Eko Agus Cahyono
Akademi Keperawatan Dian Husada Mojokerto

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HIPERTENSI; ARTIKEL REVIEW Lukitaningtyas, Dika; Cahyono, Eko Agus
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2, Nomor 2, April 2023
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v2i2.272

Abstract

Perubahan pola hidup yang terjadi dewasa ini mengakibatkan peningkatan angka kejadian penderita penyakit tidak menular (non communicable disease). Penyakit tidak menular menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat karena tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi secara global, merupakan jenis penyakit yang tak bisa ditularkan oleh penderita ke orang lain, jenis penyakit ini berkembang secara perlahan dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Penyakit tidak menular menimbulkan angka kematian yang tinggi tiap tahunnya dan dapat menjangkiti individu diberbagai usia maupun negara di seluruh dunia. Salah satu penyakit tidak manular yang banyak dialami oleh masyarakat di Indonesia adalah hipertensi. Hipertensi menjadi salah satu permasalahan kesehatan karena hipertensi merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes mellitus, dan stroke. Organisasi kesehatan dunia WHO memperkirakan sebanya 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi. Riset Kesehatan Dasar 2018 menyebutkan sebanyak 63 juta lebih penduduk Indonesia menyandang hipertensi. Seringkali penderita hipertensi tidak merasakan gejala atau tanda mengalami hipertensi sehingga tidak mendapatkan pengobatan dan penanganan secara cepat. Terdapat dua faktor risiko hipertensi yaitu, faktor risiko yang tidak dapat diubah (seperti usia, jenis kelamin, genetic) dan faktor risiko yang melekat pada penderita hipertensi dan tidak dapat diubah (merokok, diet rendah serat, konsumsi makanan tinggi lemak, konsumsi natrium, dyslipidemia, konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, stress, berat badan berlebih / kegemukan, dan konsumsi alcohol). Tatalaksana hipertensi dilakukan melalui dua cara yaitu terapi medikamentosa dan terapi komplementer
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN KEPATUHAN DALAM PEMBATASAN CAIRAN DI RUANG HEMODIALISIS Yulianto, Yulianto; Cahyono, Eko Agus
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2023): Volume 2, Nomor 5, Oktober 2023
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v2i5.309

Abstract

Pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronis yang harus menjalani terapi hemodialysis merupakan faktor penting yang harus menjadi perhatian baik dari oleh pasien, tenaga kesehatan maupun anggota keluarga. Hal ini menjadi penting mengingat dengan melakukan pembatasan cairan akan menjadikan pasien gagal ginjal kronis terhindar dari risiko kekambuhan akibat peningkatan jumlah cairan di dalam tubuh. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembatasan cairan adalah pengetahuan tentang pembatasan cairan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan pasien gagal ginjal kronis dengan kepatuhan dalam pembatasan cairan di ruang hemodialisis Rumah Sakit Gatoel Kota Mojokerto. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 103 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan tentang pembatasan cairan. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepatuhan pembatasan cairan. Instrument penelitian menggunakan kuesioner tertutup. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi rank spearman rho. Dari hasil uji korelasi spearman rho didapatkan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,033 < α (0,05) sehingga hipotesis penelitian diterima yang berarti ada hubungan pengetahuan pasien gagal ginjal kronis dengan kepatuhan dalam pembatasan cairan di ruang hemodialisis Rumah Sakit Gatoel Kota Mojokerto. Pembatasan cairan adalah kunci utama pengendalian cairan dalam tubuh oleh pasien hemodialysis. Untuk mampu melakukan hal tersebut dibutuhkan motivasi yang tinggi dari pasien hemodialysis yang didukung dengan dukungan keluarga, orang-orang disekitar pasien hemodialysis dan tenaga kesehatan
STUDI KORELASI INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TEKANAN DARAH DAN KADAR GULA DALAM DARAH Darsini, Darsini; Cahyono, Eko Agus
Enfermeria Ciencia Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 2, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v2i2.24

Abstract

Terjadinya peningkatan jumlah masyarakat yang memiliki indeks massa tubuh berlebih, memiliki dampak penting pada gangguan kesehatan dan penurunan kualitas hidup. Indeks massa tubuh berlebih di identifikasi sebagai faktor pemicu terjadinya hipertensi, hiperurisemia, diabetes mellitus tipe 2, dan beberapa jenis penyakit lainnya. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 181 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah indeks massa tubuh, tekanan darah, dan kadar gula dalam darah. Instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar lembar observasi. Uji analisa data dilakukan menggunakan uji rank spearman rho. Dari hasil analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman rho didapatkan adanya ada korelasi antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah (p value : 0,014 dan r : 0,183), dan ada korelasi antara indeks massa tubuh dengan kadar gula dalam darah (p value : 0,005 dan r : 0,209). Peningkatan indeks massa tubuh yang dialami oleh seseorang akan memicu terjadinya peningkatan tekanan darah, kadar asam urat dalam darah dan kadar gula dalam darah. Menerapkan pola hidup sehat dengan cara melakukan aktivitas fisik secara teratur, membatasi pola makan dan mengkonsumsi makanan sehat, melakukan manajemen stress serta menghindari beragam faktor pemicu terjadinya kenaikan indeks massa tubuh akan membantu seseorang untuk terhindar dari terjadinya beberapa jenis penyakit menahun
Correlation Study of Body Mass Index with Blood Pressure, Blood Uric Acid Levels, and Blood Sugar Levels Darsini, Darsini; Cahyono, Eko Agus
Jurnal MIDPRO Vol 16 No 2 (2024): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v16i2.724

Abstract

The increase in the number of people who have an excess body mass index has an important impact on health problems and reduced quality of life. Excessive body mass index has been identified as a trigger factor for hypertension, hyperuria, type 2 diabetes mellitus, and several other types of diseases. The research design used was analytical with a cross sectional approach. The sample in this study was 181 respondents who were selected using purposive sampling. The variables in this study are body mass index, blood pressure, uric acid levels in the blood and blood sugar levels. The data collection instrument used in this research was an observation sheet. The data analysis test was carried out using the Spearman rho rank test. From the results of data analysis using the Spearman Rho rank correlation test, it was found that there was a correlation between body mass index and blood pressure (p value: 0.014 and r: 0.183), there was a correlation between body mass index and uric acid levels in the blood (p value: 0.028 and r: 0.164), and there is a correlation between body mass index and blood sugar levels (p value: 0.005 and r: 0.209). An increase in body mass index experienced by a person will trigger an increase in blood pressure, uric acid levels in the blood and blood sugar levels. Implementing a healthy lifestyle by doing regular physical activity, limiting eating patterns and consuming healthy foods, managing stress and avoiding various factors that trigger an increase in body mass index will help a person to avoid several types of chronic diseases
KONSEP PENGETAHUAN ; REVISI TAKSONOMI BLOOM Lactona, Iil Dwi; Cahyono, Eko Agus
Enfermeria Ciencia Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 2, Nomor 4, November 2024
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v2i4.64

Abstract

Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia pada dasarnya merupakan hasil upaya yang dilakukan oleh manusia dalam mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi. Hal ini merupakan kemampuan alamiah yang dimiliki oleh manusia sebagai bagian dari upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan / keinginan yang dimiliki. Dalam artian yang lebih sederhana, pengetahuan merupakan kumpulan informasi, fakta, keterampilan, dan pemahaman yang diperoleh seseorang melalui pengalaman, pembelajaran, atau penelitian. Pengetahuan memungkinkan seseorang untuk memahami, menjelaskan, dan berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Salah satu tokoh yang dikenal dengan konsep pengetahuan adalah Benjamin S Bloom. Bloom (1956) mengenalkan konsep pengetahuan melalui taksonomi bloom yang merujuk pada taksonomi untuk tujuan pendidikan dan telah mengklasifikasikan pengetahuan kedalam dimensi proses kognitif menjadi enam kategori yaitu, pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), aplikasi (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), dan evaluasi(evaluation). Model taksonomi ini dikenal sebagai Taksonomi Bloom. Selanjutnya Anderson dan Krathwohl (2001) melakukan revisi mendasar atas klasifikasi kognitif yang pernah dikembangkan oleh Bloom, yang dikenal dengan Revised Bloom’s Taxonomy (Revisi Taksonomi Bloom). Konsep pengetahuan ini terus dikembangkan menyesuaikan dengan perkembangan keilmuan serta tuntutan teknologi yang dibutuhkan dan mampu mendukung kehidupan manusia itu sendiri
TRANSFER IPTEK TERKAIT MENU PANGAN LOKAL GUNA PENINGKATAN KEMAMPUAN IBU BALITA DALAM PEMBUATAN MENU PANGAN LOKAL UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI DAN NUTRISI Kurniawati, Novi; Cahyono, Eko Agus
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 1 No. 2 (2022): Volume I, Nomor 2, Oktober 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v1i2.238

Abstract

Permasalahan gizi merupakan masalah klasik yang masih terjadi di berbagai wilayah di dunia dan termasuk di Indonesia. salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan nutrisi dan gizi di Indonesia adalah dengan melibatkan masyarakat secara langsung untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan nutrisi dan gizi anggota keluarga terutama balita. Pengembangan menu pangan lokal adalah upaya nyata yang dilakukan oleh pelaksana kegiatan untuk memastikan setiap ibu mampu mengolah dan memanfaatkan setiap bahan pangan lokal menjadi menu pangan yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi keluarga yang dimiliki. Kegiatan kegiatan transfer iptek terkait menu pangan lokal guna peningkatan kemampuan ibu balita dalam pembuatan menu pangan lokal untuk pemenuhan kebutuhan gizi dan nutrisi dilakukan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Materi kegiatan disampaikan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Evaluasi keberhasilan dilakukan menggunakan dua kali pengumpulan data. Dari hasil evaluasi kegiatan yang dilakukan didapatkan bahwasanya terjadi peningkatan pengetahuan yang dimiliki peserta kegiatan transfer iptek terkait menu pangan lokal guna peningkatan kemampuan ibu balita dalam pembuatan menu pangan lokal untuk pemenuhan kebutuhan gizi dan nutrisi. Dibutuhkan maintenance yang kontinue dari petugas kesehatan untuk memastikan setiap masyarakat dapat berdaya dan terlibat secara langsung dalam setiap program dan kegiatan yang digalakkan dan direncanakan oleh pemerintah Kota Mojokerto
TRANSFER IPTEK PEMBUATAN SABUN LIQUID MENGGUNAKAN SABUN BAR DENGAN PENAMBAHAN OLEUM ROSAE SEBAGAI ESSENTIAL OIL Darsini, Darsini; Cahyono, Eko Agus; Yulianto, Yulianto
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3, Nomor 2, April 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabun mandi merupakan salah satu kebutuhan penting dalam pelaksanaan personal hygiene mandi. Sabun mandi juga berpotensi menjadi media transmisi bakteri dan jamur tertentu yang mengakibatkan gangguan / penyakit kulit. Salah satu upaya untuk menurunkan resiko terjadinya transmisi penyakit ini adalah dengan menggunakan sabun mandi liquid dimana sabun mandi liquid memiliki resiko yang lebih rendah untuk menjadi media penyebaran bakteri atau jamur penyebab penyakit kulit. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan transfer iptek pembuatan sabun liquid menggunakan sabun bar dengan penambahan oleum rosae sebagai essential oil pada siswa Madrasah Tsanawiyah Manba’ul Quran Kota Mojokerto. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari tiga tahapan yaitu proses introduksi, proses induksi serta proses evaluasi dan tindak lanjut. Materi kegiatan disampaikan melalui metode ceramah dan tanya jawab. Untuk meningkatkan pengetahuan yang dimiliki peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat, juga dilakukan kegiatan praktik secara langsung mengenai cara pembuatan sabun mandi liquid menggunakan bahan dasar sabun mandi bar. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan adanya peningkatan pengetahuan peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang semula tidak ada yang memiliki pengetahuan baik tentang pembuatan sabun mandi liquid menggunakan sabun mandi bar meningkat menjadi pengetahuan baik sebanyak 12 peserta, dan yang semula memiliki pengetahuan kurang tentang pembuatan sabun mandi liquid menggunakan sabun mandi bar turun sebanyak 36 peserta. Transfer IPTEK adalah upaya nyata yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mitra / masyarakat dalam menerima sebuah informasi. Untuk menguatkan informasi yang diterima, juga dapat ditambahkan kegiatan praktik secara langsung mengenai materi yang disampaikan
TRANSFER IPTEK PENGARUH INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH Darsini, Darsini; Cahyono, Eko Agus; Lactona, Iil Dwi
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 3 No. 6 (2024): Volume 3, Nomor 6, Desember 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v3i6.416

Abstract

Kondisi indeks massa tubuh berlebih dengan terjadinya hipertensi, merupakan kejadian yang masih sering ditemui di lingkungan masyarakat. Prevalensi penderita obesitas yang disertai dengan penyakit hipertensi juga terus mengalami peningkatan. Menurut beberapa penelitian, obesitas dengan terjadinya hipertensi memiliki hubungan yang bermakna. Penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya menjelaskan jika individu yang memiliki IMT dengan golongan obesitas akan memiliki risiko sebesar 1,64 kali untuk menderita hipertensi dibandingkan dengan IMT normal. Menurunkan indeks massa tubuh atau menurunkan berat badan merupakan upaya yang dapat dilakukan oleh penderita hipertensi untuk mengendalikan tekanan darah agar tetap berada dalam kondisi optimal dan sekaligus menurunkan risiko terjadinya penyakit lain. Kegiatan PKM ini dilakukan menggunakan metode edukasi. Materi disampaikan kepada peserta kegiatan melalui kegiatan ceramah dan tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan secara sumatif. Berdasarkan hasil pengumpulan data (pretest – posttest) didapatkan bahwasanya tingkat pengetahuan baik tentang korelasi antara IMT (Indeks Massa Tubuh) dengan peningkatan tekanan darah yang semula hanya 1 peserta (3,8%), naik sebanyak 3 peserta menjadi 4 peserta (15,4%), tingkat pengetahuan cukup tentang korelasi antara IMT (Indeks Massa Tubuh) dengan peningkatan tekanan darah yang semula 9 peserta (34,6%) naik sebanyak 5 peserta menjadi 14 peserta (53,8%) dan tingkat pengetahuan kurang tentang korelasi antara IMT (Indeks Massa Tubuh) dengan peningkatan tekanan darah yang semula 16 peserta (61,5%) turun sebanyak 8 peserta menjadi 8 peserta (30,8%). Hasil ini secara tidak langsung menunjukkan bahwasanya terjadi perubahan pengetahuan tentang korelasi antara IMT (Indeks Massa Tubuh) dengan peningkatan tekanan darah pada peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Transfer IPTEKS dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk nyata kontribusi civitas akademika terhadap masyarakat. Sedapat mungkin kegiatan transfer IPTEKS dilakukan oleh civitas akademika secara rutin terutama yang berhubungan dengan pemandirian masyarakat dalam peningkatan derajat kesehatan guna memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar tentang kesehatan dan sekaligus mampu mengupayakan peningkatan derajat kesehatan yang mereka miliki
DIABETES MELITUS TIPE 2 ; ARTIKEL REVIEW Rosyidah, Nanik Nur; Cahyono, Eko Agus
Enfermeria Ciencia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 3, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v3i1.74

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh tingginya kadar gula darah akibat resistensi insulin dimana tubuh tidak merespons insulin dengan efektif dan penurunan produksi insulin oleh pankreas. Kondisi ini menyebabkan gangguan pengaturan glukosa dalam darah dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan jika tidak ditangani dengan baik. Jumlah penderita diabetes mellitus tipe 2 terus meningkat secara signifikan di seluruh dunia. Penyakit ini menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berkaitan erat dengan gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan tinggi gula dan kurangnya aktivitas fisik. Menurut data terbaru, jutaan orang di berbagai negara didiagnosis dengan diabetes tipe 2 setiap tahunnya, dan angka ini diperkirakan akan terus naik seiring dengan peningkatan obesitas dan penuaan populasi. Kondisi ini menimbulkan beban besar bagi sistem kesehatan karena diabetes tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan kerusakan saraf jika tidak dikelola dengan baik. Faktor risiko diabetes mellitus tipe 2 sangat beragam dan umumnya berkaitan dengan gaya hidup serta kondisi kesehatan seseorang. Salah satu faktor utama adalah kelebihan berat badan atau obesitas, terutama penumpukan lemak di sekitar perut yang dapat mengganggu kerja insulin. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko karena tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2 juga berperan penting dalam meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap penyakit ini. Selain itu, usia yang bertambah, terutama di atas 45 tahun, serta pola makan yang tinggi gula dan lemak jenuh turut memperbesar risiko. Faktor lain seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tidak normal, dan riwayat diabetes gestasional pada perempuan juga dapat memicu munculnya diabetes tipe 2. Dengan memahami faktor risiko ini, langkah pencegahan dan pengelolaan dapat dilakukan lebih efektif
ROBOTIC TELESURGERY SEBAGAI UPAYA TRANSFORMASI SISTEM PELAYANAN KESEHATAN DALAM PENCAPAIAN MUTU PELAYANAN DAN PATIENT SAFETY; LITERATUR REVIEW Yulianto, Yulianto; Cahyono, Eko Agus
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4, Nomor 2, April 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i2.455

Abstract

Transformasi sistem pelayanan kesehatan merupakan langkah krusial dalam upaya peningkatan mutu pelayanan dan pencapaian patient safety yang berkelanjutan. Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat akan layanan yang cepat, tepat, dan aman, sistem kesehatan dituntut untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Transformasi ini mencakup perbaikan manajemen layanan, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pembaruan regulasi yang mendukung efisiensi dan transparansi. Dengan melakukan transformasi, fasilitas pelayanan kesehatan dapat menciptakan standar mutu yang konsisten, mengurangi risiko kesalahan medis, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi robotic telesurgery sebagai bentuk transformasi sistem pelayanan kesehatan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien (patient safety). Dengan pendekatan literature review, studi ini menganalisis berbagai artikel ilmiah, laporan penelitian, serta dokumen resmi yang diterbitkan dalam kurun waktu 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi robotic telesurgery mampu meningkatkan presisi tindakan bedah, meminimalisir risiko komplikasi, serta mempercepat proses pemulihan pasien. Selain itu, sistem ini memungkinkan pelayanan bedah jarak jauh, sehingga dapat menjangkau daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses terhadap tenaga spesialis. Dari sisi keselamatan pasien, robotic telesurgery mampu mengurangi kesalahan manusia dan meningkatkan kontrol dalam pelaksanaan prosedur medis. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan dalam implementasinya, seperti kebutuhan infrastruktur teknologi informasi yang stabil, pelatihan intensif bagi tenaga medis, serta perlunya regulasi dan standar operasional yang jelas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, robotic telesurgery dinilai sebagai sebuah inovasi yang memiliki prospek menjanjikan dalam meningkatkan kualitas dan keamanan pelayanan kesehatan