Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Ken Angrok Anak Tunggul Ametung? Buchari Buchari
Antropologi Indonesia No 20 (1975): Berita Antropologi
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Correlation of Tumor Necrosis Factor-Alpha, High Sensitivity C-Reactive Protein, and Disease Activity Score 28 (DAS28) in Rheumatoid Arthritis Patients Buchari Buchari; Cut Murzalina; Nirwana Lazuardi Sary
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 3 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v15i3.15706

Abstract

Diagnostic Value of Serum Procalcitonin in Hospitalized Sepsis Patients Cut Murzalina; Bakhtiar Bakhtiar; Hanifah Yusuf; Buchari Buchari
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 3 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v15i3.15738

Abstract

ANALISIS TINGKAT PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN PENDEKATAN SMK3 DAN RISK ASSESSMENT DI PT. “XYZ” Sirmon Paulus Tarigan; Mangara M Tambunan; Buchari Buchari
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 5 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.526 KB)

Abstract

PT. “XYZ” merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan Tandan BuahSawit (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK). PT. “XYZ” menerapkan programKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai hal yang mutlak dalam upaya meningkatkanproduktivitas dan komitmen pihak perusahaan untuk memenuhi peraturan dan persyaratan yangterkait dengan mutu dan aspek lingkungan K3. Walaupun program K3 telah diterapkan, namunkecelakaan kerja tetap terjadi, seperti luka bakar, memar dan keseleo. PT. “XYZ” memiliki beberapamesin dan peralatan yang memiliki potensi bahaya dan dapat membahayakan karyawan. Berdasarkanhal tersebut, maka PT. “XYZ” perlu menganalisis penerapan program K3, mengidentifikasi sumberbahaya (hazard) dengan pendekatan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3) danrisk assessment. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kuantitatif. Metode pengumpulandata secara observasi dengan audit SMK3 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 50 Tahun2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan program K3 berdasarkan persepsikaryawan berada pada level Kuning dengan nilai tingkat pencapaian sebesar 70,23%. Tingkatpenerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan audit SMK3 menunjukkan PT.“XYZ” berhak untuk mendapatkan sertifikat bendera Emas dengan nilai pencapaian penerapansebesar 87,35%. Untuk tingkat kehilangan/kerugian (loss rate) berada pada kategori Kuning (kerugiansedang). Untuk level tingkat penerapan program K3 pada PT. “XYZ” berada pada level 2 (kategoriCukup Aman). Sedangkan untuk perangkingan bahaya (hazard) dalam kategori bahaya serius (serious)adalah stasiun kerja Pembantingan, kategori bahaya sedang (moderate) yakni stasiun kerja Perebusandan unit kerja Boiler, kategori bahaya kecil (minor) yakni stasiun kerja Pengepresan, Pemurnian danunit kerja Turbin, sedangkan kategori tidak perlu diperhatikan (negligible) yakni stasiun kerjaPengolahan Inti.
PENGARUH GAJI, UPAH, DAN TUNJANGAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. XYZ Khairunnisa Batubara; Buchari Buchari; Sugiharto Pujangkoro
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 5 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.349 KB)

Abstract

Kinerja karyawan merupakan hal yang sangat penting di dalam perusahaan. Rendahnya gaji, upah,dan tunjangan menjadi salah satu faktor rendahnya kinerja karyawan, sehingga PT. XYZ sering sekali tidakdapat memenuhi pesanan pelanggan dan tidak tercapainya target produksi, yang mengakibatkan PT. XYZharus meminta bantuan kepada perusahaan sejenis untuk menyelesaikan order. Bulan Januari 2012- Juli 2012,tercatat selama 6 bulan PT. XYZ tidak dapat memenuhi pesanan pelanggan. Oleh karena itu PT. XYZ inginmengetahui faktor apa yang paling berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Metode pengumpulan dataadalah dengan penyebaran kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai gaji, upah, dan tunjangan kepadakaryawan. Setelah kuesioner disebar dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas untuk mengetahui kelayakankuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software SPSS dan melalui beberapa tahap yaituanalisis regresi linier berganda, uji statistik f, dan uji statistik t. Hasil yang didapat menunjukkan secarasimultan gaji (upah) dan tunjangan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji fyang menghasilkan nilai Fhitung > Ftabel yaitu 25,854 > 3,32. Secara parsial, faktor yang berpengaruh terhadapkinerja karyawan adalah faktor gaji (upah). Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t yang menghasilkan nilai thitung >ttabel, yaitu 6,927 > 2,042 untuk gaji dan 3,646 > 2,570 untuk upah.
ANALISIS PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI BAGIAN PRODUKSI DENGAN 5S DALAM KONSEP KAIZEN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI PT.XYZ Perwira Ginting; Rahim Matondang; Buchari Buchari
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 5 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.689 KB)

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan sarana untuk mencegah terjadinyacedera, cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. PT. XYZ bergerak di bidangperakitan mesin digester dan screwpress serta memproduksi berbagai sparepart yang terdapatpada mesin kelapa sawit. PT.XYZ merupakan salah satu perusahaan yang belum secara optimalmenerapkan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Pekerja PT. XYZ banyak yangmengeluh karena kondisi lingkungan yang tidak teratur atau ergonomis dan belum lengkapnyaalat pelindung diri. Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi di PT. XYZ dari tahun 2008 sampai 2012sebesar 12, 13, 12, 10, dan 15 kecelakaan kerja. Kondisi perusahaan menunjukan bahwa barangatau scrap sisa produksi berserakan di lantai, perusahaan belum menerapkan pengaturanbarang, tidak semua pekerja menjaga kebersihan, dan pekerja mempunyai keahlian namunjarang diawasi pada saat bekerja. Analisis permaslahan dilakukan dengan metode 5S (Kaizen)serta megukur frekuensi rate, Severity rate, dan T Selamat dan Produktivitas kerja. HasilPengukuran frekuensi rate dari tahun 2008 sampai 2012 sebesar 250; 236; 200; 139; 196.Severity rate sebesar 4166,67; 57681,16; 9333,33; 2333,33; dan 10312,50. Dengan T Selamat2009 sampai 2012 sebesar -208,02; -574,16; -157,49; 1339,82. Produktivitas kerja dari tahun2008 sampai 2012 sebesar 0,99583; 0,94231; 0,99067; 0,99767; dan 0,98969. Produktivitas kerjasangat dipengaruhi oleh total jam kerja pekerja dan jumlah jam kerja hilang. Hasil analisisdengan metode 5S (Kaizen).menunjukkan bahwa kondisi aktual tidak sesuai dengan metode 5S(Kaizen).
The Use of Nata de Coco Membrane as Biosensor Material Tri Mulyono; Asnawati Asnawati; Indra Noviandri; Buchari Buchari
Jurnal ILMU DASAR Vol 8 No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.254 KB)

Abstract

Nata de coco has been characterized as filter toward glucose solutions. Standard nata de coco membrane can not be used as membrane because of variations of thickness. It has unequal weight if it was made thinner. Based on its character, nata de coco had been made in various incubation times. Three days incubation time membrane have passed up 76.84 % glucose, 61.15  Lm -2hr -1 flux/permeability. In Low concentration, it’s produced permeate 87% and decrease in increasing concentration. Structures of membrane morphology showed that existence of bovine serum albumin (BSA) in glucose solution possibility didn't influence determination of glucose in blood.
Pengaruh Anemia Terhadap Kegagalan Konversi Sputum Pada Penderita Tuberkulosis Paru Kasus Baru Yang Menjalani Pengobatan Fase Intensif di Instalasi PTT RSUDZA Banda Aceh Sarah Fadlaini; Dewi Behtri Yanifitri; Buchari Buchari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 2: Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.336 KB)

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan anemia. Anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap infeksi. Sistem imun merupakan faktor yang mempengaruhi konversi sputum dan keberhasilan pengobatan. Salah satu target dalam program pemberantasan TB paru saat ini adalah pencapaian angka konversi minimal 80% pada fase awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh anemia terhadap kegagalan konversi sputum pada penderita tuberkulosis paru kasus baru yang menjalani pengobatan fase intensif di Instalasi PTT RSUDZA Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Subjek penelitian terdiri atas 49 pasien di Instalasi PTT RSUDZA Banda Aceh yang diperoleh dengan metode total sampling terhitung dari Januari 2015 sampai Agustus 2016. Hasil penelitian didapatkan frekuensi penderita TB yang anemia (35 pasien), tidak anemia (14 pasien), konversi (77,6%), dan tidak konversi (22,4%). Penderita TB yang anemia terbanyak mengalami konversi sputum yaitu 26 pasien (74,3%). Uji statistik Chi-square menunjukkan nilai p=0,386 (p0,05) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh anemia terhadap kegagalan konversi sputum pada penderita tuberkulosis paru kasus baru yang menjalani pengobatan fase intensif di Instalasi PTT RSUDZA Banda Aceh.Tuberculosis (TB) is a chronic disease and causes anemia. Anemia can suppress immune system-the body's natural defence system. This increases vulnerability to infection. The immune system is a factor that affects sputum conversion and successful anti-tuberculosis drug therapy. One of national tuberculosis programme is to reach sputum conversion rate of 80% after the intensive phase of treatment. The aim of this study is to determine the effect of anemia on delayed sputum conversion among new tuberculosis cases patients during intensive phase of treatment in Instalasi PTT RSUDZA Banda Aceh. The study was designed as cross sectional. The sample of this research is 49 patients in Instalasi PTT RSUDZA by using total sampling  method from Januari 2015 to Agustus 2016. The result of this study showed that among patient with TB, had anemia(35 patients),without anemia (14 patients), conversion (77,6%), dan delayed conversion (22,4%). Most of patient with TB and anemia had sputum conversion (74,3%). The result of Chi-square statistic analysis showed that p=0,386 (p0,05) which means that there is no effect of anemia on delayed sputum conversion among new tuberculosis cases patients during intensive phase of treatment in Instalasi PTT RSUDZA Banda Aceh.
PENGARUH KADAR HEMATOKRIT TERHADAP DERAJAT KLINIS DEMAM BERDARAH DENGUE PADA PASIEN ANAK RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Ikrima Ikrima; Buchari Buchari; Rachmat Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 2: Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.553 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi menular melalui vektor yang disebabkan oleh virus dengue dengan berbagai manifestasi klinis seperti demam, manifestasi perdarahan dan kegagalan sirkulasi. Penyakit ini dapat didiagnosis melalui kriteria klinis dan pemeriksaan laboratorium seperti trombositopenia (trombosit 100.000/ µL) dan hemokosentrasi (hematokrit ≥20%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh kadar hematokrit dengan derajat klinis DBD pasien anak ruang Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan menggunakan data sekunder yaitu rekam medis yang dilakukan pada bulan November 2016. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Total Sampling didapakan 61 pasien yang memenuhi kriteria inkulsi. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0.006 dan nilai r = -0,350 yang berarti adanya pengaruh yang signifikan antara kadar hematokrit terhadap derajat klinis DBD dan sebagain besar responden dengan kadar hematokrit normal dengan diagnosis terbanyak yaitu DBD Derajat II.Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a vector-borne transmitted infections caused by dengue virus with various clinical manifestations such as fever, hemorrhagic manifestations, and circulatory failure. It can be diagnosed by clinical criteria and laboratorium tests such as thrombositopenia (platelet count 100.000/µL) and hemoconcentration (hematocrit ≥20%). The purpose of this study was to assess the effect of hematocrit levels with the degree of clinical DHF child patients Inpatient room at Regional General Hospital dr. Zainoel Abidin Banda Aceh by using secondary data tha medical records were conducted in November 2016. This study is observational analytic with cross sectional design. Sampling was done by total sampling technique, found 61 patients who met the inclusion criteria. The result showed p-value = 0,006 and r-value = -0,350 which means that there is an effect of hematocrit levels with diagnosis of dengue. And the most respondents showed with normal hematocrit levels with the diagnosis of dengue is highest grade II.
KARAKTERISASI BENTONIT PACITAN Buchari Buchari; Muji Harsini
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 6, No 1-2 (1996)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3501.623 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v6i1-2.233

Abstract

Bentonite is high plastivity and colloidal clay which contains smectite(montmorillonite) mineral as major the component. Commercially, there are two kinds of bentonite, which are calcium bentonite and sodium ben-tonite. Results of DTA, XRD and IR analysis on Pacitan bentonite, show that the major component is montmorillonite mixed with a little quartz. Cation exchange capacity (CEC), specific gravity, surface area, pore volume and swelling index of this bentonite are 45,98-62.42 meq/100 gram; 2,14-2,28 g/mL; 641,44-737,29 m /gram; 0,88-1,25 mL/gram and 78,95-163,16 %, respectively. Based on XRD and CEC value Pacitan bentonites are of the calcium bentonite type.