Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Program Pelatihan Coaching Bagi Pengurus Dan Pembina Anak Lapak Di Rumah Singgah Gemilang Bambang Eko Samiono; Masni Erika Firmiana
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 5, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v5i1.1609

Abstract

Rumah Singgah Gemilang merupakan divisi pelatihan dan kelompok belajar bagi anak-anak lapak yang diinisiasi oleh Yayasan Gemilang Indonesia. Rumah singgah ini berlokasikan di sekitar Gang Saibun Jati Padang Jakarta Selatan berdekatan dengan lokasi kegiatan pemulung. Tidak kurang tercatat 12 orang anak yang dibina oleh Rumah Singgah Gemilang. Usia mereka beragam antara 13 hingga 18 tahun. Selama lebih dari dua tahun mereka mengelola rumah singgah ini terdapat permasalahan utama yang mereka hadapi yaitu: Masalah seringnya terjadi kegagalan dalam melakukan implemantasi program pelatihan yang diadakan oleh organisasi. Solusi yang diberikan adalah berupa Program Pelatihan Coaching untuk membantu agar pembina anak lapak mampu meningkatkan kemampuan anak lapak untuk meningkatkan hubungan interpersonal, menangani konflik ataupun meningkatkan kinerjanya hingga mampu mengurangi kegagalan program kegiatan. Hasil pelatihan coaching ini tidak saja bisa diimplementasikan kepada anak lapak tapi juga antar pengurus rumah singgah. Pelatihan dan praktek serta mentoring selama 1 bulan merupakan metode pelaksanaan yang diimplementasikan terhadap 10 orang mitra yang terdiri dari pengurus dan pembina anak lapak rumah Singgah Gemilang. Dari Evaluasi yang dilakukan diperoleh hasil positif berupa peningkatan skore pengetahuan serta kepuasan dari mitra.Kata kunci: Coaching, Anak lapak, Rumah singgah
Peningkatan Soft Skill Pengembangan Diri di Dunia Kerja Pada Santri Rumah Gemilang Indonesia Sentra Primer Bambang Eko Samiono; Karina Amanda Puthy; Yossi Anggraeni; Helmi Yesri
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.912 KB) | DOI: 10.32665/jarcoms.v1i2.1269

Abstract

Rumah Gemilang Indonesia (RGI) cabang Sentra Primer merupakan satu dari rumah singgah yang di kelola Al-Azhar Peduli Ummat dan merupakan salah satu program pemberdayaan yang mengadopsi platform pesantren dengan fokus pada penyelenggaraan pendidikan non formal dalam kemasan short course (kursus singkat).  Pada peserta short course Jurusan Perkantoran diperoleh permasalahan adanya kesiapan yang mereka punyai utamanya untuk menyongsong dunia kerja utamanya mengenai pengetahuan dan soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja.  Solusi yang diberikan oleh program Pengabdian Masyarakat ini adalah dengan memberikan program motivasi, dan soft skill dalam bidang komunikasi dan problem solving.  Program ini di berikan dalam pelatihan yang dengan menerapkan metode paparan dan praktek berupa game serta test kemampuan kepada 8 orang peserta program.  Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah bahwa program ini telah di ikuti oleh Santri RGI dengan baik berbagai materi dapat dipahami oleh siswa RGI sebagai bekal soft skill menuju jenjang karir yang akan datang.  Dari survei kepuasan diperoleh adanya angka kepuasan 4.5 dari 5 serta diperoleh informasi dari wawancara adanya perubahan pada pola pikir, cara pandang, dan adanya keinginan untuk mengaplikasikan ilmu barunya sebagai soft skill di lingkungan kerja.
PROGRAM TOT (TRAIN TO TRAINER) KEWIRAUSAHAAN GURU PKK & PKWU SMK NEGERI 1 KOTA BEKASI Bambang Eko Samiono; Yoedo Shambodo; Novia Rahmawati
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2663

Abstract

SMK 1 Negeri Kota Bekasi merupakan salah satu SMK di Bekasi dengan tingkat kewirausahaan yang cukup rendah. Tidak hanya itu peran sekolah dalam program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) juga cukup rendah. Pendidikan kewirausahaan yang diajarkan di sekolah ini berupa PKK (Produk Kreatif dan Kewirausahaan) dan PKWU (Prakarya dan Kewirausahaan) yang merupakan mata pelajaran wajib yang diberikan kepada murid-murid kelas 11 dan 12. Namun demikian terlihat bahwa guru-guru kewirausahaan yang ada belum mampu mengajarkan bagaimana merencanakan start-up Business. Tim pelaksana pengabdian masyarakat memfokuskan program pada permasalahan utama yaitu: masalah kompetensi guru dalam membuat Start-up Business. Solusi yang diberikan adalah dengan memberikan Program TOT (Train To Trainer) Kewirausahaan dan mentoring praktek pengajaran modul kewirausahaan berupa membuat perencanaan Product Venture. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan mitra 24 guru PKK/PKWU SMKN 1 Kota Bekasi ini dilaksanakan di bulan April hingga Nopember 2022. Guru-guru ini akan menerapkan hasil pelatihannya kepada murid-muridnya untuk membuat Product Venture dan hasil akhir berupa proposal Product Venture. Pelaksanaan mengambil tempat di SMKN 1 Kota Bekasi. Hasil yang diperoleh dalam program ini adalah peningkatan kemampuan pengetahuan mitra dalam mengajarkan modul kewirausahaan hingga 37%, adanya 1 Proposal Product Venture yang masuk dalam FIKSI (festival inovasi dan kewiraushaan siswa Indonesia) jenjang SMK tahun 2022, dan tingkat kepuasan mitra mencapai 4,6 dari 5 skor
Peningkatan Kemampuan Pendampingan Anak Lapak Jati Padang Melalui Training Psychological First Aid (PFA) Bambang Eko Samiono; Masni Erika Firmiana; Putri Februari
Jurnal Abdimas Adpi Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas ADPI Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/jsoshum.v4i1.270

Abstract

As a house for training programs and study groups for children of Jati Padang scavengers, Rumah Singgah Gemilang (RSG) not only faces problems with the educational program that is the purpose of their learning but also faces psychosocial problems of the scavengers.  Rumah Singgah, which is located in the scavenger neighborhood of Gang Saibun, Jatipadang, South Jakarta, is one of the Gemilang Indonesia Foundation program. There are 12 shelter children aged between 13 and 18 years old. The main problem faced by the administrators and  facilitators of RSG is the existence of various psychosocial problems of children who are relatively quite complex while the administrators and  facilitators of RSG do not have the basic skills to handle them.  The solution program provided is a Psychological First Aid (PFA) Training or Dampingan Psikologis Awal (DPA) to equip administrators and shelter children facilitators to provide initial psychological assistance for troubled shelter children. The implementation method is training and hands-on practice as well as online mentoring for 1 month. The results obtained are the development of 10 shelter children facilitators who understand and are able to practice the basics of PFA to shelter children. From the evaluation carried out, the value of the participant's satisfaction level is above 4.7 from a score of 5. the average increase in knowledge from the average pre-test score of 5 to an average of 8 in each session.
Program Peningkatan Kinerja Usaha Berbasis Muslimpreneur Terhadap UMKM Binaan DKPP Provinsi Jawa Barat Hanny Nurlatifah; Bambang Eko Samiono; Dody Haryadi
Media Abdimas Vol 1 No 3 (2022): Jurnal Media Abdimas Vol 1 No 3 Bulan November 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.791 KB) | DOI: 10.37817/mediaabdimas.v1i3.2553

Abstract

Permasalahan utama yang terjadi pada UMKM Binaan DKPP Jabar adalah legalitas,manajemen usaha dan akses permodalan. Kondisi ini menyebabkan rendahnya kinerja usaha dariUMKM sehingga menjadi sulit berkembang. Produk-produk yang dihasilkan dari UMKM DKPPJabar adalah produk pangan lokal yang mempunyai kualitas yang baik, kemasan yang bagus sertaproduk kuliner yang bergizi tinggi. Dari situasi tersebut ada beberapa hal yang menjadipermasalahan dari UMKM DKPP Jabar yang diprioritaskan untuk diberikan solusi yaitu 1)Permasalahan kinerja usaha yang meliputi permasalahan manajemen usaha dan permasalahansaluran pemasaran, 2) Permasalahan etika berusaha.Solusi permasalahan dilakukan melalui pembinaan dengan pendekatan konsepMuslimpreneur. Solusi diterapkan yang mengacu pada tujuan utama dari pengabdian masyarakatini yaitu 1) Peningkatan hard skill yang meliputi a) Pelatihan kewirausahaan, b) Pelatihanpemasaran, c) Pelatihan teknologi digital dan 2) Peningkatan soft skill dengan pelatihan nilai-nilaiMuslimpreneur. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tujuh tahapan yaitu tahapan persiapan,tahapan evaluasi awal (pre-test), tahapan kegiatan yang terdiri dari tahapan pelatihan hard skilldan pelatihan soft skill dan diakhiri dengan evaluasi akhir (post-test).Hasil kegiatan secara umum ada peningkatan baik secara hardskill maupun softskill.Peningkatan secara hardskill yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang meliputipemahaman mengenai teknologi digital, konsep pemasaran, kewirausahaan, proses produk halalserta peningkatan kinerja usaha. Peningkatan secara softskill meliputi adalah terbentuknya karakterkewirausahaan yang positif yaitu beretika dan bereputasi baik serta pelayanan konsumenyang lebih
PROGRAM PEMBINAAN MUSLIMPRENEURSHIP TERHADAP UMKM BERBASIS DIGITAL Hanny Nurlatifah; Bambang Eko Samiono; Dody Haryadi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i4.19255

Abstract

As a solution to the problems of MSMEs, there are two programs carried out, namely: 1) Hard skills program, which includes training in business management, financial management, halal production management, as well as marketing concepts consisting of brands, sales, and services. 2) Soft skills program that provides Muslimpreneurship values. Provision of a digital marketplace platform used to implement product marketing. The digital marketplace platform serves not only to bring together sellers and buyers but also to bring together investors. The primary purpose of this community service is to improve hard and soft skills to answer the main problems of MSMEs: 1). Legal aspects and 2) Unprofessional business management problems. The service method used is training, followed by implementation on the digital marketplace that has been provided. The training is carried out with a Muslimpreneurship approach for Forbis Alumni Greeone MSME Group Partners. Partners are a collection of MSME entrepreneurs whose majority members are SMPN 1 Cimahi. The results of the activities, in general, have increased hard and soft skills. Hard skill improvement increases knowledge and skills, including a digital understanding of technology, marketing concepts, entrepreneurship, halal product processes, and improving business performance. Soft skills improve by forming a positive entrepreneurial character, namely an ethical and good reputation and better customer service. ---  Sebagai solusi permasalahan UMKM ada dua program yang dilakukan yaitu:1) Program hardskill yang meliputi pelatihan pengelolaan usaha, pengelolaan keuangan, pengelolaan produksi halal, serta konsep pemasaran yang terdiri dari brand, sales dan services. 2) Program softskill dengan memberikan pembekalan nilai-nilai muslimpreneurship. Penyediaan platform digital marketplace yang digunakan sebagai sarana untuk implementasi pemasaran produk. Platform digital marketplace selain berfungsi untuk mempertemukan penjual dan pembeli, juga untuk untuk mempertemukan pemodal. Tujuan utama dari pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan kemampuan hardskill dan softskill sehingga dapat menjawab permasalahan utama UMKM yaitu: 1). Aspek legalitas dan 2) Permasalahan manajemen usaha yang belum profesional. Metode pengabdian yang digunakan adalah pelatihan kemudian dilanjutkan dengan implementasi pada digital marketplace yang telah disediakan. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan muslimpreneurship. Kegiatan dilakukan terhadap Mitra Kelompok UMKM Forbis Alumni Greeone. Mitra adalah kumpulan pengusaha UMKM yang mayoritas anggotanya adalah alumni SMPN 1 Cimahi. Hasil kegiatan secara umum ada peningkatan baik secara hardskill maupun softskill. Peningkatan secara hardskill yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang meliputi pemahaman mengenai teknologi digital, konsep pemasaran, kewirausahaan, proses produk halal serta peningkatan kinerja usaha. Peningkatan secara softskill meliputi terbentuknya karakter kewirausahaan yang positif yaitu beretika dan bereputasi baik serta pelayanan konsumen yang lebih baik.
Peningkatan Pengetahuan Digital Marketing UMKM Warga Rawa Badak Melalui Aplikasi Instagram Nuraini, Irma; Samiono, Bambang Eko
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3243

Abstract

Digital marketing adalah salah satu cara untuk mempromosikan dan menjual produk yang dilakukan melalui media internet. Manfaat yang didapat bagi para mitra UMKM dengan adanya digital marketing adalah menjangkau lebih banyak konsumen dari semua wilayah yang terkoneksi dengan internet. Permasalahan yang ada pada mitra UMKM di Kelurahan Rawa Badak mereka kesulitan untuk berkembang karena kurangnya pemahaman mengenai digital marketing dalam mempromosikan produknya secara online. Melihat permasalahan yang dihadapi oleh para mitra UMKM, solusi yang diberikan oleh tim KKN berupa materi ataupun edukasi mengenai manfaat digital marketing dan cara mempromosikan produk secara online melalui aplikasi instagram. Mitra UMKM yang ada Kelurahan Rawa Badak Utara menjual mulai dari junk food, healty food, cemilan ringan, makanan berat dan minuman. Selain itu, ada beberapa mitra yang menjual beberapa bahan pokok makanan. Jumlah mitra UMKM yang ikut serta dalam program KKN ini ada 11 UMKM. Pelatihan yang diberikan oleh tim KKN berupa pemaparan presentasi power point lalu sesi tanya jawab mengenai materi yang sudah diberikan. Mengenai evaluasi yang sudah dilakukan adanya peningkatan usaha 50% oleh para mitra UMKM di Kelurahan Rawa Badak dan mitra UMKM tersebut sangat antusias oleh materi mengenai digital marketing sebagai media pemasaran secara online untuk meningkatkan penjualan mereka.Kata kunci: pemasaran digital, instagram, pelaku usaha mikro kecil menengah
Program Pembentukan Koperasi pada UMKM di Kelurahan Rawa Badak Utara Oktaviani, Dina; Samiono, Bambang Eko
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3244

Abstract

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan bisnis yang dijalankan individu, rumah tangga, atau badan usaha dengan ukuran kecil. UMKM memainkan peran penting bagi dunia perekonomian, hal ini karena UMKM adalah penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar serta paling banyak menyerap lapangan kerja. Namun pada awal tahun 2020 sejak adanya pandemi Covid-19 yang terjadi secara global, UMKM menjadi sektor yang paling terdampak karena mengalami banyak kerugian terutama pada sumber daya modal yang sulit diakses lantaran tidak sedikit UMKM yang belum bankable. Hal ini membuat UMKM terpaksa melakukan pinjaman dana kepada rentenir karena sulitnya meminjam pembiayaan melalui lembaga keuangan formal. Adanya permasalahan tersebut tim pemberdayaan masyarakat memberikan solusi serta praktek langsung kepada 15 orang mitra UMKM di Kelurahan Rawa Badak Utara dengan merencanakan pembentukan koperasi yang dilakukan secara online dan offline. Indikator keberhasilan dari program ini diantaranya yaitu para mitra yang ikut serta dalam program koperasi ini merasa sangat terbantu karena akhirnya mitra bisa mendapatkan modal usaha tanpa melalui bank ataupun rentenir yang merupakan masalah selama pandemi berlangsung, dan mitra bisa menghadapi tantangan operasional sehari-hari.Kata kunci : UMKM, Sumber Daya Modal, Koperasi
Pelatihan Digital Marketing Melalui Aplikasi Merchant Shopee Food Sebagai Strategi Pemasaran UMKM Apriyansyah, Bayu; Samiono, Bambang Eko
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3252

Abstract

Digital marketing bagi sebuah usaha khusus nya UMKM merupakan bagian yang sangat penting pada era industri 4.0 saat ini, karena sebuah usaha membutuhkan publikasi yang baik demi kelangsungan dan kemajuan usahanya. Selain harus mampu memberikan kualitas produk yang baik para pelaku usaha UMKM juga harus mampu bersaing dengan pesaing lainnya. Pemanfaatan digital marketing melalui aplikasi Shopee Food pada era industri 4.0 dapat dijadikan alternatif strategi dalam pemasaran produk agar memudahkan pelaku usaha memantau dan menyediakan kebutuhan serta keinginan calon konsumen,terutama pada para pelaku UMKM keluarahan Rawa Badak Utara yang mayoritas masih menggunakan penjualan secara konvensional. Karena mereka masih terkendala kurangnya pengetahuan terhadap pemasaran secara digital terutama pada aplikasi Shopee Food. Melihat permasalahan yang ada para UMKM maka Tim KKN memberikan solusi berupa pelatihan Digital Marketing melalui aplikasi Shopee Food sebagai strategi dari memasarkan produk UMKM di era industri 4.0. Tim KKN memberikan pelatihan berupa cara mendaftarkan usaha ke dalam mitra shopee food, cara perhitungan bagi hasil dan cara penggunaan aplikasi Shopee Food merchant. Setidaknya sebanyak 11 orang pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dari kegiatan KKN ini berhasil membantu para pelaku UMKM untuk berjualan di Merchant Shopeefood. Dan setelah dievaluasi mereka merasa terbantu dan cukup antusias dalam melakukan kegiatan karena mendapatkan ilmu yang berguna bagi usaha mereka.Kata kunci: UMKM,Pemasaran online, Merchant Shopee Food.
Pemberdayaan Ibu PKK Rawa Badak dalam Mengkolaborasikan UKM dengan Merchant Grab Food Nissa, Khairun; Samiono, Bambang Eko
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3207

Abstract

PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) memiliki fungsi untuk mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, maju dan mandiri. Di berbagai Kelurahan terdapat program gerakan PKK yang biasa terdiri dari Ibu-ibu. Ibu PKK RT 008 RW 009 di Kelurahan Rawa Badak Utara Kecamatan Koja, Jakarta Utara. terdapat 11 orang. Ibu PKK memiliki fungsi untuk menciptakan adanya kesejahteraan. Pada permasalahan ini Ibu PKK ingin membantu adanya peningkatan pendapatan dalam produktivitas para warga yang memiliki UKM. Permasalahan utama yang mereka hadapi yaitu: Masalah kurangnya pengetahuan Ibu PKK dalam mengenal digital marketing seperti Grab Food. Solusi yang diberikan adalah berupa Pelatihan tata cara dalam memanfaatkan Grab Food yang dikolaborasikan pada UKM bersama tim KKN agar para Ibu PKK dapat berkontribusi membantu para warga memahami pentingnya digital marketing sebagai faktor dalam peningkatan pendapatan rumah tangga di masa pandemi Covid 19. Metode pemberdayaan pelatihan dan praktek yang diimplementasikan terhadap 11 anggota Ibu PKK selama 37 hari. Hasil kegiatan ini menambah wawasan para Ibu PKK dalam meningkatkan kesejahteraan pada aspek perekonomian. Evaluasi yang dilakukan diperoleh hasil positif berdasarkan survey sebesar 100% bahwa antusias Ibu PKK dapat meningkatkan pengetahuan serta juga kepuasan para pelaku UKM dalam memanfaatkan Grab Food sebagai cara meningkatkan pendapatan.Kata kunci: Ibu PKK, Digital Marketing, Grab Food