samosir dan dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat bertujuan untuk mendongkrak relevansi dan kontribusi agama, khusunya para penganut agama, dalam meningkatkan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik, adil, jujur dan damai. Untuk tujuan itu, salah satu peranan signifikan agama yang dielaborasi dalam tulisan ini adalah edukasi moral. Karena mayoritas besar penganut agama yang terdapat di Kabupaten Samosir adalah Kristen, maka edukasi moral itu didekati dari sudut kekristenan. Edukasi moral itu terkadung dalam Alkitab, khususnya dalam dekalog atau Sepuluh Perintah Allah. Tiga abad sebelum kekristenan, landasan moral ini telah digariskan oleh Aristoteles.
COMMUNION AND DIALOGUE FOR MISSION IN THE CONTEXT OF ASIA Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 13 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i1.868

Abstract

Gereja Katolik adalah Gereja yang berciri misioner. Dimensi misioner ini diterima dari Allah Tritunggal. Karena itu Gereja tidak ada tanpa misi. Karena misilah maka Gereja didirikan. Namun demikian dalam konteks Asia di mana terdapat agama-agama besar dunia, tidaklah mudah melaksanakan misi apabila misi dimengerti secara sempit yakni mewartakan Yesus Kristus sebagai satusatunya Juruselamat kepada orang yang belum menjadi warga Gereja. Berdialog dengan penganut agama yang berbeda pada level hidup sehari-hari merupakan kewajiban bagi penganut agama yang berbeda di Asia, tak terkecuali umat Katolik. Di sanalah umat Katolik memberi kesaksian tentang imannya yang menawan bagi penganut agama lainnya sebab bukan jumlah umat yang menjadi tekanan utama, melainkan Kerajaan Allah makin dialami umat beriman yang saling berinteraksi.
PARISH RENEWAL: A CATHOLIC CHARISMATIC RENEWAL APPROACH Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 10 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v10i2.876

Abstract

Parish renewal is about renewal of the faith and life of the faithful in the parish. It implies that every single member of the parish, due to the sacrament of initiation received, is called to live out their faith. In reality, however, not every one of the faithful is concernedabout the renewal. There are Catholics who are not practicing their faith anymore, not going to church on Sundays and the days of obligation. The Catholic Charismatic Renewal (CCR),as one of the ecclesial movements recognized within the Catholic Church, seems to have got something to offer for such a renewal, that is their personal experience of being touched, renewed, and strengthened by the Holy Spirit.
SEBUAH TANGGAPAN ATAS EMPAT DOKUMEN YANG DIKELUARKAN DAN DISAHKAN OLEH KONFERENSI WALI GEREJA INDONESIA TENTANG PEMBARUAN KARISMATIK KATOLIK INDONESIA Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 10 No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v10i1.884

Abstract

The Indonesian bishops have issued four documents in which they state their pastoral responses to the Indonesian Catholic Charismatic Renewal (CCR). The 1993 Various Charisms, One Spirit, addressed to all Catholics of Indonesia, gives significant attention to CCR Service Committees at various levels and briefly the term ‘baptism in the Holy Spirit’. The 1995 The Renewal of Christian Lifewas a revision of the 1983 Pastoral Guidelines,is particularly addressed to Indonesian CCR and speaks of issues among which are ‘baptism in the Holy Spirit’, praying in tongues, and Service Committees. These 1993 and 1995 documents will be reviewed since they speak, although briefly, about the issue of ‘baptism in the Holy Spirit’. This article is a critical comment on the documents and recommends their  need for revision.
DAMPAK POSITIF HARI KAUM MUDA SEDUNIA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN DAMPAK POSITIF ITU Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 11 No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v11i2.1532

Abstract

Hari Kaum Muda Sedunia (HKMS) telah terselenggara 29 kali antara kaum muda dengan Paus dengan agenda yang meliputi: prosesi dengan membawa Salib Tahun Penebusan dan ikon Bunda Maria, adorasi, katekese, sakramen reskonsiliasi dan misa penutupan. HKMS membutuhkan banyak biaya dan orang-orang yang berkehendak baik dan sukarela. HKMS tidak terlepas dari protes dan kritik berkaitan dengan biaya dan sikap Gereja Katolik terhadap isu-isu tertentu seperti alat kontrasepsi dan perkawinan sejenis. Menghadapi protes dan kritik itu, kaum muda yang terlibat dalam HKMS menunjukkan perilaku baik dengan tidak bertindak kasar dan arogan. Mereka menahan diri bahkan berdoa di tengah-tengah orang-orang yang menghina dan mencemoohkan mereka.
TERIMALAH SATU AKAN YANG LAIN: Pendekatan Filosofis dan Teologis atas Otherness Simanullang, Gonti
LOGOS Vol. 19 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v19i1.1640

Abstract

Tolerance and the golden rule are taught by the world's religions, including the religions in Indonesia. The practice of tolerance and of the golden rule in multicultural Indonesian society is a real experience that needs to be improved. From the philosophical and theological point of view otherness must be accepted, recognized, appreciated, and enriched for the sake of a beautiful and peaceful common life in this world. In this article, the beauty of otherness is explored. The exploration tells us it is urgent to constantly promote the golden rule among adherents of different religions in Indonesia and the need for Catholics in Indonesia to be more precise in making real the adage 100% Catholic and 100% Indonesian.
MEMAKNAI PENGALAMAN UMAT MUSLIM YANG BEKERJA DI LEMBAGA KATOLIK: Suatu Penelitian Fenomenologis Simanullang, Gonti
LOGOS Vol. 19 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v19i2.2018

Abstract

It is common to find adherents of the Islamic faith working in Catholic institutions such as in St. Peter’s Diocesan Formation House, Faculty of Philosophy of St. Thomas Catholic University, the Alverna Capuchin Fraternity, and the Nagahuta Franciscan Formation House (RPF), Simalungun Regency. The former three Catholic institutions are located in Sinaksak, Tapian Dolok District, Simalungun Regency. Dozens of Muslims have worked in one of these Catholic institutions for between 4-30 years. By interviewing five of them about their experiences working in Catholic institutions, significant perceptions and experiences were obtained, namely: conducive workplace, tolerance, dialogue, friendship, religion, and hope. Coexistence between Muslims and Catholics departs from and is grounded in humanity or the same dignity of human beings
KESADARAN MORAL ORANG MUDA KATOLIK SEBAGAI MASA KINI ALLAH MENURUT PAUS FRANSISKUS DALAM SERUAN APOSTOLIK PASCA SINODE CHRISTUS VIVIT Moa, Antonius; Lahagu, Toni; Antono, Yustinus Slamet; Simanullang, Gonti
LOGOS Vol. 20 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v20i1.2550

Abstract

Dewasa ini, manusia berada dalam suatu periode baru dalam perjalanan sejarah hidupnya. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, terutama jaringan telekomunikasi sosial memberi andil yang sangat besar dalam perubahan yang demikian pesat dan bersifat global bagi kehidupan manusia. Kemajuan yang pesat tersebut terjadi ibarat “pedang bermata dua”. Di satu sisi, kemajuan tersebut membawa dampak yang positif, serentak di disisi lain membawa juga dampak negatif. Dampak positif membawa manusia kepada kemajuan-kemajuan yang dicapai melampaui periode sebelumnya. Sebaliknya, dampak negatif membawa manusia ke dalam situasi kehidupan yang dilematis, sehingga mengakibatkan banyak orang “terendam dalam krisis” nilai moral. Orang muda sebagai generasi penerus kehidupan tidak luput dari situasi krisis tersebut. Banyak orang muda ikut terpapar oleh pengaruh tawaran kehidupan yang menggiurkan. Pada kahirnya, mereka jatuh pada kenikmatan-kenikmatan sesaat tanpa makna. Orang muda Katolik sebagai masa depan dan pengemban misi Gereja yang hidup dalam arus perubahan ini juga tidak luput dari situasi kehidupan yang dilematis tersebut. Mereka ikut terendam dalam situasi krisis nilai-nilai moral. Akibatnya, banyak orang muda Katolik tidak mampu berkembang dalam kekudusan dan komitmen panggilan mereka sebagai masa kini Allah. Melihat realitas perubahan terebut, Paus Fransiskus melalui Seruan Apostolik Christus Vivit mengajak orang muda dan semua umat Allah untuk menyadari kebaruan dan kemudaan Kristus. Panggilan orang muda Katolik sebagai masa kini merupakan karunia istimewa Allah untuk mewujudkan kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai manusia. Masa muda dipenuhi dengan suka cita dan harapan-harapan besar. Pada masa ini orang muda memiliki mimpi yang besar menuju hidup yang lebih baik dan indah. Untuk itu, orang muda Katolik hendaknya memiliki kesadaran dan pemahaman akan situasi serta posisi kemudaanya yang begitu penting bagi Gereja dan kehidupan manusia.