Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Effectiveness of Education Through Digital Media to Improve Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) Skills in Guidance Center Students in Malaysia Maesaroh Lubis; Neni Nuraeni; Lilis Lismayanti; Mujiarto Mujiarto; Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny; Asep Setiawan; Miftahul Falah
International Journal of Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): International Journal of Educational Research
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijer.v2i2.339

Abstract

Digital transformation in health education opens up innovative opportunities to improve clean and healthy living behavior skills in the adolescent population. This study aims to analyze the effectiveness of education through digital media in improving clean and healthy living behavior skills in guidance studio students in Malaysia. The research method uses a mixed-method approach with a participatory action research design that integrates cooperative learning as the main strategy. The subjects of the study involved 32 students of Sanggar Bimbingan Kampung Pandan Malaysia consisting of 18 male students and 14 female students with an age range of 12-16 years. The intervention was carried out for 12 weeks using the "PHBS Digital Learning" application platform that integrates interactive multimedia features, quizzes, virtual simulations, and group discussion forums. Data collection was carried out through validated pre-test and post-test instruments with a Cronbach's Alpha reliability of 0.847. The results showed a significant increase in the composite knowledge score of 56.0% with a very large effect size (Cohen's d = 4.22), while practical skills increased by an average of 63.2% across all indicators. The digital platform facilitated 847 discussion posts with high engagement levels, reaching an average usage duration of 47.3 minutes per session. The transformation of student attitudes experienced a substantial increase from an average score of 2.3 to 4.2 on a scale of 1-5, with behavioral sustainability maintained by up to 78.1% of students in the follow-up evaluation. This study proves that digital media has high effectiveness in improving clean and healthy living behavior skills through the integration of cooperative learning and digital technology that creates a comprehensive and sustainable learning ecosystem.
Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah dengan Pendekatan Fit for School dalam Perspektif Islam Setiawan, Asep; Miftahul Falah; Lilis Lismayanti; Neni Nuraeni; Mujiarto; Elfan Fanhaz Khomaeny; Maesaroh Lubis
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 2 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.501

Abstract

Peningkatan derajat kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama di lingkungan sekolah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai PHBS melalui pendekatan Fit for School yang mengintegrasikan praktik kebersihan dengan edukasi kesehatan berbasis Islam. Kegiatan ini meliputi ceramah kesehatan, praktik cuci tangan enam langkah, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat. Sebelum edukasi, hanya 40% siswa yang memahami cara mencuci tangan dengan benar, sedangkan setelah edukasi, persentase ini meningkat menjadi 90%. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan, baik dalam sesi edukasi maupun praktik langsung. Program ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis praktik lebih efektif dibandingkan hanya metode ceramah dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap PHBS. Oleh karena itu, implementasi PHBS dengan pendekatan Fit for School dalam perspektif Islam direkomendasikan untuk terus diterapkan di lingkungan sekolah guna membentuk pola hidup sehat yang berkelanjutan.
PENGUATAN BISNIS SYARIAH SEBAGAI STRATEGI MITIGASI DAMPAK PROTEKSIONISME DAN KETIDAKPASTIAN EKONOMI GLOBAL Ikhwan Aulia Fatahillah; Linda Novianti; Neni Nuraeni
Gunung Djati Conference Series Vol. 56 (2025): Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya proteksionisme telah mengganggu stabilitas perdagangan dan investasi internasional. Oleh karena itu, Indonesia turut merasakan dampaknya melalui fluktuasi nilai tukar dan tekanan pada neraca perdagangan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari berbagai sumber ilmiah dan kebijakan terkini. Hasil analisis menunjukkan bahwa bisnis syariah, dengan prinsip keadilan, transaksi berbasis aset, dan sistem bagi hasil, mampu mengurangi risiko spekulatif serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Selain itu, sektor ini berkontribusi pada inklusi keuangan dan pemberdayaan UMKM. Pemerintah melalui KNEKS dan OJK telah mendorong penguatan ekosistem syariah melalui kebijakan seperti RP3SI dan pengembangan industri halal. Oleh karena itu, bisnis syariah memiliki potensi strategis dalam meningkatkan resiliensi ekonomi nasional di tengah proteksionisme dan ketidakpastian global.
ANALISIS HAMBATAN BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATERI PENYAJIAN DAN INTERPRETASI DATA Neni Nuraeni; Ika Fitri Apriani; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31203

Abstract

Pembelajaran Matematika tingkat dasar merupakan tahapan yang esensial untuk menanamkan suatu konsep dasar matematika secara utuh. Namun, dalam pelaksanaannya tentu tidak terlepas dari ditemukannya berbagai hambatan, baik yang dialami oleh siswa maupun guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memahami hambatan belajar yang dialami oleh siswa kelas IV serta faktornya pada penyajian materi dan interpretasi data dalam bentuk diagram batang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan partisipan penelitian terdiri dari guru kelas serta 17 siswa kelas V di salah satu sekolah dasar di Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, tes, dan dokumentasi. Instrumen tes terdiri dari lima soal uraian dengan tingkat kesukaran yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami 2 jenis hambatan yaitu hambatan epistemologis yang ditunjukkan dengan dua jenis hambatan, yaitu 1) siswa tidak mampu menyajikan data dalam diagram batang dengan tepat, dan 2) siswa tidak mampu membaca dan menafsirkan data dengan tepat serta hambatan kedua yang ditemukan adalah hambatan didaktik berupa kurangnya persiapan pembelajaran yang dilakukan guru untuk mengajarkan materi ini. Kurangnya pemahaman siswa terhadap suatu konsep secara utuh serta minimnya penggunaan metode, media, dan bahan ajar yang bervariasi dan relevan menjadi faktor terjadinya hambatan tersebut.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PROGRAM GERAKAN RAMAH LANSIA (GERASIA) DI KECAMATAN CIBEUREUM Ida Rosidawati; Neni Nuraeni; Lilis Lismayanti; Ubad Badrudin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40239

Abstract

Jumlah penduduk lanjut usia (usia 60 tahun keatas) di Indonesia terus menerus meningkat. Seseorang saat memasuki masa lanjut usia, sedikitnya ada lima masalah yang biasa mereka hadapi yaitu; kondisi mental, keterasingan, post power syndrome, masalah ekonomi dan masalah penyakit. Melihat pokok-pokok masalah yang sering dihadapi oleh lansia, maka kondisi tersebut menjadi tanggungjawab bersama khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kecamatan Cibeureum sebagai organisasi yang menaruh perhatian pada pelayanan kesehatan pada Masyarakat terutama Kesehatan dan kesejahteraan lansia. Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kecamatan Cibeureum adalah sebuah organisasi Perempuan yang menjadi wadah untuk mencoba memberikan solusi-solusi kongkrit atas permasalahan-permasalahan sosial yang ada. Salah satu solusi dalam penyelenggaraan Program Gerakan Ramah Lansia (Gerasia). Kegiatan Gerasia meliputi kajian rohani (Pengajian), Pemeriksaan Kesehatan, Edukasi Kesehatan, Baksos dan Pemulasaraan Jenazah. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan mahasiswa sehingga tujuan kegiatan ini erat kaitannya dengan program MBKM di kategori proyek kemanusiaan. Kegiatan ini juga erat kaitannya dengan pencapaian IKU UMTAS salahsatunya adalah IKU 2, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, IKU 3, dosen berkegiatan di luat kampus, dan IKU 5, Hasil kerja dosen digunakan Masyarakat
PENERAPAN JUS MENTIMUN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS PEMBANTU SUKAMENAK Tanti Suhartini; Neni Nuraeni
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka prevalensi hipertensi di Indonesia bahkan di dunia saat ini sangat tinggi dan terus meningkat Hipertensi ditandai dengan tekanan darah yang tinggi. Dampak bila tekanan darah tinggi akan mengakibatkan stroke salah satunya bahkan bertambahnya angka kematian. Salah satu upaya untuk mencegah tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi dengan pemberian jus mentimun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Subjek dalam studi kasus ini seorang pasien hipertensi. Metode yang digunakan dengan memberikan jus mentimun berdasarkan literatur review melalui search engine google scholar, dalam sehari 1 gelas selama 7 hari berturut-turut divalusi 2 kali dalam 2 minggu. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah diberi tindakan dengan menggunakan spignomanometer. Hasil menunjukan penurunan tekanan sistolik rata-rata 4 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik rata rata 3 mmHg. Kesimpulan pemberian jus mentimun dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Disarankan bagi anggota keluarga dapat memberikan jus mentimun sebagai salah satu upaya terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah.
PENERAPAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PERUM ARJAMUKTI RT 002/007 BLOK D3 NO. 22 Sultan Rahdiyana; Neni Nuraeni
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2b (2022): EDISI PROSIDING WEBINAR NASIONAL DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN “PERAN KOMPLE
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia saat ini meningkat terus dari tahun ke tahunnya dari 23,3 % menjadi 26,5 %. Dampak bila hipertensi tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan angka kematian yang tinggi dan angka penyakit hipertensi menjadi tinggi. Banyak faktor yang dapat menimbulkan hipertensi baik faktor yang dapat diubah atau tidak dapat diubah. Salah satu upaya untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan pemberian nonfarmakologi yang dapat menrunkan tekanan darah pada penderita hipertensi adalah bawang putih tunggal (Allium Sativum). Tujuan laporan ini untuk mengetahui penerapan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah. Subjek laporan ini seorang penderita hipertensi. Metode yang digunakan dengan memberikan rebusan bawang putih berdasarkan literatur review melalui search engine google scholars sebanyak 1 gelas, diminum dua kali sehari, masing-masing ¼ cangkir setiap pagi dan sore hari selama 7 hari dan di evaluasi 2 (dua) kali dalam 2 (dua) minggu. Tekanan darah di ukur sebelum dan sesudah tindakan dengan menggunakan spignomamometer. Hasil studi kasus menunjukan bahwa rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 5 mmHg dan diastolik 4 mmHg. Kesimpulan pemberian bawang putih dapat menurunkan tekanan darah karena pada bawang putih terdapat kandungan Allicin, Allyl methyl thiosulfonate, 1-propenyl allyl thiosulfonate, Y l_glutamyl-s-alkyl-l-cysteine yang mampu menurunkan hiperetnsi. Disarankan bagi keluarga dapat melanjutkan terapi menggunakan bawang putih tunggal sebagai pengobatan alternatif yang mudah dalam menurunkan tekanan darah.