Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

TRANSFER IPTEK PENTINGNYA INFORMED CONSENT SEBAGAI PERLINDUNGAN HUKUM TENAGA KESEHATAN Yulianto, Yulianto; Cahyono, Eko Agus; Agustiningsih, Ida
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4, Nomor 2, April 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i2.485

Abstract

Permasalahan informed consent pada pelayanan kesehatan di Indonesia yang melibatkan perawat dan pasien sering kali disebabkan oleh kurangnya pemahaman perawat terhadap kewajiban menjelaskan tindakan keperawatan secara jelas dan etis kepada pasien. Banyak perawat belum sepenuhnya menjalankan peran edukatifnya, sementara pasien, terutama dengan latar belakang pendidikan rendah, sering kesulitan memahami informasi medis yang diberikan. Hal ini menyebabkan proses informed consent tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga pasien menandatangani persetujuan tanpa benar-benar mengerti isi dan risikonya, yang dapat menimbulkan masalah etis maupun hukum di kemudian hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan menggunakan metode edukasi. Materi disampaikan kepada peserta kegiatan melalui kegiatan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan secara sumatif. Dari pelaksanaan kegiatan didapatkan pengetahuan peserta tentang general concent dan informed consent sebelum dilakukan kegiatan edukasi didapatkan sebagian besar memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 36 peserta (75,0%), danpPengetahuan peserta kegiatan setelah dilakukan kegiatan edukasi didapatkan lebih dari separuh peserta memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 28 peserta (58,3%). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada edukasi informed consent memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan pengetahuan peserta, khususnya tenaga kesehatan, mengenai pentingnya persetujuan tindakan medis yang sah secara hukum dan etis. Melalui sosialisasi, pelatihan, dan diskusi interaktif, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang prosedur, prinsip komunikasi efektif dengan pasien, serta tanggung jawab profesional dalam memastikan pasien benar-benar memahami tindakan yang akan diterima. Dengan meningkatnya pengetahuan ini, diharapkan peserta dapat menerapkan proses informed consent secara lebih tepat dan bertanggung jawab, sehingga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat perlindungan hak pasien, dan mengurangi potensi sengketa hukum di fasilitas pelayanan kesehatan
Gambaran Perilaku Bullying Remaja Ekayamti, Endri; Prawoto, Edy; Cahyono, Eko Agus
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.1.2025.159-164

Abstract

Masa remaja merupakan fase peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Banyak berita di televisi  tentang perilaku remaja yang menjadi   perbincangan dilingkungan masyarrakat seperti pergaulan bebas, bullying dan kekerasan. Bullying merupakan perilaku tidak menyenangkan menjadi permasalahan dan berdampak negatif pada remaja.  Mengindentifikasi jenis perilaku bullying berdasarkan korban pelaku saksi pada remaja di SMP Negeri 1 Karangjati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengukuran berupa kuesioner yang difokuskan pada perilaku bullying. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 95% remaja bukan sebagai korban bullying, bukan sebagai pelaku bullying sebanyak 95% serta 68 % sebagai saksi bullying. Sebagian besar remaja SMP Negeri 1 karangjati bukan sebagai pelaku dan korban bullying.
KOMBINASI INTERMITTENT FASTING DAN STRENGTH TRAINING UNTUK MENURUNKAN LINGKAR PERUT DAN INDEKS MASSA TUBUH Purwanto, Nasrul Hadi; Wardani, Riska Aprilia; Cahyono, Eko Agus
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2025): Volume 4, Nomor 5, Oktober 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i5.542

Abstract

Masyarakat Indonesia menghadapi masalah obesitas yang semakin mengkhawatirkan, ditandai dengan peningkatan prevalensi Indeks Massa Tubuh (IMT) di atas normal dan lingkar perut yang berlebih. Kondisi ini tidak hanya mencerminkan ketidakseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran energi, tetapi juga menjadi faktor risiko utama untuk penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan stroke. Transisi gaya hidup urbanisasi, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta kurangnya aktivitas fisik berkontribusi besar terhadap fenomena ini, menciptakan beban ganda kesehatan yang serius bagi sistem kesehatan nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kombinasi intermittent fasting dan strength training untuk menurunkan lingkar perut dan indeks massa tubuh pada penderita obesitas. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan pendekatan pretest posttest design. Variabel dalam penelitian ini adalah lingkar perut dan indeks massa tubuh. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden yang terbagi menjadi 3 kelompok penelitian. Untuk menganalisis pengaruh kombinasi intermittent fasting dan strength training terhadap perubahan lingkar perut dan indeks massa tubuh penderita obesitas digunakan uji paired t test dan uji anova. Hasil penelitian menyimpulkan bahwasanya pemberian intervensi kombinasi intermitted fasting dan strength training efektif untuk menurunkan lingkar perut pada penderita obesitas (Sig. 0,029), dan pemberian intervensi kombinasi intermitted fasting dan strength training efektif untuk menurunkan indeks massa tubuh pada penderita obesitas (Sig. 0,041). Dibutuhkan adanya konsistensi untuk melakukan kombinasi intermitted fasting dan strength training dalam upaya pengendalian obesitas pada masyarakat dan kepatuhan penerapan pola hidup sehat guna pencapaian hasil yang maksimal
PENDAMPINGAN IBU MENYUSUI (BREASTFEEDING COACH) UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF DAN MENURUNKAN RISIKO PNEUMONIA PADA BALITA Suwanti, Iis; Cahyono, Eko Agus
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i6.626

Abstract

Tingginya angka kesakitan dan kematian balita akibat pneumonia di Indonesia masih menjadi perhatian serius, di mana rendahnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan faktor risiko utama. Meski data nasional menunjukkan capaian 70,7%, tantangan di tingkat komunitas seperti pengetahuan yang minim dan praktik menyusui yang tidak optimal masih menghambat pencegahan efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tambakagung, Kabupaten Mojokerto, untuk menjawab permasalahan tersebut melalui intervensi yang terintegrasi antara peningkatan kemampuan menyusui dan literasi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan praktik menyusui dan pengetahuan ibu tentang pencegahan pneumonia pada balita melalui pendekatan pendampingan intensif. Capaian yang diharapkan adalah transformasi signifikan pada kedua aspek tersebut, sehingga berkontribusi pada keberhasilan ASI eksklusif dan penurunan risiko pneumonia. Menggunakan desain intervensi partisipatif dengan 18 ibu menyusui sebagai peserta selama September 2025. Metode utama mencakup edukasi interaktif melalui workshop dan pendampingan personal (breastfeeding coach) berupa kunjungan rumah mingguan dan dukungan grup WhatsApp. Evaluasi dilakukan dengan observasi langsung menggunakan checklist dan tes pengetahuan (pre-test post-test) untuk mengukur peningkatan kemampuan dan pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan yang dramatis. Kemampuan praktik menyusui mengalami transformasi dari dominasi kategori kurang (66,7%) menjadi dominasi kategori baik (77,8%). Secara paralel, pengetahuan tentang pneumonia mengalami peningkatan dimana kategori kurang (77,8%) hilang dan kategori baik melonjak dari 5,5% menjadi 72,2%. Data ini membuktikan efektivitas model intervensi yang diterapkan. Keberhasilan kegiatan mengonfirmasi bahwa pendekatan edukasi yang dikombinasikan dengan coaching intensif efektif membangun self-efficacy dan pengetahuan ibu. Teori Social Cognitive Theory dan Health Belief Model menjelaskan mekanisme perubahan melalui penguasaan pengalaman, dukungan sosial, dan peningkatan persepsi risiko. Untuk keberlanjutan, model ini perlu diintegrasikan ke dalam sistem layanan kesehatan primer dan program pemberdayaan komunitas, sehingga dapat direplikasi sebagai strategi berbasis bukti dalam upaya nasional menurunkan morbiditas dan mortalitas balita
PENINGKATAN PARTISIPASI DAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN STUNTING MELALUI PROGRAM DAPUR IBU LURAH Wardani, Riska Aprilia; Purwanto, Nasrul Hadi; Cahyono, Eko Agus
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 8 No. 1 (2026): Periode Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v8i1.7412

Abstract

This Community Service activity was motivated by the high prevalence of stunting in Sooko Village, Mojokerto Regency, which is triggered by multidimensional factors including parental ignorance in fulfilling toddler nutrition, economic limitations, and the lack of synergy of sustainable programs among stakeholders at the village level. To address this, a series of activity implementation methods were carried out, including intensive nutrition education on stunting and the preparation of nutritious menus, local food diversification training to optimize affordable food ingredients, and productive skills training such as making herbal products using a food dehydrator and making ecoprint batik using a steaming technique. All methods were designed in a participatory and collaborative manner, involving the village government, health workers, and PKK members as participants, with direct mentoring from a team of academics to ensure the achievement of applicable and sustainable knowledge and skills transfer. This community service activity has been successfully implemented through a series of collaborative interventions between the village government, health workers, and academics in Sooko Village, Mojokerto Regency. The implementation results showed a significant increase in community capacity, including a 40% increase in nutritional knowledge, mastery of herbal product production skills (using a food dehydrator) and ecoprint batik by 100% of participants, and the establishment of a Healthy Fund mechanism from the allocation of group business profits to purchase nutritious food for stunted toddlers. Sustainable synergy between nutrition training, economic empowerment, and local policy support can be an effective blueprint for accelerating the reduction in stunting prevalence independently and sustainably.