p-Index From 2021 - 2026
5.167
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Penyuluhan SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Social Economic of Agriculture JEJAK JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS AGRIEKONOMIKA Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan ASEAN Journal on Hospitality and Tourism Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) WARTA AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian JURNAL AGRILAND Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian JURNAL GALUNG TROPIKA Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Jurnal SEPA (Social Economic and Agribusiness Journal) Jurnal SOLMA JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Indonesian Journal of Agricultural Research Jurnal Pertanian Agros Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Unri Conference Series: Agriculture and Food Security AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Syntax Idea ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Media Agribisnis Jurnal Abdi Insani Jurnal Agro Ekonomi JURNAL ILMIAH AGRINECA Madaniya JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Tanjungpura International Journal on Dynamics Economics, Social Sciences, and Agribusiness (TIJDESSA) Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Warta LPM AGRIC SENMEA
Claim Missing Document
Check
Articles

THE DEVELOPMENT STRATEGY OF BAMBOO CRAFT HOME-SCALE INDUSTRIES USING DIAMOND PORTER MODELING AT MALUMBI VILAGE, KAMBERA DISTRICT, EASTERN OF SUMBA REGENCY: SWOT Analysis Taru, Nikodemus Samuel; Mary Prihtanti, Tinjung; Nuswantara, Bayu
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 22 NO 01 2023 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.111 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.22.01.89-108

Abstract

The existence of Malumbi Vilage as bamboo craft production area predicted has a chance to be developed. The aim of this study was treated the SWOT analysis against the bamboo craft business using SWOT matrix and Diamond Porter Modeling to determine the suitable strategy developing priority of the business. Results of scoring from internal aspect (IFE) showed that the bamboo craft business has strength from the skills of the craftsmans with score 0.36 and the weakness showed from the age of craftsmans, marketing targets and information acquisition with each scores showed 0.12. Total score of overall internal aspect (IFE) showed 2.79 higher than standard 2.5 mean that the bamboo craft business from Malumbi already success maintenancing the strength to handling the weakness side. While the scoring results from external aspects (EFE) of the bamboo craft has the prime opportunity from the continuity availiability of the raw material swith score 0.46 while the main threats were the existence of competitors and the unstable of economical conditions with the score of each showed 0,35. Score of overall external aspect (EFE) showed 2.88 higher than standard 2.5 mean that the bamboo craft business able to advantaging the opportunities to covering the threats. Based on total score of IFE 2.79 and EFE 2.88 then matching the scores using SWOT matrix and Diamond Porter Modeling then concluded that this bomboo craft business stay in middle level of external and internal conditions then in this condition the suitable strategies to applied was “Grow and Develop” strategy.
Evaluasi Potensi Lahan Pengembangan Komoditas Strategis Perkebunan Kabupaten Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur Jawang, Uska Peku; Simanjuntak, Bistok Hasiholan; Prihtanti, Tinjung Mary
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 8 No 3 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.8.3.396-405

Abstract

Terdapat empat komoditi strategis perkebunan yang dikembangkan di wilayah Kabupaten Sumba Tengah yaitu kopi, kakao, jambu mete dan kemiri. Informasi potensi lahan pengembangan komoditi strategis masih terbatas. Tujuan penelitian: 1) Menentukan keunggulan komoditi terpilih, 2) Kesesuaian lahan, dan 3) Arahan wilayah pengembangan. Metode penelitian: Studi literature, Komoditas unggulan dengan metode LQ, Kelas kesesuaian lahan secara spasial dengan metode matching krakteristik lahan dan persyaratan tumbuh tanaman, dan arahan wilayah potensi pengembangan. Komoditas terpilih dengan wilayah basis. Kakao di Kecamatan: Katiku Tana, Katiku Tana Selatan, dan Mamboro. Kopi di Kecamatan: Katiku Tana dan Katiku Tana Selatan. Jambu Mete di Kecamatan Mamboro dan Umbu Ratu Nggay. Kemiri di Kecamatan : Mamboro dan Umbu Ratu Nggay Barat. Tingkat luas wilayah kelas kesesuaian lahan komoditas, Kakao dengan luas kelas S1: 103.327,5 ha, S2: 83.365,4 ha dan N: 225 ha. Kopi dengan luas kelas S1 123.664 ha, S2: 63.027,7 ha dan N: 226. Jambu mete dengan luas kelas S1: 5.716 ha, S2: 126.661,3 ha, S3: 54.313,1 ha dan N: 228 ha. Kemiri dengan luas kesesuian kelas S1: 165.567 ha, S2: 21.128,3 ha dan N: 223 ha. Arah wilayah pengembangan komoditas berdasarkan potensi lahan. Kakao di Kecamatan Katiku Tana, Katiku Tana Selatan dan Mamboro. Kopi di kecamatan Katiku Tana dan Katiku Tana Selatan. Jambu Mete wilayah pengembangan cukup potensi di kecamatan Mamboro, Umbu Ratu Nggay dan Umbu Ratu Nggay Barat. Kemiri wilayah pengembangan di kecamatan Katiku Tana Selatan, Mamboro dan Umbu Ratu Nggay Barat. Kata Kunci: Evaluasi Potensi Lahan, Komoditas Unggulan Perkebunan, Kelas Kesesuaian, Arahan Pengembangan Wilayah.
FUNGSI PRODUKSI PADA USAHATANI CABAI DI DESA BATUR, KECAMATAN GETASAN Zega, Jelita Hati; Prihtanti, Tinjung Mary
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3546

Abstract

Farming is one of the activities in the agricultural sector that can benefit the farmer's economy. However, even though chili farming can have a good impact on farmers, not all or many farmers still experience difficulties in managing chili farming in the field of efficient use of production inputs. The research was carried out in Batur Village, Getasan District from April to June 2023. The type of research used in the research was a quantitative descriptive method with Cobb-Douglas production function analysis. In this research, techniques are applied nonprobability namely technique purposive sampling where this technique is the determination of respondents to be used as samples based on certain criteria with a total of 40 farmers as respondents. The research results show that the factors that influence the productivity of curly red chilies are seeds, labor, NPK fertilizer and pesticides. For allocative efficiency, the input of seeds, manure and pesticides is not yet efficient and the input of labor and NPK fertilizer is not efficient. Key words: productivity, curly red chilies, allocative efficiency  IntisariUsahatani merupakan salah satu kegiatan dari sektor pertanian yang dapat menguntungkan perekonomian petani. Namun meskipun usahatani cabai dapat memberikan dampak yang baik bagi petani, tidak semua petani dalam mengelola usahatani cabai secara efisien penggunaan input produksi. Penelitian dilaksanakan di Desa Batur, Kecamatan Getasan pada bulan April hingga Juni 2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan analisis fungsi produksi Cobb-douglas. Dalam penelitian ini menerapkan teknik nonprobability yakni teknik purposive sampling dimana teknik ini merupakan penentuan responden untuk dijadikan sampel berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu dengan jumlah responden 40 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi produktivitas cabai merah keriting yaitu bibit, tenaga kerja, pupuk NPK dan pestisida. Kata kunci: produktivitas, cabai merah keriting, efisiensi Alokatif
ANALISIS KELAYAKAN BISNIS DAN POLA KEMITRAANUSAHA SAYURAN HIDROPONIK (STUDI PADA BALE HIDROPONIK SALATIGA) Christianto, Eunike Wanty; Prihtanti, Tinjung Mary
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2515

Abstract

Bale Hidroponik memiliki berbagai mitra usaha seperti mitra pemasar dan mitra pemasok untuk membantu keberlangsungan usaha, namun belum teridentifikasi kemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis kelayakan bisnis sayuran hidroponik, yakni kelayakan aspek pasar dan pemasaran, kelayakan aspek manajemen/organisasi, kelayakan aspek ekonomi dan sosial, dan kelayakan aspek lingkungan hidup; 2) Menganalisis pola kemitraan antara Bale Hidroponik Salatiga dengan mitra pemasar produk dan mitra pemasok serta perannya terhadap kelayakan bisnis sayuran hidroponik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik penentuan informan menggunakan metode purposive. Unit amatan dalam penelitian ini adalah pihak Bale Hidroponik yang meliputi pemilik dan karyawan, mitra pemasar produk, dan mitra pemasok. Sedangkan unit analisis dalam penelitian ini meliputi pola kemitraan dan analisis kelayakan bisnis (aspek pasar dan pemasaran, aspek manajemen/organisasi, aspek ekonomi sosial, dan aspek lingkungan hidup) di Bale Hidroponik Salatiga. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan keputusan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pasar dan pemasaran, aspek ekonomi, dan aspek lingkungan hidup dapat dikatakan layak, sedangkan aspek manajemen/organisasi dan aspek sosial di Bale Hidorponik belum dapat dikatakan layak. Pola kemitraan yang terjadi antara Bale Hidroponik dengan mitra adalah pola dagang umum.   
ANALISIS FUNGSI BIAYA PRODUKSI USAHATANI KEDELAI DI DESA KEBONAGUNG KABUPATEN GROBOGAN Nuswantara, Bayu; Hartono, Georgius; Prihtanti, Tinjung Mary
Prosiding Seminar Nasional Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MANAJEMEN, EKONOMI DAN AKUNTANSI 2016
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan terhadap impor yang semakin tinggi menyebabkan diperlukan upaya peningkatan produksi kedelai nasional, termasuk di provinsi Jawa Tengah yang menjadi salah satu provinsi sentra produksi kedelai Indonesia, salah satu sentra produksi kedelai adalah Kabupaten Grobogan. Biaya tinggi diduga menjadi salah satu penyebab rendahnya produksi usahatani kedelai. Upaya peningkatan produksi kedelai saat ini mengalami tantangan adanya potensi meningkatnya biaya produksi, sehingga posisi daya saing kedelai menjadi lebih rendah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis fungsi biaya produksi dari input yang digunakan dalam usahatani kedelai dengan pendekatan fungsi produksi. Penelitian dilakukan di Desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan. Data yang dicari dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diambil menggunakan teknik survei yakni mewawancarai petani dengan panduan kuesioner, sedangkan data sekunder diambil pada instansi terkait. Sampel ditentukan secara acak di lokasi penelitian sejumlah 50 petani. Teknik analisis data menggunakan analisis fungsi produksi Cobb Douglas kemudian dirumuskan fungsi biaya produksinya. Dari hasil penelitian usahatani kedelai dapat disimpulkan: (1) Hasil analisis fungsi produksi, menunjukkan ada lima variabel yang berpengaruh nyata terhadap tingkat produksi yakni: luas lahan, pupuk ponska, benih kedelai dan racun prevaton, sedangkan pupuk urea dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata, (2) Hasil estimasi fungsi biaya dengan pendekatan fungsi produksi, menunjukkan tingkat produksi, sewa lahan, harga pupuk ponska, harga benih, dan harga prevathon berpengaruh nyata terhadap biaya produksi usaha tani kedelai, sedangkan untuk upah tenaga kerja dan harga pupuk urea berpengaruh nyata terhadap biaya produksi usaha tani kedelai.
Impact Of Agricultural Production on Stunting Prevalence in Central Java Province Maria; Tinjung Mary Prihtanti; Esther Sheliena; Yuliawati; Damara Dinda Nirmalasari Zebua
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.12288

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that impairs children's growth and development. This study aims to examine the influence of agricultural production and food access indicators on stunting prevalence across 35 districts and cities in Central Java Province from 2021 to 2023. The independent variables include rice production, horticultural production, broiler chicken production, cow milk production, egg price index, and paddy field area. Panel data regression using a fixed effects model (FEM) was selected as the most appropriate analytical approach, based on the results of the Chow and Hausman tests. The results show that rice production, egg price index, and paddy field area have a statistically significant influence on stunting prevalence. In contrast, horticultural production, broiler chicken production, and cow milk production do not show significant effects. These results suggest that improving food availability alone is not sufficient; it must be accompanied by enhanced access and affordability. The study highlights the importance of localized agricultural and nutritional strategies in reducing stunting. Analysis indicates the decline in stunting prevalence in Central Java, although several areas still record high rates. Rice production, paddy field area, and egg prices index as significant factors influence stunting, highlighting the need for integrated policies that combine agricultural development with improved access, affordability, and nutrition education.
Partisipasi Petani dalam Program Jalan Usaha Tani (JUT) di Kecamatan Getasan Farmers' Participation in The Farmland Road Program in Getasan District Santosa, Yoga; Prihtanti, Tinjung Mary
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.20548

Abstract

The Farmland Road Program (JUT) is a step taken by the government in providing infrastructure in agricultural areas. The JUT program requires community participation. Getasan District is one of the districts in Semarang Regency, Central Java Province, which received the JUT program in several hamlets. The purpose of this study was to identify the forms and stages of farmer participation in the JUT program and to identify the Arnstein ladder of participation in the JUT program in three hamlets in Getasan District. Respondents in this study were determined using a cluster sampling technique, namely dividing the population into several groups based on hamlets, then determining a quota in each hamlet of 20 farmers (a total of 60 farmers). Research data collection used survey techniques through interviews, observations, and documentation. The results of the study found that the highest form of participation was labor, and the highest stage of participation followed by respondents was at the JUT utilization stage. The results of the Arnstein ladder analysis found that the participation of the Ngaduman, Nglelo, and Tawang hamlets in the JUT program was at the placation level (5th ladder) in the Pseudo Participation category (tokenism ladder). Farmer participation in the JUT program, namely communication between the community and the government, is going well, but the government is still conducting a feasibility assessment.).
Faktor Keberhasilan Pertanian Keluarga: Analisis Bibliometrik Ningrum, Priskilah; Sheliena , Esther; Prihtanti, Tinjung Mary
Agric Vol. 37 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2025.v37.i2.p107-128

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, perhatian akademis terhadap penelitian pertanian keluarga telah meningkat secara signifikan. Pertanian keluarga mewakili sistem pertanian yang dominan secara global, berperan sebagai landasan utama keamanan pangan dan pembangunan pedesaan. Analisis bibliometrik ini mengkaji produksi ilmiah tentang keberhasilan pertanian keluarga antara tahun 1977 dan 2025 dari sumber Scopus. Analisis tersebut menemukan 84 artikel yang ditulis oleh berbagai negara seperti Amerika Serikat, Indonesia, Kuba, dan negara-negara di Eropa, Asia, dan Afrika, yang berkontribusi pada topik pertanian keluarga. Menarik untuk dicatat bahwa Indonesia cukup aktif dalam meneliti pertanian keluarga, karena terdapat jumlah yang signifikan dari pertanian keluarga di Indonesia yang merupakan operasi pertanian skala kecil. Analisis jaringan ko-munculan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor keberhasilan pertanian keluarga dalam literatur penelitian didominasi oleh tiga dimensi utama: (1) dimensi demografis yang menekankan karakteristik sumber daya manusia, termasuk aspek gender dan struktur usia, (2) dimensi geografis yang memprioritaskan konteks regional, terutama di Afrika dan Asia Timur, dan (3) dimensi metodologis yang berfokus pada pendekatan penelitian dan analisis demografis. Pertanian keluarga memproduksi sebagian besar makanan segar yang dikonsumsi di pusat-pusat perkotaan besar, namun kesuksesannya bergantung pada berbagai kebijakan publik, mulai dari penguatan fasilitas produksi hingga dukungan saluran pemasaran. Indonesia muncul sebagai simpul yang lebih kecil di bagian atas jaringan dengan koneksi terbatas, menunjukkan keterlibatan yang relatif rendah dalam kolaborasi penelitian internasional tentang pertanian keluarga meskipun memiliki sektor pertanian keluarga yang signifikan.  
Co-Authors Abdul Aziz Advensius Agung Pranata Agnes Marsela Sihaloho Alfred Jansen Sutrisno Andree Wijaya Setiawan Anisah Eka Mutmainah Anita Agustian Safutri Aprilia, Yohana Ardian, Bernardus Restu ARIES KRISTYANTO Ayuk Mutiara Saraswati Bayu Nuswantara Bistok Hasiholan Simanjuntak Christianto, Eunike Wanty Damara Dinda Nirmalasari Zebua Diana Rarasati Dimas Adi Saputra Dimas Adi Saputra Dina Rotua Valentina Banjarnahor Djoko Murdono Endang Pudjihartati ENDRI EKA WARTA Ermelinda Bola Febyningsi Rambu Ladu Mbana Febyningsi Rambu Ladu Mbana Firlia Wibawanti Fiza Ardi Fruticosa, Kornelinn G. Hartono GEORGIUS HARTONO Gregorius Adi Nugroho Saputro Hendrik Johannes Nadapdap Hestiyati Devi Indri Wahyuningsih Jawang, Uska Peku Klarista Ardiani Klarista Ardiani Lasmono Tri Sunaryanto M. Alfian Happy Pramuditya Maria Maria Maria Maria Maria Maria Marina Herawati Maria Pangestika Maria Pangestika MARIA PUJIATI Martiana Nur Nugraheni Maurinus Junedi Laka Senda Nikodemus Samuel Taru Ningrum, Priskilah Novinanto, Antonius Novtan Thomas Zebua Nugraheni Widyawati Putri Kurniasih Putri, Regina Kartika R Aji Bayu Nugroho R. Aji Bayu Nugroho Rinory, Armandho Rizka Muflikhatun Nisa’ Rosa Dewi Savira Salsabila Nandira Nugroho Sanjaya, Kris Indra Santosa, Yoga Saragih, Elsa Christin Sheliena , Esther Siandoi, Ovin Sodik Maskur Sony Heru Priyanto Suprihati Taru, Nikodemus Samuel Theresa Dwi Kurnia Toni Wijaya, Toni Triana Elizabeth Yulianti Wijang Angga Kurniawan Yoanes Krisostomos Nargy Justra Septaris Yoga Aji Handoko Yohana Aprilia yosua umbu osa sabaora Yosua Umbu Osa Sabaora Yuliawati Yuliawati Yulita Yulita Zega, Jelita Hati