Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control)

PENGEMBANGAN PROGRAM LOGIKA FUZI PADA MIKROKONTROLER AT89C51 Muhammad Arrofiq
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 3, No 3: December 2005
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v3i3.1234

Abstract

Mikrokontroler tersusun atas mikroprosesor yang dilengkapi dengan pengingat, unit masukan/keluaran dan pewaktu, yang dikemas dalam satu chip. Mikrokontroler telah dirancang untuk mengendalikan sebuah proses tertentu. Tuntutan sebuah pengendali yang mengimplementasikan algoritma modern mendorong untuk memaksimalkan kemampuan mikrokontroler. Dengan kemampuan komputasi dan lebar data terbatas, mikrokontroler diharapkan mampu mengimplementasikan algoritma modern sederhana guna keperluan pengendalian. Penelitian ini mencoba merealisasikan program dengan algoritma fuzi pada mikrokontroler keluarga AT8951. Fuzifikasi dilakukan dengan metoda melihat tabel, untuk meringankan beban komputasi mikrokontroler. Untuk mempermudah proses inferensi yang dilakukan mikrokontroler, aturan kendali ditetapkan menggunakan sebuah kode. Fungsi keanggotaan keluaran masih terbatas pada bentuk singleton. Defuzifikasi dilakukan dengan metoda center of gravity (COG). Dari hasil penelitian didapatkan terjadi adanya perbedaan hasil kecil antara perhitungan manual dengan perhitungan yang dilakukan mikrokontroler. Hal ini terjadi karena adanya pemotongan (truncating) pada sistem mikrokontroler. Waktu rata-rata penyelesaian algoritma fuzi pada mikrokontroler adalah 1210 tick. Apbila sistem mikrokontroler menggunakan kristal 12 MHz, maka 1210 tick setara 1,2 mili detik.
INTERMEDIATE SYSTEMS PADA PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC Muhammad Arrofiq
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 3, No 2: August 2005
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v3i2.1220

Abstract

Frekuensi isyarat detak pada komputer pribadi sampai saat ini mencapai orde Giga Hertz dengan lebar kata 64-bit. Dengan demikian instruksi-instruksi mikroprosesor dapat dikerjakan dengan cepat. Pada sistem mikrokontroler Motorola 68HC11 dengan frekuensi kristal 8 MHz, isyarat detak-E yang dimiliki adalah 2 MHz dan lebar data 8-bit, sehingga instruksi-instruksi mikrokontroler diselesaikan lebih lambat dari komputer pribadi. Penelitian ini mencoba merealisasikan pengendalian motor DC dengan menggunakan prinsip pembagian beban komputasi sesuai dengan kemampuan prosesor. Penyearah tegangan terkendali dengan sumber tegangan PLN digunakan sebagai penggerak motor DC. Dengan demikian satu periode pengendalian adalah 20 mili detik. Untuk mendukung kecepatan aksi pengendalian digunakan komputer pribadi dan mikrokontroler. Komputer pribadi digunakan untuk menyelesaikan komputasi algoritma pengendalian, sedangkan mikrokontroler digunakan untuk membangkitkan isyarat picu penyearah tegangan terkendali, mengukuran kecepatan putar motor dan mendeteksi isyarat persilangan nol. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk melakukan komunikasi antara mikrokontroler dengan komputer dengan interupsi perangkat keras berlangsung selama 123,5 mdetik. Hal ini mendukung bagi sistem yang seluruh kegiatan pengendalian harus diselesaikan dalam jangka waktu kurang dari 20 mili detik.