Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Improving of scientific literacy ability using discovery learning model at the seventh grade students of state JHS 3 Ngronggot, Nganjuk-Indonesia Dewi, Sri Ratna; Nurmilawati, Mumun; Budiretnani, Dwi Ari
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 3, No 3 (2017): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.551 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v3i3.4597

Abstract

Country with good education condition can be seen through its citizen scientific literacy. This research aims to improving the students’ scientific literacy ability by using discovery learning model at 7th grade students of State Junior High School 3 Ngronggot, Nganjuk-Indonesia. The instrument in this Kemmis and Taggart Model of Classroom Action Research was an essay test composed based on indicators developed by Gormaly. The results of the research showed that there were improvements on the students’ scientific literacy ability from cycle I to cycle II on six of seven indicators. Those improvements are as follows: Indentifying scientific opinion increased from 0% into 64.52%, reviewing literature effectively increased from 0% into 29.03%, understanding research design and the way how its effect to the finding/discussion increased from 14.29% into 19.35%, making graphic from the data correctly increased from 0% to 58.07%, solving problems using quantitative skill including operating basic statistics increased from 7.14% to 58.07%. However, in making inference, prediction and drawing conclusion based on quantitative data, the improvement was only on the students’ answer that got 1 score, it increased from 7.14% to 77.42%. In addition, for the indicator of understanding and interpreting basic statistic, it decreased from 21.43% to 12.90%.
INVENTARISASI TANAMAN ANGGREK DI HUTAN IRENGGOLO DUSUN BESUKI, DESA JUGO, MOJO, KEDIRI Kurniawan, Purwo Agus; Budiretnani, Dwi Ari; Handoko, Papib
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.93 KB)

Abstract

Anggrek merupakan tanaman yang  termasuk dalam bunga-bungaan, yang terkenal memiliki bunga yang indah, yang perlu dijaga kelestariannya.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginventarisasi  flora di Kediri, khususnya anggrek di Hutan Irenggolo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jelajah, dengan teknik Purposive Sampling pada kawasan Hutan Irenggolo, yang dilakukan mulai September 2012  ? April 2013. Hasil dari penelitian ini adalah  ada  4 genus anggrek yang dtemukan di Hutan Irenggolo Kabupaten Kediri, yang terdiri anggrek terestrial, yaitu 1 Dendrobium dan anggrek epifit, yaitu 2 Cattleya, 6 Dendrobium, 5 Dendrocbilum, dan 1 Ascocentrum.  Kata Kunci : Inventarisasi, Anggrek, Irenggolo Kediri
GREEN EDUCATION IN BRIDGE CARD GAME: ALTERNATIF METODE PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK KELAS 4 SEKOLAH DASAR PADA POKOK BAHASAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA Santoso, Agus Muji; Setyowati, Elly; Budiretnani, Dwi Ari; Nurmilawati, Mumun
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.079 KB)

Abstract

ABSTRAK   Terbatasnya beberapa daya dukung satuan pendidikan, pembelajaran lingkungan hidup pada jenjang dasar di Kota Kediri masih dilaksanakan secara konvesional. Selain itu, kajian penggunaan kartu bridge dalam dunia pendidikan belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menransformasikan fungsi kartu bridge menjadi media edukasi penanaman nilai lingkungan hidup untuk peserta didik sekolah dasar kelas 4 pada materi saling ketergantungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif - kualitatif. Sintesis produk diawali dari studi kasus yang dilanjutkan uji coba satu kali di SDN Mojoroto I, Kediri. Produk diujicobakan dan disempurnakan sebanyak tiga kali, pada tiga sekolah dasar berbeda di Kota Kediri (SDN Mojoroto II, SDN Blabak III, SDN Rejomulyo). Efektifitas metode diketahui dengan menggunakan indikator tes ranah kognitif dan afektif melalui pre dan post test, kemudian dianalisis dengan uji t berpasangan. Data ranah psikomotor diperoleh dengan observasi non partisipan dan terstruktur, selanjutnya dianalisis dengan membandingkan skor perolehan dengan skor kriterium kemudian dibandingkan dengan KKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai tes ranah kognitif (df=11, n=12) pada tahap pengujian I tidak signifikan (thit 1,185< ttabel 1,796), sedangkan tahap II dan III ada perbedaan yang signikan (secara berurutan: thit 2,4391 > ttabel 1,796 dan thit 2,3592 > ttabel 1,796) dengan rata-rata N-Gain tahap I, II, III sebesar 0,02; 0,08; dan 0,15; (2) hasil tes ranah afektif (df=11,n=12) pada tahap I, II, dan III menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (pada ttabel 1,796) secara berurutan: 0,4939; 1,4776; 0,8013, sedangkan N-Gain nya berurutan 0; 0,08; 0,06; (3) ketuntasan ranah psikomotor  tahap I, II, III sebesar 85%, 85%, 83%. Adapun rata-rata validasi metode yang dilakukan sebanyak tiga kali sebesar 97,53. Kompleksitas aspek-aspek pembentukan nilai pada ranah afektif peserta didik menjadi salah satu faktor bahwa produk ini belum memberikan hasil yang lebih optimal pada ranah afektif.   Kata kunci:  bridge card game, pembelajaran lingkungan hidup, siswa sekolah dasar.
GREEN EDUCATION IN BRIDGE CARD GAME: ALTERNATIF METODE PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK KELAS 4 SEKOLAH DASAR PADA POKOK BAHASAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA Agus Muji Santoso; Elly Setyowati; Dwi Ari Budiretnani; Mumun Nurmilawati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Terbatasnya beberapa daya dukung satuan pendidikan, pembelajaran lingkungan hidup pada jenjang dasar di Kota Kediri masih dilaksanakan secara konvesional. Selain itu, kajian penggunaan kartu bridge dalam dunia pendidikan belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menransformasikan fungsi kartu bridge menjadi media edukasi penanaman nilai lingkungan hidup untuk peserta didik sekolah dasar kelas 4 pada materi saling ketergantungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif - kualitatif. Sintesis produk diawali dari studi kasus yang dilanjutkan uji coba satu kali di SDN Mojoroto I, Kediri. Produk diujicobakan dan disempurnakan sebanyak tiga kali, pada tiga sekolah dasar berbeda di Kota Kediri (SDN Mojoroto II, SDN Blabak III, SDN Rejomulyo). Efektifitas metode diketahui dengan menggunakan indikator tes ranah kognitif dan afektif melalui pre dan post test, kemudian dianalisis dengan uji t berpasangan. Data ranah psikomotor diperoleh dengan observasi non partisipan dan terstruktur, selanjutnya dianalisis dengan membandingkan skor perolehan dengan skor kriterium kemudian dibandingkan dengan KKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai tes ranah kognitif (df=11, n=12) pada tahap pengujian I tidak signifikan (thit 1,185< ttabel 1,796), sedangkan tahap II dan III ada perbedaan yang signikan (secara berurutan: thit 2,4391 > ttabel 1,796 dan thit 2,3592 > ttabel 1,796) dengan rata-rata N-Gain tahap I, II, III sebesar 0,02; 0,08; dan 0,15; (2) hasil tes ranah afektif (df=11,n=12) pada tahap I, II, dan III menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (pada ttabel 1,796) secara berurutan: 0,4939; 1,4776; 0,8013, sedangkan N-Gain nya berurutan 0; 0,08; 0,06; (3) ketuntasan ranah psikomotor  tahap I, II, III sebesar 85%, 85%, 83%. Adapun rata-rata validasi metode yang dilakukan sebanyak tiga kali sebesar 97,53. Kompleksitas aspek-aspek pembentukan nilai pada ranah afektif peserta didik menjadi salah satu faktor bahwa produk ini belum memberikan hasil yang lebih optimal pada ranah afektif.   Kata kunci:  bridge card game, pembelajaran lingkungan hidup, siswa sekolah dasar.
INVENTARISASI TANAMAN ANGGREK DI HUTAN IRENGGOLO DUSUN BESUKI, DESA JUGO, MOJO, KEDIRI Purwo Agus Kurniawan; Dwi Ari Budiretnani; Papib Handoko
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek merupakan tanaman yang  termasuk dalam bunga-bungaan, yang terkenal memiliki bunga yang indah, yang perlu dijaga kelestariannya.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginventarisasi  flora di Kediri, khususnya anggrek di Hutan Irenggolo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jelajah, dengan teknik Purposive Sampling pada kawasan Hutan Irenggolo, yang dilakukan mulai September 2012  – April 2013. Hasil dari penelitian ini adalah  ada  4 genus anggrek yang dtemukan di Hutan Irenggolo Kabupaten Kediri, yang terdiri anggrek terestrial, yaitu 1 Dendrobium dan anggrek epifit, yaitu 2 Cattleya, 6 Dendrobium, 5 Dendrocbilum, dan 1 Ascocentrum.  Kata Kunci : Inventarisasi, Anggrek, Irenggolo Kediri
Upaya Mengembangkan Asesmen Keterampilan Pemecahan Masalah Pada Materi Ekosistem Berdasarkan Greenstein Modok, Sonya Getrida; Dwi Ari Budiretnani; Mumun Nurmilawati; Sulistiono
Efektor Vol 9 No 1 (2022): Efektor Vol.9 No.1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v9i1.16530

Abstract

Problem-solving is the basis for identifying problems, making choices, and considering options based on the obtained information. The research objective is to create a problem-solving-based skills assessment instrument based on Greenstein on ecosystem materials. This research uses the Plomp model R&D (Research and Development) development method. The tool uses an expert validation sheet. The study is limited to testing the feasibility of the instrument. Data analysis with percentage technique. The results showed that the assessment instrument for problem-solving skills was feasible with the results of the validation of practitioner experts 86.2% "Very Valid", 93% assessment experts "Very Valid", material experts 85.8% "Very Valid", and linguistic experts 83.2% "Sufficiently Valid". The validity test results on items with a decent category obtained 17 'Valid' questions. The reliability test results got the results of 0.752 "high reliability".
Development of Fun Flipbook Activity Media in Improving Numeracy Skills of Grade IV in Elementary Schools Zunaidah, Farida Nurlaila; Nurmilawati, Mumun; Budiretnani, Dwi Ari
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpdn.v10i1.22844

Abstract

The purpose of this study is to integrate the values ​​of the ngunggahne beras ritual into the learning process in elementary schools. So that it can determine how deeply students understand the ngunggahne beras ritual in their area. The method used in this study is qualitative by using research instruments in the form of pretest questions and LKPD (Student Worksheets) that have been adjusted to the needs, namely questions related to the ngunggahne beras ritual. The LKPD used had previously been approved for its suitability for use in terms of appearance and questions in the FGD (Forum Group Discussion). The data collection technique was by providing pretest questions at the beginning of learning and questions in the LKPD during the learning process. The data analysis technique was by analyzing the answers to each question on the pretest and questions in the LKPD. Based on the analysis that has been carried out, it is known that there is a difference in knowledge of the values ​​of ngunggahne beras before and after it is explained. It is hoped that after understanding the values ​​of the ngunggahne beras ritual, the next generation can preserve the original culture in their area.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Menggunakan Teknologi Tepat Guna Mesin Pencacah untuk Mendukung Ekowisata Desa Tempurejo Kabupaten Kediri Santoso, Agus Muji; Istiqlaliyah, Hesty; Ramadhani, Risky Aswi; Primandiri, Poppy Rahmatika; Utami, Budhi; Budiretnani, Dwi Ari; Sulistiono, Sulistiono; Herawati, Elysabeth; Rahmawati, Ida; Sulistiyowati, Tutut Indah; Zubaidah, Siti; Okvitasari, Astri Rino; Arganata, Febryan Dimas; Insani, Gilang Taufan; Fahriza, M Raffi; Nadzifah, Bintang Khoirun
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 5 No. 4 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v5i4.12975

Abstract

This community service activity aims to increase the community's knowledge and skills in using chopping machines, which is a basic skill in managing litter and agricultural waste into compost and processing livestock forage into silage. Service activities were carried out in Tempurejo village, Kediri Regency with a total of 36 partners. The method used in this service is an empowerment based on collaborative participation. The activity stages follow the community empowerment implementation model, namely ODSIMED (Observation, Development, Socialisation, Implementation, Monitoring, Evaluation and Desemination). The instrument used to measure community knowledge and skills is a questionnaire and the data is analyzed quantitatively. The results of this service show that partners (1) are able to determine chopped materials for making compost or silage, achieving an average skill score of 3.27, (2) are able to differentiate the function of each part of the machine, achieving an average skill score of 3.30, (3) able to turn on and turn off the machine with a partner skill score reaching 3.20, (4) able to produce various forms of shreds both for compost and silage making purposes achieving an average score of 3.50, (5) able to calculate production capacity reaching the average skill score is 3.40, and (6) being able to carry out maintenance on machines reaches an average skill score of 2.80.
IMPLEMENTATION OF THE ASICC LEARNING MODEL BASED ON LESSON STUDY TO IMPROVE CRITICAL THINKING SKILLS OF STUDENT Haryati, Rifqi Takriyatu; Putri, Prianka Delvina; Primandiri, Poppy Rahmatika; Budiretnani, Dwi Ari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i4.6145

Abstract

Critical thinking skills involve logical and reasonable thinking activities that focus on making informed decisions regarding problems faced. Based on the results of observations carried out in class XI-8 SMA Negeri 2 Kediri, the data obtained indicate that the level of critical thinking skills among students is 50.7%. To overcome the problem, an effective learning model is needed to improve students' critical thinking skills, namely the ASICC learning model (Adapting, Searching, Interpreting, Creating & Communicating) which guides students to be able to reflect on themselves to achieve learning objectives, collect key information, solve contextual problems, share ideas, and produce a certain product. The purpose of this study is to determine the improvement of critical thinking skills of class XI-8 students of SMAN 2 Kediri on biology material through the ASICC learning model based on Lesson Study. This study employed a classroom action research (CAR) method, combined with lesson study, as described by Kemmis and McTaggart, and was conducted at SMAN 2 Kediri from February 2025 to March 2025. The data processed shows an increase in students' critical thinking. Data were collected through observations, interviews, post-test questions, and an assessment rubric. This research was analyzed using Zubaidah's Essential Skills of Thinking rubric. This study revealed an increase in students' critical thinking skills, from 62.4% in cycle 1 to 76.8% in cycle 2. Keywords: ASICC, Critical thinking skills