Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pelayanan Pada BPR Syariah Lantabur Tebuireng Cabang Sidoarjo Masruchin Masruchin; Mega Novita Syafitri; Dwi Ayu Fitriyanti
Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasif.v4i1.2961

Abstract

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah merupakan sebuah lembaga keuangan bank yang kegiatannya hanya sebatas pada penghimpunan dana tabungan dan deposito, serta kegiatan penyaluran pembiayaan untuk modal kerja, investasi, ataupun konsumtif kepada masyarakat berdasarkan dengan hukum Islam. Semakin berkembangnya lembaga keuangan bank maupun non-bank pada saat ini, menyebabkan lembaga keuangan harus menyiapkan strategi-startegi baru dalam menarik minat nasabah dan menunjukkan keunggulannya. Oleh karena itu, mahasiswa secara langsung turun ke sebuah lembaga keuangan dengan tujuan memperoleh pengalaman kerja dalam operasional perbankan. Obyek sasaran pengabdian ini yaitu pada BPR Syariah Lantabur Tebuireng Cab. Sidoarjo. Kegiatan pengabdian ini telah terlaksana selama 1 bulan dan menghasilkan sebuah perolehan hasil berupa mahasiswa telah mampu mengoperasionalkan beberapa sistem dalam bertransaksi dengan nasabah ataupun pencarian data nasabah. Selain itu, mahasiswa secara langsung turun ke lapangan untuk melakukan tahapan proses dalam menganalisis pengajuan pembiayaan calon nasabah. Keywords: BPR Syariah, Operasional Bank, Pembiayaan, Penghimpunan Dana
Pengembangan Kawasan Edukasi Sebagai Potensi Wisata di Desa Kembangbelor Fitriana Nurul Hidayati; Reva Rahma Maulida; Firda Pramesti Nur Rahmadhani; Masruchin Masruchin
Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasif.v4i1.3520

Abstract

Maraknya tempat wisata di Indonesia yang hanya mengenalkan keindahan alam saja, sehingga kami menghadirkan inovasi antara tempat wisata dan juga tempat edukasi tentang pembibitan tanaman serta penjelasan terkait sejarah yang menjadi iconic desa Kembangbelor. Mengingat pentingnya pengembangan kawasan edukasi sebagai tempat wisata maka metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan 3 tahapan (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi). Tujuan dan manfaat dilaksanakan pengembangan ini adalah untuk menambah lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan tambahan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kawasan edukasi. Upaya pengembangan kawasan edukasi ini lebih difokuskan pada dusun paras karena dinilai memiliki potensi wisata yang sangat menguntungkan bagi kedepannya.