Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH VARIABEL MAKRO EKONOMI (INFLASI, TENAGA KERJA, INVESTASI DAN TINGKAT PENGANGGURAN) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA Abdullah, Lulu Andini; Canon, Syarwani; Payu, Boby Rantow
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 2, No 2 (2024): JSEP VOL. 2 NO. 2, DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v2i2.29163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis pengaruh Inflasi, Tenaga Kerja, Investasi, dan Pengangguran terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Yang di peroleh dari 34 Provinsi di Indonesia. Penelitian Ini menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda data Panel dengan menggunakan Model Fixed Effect Model (FEM).Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Inflasi berbengaruh negatif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, artinya setiap peningkatan 1 Persen Inflasi maka dapat menurunkanPertumbuhan Ekonomi Di Indonesia. (2) Tenaga Kerja Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, artinya setiap peningkatan 1 satuanTenaga Kerja  maka dapat meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia. (3) Investasi Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, artinya setiap peningkatan 1 rupiah Investasi maka dapat meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia. (4) Pengangguran Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, artinya setiap peningkatan 1 satuan Penganggurang maka dapat meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia. Kata Kunci: Variabel Makro Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, Tenaga Kerja, Investasi dan Pengangguran
Analisis Tipologi Daerah di Indonesia Berdasarkan Kapasitas Fiskal Daerah Manto, Akmal Fikriasnyah; Canon, Syarwani; Payu, Boby Rantow; Olilingo, Fahrudin Zain
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 3, No 2 (2025): VOLUME 3 NOMOR 2 ,SEPTEMBER, 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v3i2.35301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipologi daerah di Indonesia berdasarkan kapasitas fiskal serta mengidentifikasi sebaran Indeks Kapasitas Fiskal Daerah (IKF) dengan mempertimbangkan indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Data yang digunakan merupakan data sekunder tahun 2023 dari Kementerian Keuangan dan Badan Pusat Statistik yang mencakup 508 kabupaten/kota. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif dan klaster K-Means. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas daerah berada pada kategori kapasitas fiskal rendah hingga sedang, sementara hanya sebagian kecil yang memiliki kapasitas fiskal sangat tinggi. Selain itu, keterkaitan antara IKF dan indikator pembangunan tidak selalu linier, di mana terdapat daerah dengan kapasitas fiskal rendah tetapi mampu mencapai IPM tinggi, maupun sebaliknya. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan fiskal yang lebih adaptif, berkeadilan, dan berbasis kebutuhan nyata daerah.Kata Kunci: Tipologi Daerah, Kapasitas Fiskal, IKF, Analisis Klaster, Pembangunan Daerah
PENGARUH SEKTOR PERTANIAN, TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN DAN NILAI TUKAR PETANI TERHADAP KEMISKINAN PEDESAAN DI KAWASAN INDONESIA TIMUR (KTI) Ridwan, Yusniar; Canon, Syarwani; Bumulo, Frahmawati; Jacobus, Refinna Cesari
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 3, No 2 (2025): VOLUME 3 NOMOR 2 ,SEPTEMBER, 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v3i2.35283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Pengaruh Peran SektorPertanian, Tenaga Kerja Sektor Pertaian Dan Nilai Tukar Petani Terhadap Kemiskinan Pedesaan Di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, di peroleh dari 18 Provinsi di Kawasan Timur Indonesia. Penelitian Ini menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda data Panel dengan menggunakan Model Fixed Effect Model (FEM).Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1). PDRB Sektor Pertanian berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kemiskinan Pedesaan. Artinya setiap terjadi peningkatan PDRB Sektpr Pertanian maka akan menurunkan nilai Kemiskinan dan hal tersebut dapat di jelaskan secara nyata 2). Tenaga Sektor Pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemiskinan Pedesaan. Artinya setiap terjadi peningkatan Tenaga Sektor Pertanian maka akan meningkatkan nilai Kemiskinan dan hal tersebut dapat di jelaskan secara nyata. 3). Nilai Tukar Petani berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kemiskinan. Artinya setiap terjadi perubahan Nilai Tukar Petani tidak selamanya angka Kemiskinan mengalami penurunan. Dan hal tersebut belum mampu di jelaskan secara nyata.Kata Kunci: PDRB; Tenaga Kerja; Nilai Tukar Petani; Kemiskinan
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI GORONTALO Mamude, Fanda S; Canon, Syarwani; Mopangga, Herwin; Hasan, Yusrin
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 3, No 2 (2025): VOLUME 3 NOMOR 2 ,SEPTEMBER, 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v3i2.35261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan pembangunan manusia Provinsi Gorontalo. Populasi yang di gunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 900 populasi. Dari populasi tersebut diperoleh 90 orang responden (sampel). Tehnik analisis data pada penelitian ini menggunakan Analisis SWOT, untuk melihat alternatif strategi yang bisa digunakan dalam pengembangan pembangunan manusia di Provinsi Gorontalo. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada hasil analisis SWOT alternative strategi yang bisa digunakan yaitu strategi S-O maksudnya adalah strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang dengan cara memanfaatkan kekuatan yang dimiliki. Kemudian strategi W-T dimana strategi ini diterapkan dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. dan juga strategi S-T dimana strategi ini diterapkan dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman, dengan cara memanfaatkan peluang. Sehingga dapat disimpulkan untuk pengembangan pembangunan manusia harus memerlukan berbagai strategi. Namun dari sisi lain dibutuhkannya juga peran dan kerja sama dengan pemerintah terutama terkait dengan anggaran dan promosi sehingga kedepannya IPM di Provinsi Gorontalo dapat berkembang menjadi lebih baik.Kata Kunci: Pengembangan Pembangunan Manusia Provinsi Gorontalo
ANALISIS PENGARUH PENDIDIKAN, PENGANGGURAN, DAN PENGELUARAN PER KAPITA TERHADAP KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN TIGA DAERAH DI INDONESIA PERIODE 2011-2020 Aldi, Aldi; Canon, Syarwani; Mopangga, Herwin; Arham, Muhammad Amir
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 3, No 2 (2025): VOLUME 3 NOMOR 2 ,SEPTEMBER, 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v3i2.35213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat ketimpangan distribusi pendapatan yang terjadi di tiga wilayah di Indonesia (Wilayah Indonesia Barat, Wilayah Indonesia Tengah, dan Wilayah Indonesia Timur) dan menganalisis pengaruh Pendidikan (Rata-Rata Lama Sekolah), Pengangguran (Terbuka). Tingkat Pengangguran) dan Pengeluaran Per Kapita Terhadap Ketimpangan Distribusi Pendapatan Tiga Daerah di Indonesia Periode 2011-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dari tiga daerah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode awal yaitu metode analisis indeks Williamson pada masing-masing wilayah, yang kemudian menggunakan teknik analisis regresi berganda data panel melalui pendekatan Fixed effect mode. Hasil Indeks Williamson menunjukkan rata-rata tingkat ketimpangan ketiga wilayah di Indonesia sebesar 0,6 pada skala Indeks Williamson yang berarti ketiga wilayah tersebut berada pada tingkat ketimpangan sedang. Dengan Pendidikan (Rata-Rata Lama Sekolah) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di ketiga wilayah, Pengangguran (Tingkat Pengangguran Terbuka) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di ketiga wilayah, dan Per kapita, Belanja berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di ketiga wilayah tersebut. Di Indonesia. Disimpulkan jika angka Indeks Williamsson menunjukkan angka 1, maka ketimpangan berada pada posisi tinggi; Dalam analisisnya, nilai Indeks Williamson menunjukkan rata-rata sebesar 0,6 yang berarti ketimpangan ketiga wilayah tersebut menunjukkan ketimpangan sedang.Kata Kunci: Ketimpangan Distribusi Pendapatan, Wilayah Indonesia Barat, Wilayah Indonesia Tengah, Wilayah Indonesia Timur
Analisis Dampak Produktivitas Sektoral Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Bolaang Mongondow Raya Periode 2017-2023 Suleman, Putri Silvia; Canon, Syarwani; Payu, Boby Rantow
Jurnal Economic Resource Vol. 9 No. 1 (2026): October - March
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v9i1.1986

Abstract

This study aims to analyze the impact of sectoral productivity on community welfare in Bolaang Mongondow Raya during the period 2017–2023. Community welfare in this study is proxied by per capita expenditure. The independent variables used include primary, secondary, and tertiary sector productivity, while the human development index is used as a moderating variable. This study is quantitative in nature, using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS). The analysis was conducted using panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM) approach. The results show that sectoral productivity has a varying effect on community welfare. Primary sector productivity has a positive and significant effect on community welfare, while secondary and tertiary sector productivity has a positive but insignificant effect. In addition, the Human Development Index (HDI) has not been proven to significantly moderate the relationship between sectoral productivity and community welfare, even though the direction of the effect is positive. This indicates that improvements in human resource quality have not been fully accompanied by improvements in economic competitiveness in the region. This study confirms that the economy of Bolaang Mongondow Raya is still dependent on the primary sector. Efforts to improve community welfare need to be accompanied by strengthening productivity in the secondary and tertiary sectors and improving the quality of human development so that the resulting economic growth is inclusive and sustainable
Pengaruh Perencanaan Terhadap Pembangunan Desa Dengan Pengelolaan Keuangan Sebagai Variabel Intervening: Studi di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo Nurain Samsudin; Syarwani Canon; Harun Blongkod
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 7 No. 6 (2025): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v7i6.8147

Abstract

This study aims to analyze: (1) the influence of planning on village development, (2) the influence of financial management on village development, (3) the influence of planning on village financial management, and (4) the mediating role of financial management in the relationship between planning and village development in Wonosari District, Boalemo Regency, Gorontalo Province. This research employs a quantitative method using primary data obtained through questionnaires measured with a Likert scale. The sample was selected using purposive sampling technique. Data analysis was conducted using Structural Equation Modelling (SEM) with the assistance of SPSS and AMOS 24 software. The results of the study indicate that: (1) planning has a direct and positive effect on village development; (2) financial management has a direct and positive effect on village development; (3) planning has a direct and positive effect on village financial management; and (4) financial management significantly mediates the effect of planning on village development.
Pola Konsumsi Dan Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga Miskin Di Desa Sukamaju Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo Harun, Moh. Junaedi; Canon, Syarwani; Akib, Fitri Hadi Yulia
Jurnal Economic Resource Vol. 8 No. 2 (2025): September - February
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v8i2.2079

Abstract

This study aims to describe the consumption patterns of poor households and to examine the influence of socio-economic factors on food security in Sukamaju Village. The population consists of 214 beneficiary households of the government food assistance program, from which 70 households were selected using the Slovin formula. Primary data were obtained through structured questionnaires incorporating the Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS) to measure food security levels, along with information on consumption patterns, income, education, household size, and food expenditure. Data analysis employed descriptive statistics and ordinal logistic regression using SPSS 22, complemented by Spearman correlation, goodness-of-fit tests, pseudo R-square, and the parallel lines test to assess model adequacy. The results indicate that most households remain food-insecure, particularly within the moderate and severe insecurity categories, reflecting unstable access to food driven by economic pressures. The regression model demonstrates overall significance; however, only food expenditure shows a significant effect on household food security. The high proportion of spending allocated to food emerges as the primary indicator of vulnerability, while consumption patterns, income, education, and household size do not exhibit significant influence. These findings highlight that household food stability is predominantly shaped by economic capacity. Strengthening household income, improving the targeting of food assistance, and enhancing nutrition education and livelihood diversification are essential to reducing food insecurity
Pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), dan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di 34 Provinsi di Indonesia Nugroho, Agung Eko; Canon, Syarwani; Payu, Bobby Rantow
Jurnal Economic Resource Vol. 8 No. 2 (2025): September - February
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v8i2.2121

Abstract

Regional economic growth is an important indicator for assessing the success of economic development in Indonesia. Differences in investment levels, regional competitiveness, and human development quality across provinces have resulted in significant disparities in economic growth. This study aims to analyze the effects of Domestic Investment (PMDN), Foreign Direct Investment (FDI/PMA), and the Regional Competitiveness Index (RCI/IDSD) on economic growth in 34 provinces in Indonesia, with the Human Development Index (HDI/IPM) included as a control variable. The study employs panel data from 2022–2023 obtained from Statistics Indonesia (BPS), the Investment Coordinating Board (BKPM), and the National Research and Innovation Agency (BRIN). Panel data regression analysis is conducted using the Estimated Generalized Least Squares (EGLS) method to address heteroskedasticity across provinces. The results indicate that foreign direct investment has a positive and significant effect on economic growth, while domestic investment shows a significant negative effect. The Regional Competitiveness Index and the Human Development Index are found to have significant effects in the final EGLS model, indicating that regional competitiveness and human development play an important role in promoting regional economic growth. Simultaneously, all independent variables significantly influence economic growth. These findings suggest that regional economic growth is determined not only by the volume of investment but also by structural competitiveness and the quality of human capital. Therefore, regional development policies should focus on improving investment quality, strengthening regional competitiveness, and enhancing sustainable human development to achieve inclusive and balanced economic growth in Indonesia
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH PEDESAAN BERDASARKAN POTENSI PEMUSATAN EKONOMI (Studi Terhadap Data Podes 2024) Kambayang, Sulistiawati R.; Canon, Syarwani; Payu, Boby Rantow
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.8612

Abstract

This study aims to analyze the potential for rural regional development in Gorontalo Province based on the level of economic activity concentration using Village Potential (Podes) data for 2024. The analysis focuses on identifying the distribution of village-level economic concentration and examining the relationships between various village potentials, including transportation access, telecommunications, leading products, institutional capacity, access to financing, economic facilities, inter-village cooperation, governance quality, and coastal characteristics. The research employs a quantitative approach using descriptive statistical analysis and cross-tabulation supported by Chi-Square testing. The results from 732 villages reveal that the majority of villages (97.1%) remain in the low economic activity concentration category. The Chi-Square tests indicate no statistically significant relationship between the examined village potential variables and the level of economic activity concentration. These findings suggest that the availability of infrastructure and physical village potentials alone does not automatically lead to the agglomeration of economic activities. Therefore, rural economic development requires a more integrated approach through strengthening institutional capacity, improving human resource quality, enhancing market integration, and optimizing the management of local potentials so that villages can evolve into sustainable centers of economic growth. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis potensi pengembangan wilayah pedesaan di Provinsi Gorontalo berdasarkan tingkat konsentrasi kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan data Potensi Desa (Podes) tahun 2024. Fokus kajian diarahkan pada identifikasi distribusi konsentrasi aktivitas ekonomi desa serta pengujian hubungan antara berbagai potensi desa, meliputi akses transportasi, telekomunikasi, produk unggulan, kelembagaan, akses pembiayaan, fasilitas ekonomi, kerja sama antar desa, kualitas pemerintahan, dan karakteristik wilayah pesisir. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dan tabulasi silang yang dilengkapi uji Chi-Square. Hasil analisis terhadap 732 desa menunjukkan bahwa mayoritas desa (97,1%) masih berada pada kategori konsentrasi kegiatan ekonomi rendah. Uji Chi-Square mengindikasikan tidak adanya hubungan yang signifikan antara seluruh variabel potensi desa dengan tingkat konsentrasi kegiatan ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa ketersediaan infrastruktur dan potensi fisik desa belum secara otomatis mendorong pemusatan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi pedesaan memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi melalui penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, integrasi pasar, serta optimalisasi pengelolaan potensi lokal agar desa mampu berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Co-Authors Abdul Fajar Haras1 Abdullah, Lulu Andini Adha, Nabila Agil Bahsoan Agunta, Tiara Santri Ahmad, Rizki S. Ahmat, Nursila T Aldi, Aldi Anti Ibrahim Antu, Teguh Adianzha Anzar Anzar, Anzar Ardiansyah ARDIANSYAH ARDIANSYAH Asda Rauf Aulia Salzabilla Ramadhan Rahman Bague, Razak Aziz Boby Rantow Payu Bumulo, Frahmawati Dawali, Noviyanti Fahrudin Zain Olilingo Febriyanto Igirisa Fitri Hadi Yulia Akib Fransmulya Herman Hamzah, Ilham Harbun, Harbun Harun Blongkod Harun, Moh. Junaedi Harun, Uton Rustan Hasan, Meiske Hasan, Yusrin Herwin Mopangga Hulopi, Sartin S. Imam Prawiranegara Gani Irawati Abdul Irma Ismawati Ivan Rahmat Santoso Jacobus, Refinna Cesari Jesika Yuliani Mangopa Kambayang, Sulistiawati R. Karunia Rahman Katili, Annisa P. Laila, Nineng Noer Lailu, Adinda Lania, Yetlina Latif, Febriyanto Mahdalena Mahdalena Mahludin H. Baruwadi Mamonto, Nadila Natasya Mamude, Fanda S Manto, Akmal Fikriasnyah Mattoasi Mattoasi Mattoasi, Mattoasi Melizubaida Mahmud Meyko Panigoro Moh Rifaldi Moh Yani J Baingan Mohammad Zubair Hippy Mokolinug, Savira Muhamad Zikri Zam-Zam Muhammad Amir Arham Mulyati, Yenni Niswatin Nugroho, Agung Eko Nurain Samsudin Nuraini Kabaderan Nurmawati Nasibu Payu, Bobby Rantow Raflin Hinelo Ridwan, Yusniar Rifi Fazrina Djuuna Rifi Fazrina Djuuna Ririn Anggraeni Roflan R Badu Rosman Ilato Roy Hasiru Salwaa Ardhiah Mohamad Santiaseh, Agustina Sisylia, Sisylia Siti Marhamah Sity Nurzilla Kiayi Sri Endang Saleh Sri Indriyani S. Dai Sriwahyuni Ys Dengo Sudirman Sudirman Suleman, Putri Silvia Sune, Ramadhita Pratiwi Tabito, Ramlawati Tuli, Hartati Usman Moonti Uton Rustan Harun Wiwi Pratiwi Yulia Akib, Fitri Hadi Yusrin S. Hasan