Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PANGAN

Modifikasi Iklim Mikro untuk Tanaman Soba (Fagopyrum esculentum) Sebagai Pangan Fungsional Micro Climate Modification on Plant Buckwheat (Fagopyrum esculentum) as Functional Food Lumingkewasa, Adeleyda M. W; Koesmaryono, Yonny; Aziz, Sandra A; Impron, Impron
JURNAL PANGAN Vol 24, No 1 (2015): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.279 KB) | DOI: 10.33964/jp.v24i1.44

Abstract

Tanaman soba (Fagopyrum esculentum) berasal dari wilayah subtropis, berpotensi sebagai pangan fungsional karena mengandung senyawa flavonoid antioksidan yaitu rutin. Kadar rutin sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman soba sebagai sumber bahan pangan fungsional. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pembibitan, desa Kopo (600 meter dari permukaan laut) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dari bulan Mei sampai Juli 2012. Metode yang digunakan adalah rancangan petak tersarang dalam rancangan acak kelompok dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah naungan terdiri dari dua taraf, yaitu: tanpa naungan, dengan naungan paranet 55 persen, dan faktor kedua adalah populasi terdiri dari dua taraf, yaitu: 200 tanaman/m2, 50 tanaman/m2. Hasil penelitian menunjukkan produksi biji terbanyak pada kombinasi perlakuan tanpa naungan populasi 200 tanaman/m2 (N0P1) sebesar 764,3 g/m2 atau 7,643 ton/hektar dan terendah pada perlakuan dengan naungan paranet 55 persen populasi 50 tanaman/m2 (N1P2) sebesar 146,0 g/m2 atau 1,46 ton/hektar. Kadar rutin tertinggi diperoleh pada perlakuan tanpa naungan sebesar 0,398 mg/g biji. Produktivitas kadarrutin biji soba sebesar 304,19 mg/m2. atau 3,04 kg/hektar.Buckwheat (Fagopyrum esculentum), originated from subtropical regions, has the potential as a functional food because it contains flavonoid, called rutin. Rutin concentration is greatly influenced by the environment. The objective of this study is to determine the potential of the buckwheat plant as a functional food. The research is conducted in the nursery garden of Kopo village (600 m asl), Bogor District, West Java, from May to July 2012. The method used is the nested plot design in a randomized complete block design with two factors and three replications. The first factor is two levels of shading namely without shading and with shading of 55 percent paranet. The second factor is two crop densities namely 200 plants/m2 and 50 plants/m2. The research results show that the highest grain production (764.3 g/m2 or 7.643 tons/ha) is in the combination treatment of NOP1 and the lowest one (146.0 g/m2 or 1.46 tons/ha) is in N1P2 treatment. The highest rutin concentration is obtained on the treatment without shade at 0.398 mg/g groats. The productivity of rutin concentration of buckwheat groats is 3.04 kg/ha.
Modifikasi Iklim Mikro untuk Tanaman Soba (Fagopyrum esculentum) Sebagai Pangan Fungsional Micro Climate Modification on Plant Buckwheat (Fagopyrum esculentum) as Functional Food Adeleyda M. W Lumingkewasa; Yonny Koesmaryono; Sandra A Aziz; Impron Impron
JURNAL PANGAN Vol. 24 No. 1 (2015): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v24i1.44

Abstract

Tanaman soba (Fagopyrum esculentum) berasal dari wilayah subtropis, berpotensi sebagai pangan fungsional karena mengandung senyawa flavonoid antioksidan yaitu rutin. Kadar rutin sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman soba sebagai sumber bahan pangan fungsional. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pembibitan, desa Kopo (600 meter dari permukaan laut) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dari bulan Mei sampai Juli 2012. Metode yang digunakan adalah rancangan petak tersarang dalam rancangan acak kelompok dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah naungan terdiri dari dua taraf, yaitu: tanpa naungan, dengan naungan paranet 55 persen, dan faktor kedua adalah populasi terdiri dari dua taraf, yaitu: 200 tanaman/m2, 50 tanaman/m2. Hasil penelitian menunjukkan produksi biji terbanyak pada kombinasi perlakuan tanpa naungan populasi 200 tanaman/m2 (N0P1) sebesar 764,3 g/m2 atau 7,643 ton/hektar dan terendah pada perlakuan dengan naungan paranet 55 persen populasi 50 tanaman/m2 (N1P2) sebesar 146,0 g/m2 atau 1,46 ton/hektar. Kadar rutin tertinggi diperoleh pada perlakuan tanpa naungan sebesar 0,398 mg/g biji. Produktivitas kadarrutin biji soba sebesar 304,19 mg/m2. atau 3,04 kg/hektar.Buckwheat (Fagopyrum esculentum), originated from subtropical regions, has the potential as a functional food because it contains flavonoid, called rutin. Rutin concentration is greatly influenced by the environment. The objective of this study is to determine the potential of the buckwheat plant as a functional food. The research is conducted in the nursery garden of Kopo village (600 m asl), Bogor District, West Java, from May to July 2012. The method used is the nested plot design in a randomized complete block design with two factors and three replications. The first factor is two levels of shading namely without shading and with shading of 55 percent paranet. The second factor is two crop densities namely 200 plants/m2 and 50 plants/m2. The research results show that the highest grain production (764.3 g/m2 or 7.643 tons/ha) is in the combination treatment of NOP1 and the lowest one (146.0 g/m2 or 1.46 tons/ha) is in N1P2 treatment. The highest rutin concentration is obtained on the treatment without shade at 0.398 mg/g groats. The productivity of rutin concentration of buckwheat groats is 3.04 kg/ha.
Co-Authors . Haruna . RINDITA A. Yanto Abdul Syakur Adeleyda M. W Lumingkewasa Adi Mulsandi Agus Suryanto Ahmad Faqih Aji Hamim Wigena Aji Irsyam N. Sukarta Akhmad Faqih Akhmad Faqih Alexander Knohl Ali, Ashehad Aswen Amsari Mudzakir Setiawan Amsari Mudzakir Setiawan Anung Wahyudi Aprilia, Lupita Ardhasena Sopaheluwakan Ardhasena Sopaheluwakan Aris Pramudia Aris Pramudia Ashehad Ashween Ali Asmari Amasih Aziz, Sandra A B.F. Simatupang Bambang Dwi Dasanto Bambang Guritno Budi Kartiwa Budi Kartiwa Christian Stiegler Daijiro Ito Didiek H. Goenadi Didiek Hadjar Goenadi Didiek Hadjar Goenadi Didy Sopandie Dodo Gunawan Dodo Gunawan Donaldi Sukma Permana Dulbari, Dulbari Dwi Guntoro E. Aldrian E. Eliyani Edi Santosa Edvin Aldrian Eko Sulistyono Eleonora Runtunuwu Eleonora Runtunuwu Erwin Eka Syahputra Makmur F Ismaini F. Djufri F. Fibrianty Fadjry Djufri Fadjry Djufri Felia Rizky Aulia Fendy Arifianto Ferdinan Yulianda Gusti Rusmayadi H.M.H Bintoro Djoefrie Hadi Susilo Arifin Hana F.T. Handoko Handoko Hanedi Darmasetiawan Hanedi Darmasetiawan Hari Wijayanto Haruna Haruo Suzuki Herdhata Agusta Hidayat Pawitan Hidayat Pawitan Hideki Sukimoto I Handoko I Handoko I Wayan Astika Impron Impron Irianto G. Irsal Las Irsal Las Justika Baharsjah Kiki, Kiki Knohl, Alexander Laode Sabaruddin Lisdar Idwan Sudirman Lukman H. Sibuea Lumingkewasa, Adeleyda M. W Ma'rufah, Ummu Magfira Syarifuddin Mamenun Mamenun Marjuki Marjuki Mufika Haryu Suci Fitriana Mulyono R. Prabowo Mulyono R. Prabowo Munif Ghulamahdi Nofi Yendri Sudiar P. Perdinan Rahmat Hidayat Resti Salmayenti Rini Hidayati Rizaldi Boer Rokhmin Dahuri S. B. Rushayati Sandra A Aziz Santikayasa, I Putu Setiapermas M.N. Siti Nadia Nurul Azizah Sjafrida Manuwoto Sofyan Zaman Sofyan, Devied Apriyanto Sopaheluwakan, Ardhasena Sulistyono, dan Eko Suman Sangadji Sutoro Sutoro Swastiko Priyambodo, Swastiko Syahrizal Koem Syarifuddin Karama Tania June Taufan Hidayat Taufan Hidayat Tetsuya Haseba Tetsuya Haseba Tugiyo Aminoto Ummu Ma'rufah Ummu Ma'rufah Upik Kesumawati Hadi Wahyujaya Wahyujaya Wido Hanggoro Yogi Sugito Yon Sugiarto Yopie Moelyohadi Yunus Subagyo Swarinoto Yusmin . Yusmin . Yustika S. Baharsyah Z. Noor