Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

IDENTIFIKASI KELAYAK AN GEDUNG KANTOR KELURAHANKALICARI SEMARANG MENGGUNAKAN HAMMER TEST Purwanti, Hani; Fatma, Nur Fithriani; Firmawan, Ferry
TEMATIK Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v2i1.4536

Abstract

AbstrakKelurahan merupakan unit pemerintahan terkecil setingkat dengan desa. Berbeda dengan desa, kelurahan memiliki hak mengatur wilayahnya lebih terbatas. Dalam perkembangannya,sebuah desa dapat diubah statusnya menjadi kelurahan. Kelurahan merupakan wilayah kerja Lurahsebagai Perangkat Daerah Kabupaten atau kota. Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah yangberstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil. Peraturan terbaru yang mengatur hal yang berkaitan denganKelurahan, yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. KantorKelurahan Kalicari dibangun pada tahun 1995 secara swakelola. Ini berarti Usia bangunan kantorkelurahan kalicari sudah mencapai 26 tahun. Dalam pasal 25 ayat 2 UU 18/1999, Umur bangunankonstruksi sendiri bisa lebih lama atau lebih singkat dari 10 tahun, tergantung pada rencana ataujenis konstruksinya. Tetapi secara umum, umur maksimum bangunan ialah 30 tahun. Sebenarnyasebuah bangunan bisa saja tetap berdiri kokoh hingga 50 tahun, bahkan 100 tahun, tetapi perludiperhatikan jika sudah menginjak usia 30 tahun. Karena kantor kelurahan kalicari ini dibangun secara swakelola oleh masyarakat sehinggabaik dana, perencanaan dan pelaksanaan serta pengawasan dilakukan sendiri oleh masyarakatsehingga perlu di cek secara fisik keamanan bangunannya yang sudah mencapai usia 26 tahun.Karena semakin tua bangunan maka tingkat ketahanan bangunan semakin berkurang. Untuk mengetahui kekokohan sebuah bangunan bisa diketahui dengan peralatan khususantara lain Hammer Test. Untuk itu Tim Pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Teknik,Universitas Semarang menguji kekuatan beton menggunakan Hammer test dari bangunan kantorkelurahan di beberapa titik kolom, dan sloof dari bangunan tersebut. Pelaksanaan pengujianhammer test di kelurahan kalicari dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2021 didampingi daripihak kelurahan Kalicari yaitu Lurah Bapak Didik Agung Mulyana, SE, MSI  
Pemeriksaan Struktur Eksisting Gedung Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Tengah Enggartiasto, Lintang; Fatma Cholida, Nurfithriani; Purwanti, Hani
TEMATIK Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i2.7106

Abstract

Bangunan gedung sebagai tempat manusia dalam melakukan kegiatannya, mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan watak, perwujudan produktivitas, serta jati diri. Gedung kantor Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Tengah terdiri dari 4 lantai yang tersusun atas material beton bertulang yang telah berdiri lebih dari 20 tahun. Dengan kondisi tersebut dikhawatirkan terdapat penurunan mutu material maupun adanya kerusakan struktur sehingga perlu adanya pemeriksaan terhadap kondisi struktur eksisting untuk mengetahui kondisi dan mutu material beton eksisting. Metode yang digunakan dalam investigasi ini berupa pengamatan visual kondisi struktur dan hammer test pada beton eksisting. Hasil pemeriksaan struktur secara visual terdapat bagian pelat lantai yang mengalami kerusakan dan rangka kuda-kuda baja yang mulai berkarat. Kerusakan pada pelat lantai meliputi pengelupasan selimut beton dan pelapukan akibat faktor usia bangunan. Selanjutnya, tinjauan terhadap kuat tekan karakteristik beton pada elemen struktur balok dan kolom masih memenuhi persyaratan material beton tahan gempa sesuai SNI 2847 2019.
Analisis Perbandingan Biaya Dan Waktu Penggunaan Metode Risba Dan Metode Konvensional Pada Struktur Bangunan Rumah Tinggal: Analisis Perbandingan Biaya Dan Waktu Penggunaan Metode Risba Dan Metode Konvensional Pada Struktur Bangunan Rumah Tinggal crista, ngudi; Mahmud, Faizal; Purwanti, Hani; Widiatmoko, Kukuh Wisnuaji
Jurnal Civil Engineering Study Vol. 3 No. 01 (2023): Jurnal Civil Engineering Study
Publisher : Civil Engineering of Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.365 KB) | DOI: 10.34001/ces.03012023.10

Abstract

Abstrak Rumah tinggal pada umumnya dibangun menggunakan metode pengerjaan konvensional dengan bahan dasar struktur menggunakan beton, besi tulangan dan bekisting. Struktur bangunan pada rumah tinggal merupakan komponen utama yang menjadi kerangka terbentuknya sebuah bangunan, kokoh atau rapuhnya sebuah bangunan terlihat dari metode dan material yang digunakan untuk menyusun struktur bangunannya. Risba merupakan kepanjangan dari Rumah Instan Baja yang menjadi salah satu rumah tahan gempa yang dikenalkan oleh dosen UGM, Metode Risba telah diteliti mengenai material baja yang digunakan dengan melakukan pengujian balok, sloof dan kolom menggunakan CNP dobel dengan metode pembebanan monotonic. Perkiraan biaya dan waktu yang dibutuhkan dalam setiap pekerjaan konstruksi dengan komponen perencanaan biaya dan waktu terdiri dari tenaga kerja dan peralatan serta material yang digunakan. Pembangunan rumah tinggal 2 lantai tipe 72 dengan menggunakan metode konvensional dan metode risba didapatkan selisih biaya sebesar Rp 13.059.024,00 dengan kata lain bahwa struktur bangunan dengan metode risba lebih murah 17 %.
The PLANNING OF A 5 STORY LECTURE BUILDING IN THE TEMBALANG AREA Anang Prakoso; Zhafira, Talitha; M Rafi Rangga P; Hani Purwanti
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 10 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v10i2.3397

Abstract

Perencanaan pembangunan gedung tahan gempa perlu dilakukan untuk keamanan dan keselamatan pengguna gedung tersebut. Dalam perencanaan gedung Perkuliahan 5 Lantai di Daearah Tembalang ini bertujuan untuk dapat merencanakan dimensi struktur serta mengetahui nilai maksimal dari displacement, drift, mass ratios. Struktur tersebut meliputi sloof / tie beam, kolom, balok, pelat lantai, dan pelat tangga, serta penggunaan baja untuk atap. Penggunaan beton struktural mengacu pada SNI 2847-2019 dengan perencanaan beban akibat gempa dari hasil analisis respon spektrum. Perencanaan gempa tersebut mengacu pada SNI 1726-2019. Dalam perencanaan gedung ini dilakukan dengan menghitung dimensi serta penulangan yang akan diaplikasikan pada software Etabs. Dari perencanaan tersebut didapatkan ukuran frame baja untuk atap menggunakan IWF 350x175x7x11 dan Canal C 200x75x20x3,2 sedangkan dimensi kolom (65cm x 65cm), balok induk (60cm x 40 cm), balok anak (30cm x 40cm), pelat lantai (12cm), pelat tangga (12cm). Dari perhitungan menggunkan software Etabs diperoleh nilai maksimal displacement untuk arah x (33,275mm) dan y (25,777mm) dengan simpangan ijin (0,72mm), nilai maksimal drift ratio arah x (0,00248mm) dan y (0,00192mm) dengan simpangan ijin (0,00378mm), nilai mass ratios (100%). Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan gedung Perkuliahan 5 Lantai di Daerah Tembalang memenuhi syarat dari SNI yang berlaku.
Investigasi Struktur Gedung Balai Pertemuan Kelurahan Tlogosari Wetan Hani Purwanti; Ferry Firmawan; Diah Aryati Puji Lestari
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 2 No. 1 (2024): January
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jpk.v2i1.8562

Abstract

The meeting hall building in Tlogosari Wetan Village consists of one floor extending throughout the land that is still surrounded by rice fields and is predominantly constructed with reinforced concrete materials. Based on information, the building has been standing for more than 20 years. Seeing this, the Community Service Team aims to investigate the condition of the structural system and materials of the Village Hall Building. To find out the condition of the structure and building materials, and can be a follow-up for partners to improve and utilize the building. The method used in this investigation is visual observation of structural conditions and non-destructive material testing. The results of the investigation show that a review of the compressive strength characteristics of the concrete in column elements still meets the requirements for earthquake-resistant concrete materials according to SNI 2847 2019.
Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa tentang Sarana Prasarana di Karangawen Kabupaten Demak Hani Purwanti; Ferry Firmawan; Purwanto Purwanto
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 3 No. 1 (2025): January
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jpk.v3i1.9884

Abstract

Brambang Village, Karangawen District, experienced damage to infrastructure due to flash floods, while village officials lacked the capacity and knowledge to manage it. The purpose of this community service program is to improve village officials' ability to manage infrastructure through field reviews and Forum Group Discussions (FGD). The exercises improved the village officials' understanding and proficiency in assessing the state of the infrastructure, preparing repair plans, and overcoming damage due to disasters. Awareness of the importance of community participation also increased. This program produced concrete recommendations for repairing damaged infrastructure and is expected to be followed up immediately. With this increased capacity, Brambang village officials can manage infrastructure more effectively, delivering long-term advantages for the local community's well-being. This Community Service Program has succeeded in achieving its goals and helping to raise the community of Karangawen's standard of living.
Evaluation of the Sragi Secondary Channel of the Kaliwadas Irrigation Area, Pekalongan Regency Wanto, Sri; Masvika, Hendra; Cahyono, Dhamang Budi; Purwanti, Hani
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering) Vol 7, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jacee.7.1.8-17

Abstract

The Sragi secondary channel is located in the Kaliwadas irrigation area, Pekalongan Regency has a length of 7,587 m. The position of the channel is in a rice field area which is used to optimize irrigation to support agricultural business productivity. The existing condition of the channel in the form of native soil causes frequent leaks. Technical handling is needed to repair irrigation buildings in the form of a study on the existing condition of the Sragi secondary channel through field surveys and checking physical conditions. Furthermore, identification of the level of damage to irrigation channels is carried out. From the problems that arise at the identification stage, recommendations are then given in the form of proposals for improvements to buildings and irrigation channels. The results of the field survey in the form of network tracing provide data that the level of physical and functional damage to the Sragi secondary channel infrastructure reaches >40%. The condition is categorized as very bad with the classification of severely damaged which requires repair or replacement. Most of the damage in the form of spots or localized occurred on the existing lining of masonry and precast concrete starting from Hm 50+00 to Hm75+68. The recommendations for improvement are in the form of dismantling the existing precast concrete lining according to the point of damage. It is recommended to repair the lining using K-300 precast concrete so that the structure of the irrigation channel is safe against the risk of deformation.
Studi Perilaku Tiang Group Pada Lapisan Tanah Terlikuifaksi Situmorang, Adolf; Kustirini, Anik; Purwanti, Hani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.983

Abstract

Abstrak Likuifaksi merupakan satu fenomena yang terjadi pada lapisan tanah akibat gempa bumi. Pada saat terjadi likuifaksi tanah mengalami peningkatan tekanan air pori yang menyebabkan tanah kehilangan kuat geser sehingga mengalami penurunan tegangan efektif dan secara linier mengakibatkan penurunan kuat geser. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui perubahan perilaku tiang akibat lapisan tanah terlikuifaksi disepanjang tiang. Semua analisa perubahan perilaku tiang dibandingkan dengan kondisi atau kondisi tidak ada lapisan terlikuifaksi, sehingga dapat diketahui perubahan perilaku tiang ketika ada lapisan teriluifaksi. Dari hasil analisa defleksi diketahui bahwa terjadi perubahan defleksi yang besar jika dibandingkan antara lapisan tidak terlikuifaksi dengan lapisan terlikuifaksi, yaitu dari 0,16 mm menjadi 4,32 mm atau meningkat sebesar 4.16 mm. Perubahan momen untuk lapisan tidak terlikuifaksi 23 kN menjadi 219 kN untuk kondisi lapisan terlikuifaksi atau meningkat sebesar 196 kN.m, hal yg sama pada perubahan daya dukung yang mengalami penurunan ketika terjadi likuifaksi, sehingga disimpulkan bahwa ada perubahan perilaku tiang jika terdapat lapisan terlikuifaksi. Kata kunci: likuifaksi, sondir, daya dukung tiang, defleksi   Abstract Liquefaction is a phenomenon that occurs in soil layers due to earthquakes. When liquefaction occurs, the water pressure of soil has increased which causes the soil to lose shear strength, resulting in a decrease in effective stress and linearly resulting in a decrease in shear strength. This research was conducted to determine changes of pile behavior due to liquefaction of the soil layer along the pile. All analyses of changes of pile behavior are compared with conditions where there is no liquefaction layer, so that changes of pile behavior can be seen when there is liquefaction layer of soil. The results of the deflection analysis, it is known that there is a large change in deflection when compared between the non-liquefaction layer and the liquefaction layer, namely from 0.16 mm to be 4.32 mm or increases 4.16 mm. The change in moment for the liquefaction layer is 23 kN to be 219 kN for the liquefaction layer condition or increases 196 kN.m, the same thing as the change in bearing capacity which decreases when liquefaction occurs, so it is concluded that there is a change of pile behavior if there is a liquefaction layer. Keywords: liquefaction, CPT, bearing capacity of pile, deflection