Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI BORE PILE BERDASARKAN DATA SONDIR PADA PROYEK PEMBANGUNAN INSTALASI IBU KOTA KECAMATAN (IKK) PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN TANAH LAUT Hendra Cahyadi; Akhmad Gazali; Firman Al Hakim
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i2.4255

Abstract

Penyelidikan geoteknik merupakan pekerjaan yang menghasilkan data - data penunjang dalam pekerjaan perencanaan suatu bangunan. Didalam kegiatan perencanaan, penyelidikan geoteknik harus dilakukan secara baik sehingga dihasilkan gambaran yang jelas mengenai index properties dan engineering properties dari tanah. Analisis geoteknik dilakukan untuk dapat mengetahui stabilitas dan daya dukung tanah dalam menerima beban struktur diatasnya. Untuk mengetahui struktur tanah dan daya dukung tanah di lokasi perencanaan proyek pembangunan Instalasi Ibu Kota Kecamatan (IKK) Pelaihari Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tanah Laut maka dilakukan analisis perhitungan daya dukung tanah menggunakan data sondir dari dua titik sondir dengan menggunakan tiga metode yaitu metode Van Der Ween, metode Philipponant, dan metode Mayerhoff. Berdasarkan hasil perhitungan nilai daya dukung pondasi bore pile dengan menggunakan tiga metode dihasilkan nilai daya dukung yang berbeda – beda. Untuk perhitungan menggunakan metode Van Der Ween hasil nilai daya dukung ultimit (Qult) 213.20 ton dengan daya dukung izin (Qizin) 71.06 ton untuk titik sondir S.02 dan 193.52 ton dengan daya dukung izin (Qizin) 64,50 ton untuk titik sondir S.03. Perhitungan menggunakan metode Philipponant   hasil nilai daya dukung ultimit (Qult) 136.51 ton dengan daya dukung izin (Qizin) 45,50 ton untuk titik sondir S.02 dan 135, 06 ton dengan daya dukung izin (Qizin) 45,02  ton untuk titik sondir S.03. Dan untuk perhitungan metode Mayerhoff hasil nilai daya dukung ultimit (Qult) 654.37 ton dengan daya dukung izin (Qizin) 218,12 ton untuk titik sondir S.02 dan 702.73 ton dengan daya dukung izin (Qizin) 234,24 ton untuk titik sondir S.03. Kata Kunci: sondir, daya dukung, Van Der Ween, Philipponant, Mayerhoff
PENERAPAN VALUE ENGINEERING (VE) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS II UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA hendra cahyadi; Rida Respati; Galibur Rahman
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018): DESEMBER JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.058 KB) | DOI: 10.31602/jk.v1i2.1774

Abstract

Menganalisa kembali sebuah perencanaan pembangunan gedung menjadi salah satu pilihan untuk menghemat biaya, namun masih sesuai ketentuan dan standar yang berlaku. Banyak alternatif yang digunakan untuk menghemat biaya-biaya dengan mengurangi atau menghilangkan biaya yang tidak diperlukan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah value engineering (rekayasa nilai).  Value  Engineering  (VE)  dapat  didefinisikan  sebagai  sebuah teknik  dalam  manajemen  pendekatan  yang  sistematis  untuk  mencari keseimbangan fungsi terbaik antara biaya, kendala kinerja sebuah proyek serta mengurangi atau menghilangkan biaya yang tidak penting.Pada penelitian ini analisa VE dilakukan berdasarkan item yang dianalisis menggunakan distribusi Paretto, kemudian selanjutnya dilakukan analisa dengan beberapa tahap/ fase yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa dan tahap rekomendasi. Untuk Rancangan Anggaran Biaya dikelompokan lebih ringkas menjadi beberapa kelompok selanjutnya dilakukan distribus Paretto sehingga diperoleh item yang akan dilakukan Value Engineering yaitu Pekerjaan Struktur, Pekerjaan Dinding, Lantai dan Plafond serta Pekerjaan Saluran dan Ruas Jalan.Rancangan usulan yang diterapkan pada studi ini adalah penggantian item pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba menjadi Bored Pile ditambah dengan pekerjaan yang menyertainya sehingga diperoleh selisih biaya untuk pekerjaan struktur sebesar                 Rp. 435.419.421. Rancangan usulan pekerjaan dinding hanya mengganti  partisi  dinding  dari  Gypsum board 5 mm (kayu  kelas  II)  menjadi Triplek 6  mm sehingga   diperoleh selisih biaya sebesar Rp. 17.034.473. Rancangan  pada  pekerjaan  ruas  jalan  hanya  me-review  untuk  pemanacangan galam per- m2dengan selisih biaya Rp. 1.050.000.000. Berdasarkan perhitungankeseluruhan total biaya hasil yang diperoleh pada studi penerapan valueengineering  ini  relatif  kecil  yaitu  hanya berkisar 7,4% dari  total  kesuluruhanbiaya.Kata kunci: rancangan anggaran biaya, rekayasa nilai, gedungRe-analyzinga building development plan to be anoption to save costs, but still in  accordance with applicable terms  and standards. Many alternatives are used to save costs by  reducing or eliminating unnecessary  costs. One of the alternatives                             that can be used is value engineering (VE). Value Engineering (VE) can be defined as atechnique in the management of a systematic approach to finding the best balance of functions between cost, performance constraints of  a  project  and reducing  or eliminating unnecessary costs.In this research VE analysis is done based on the items analyzed using Paretto distribution, then next done by analysis with some phase/phase that is stage information, creative  phase, analysis phase  and recommendation phase. For the Budget Plan, it will bedivided into several groups, then distributed by Paretto so that the items will be done Value Engineering is Structural Work,Wall Work, Floor and Ceilingas wellas Channel and Road Works.The proposed draft applied in this study is there placement of the foundation of the Sarang Laba-Laba Construction to Bored Pile plus the accompanying work so that the cost difference for the structural work is Rp. 435,419,421. The proposed wall work only replaces the wall partition of Gypsumboard 5 mm (class II wood) into Triplek 6 mm so that the cost difference of Rp.17.034.473. The design on the road works is only reviewed for perforation of the 2nd marine with a cost difference of Rp.1.050.000.000. Based on th ecalculation entire of the cost of the results obtained in the study of the application of value engineering is relatively small that is only about 7.4% entire of cost.Keywords: budget draft, value engineering and building
KAJIAN KINERJA JALAN TRANS KALIMANTAN HANDIL BAKTI KABUPATEN BARITO KUALA (STUDI KASUS RUAS JALAN TRANS KALIMANTAN HANDIL BAKTI DARI KM. 1 + 000 S.D. KM. 2 + 900) Muhammad Zaid; Adhi Surya; Hendra Cahyadi
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.617 KB) | DOI: 10.31602/jk.v2i2.2674

Abstract

Jalan Trans Kalimantan adalah jalan poros yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala. Jalan Trans Kalimantan merupakan Jalan Nasional yang satu-satunya akses jalan yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Saat ini merupakan jalan satu-satunya yang digunakan oleh masyarakat Handil Bakti yang sering melakukan perjalanan menuju ke Kota Banjarmasin. Kawasan Handil Bakti merupakan kawasan pemukiman masyarakat yang berada di wilayah perbatasan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala. Memiliki pergerakan lalu lintas yang tinggi pada saat jam sibuk yaitu pagi dan sore hari. Oleh karena itu perlu diadakan analisis kinerja ruas jalan Trans Kalimantan dengan melakukan pengamatan pergerakan lalu lintas di pos 1 di depan toko buah dan pos 2 di depan SPBU Handil Bakti berjarak sekitar 2,9 km (KM. 1 + 000 s.d. KM. 2 + 900) diantara pos 1 dan pos 2 selama 4 hari yaitu Sabtu, Minggu, Senin dan Selasa. Survei Traffic Counting (TC) dimulai dari pukul 08.00 sd 18.00 WITA untuk mendapatkan arus lalu lintas MC, LV dan HV. Selanjutnya melakukan perhitungan manual kapasitas jalan (C). Adapun analisis kapasitas jalan (C) ruas Trans Kalimantan dilakukan berdasarkan empat tahapan yaitu kapasitas dasar (Co), faktor penyesuaian akibat lebar jalur lalu lintas (Fcw), faktor penyesuaian akibat pemisah arah (FCsp), dan faktor penyesuaian akibat hambatan samping (FCsf). Langkah terakhir mendapatkan Volume/Capacity Rasio (V/C Rasio) atau Level of Service (LoS) atau Indeks Tingkat Pelayanan (ITP) menggunakan Tabel LoS dari Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Tahun 1997.
Analisis Tarif Ideal Angkutan Barang Lintas Banjarmasin – Amuntai: Ideal Rate Analysis Of Crossing Goods Transport Banjarmasin – Amuntai Hudan Rahmani; Aminullah Aminullah; Noor Jasmani; Nova Abriano; Hendra Cahyadi
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2022): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v10i2.3680

Abstract

Tariff is the level of price or fee paid by users of goods transport services per unit trip, weight or per unit volume per kilometer. Because the tariff is intended to encourage the creation of optimum use of transportation infrastructure and facilities by considering the traffic concerned. In calculating the cost (transportation rate) of goods using an approach to vehicle production costs, it means that the ideal freight rate is determined based on vehicle operating costs plus a number of percentages of management and profits that are allowed. This case study reviews the special freight rates for the Banjarmasin – Amuntai route along 200 km. by land transportation. Where in this case, due to low tariffs, the tendency of owners of transportation services to increase the number of transport loads, one of the impacts on road network infrastructure is not achieving the planned age of the road construction. The calculation of transportation rates refers to the technical guidelines for determining tariffs for goods and passengers from the Director General of Land Transportation of the Ministry of Transportation with three basic components, namely ownership costs, fixed costs and vehicle operating costs. From the combination of the three components, the basic tariff value for goods transportation from Banjarmasin - Amuntai per kilogram is Rp.681.39 so that the expedition company can determine the ideal tariff according to the level of service to service users
ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PROYEK REKONSTRUKSI DINDING PENAHAN BANJIR DI DESA KOTA RAJA KECAMATAN AMUNTAI SELATAN Asraf Sidiq; Hendra Cahyadi; Abdurrahman Abdurrahman
Journal of Industrial Engineering and Operation Management Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v5i2.7819

Abstract

Bencana banjir telah melanda Provinsi Kalimantan Selatan termasuk Kabupaten Hulu Sungai Utara. Salah satu proyek yang dibangun untuk mencegah banjir adalah Proyek Rekonstruksi Dinding Penahan Banjir Di Desa Kota Raja, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini mencari faktor penyebab keterlambatan pengerjaan pada proyek tersebut menggunakan metode wawancara kuesioner terhadap responden yang bekerja. Analisis data kuantitatif menggunakan metode statistik Non parametrik, Variabel Ordinal, korelasi Rank Spearman, korelasi Kendall, nilai rata-rata (mean rank) dan standar deviasi. Berdasarkan analisis data yang digunakan, maka didapat faktor dominan keterlambatan proyek tersebut yaitu variabel Kekurangan tenaga kerja yang memiliki nilai Kendall’s adalah 0,667 dan Spearman’s adalah 0,753 dengan nilai Mean yaitu 3.8571. Variabel lain adalah mengalami gangguan di luar proyek yang memiliki nilai Kendall’s adalah 0,825 dan nilai Spearman’s adalah 0,884 dengan nilai Mean yaitu 4,37. Untuk mengatasi keterlambatan, hal-hal yang perlu dilakukan adalah mengadakan kerja lembur, menambah jumlah pekerja, menyediakan extra fooding dan penambahan alat pelindung diri, memberdayakan masyarakat sekitar dan penambahan alat bantuKata Kunci Faktor keterlambatan proyek, Korelasi Kendall’s, Korelasi Spearman’s
PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA PADA PEMBUATAN BETON MUTU RENDAH DI KOTA BANJARMASIN Hendra Cahyadi; Abdurrahman Abdurrahman; Fitriani Ridzeki; Muhammad Kurniawan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.11640

Abstract

Beton adalah material komposit terdiri dari bahan dasar semen, agregat kasar, agregat halus, air dan dengan atau tanpa bahan tambahan dengan perbandingan tertentu akan membentuk beton. Pada penelitian ini menggunakan bahan tempurung kelapa di Kota Banjarmasin untuk campuran beton mutu rendah sebagai pengganti agregat kasar terhadap persentasi berat, variasi 7,5%, 10% dan 12,5% yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kuat tekan setelah dilakukan pencampuran tempurung kelapa. Tahapan penelitian dimulai dari   persiapan material, pengujian agregat kasar (batu   pecah),   agregat   halus   (pasir),   setelah   memenuhi   spesifikasi   dilakukan pembuatan campuran beton normal dan pembuatan beton menggunakan tempurung kelapa, pengujian kuat tekan, analisa data, kemudian kesimpulan dan saran. Prosedur penelitian dibagi menjadi dua tahap, yaitu: penelitian awal untuk menentukan kuat tekan beton normal dan penelitian kedua untuk menentukan kuat tekan beton dengan  menggunakan campuran tempurung  kelapa 7,5%,  10%  dan 12,5% terhadap berat agregat halus (pasir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton normal adalah 314,45 kg/cm2. Kuat tekan maksimal di dapat pada percobaan pertama dengan mengganti 7,5%  arang batok kelapa terhadap agregat halus (pasir) dengan kenaikan kuat tekan sebesar 25,63 Kg/cm2 dari kuat tekan beton normal atau sebesar sebesar 340,08 kg/cm2
PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGGERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PEMBUATAN PAVING BLOK, ABU GOSOK DAN MEDIA TANAM PERTANIAN Fitriani Ridzeki; Muhammad Gunawan Perdana; Eka Purnamasari; Abdurrahman Abdurrahman; Hendra Cahyadi; Robiatul Adawiyah; Diemas Anggoro Asael
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.12542

Abstract

ABSTRAKPasar Papan Kelurahan Antasan Senor Ilir Kec Martapura Timur Kabupaten Banjar merupakan kawasan bisnis yang sangat strategis karena berada di samping jalan nasional yang menghubungkan wilayah kabupaten yaitu Jalan Ahmad Yani Km. 40. Tanah kering dan sawah adalah kondisi umum dari Kelurahan Antasan Senor Ilir Kecamatan Martapura Timur. Karena lokasinya berdekatan dengan Sungai Martapura maka sering terjadi banjir atau genangan akibat luapan air sungai. Kurang lebih 80% rumah terkena dampak banjir tersebut. Hasil  pembakaran  dari  serbuk  gergaji kayu  tersebut  menghasilkan  unsur  silika. Ada beberapa penelitian tentang serbuk gergaji kayu yang pernah dilakukan namun penggunaanya masih terbatas pada campuran pembuatan beton. Kemungkinan lain serbuk gergaji dapat digunakan sebagai bahan tambah pembuatan paving blok, abu gosok dan media tanam pertanian. Dengan mempertimbangkan hal di atas, maka disepakati bahwa yang akan diatasi pada program pengabdian adalah memanfaatkan limbah industri penggergajian kayu sehingga bisa meningkatkan kemampuan home industry warga sekitar dalam melakukan pengembangan usaha, memperbaiki kondisi jalan desa yang lunak dan berlumpur pasca banjir.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PEKERJA DALAM PEKERJAAN PEMASANGAN BATA RINGAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SERBAGUNA POLRES DAN REHABILITASI RUANG KAPOLRES KOTA BANJARBARU Putri, Tania Ananda Tasia Hariyanto; Cahyadi, Hendra; Rachman, Tezar Aulia
INFO-TEKNIK 2023: PROSIDING SEMNAS TAHUNAN X 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v0i0.18643

Abstract

In the world of construction services, labor productivity is one of the determining factors for the success of a development project. In measuring the level of labor productivity there are various ways, one of which is by direct observation in the field by looking at the work of each worker. The purpose of this study was to determine the coefficient/index value of the workers in the brick wall laying work cycle in the Polres Multipurpose Building Development project and the Kapolres Room Rehabilitation project in Banjarbaru City and to determine the coefficient comparison of bricklaying workers in the POLRES Multipurpose Building Construction project and Spatial Rehabilitation The Banjarbaru City Police Chief when compared with the 2022 Work Unit Price Analysis (AHSP). This research was conducted by observing the productivity level of 4 light brick laying workers. From the data analysis that has been done, it can be seen that the coefficient or index of masons on the work of laying red brick walls on the construction project of the Banjarbaru Police Multipurpose Building and Kapolres Room Rehabilitation has an average of 0.064 OH. Meanwhile, the coefficient or masonry index according to Minister of Public Housing and Public Housing Regulation No. 1 of 2022 is 0.13 OH. This means that the coefficient or index value of the carpenter's data from the field is smaller in value compared to the coefficient or index in Regulation of the Minister of Public Affairs and Public Housing No. 1 of 2022. The percentage comparison of the coefficient or index of the masonry is obtained 0.066.
ANALISA PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN S. BIKAT Anggraeni, Hielda Sari; Abdurrahman, Abdurrahman; Cahyadi, Hendra
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2024): Vol 7, No 1 (2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 202
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i1.14692

Abstract

Dalam setiap pekerjaan faktor kesehatan keselamatan kerja adalah hal yang penting. Dibutuhkan adanya penerapan  keselamatan dan  kesehatan kerja atau K3 untuk mengendalikan risiko yang terkait dengan aktivitas kerja sebagai akibatnya pekerjaan bisa mengkategorikan safety atau tidak. Pada penelitian ini dilakukan analisis risiko pada proyek konstruksi Jembatan S. Bikat Cs, pada PT. Bragas Cipta Construksi yang bertujuan mengetahui tingkat risiko dan  pengendalian risiko yg harus dilakukan sesuai metode Hazard Identification Risk Assesment & Determination Control (HIRADC). Identifikasi bahaya dilakukan sesuai hasil observasi pada lapangan dan  wawancara dengan ahli, melakukan penilaian tingkat risiko menggunakan HIRADC, kemudian memilih pengendalian yang harus diterapkan buat meminimalisir risiko bahaya. Hasil penelitian dihasilkan berasal 7 jenis pekerjaan serta total 24 bahaya, ada penurunan tingkat risiko selesainya dilakukan pengendalian di tingkat risiko Ekstrim (E) sebanyak 0 (tidak ada) bahaya (0 %), bahaya pada tingkat risiko tinggi (H) sebanyak 3 bahaya (12.5 %), bahaya pada tingkat risiko moderat (M) sebanyak 21 bahaya (87.5 %) dan bahaya pada tingkat risiko rendah (R) sebanyak 0 bahaya (0 %).
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PROYEK PEMBANGUNAN PENGENDALI BANJIR SUNGAI BARABAI KAB. HULU SUNGAI TENGAH (MYC) Rachman, Tezar Aulia; Cahyadi, Hendra; Aulia, Risya
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2023): Vol 6, No 2 (2023 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i2.13182

Abstract

Banyak pekerja yang masih tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) dengan lengkap. Berbagai alasan yang diungkapkan antara lain sesak, risih, dan panas ketika memakai APD. Selain itu tidak adanya hukuman jika pekerja tidak memakai APD secara lengkap. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakaian alat pelindung diri (APD) pada pekerja Proyek Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Barabai Kab. Hulu Sungai Tengah (MYC). Faktor yang diobservasi adalah pengetahuan pekerja, sikap pekerja dan ketersediaan APD.Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah jumlah total populasi pekerja yaitu sebanyak 20 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan observasi langsung. Analisis data melalui tiga tahapan, yaitu univariat untuk melihat distribusi frekuensi, bivariat untuk melihat hubungan (chi square), dan multivariat untuk melihat faktor dengan hubungan yang paling bermakna (Regresi Logistik Berganda).Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa variabel ketersediaan APD merupakan faktor yang mempunyai pengaruh paling kuat untuk mempengaruhi pemakaian APD pada Proyek Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Barabai Kab. Hulu Sungai Tengah (MYC)   dengan nilai sig sebesar 0,016. Kemudian dapat diketahui pula ada peluang 85% pekerja tidak memakai APD yang lengkap, sebelum variabel sikap, pengetahuan dan ketersediaan dimasukkan. Selanjutnya dari model summary dengan melihat nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,577 (57,7%) dapat diketahui bahwa faktor pengetahuan dan ketersediaan APD secara simultan memberikan pengaruh sebesar 57,7% terhadap pemakaian APD yang dipakai pekerja walaupun dari nilai sig. variable pengetahuan dan sikap tidak memiliki pengaruh terhadap pemakaian APD.