Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Persepsi Remaja Terhadap Pernikahan Dini di Desa Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut Sukmawati Sukmawati; Imel Nuraeni; Witdiawati Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.12992

Abstract

ABSTRACT The rate of early marriage in various countries continues to increase from year to year. Indonesia is a country with the number of early marriages, ranking 37th in the world. West Java is ranked second highest after South Kalimantan. Garut is one of the districts in West Java with the largest number of contributors to early marriage, especially in Ranbrango village, Tarogong Kaler subdistrict. Adolescents' perceptions influence and play an important role in the incidence of early marriage. This research aims to determine the description of young women's perceptions of early marriage. The research method used was descriptive with a quantitative approach, the sample of young women aged 16-19 years was 138 people. The research instrument uses a questionnaire related to adolescent perceptions designed by Winda Desi Aryanti (2018) with validity test results of 0.361 and reliability of 0.943 consisting of 10 cognitive questions, 10 affective questions and 10 conative questions. Univariate data analysis presented in frequency and percentage distribution tables. The research results show that most perceptions of cognitive aspects are in the understanding category (90.6%), affective aspects are in the supporting category (62.3%), and conative aspects are in the unfavorable category (66.7%). Even though perceptions in the cognitive aspect show that teenagers understand and have good knowledge, there are still some teenagers who have problems with several indicators of the perception aspect of early marriage, namely in the affective aspect teenagers support early marriage and in the conative aspect teenagers are less favorable towards early marriage. Intervention is needed from health workers to provide education regarding early marriage and the impact it has on teenagers, parents and society so that it is hoped that it can reduce and prevent early marriage. Keywords: Early Marriage,  Perception, Teenager  ABSTRAK Angka pernikahan dini di berbagai negara terus mengalami peningkat dari tahun ke tahun. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah  pernikahan dini peringkat ke 37 di dunia. Jawa Barat  menduduki peringkat ke dua tertinggi setelah Kalimantan selatan. Garut termasuk salah satu kabupaten di Jawa Barat dengan penyumbang pernikahan dini terbanyak, khususnya didesa Rancabango kecamatan Tarogong Kaler. Persepsi remaja berpengaruh dan berperan penting terhadap kejadian pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran  persepsi remaja putri  terhadap pernikahan dini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, sampel remaja putri usia 16-19 tahun berjumlah 138 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner terkait persepsi remaja yang dirancang oleh Winda Desi Aryanti (2018) dengan hasil uji validitas 0,361 dan realibilitas 0,943 terdiri dari 10 pertanyaan kognitif, 10 pertanyaan afektif dan 10 pertanyaan konatif. Analisia data univariat yang disajika dalam tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitan menunjukan persepsi aspek kognitif sebagian besar berada pada kategori paham (90,6%), aspek afektif berada pada kategori mendukung (62,3%), dan aspek konatif berada pada kategori kurang baik (66,7%). Meskipun persepsi pada aspek kognitif menunjukan remaja paham dan memiliki pengetahuan baik namun masih ditemukan beberapa remaja yang memiliki masalah pada beberapa indator aspek persepsi terhadap pernikahan dini yaitu pada aspek afektif remaja mendukung pernikahan dini dan aspek konatif remaja kurang baik terhadap pernikahan dini. Diperlukan intervensi dari tenaga kesehatan  untuk memberikan pendidikan terkait pernikahan usia dini beserta dampak yang ditimbulkan kepada remaja, orangtua, dan masyarakat sehingga  diharapkan dapat menurunkan dan mencegah terjadinya pernikahan dini. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Persepsi, Remaja Putri
Efektifitas Pelvic Rocking Exercise untuk Memajukan Persalinan Kala I: A Literature Review Lilis Mamuroh; Sukmawati Sukmawati; Furkon Nurhakim
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.18193

Abstract

ABSTRACT Childbirth is a process of expelling the products of conception (foetus and placenta) at term through the birth canal or with or without assistance. The problem that is often found during childbirth is prolonged labour, which is one of the causes of maternal and infant death. One of the efforts to deal with prolonged labour is doing exercises, namely pelvic rocking exercise. This research is to determine the effectiveness of pelvic rocking exercise on the length of time in the first stage of labour. This research uses a literature review system with PRISMA, literature search from the PubMed EBSCO, Science Direct, and CINAHL databases. With the keywords parture in women OR mother giving birth, pelvic rocking exercise, stage of labour OR labour stage Parturient women OR mothers giving birth and pelvic rocking exercise AND stage of labour OR labour stage. After searching and analysing, there were 6 articles that were deemed to meet the criteria, with 5 research locations in Indonesia and 1 from Egypt. Pelvic rocking exercise (PRE) is a form of exercise that can be beneficial for mothers who are about to give birth. This exercise can strengthen the abdominal and waist muscles, reduce pressure on the waist, reduce pressure on blood vessels in the uterine area, and reduce pressure on the mother's bladder. The pelvic rocking exercise intervention is effective in shortening the first stage of labour because this intervention stimulates contractions more effectively to open the cervix.:  Keywords: Effectiveness, Pelvic Rocking Exercise, First Stage of Labour  ABSTRAK Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang cukup bulan  melalui jalan lahir atau menggunakan bantuan atau tanpa bantuan. Masalah  yang sering ditemukan pada waktu persalianan  adalah partus lama yang merupakan salah satu penyebab kematian  ibu dan bayi. Salah satu upaya penanganan pada partus lama yaitu melakukan latihan yaitu Pelvic rocking exercise. Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelvic rocking exercise terhadap lama waktu persalinan kala I. Penelitian ini menggunakan sistem literature review dengan  PRISMA,pencarian literature dari data base PubMed EBSCO, Science  Direct, CINAHL. Dengan kata kunci Parturein women OR  Mother giving birth, pelvic rocking exercise, sstage of labor OR Labor stage  Parturient women OR  Mother giving birth and pelvic rocking exercise AND stage of labor OR Labor stage.  Setelah dilakukan pencarian dan analisis terdapat 6 artikel yang dinilai memenuhi krteria dengan lokasi penelitian 5 di Indonesia  dan 1 dari Mesir. Pelvic rocking exercise (PRE) merupakan salah satu bentuk latihan  yang dapat menguntungkan  bagi ibu yang akan menghadapi persalinan latihan ini dapat memperkuat otot –otot perut  dan pinggang mengurangi tekanan pada pinggang dan  dapat mengurangi tekanan pembuluh darah di area uterus  dan mengurangi tekanan pada kandung kemih  ibu. Intervensi Pelvic Rocking Exercise efektif dalam mempersingkat persalinan  Kala I karena intervensi ini merangsang kontraksi lebih efektif untuk pembukaan serviks Kata Kunci: Efektivitas, Pelvic Rocking Exercise, Persalinan Kala I
Gambaran Pengetahuan, Sikap, Persepsi dan Perilaku Remaja Putri Mengenai Perineal Hygiene Saat Menstruasi di Pesantren SMP Al-Ma’soem Erita Cahya Purnama; Sukmawati Sukmawati; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24435

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls’ reproductive health remains a public health concern, particularly related to perineal hygiene practices during menstruation. National data indicate that only 21.6% of adolescents practice proper hygiene behaviors, which increases the risk of reproductive tract infections and urinary tract infections. This study aimed to describe the levels of knowledge, attitudes, perceptions, and behaviors of adolescent girls regarding perineal hygiene during menstruation.This study employed a quantitative descriptive design. The sampling technique used was total sampling among female students in grades VII–IX who had experienced menstruation. Data were collected using a structured questionnaire covering knowledge, attitudes, perceptions, and perineal hygiene behaviors during menstruation. Data analysis was conducted using univariate analysis. The results showed that nearly half of the respondents had a low level of knowledge (43.5%). Most respondents demonstrated positive attitudes and perceptions, with proportions of 55.3% and 57.6%, respectively; however, more than half of the respondents still exhibited poor perineal hygiene behaviors (51.8%). These findings indicate that positive attitudes and perceptions are not yet fully accompanied by adequate knowledge and optimal perineal hygiene behaviors among adolescent girls. Keywords: Adolescent girls, Menstruation, Perineal hygiene, Schools, Religion and Education.  ABSTRAK Kesehatan reproduksi remaja putri masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya terkait praktik kebersihan perineal saat menstruasi. Data nasional menunjukkan bahwa hanya 21,6% remaja yang menerapkan perilaku hygiene dengan benar, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran reproduksi dan infeksi saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, sikap, persepsi, dan perilaku remaja putri mengenai perineal hygiene saat menstruasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling pada santriwati kelas VII–IX yang telah mengalami menstruasi.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur meliputi pengetahuan, sikap, persepsi, dan perilaku perineal hygiene saat menstruasi. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (43,5%). Sebagian besar responden memiliki sikap dan persepsi positif masing-masing sebesar 55,3% dan 57,6%, namun perilaku perineal hygiene masih tergolong kurang pada lebih dari setengah responden (51,8%). Temuan ini menunjukkan bahwa sikap dan persepsi yang positif belum sepenuhnya diikuti oleh tingkat pengetahuan dan perilaku perineal hygiene yang optimal pada remaja putri. Kata Kunci: Menstruasi, Perineal Hygiene, Pesantren, Remaja Putri.
Intervensi Untuk Menurunkan Gejala Hot Flashes Pada Wanita Menopause: A Scoping Review Lilis Mamuroh; Furkon Nurhakim; Sukmawati Sukmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.14867

Abstract

ABSTRACT Hormonal changes that begin during the menopausal transition affect many biological systems, including diseases related to the central nervous system including metabolism, body weight, musculoskeletal, urogenital, skin atrophy, sexual dysfunction and vasomotor symptoms (hot flashes). To determine interventions that can reduce symptoms of hot flashes in postmenopausal women. This study uses a scoping review method with the databases used are Garuda, Cinahl (EBSCO), PubMed, ProQuest, and SAGE. The articles used in this study are primary research articles using the Randomized Control Trial and Quasi Experiment methods in English and Indonesian, full text and free access with the time span for the publication of the article is the last 5 years (2017-2022). There were 4 interventions to reduce the symptoms of hot flashes in menopausal women, including giving soy milk, giving Kudzu Flower-Mandarin Peel, elderly exercise, and aerobic exercise. There are several interventions to reduce the symptoms of hot flashes in postmenopausal women which are grouped into diet-based interventions and physical activity-based interventions. Keywords: Hot Flashes, Intervention, Menopause ABSTRAK Perubahan hormonal yang dimulai selama transisi menopause memengaruhi banyak sistem biologis, termasuk penyakit terkait sistem saraf pusat meliputi metabolisme, berat badan,   perubahan   muskuloskeletal,   urogenital, atrofi kulit, disfungsi seksual serta gejala vasomotor (hot flashes).  Untuk mengetahui intervensi yang dapat menurunkan gejala hot flashes pada wanita menopause.  Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan database yang digunakan yaitu Garuda, Cinahl (EBSCO), PubMed, ProQuest, dan SAGE. Artikel   yang digunakan pada penelitian ini adalah artikel penelitian primer dengan metode Randomized Control Trial dan Quasi Experiment yang berbahasa inggris dan indonesia, full text dan free access dengan rentang waktu terbit artikel adalah 5 tahun terakhir (2017-2022). Didapatkan 4 intervensi untuk menurunkan gejala hot flashes pada wanita menopause, diantaranya yaitu pemberian susu kedelai, pemberian Kudzu Flower-Mandarin Peel, senam lansia, dan senam aerobik. Terdapat beberapa intervensi untuk menurunkan gejala hot flashes pada wanita menopause yang dikelompokkan menjadi intervensi berbasis diet dan intervensi berbasis aktivitas fisik. Kata Kunci: Hot Flashes, Intervensi, Menopause