Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : the commercium

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DINAS PARIWISATA DALAM PENGELOLAAN KONTEN INSTAGRAM @SIDOARJO.TOURISM SEBAGAI MEDIA PROMOSI PARIWISATA KABUPATEN SIDOARJO Dwi Ramadhani; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sidoarjo dalam pengelolaan konten Instagram @sidoarjo.tourism sebagai media promosi pariwisata daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan terhadap konten Instagram, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan konten dilakukan melalui strategi konten terencana dan spontan dengan tema dominan berupa event pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, destinasi wisata, serta informasi edukatif dan protokoler. Pemanfaatan fitur Instagram seperti feed, reels, stories, highlight, caption, dan hashtag digunakan untuk memperluas jangkauan promosi serta membangun identitas digital daerah. Sasaran utama promosi adalah Gen Z, milenial, wisatawan domestik, dan masyarakat Sidoarjo. Namun, pengelolaan akun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, proses verifikasi konten yang berlapis, dan respons interaksi yang lambat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Instagram dapat menjadi media promosi yang efektif apabila dikelola secara strategis, konsisten, dan adaptif terhadap kebutuhan audiens.
STRATEGI PESAN MAYASI DALAM MENYAMPAIKAN PRODCUCT KNOWLEDGE MELALUI KONTEN INSTAGRAM @mayasi.id Imran Qudratullah; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81353

Abstract

Perkembangan komunikasi pemasaran digital mendorong merek untuk mengemas informasi produk secara menarik sekaligus mudah dipahami. Mayasi memanfaatkan Instagram @mayasi.id untuk menyampaikan product knowledge kepada audiens, terutama Generasi Z. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pesan Mayasi dalam menyampaikan informasi produk melalui konten Instagram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Social Media Specialist, Content Planner, dan Graphic Designer Mayasi, observasi konten feeds, reels, dan stories, serta dokumentasi materi promosi digital. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pesan Mayasi disusun melalui content pillar yang mencakup konten engagement, promosi, informasi, dan edukasi. Penyampaian pesan menerapkan mix appeals dengan menggabungkan informasi atribut, varian, kemasan, rasa, dan manfaat produk dengan humor, POV, tren, serta visual yang relatable. Pengelolaan pesan dilakukan melalui sapaan “Hi Sobat Gensi”, bahasa semi formal dan santai, call to action, konten permainan, fitur interaktif, serta kolaborasi dengan influencer/KOL. Product knowledge disampaikan melalui kombinasi visual dan copywriting, penggunaan hook, konsistensi warna merek, dan konten teaser secara bertahap. Strategi tersebut bersifat adaptif dan efektif membangun kedekatan dengan Generasi Z, tetapi proporsi konten edukasi perlu diperkuat agar informasi produk tersampaikan lebih komprehensif.
Strategi Niche Konten Afiliator Pemula dalam Memasarkan Produk di TikTok (Studi Komparasi pada Beauty, Mom & Kids, dan Fashion) Friska Rosyidah; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81403

Abstract

Perkembangan TikTok sebagai media sosial sekaligus platform pemasaran digital telah membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi afiliator dan memperoleh komisi melalui promosi produk. Fenomena ini mendorong munculnya afiliator pemula yang memanfaatkan berbagai niche konten untuk menarik perhatian audiens dan meningkatkan keterlibatan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi niche konten yang diterapkan afiliator pemula dalam memasarkan produk di TikTok pada niche beauty, mom & kids, dan fashion. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif. Informan penelitian terdiri dari tiga afiliator pemula, yaitu akun @itsdinayyz (beauty), @nooviahr (mom & kids), dan @afbfashion6 (fashion). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis komparatif tetap. Penelitian ini menggunakan teori The Circular Model of SOME meliputi aspek share, optimize, manage, dan engage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap niche menerapkan strategi konten yang berbeda sesuai karakteristik audiensnya. Niche beauty menekankan konten review berbasis pengalaman pribadi dan penggunaan hook yang relevan. Niche mom & kids mengandalkan review, tutorial, serta pengalaman parenting dengan pendekatan soft selling. Sementara itu, niche fashion berfokus pada visualisasi produk, personal branding, dan pemanfaatan tren TikTok. Meskipun berbeda, ketiga afiliator sama-sama mengoptimalkan fitur TikTok, mengevaluasi performa konten, serta membangun interaksi dengan audiens untuk meningkatkan keterlibatan dan mendukung pemasaran produk affiliate.
Analisis Persepsi Mahasiswa Unesa Terhadap Keterbukaan Informasi Pendaftaran Beasiswa Genbi Dalam Media Digital Milik Bank Indonesia Gilang Nandika; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81411

Abstract

Keterbukaan informasi merupakan prinsip penting dalam penyelenggaraan program beasiswa karena berperan dalam memberikan akses informasi yang adil dan setara bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terhadap keterbukaan informasi pendaftaran Beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) melalui media digital milik Bank Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan terdiri atas enam mahasiswa UNESA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Sugiyono yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis mengacu pada konsep persepsi Kenneth K. Sereno dan Edward M. Bodaken yang dijelaskan oleh Deddy Mulyana (2015), yaitu selection, organization, dan interpretation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memanfaatkan media digital resmi sebagai sumber utama informasi, namun keterbatasan publikasi mendorong mereka melakukan verifikasi melalui berbagai sumber lain. Mahasiswa memaknai keterbukaan informasi sebagai penyediaan informasi yang jelas, lengkap, konsisten, mudah diakses, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa. Keterbatasan informasi yang dipublikasikan juga menimbulkan kebingungan, ketidakpastian, serta memengaruhi kepercayaan mahasiswa terhadap penyelenggaraan program beasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga merepresentasikan keterbukaan komunikasi penyelenggara dalam menjamin pemerataan akses informasi bagi mahasiswa.
Pengaruh Brand Image Seventeen Terhadap Interaksi Parasosial Pada Generasi Z (Studi Kuantitatif Pada Penggemar Seventeen Carat) Awan Dina Marsela; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81631

Abstract

Perkembangan media digital telah memperkuat interaksi antara idola K-Pop dan penggemar sehingga mendorong terbentuknya hubungan parasosial. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi hubungan tersebut adalah brand image yang dibangun oleh figur publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand image Seventeen terhadap interaksi parasosial pada penggemar Generasi Z (Carat). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang merupakan penggemar Seventeen Generasi Z (Carat) dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring menggunakan Google Form. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image Seventeen berpengaruh positif dan signifikan terhadap interaksi parasosial pada penggemar Generasi Z. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,432 menunjukkan bahwa brand image mampu menjelaskan 43,2% variasi interaksi parasosial, sedangkan 56,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin positif brand image Seventeen yang dipersepsikan oleh penggemar, semakin tinggi pula tingkat interaksi parasosial yang terbentuk. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian ilmu komunikasi, khususnya mengenai hubungan antara brand image figur publik dan interaksi parasosial pada penggemar K-Pop.
MOTIF PEMBELIAN PRODUK THRIFT PADA KALANGAN REMAJA URBAN DI SURABAYA Amaliyah Safira; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.73322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna FOMO dalam perilaku konsumsi remaja urban serta bagaimana kemandirian ekonomi berperan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi serta paradigma konstruktivis untuk memperoleh hasil yang mandalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO menjadi dorongan utama dalam keputusan berbelanja, dipicu oleh paparan konten persuasive di media sosial dan tren budaya Korea yang kuat di kalangan remaja. Pembelian thrift juga dimaknai sebagai bentuk ekonomi dan ekspresi diri karena remaja tetap ingin mengikuti tren namun dengan cara yang lebih terjangkau. Hal ini menunjukkan adanya perpaduan antara kebutuhan sosial, emosional, dan ekonomi dalam perilaku konsumtif remaja urban masa kini.
Peran Word of Mouth sebagai Implementasi Komunikasi Pemasaran Informal: Studi Kasus pada Komunitas Pedagang Madura di Roomo Gresik Jessa Aprilia Rahma; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Word of Mouth (WOM) sebagai implementasi komunikasi pemasaran informal dalam komunitas pedagang Madura di Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan subjek penelitian pedagang Madura yang menjalankan usaha ritel di wilayah Gresik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis mengikuti model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik WOM dalam komunitas pedagang Madura berakar pada karakteristik sosial-budaya, yaitu kolektivitas, solidaritas, kekerabatan, dan etos kerja, yang berfungsi sebagai modal sosial dalam membentuk komunikasi pemasaran informal. WOM dijalankan melalui praktik berbasis pengalaman dengan melibatkan agen pemasok, pedagang senior, dan pelanggan sebagai penyebar informasi, serta berlangsung melalui saluran tatap muka dan media digital informal yang disertai mekanisme legitimasi dan verifikasi sosial. Komunikasi pemasaran informal tersebut berdampak pada pembentukan brand awareness, peningkatan purchase intention, dan pembentukan customer loyalty berskala lokal.
ANALISIS INTERAKSI SOSIAL DALAM KOMUNITAS FANS WINDAH BASUDARA DI PLATFORM X MELALUI PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK Aisyah Aulia Irvana; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.75631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika interaksi sosial terbentuk dan dipertahankan dalam komunitas Fans Windah Basudara (FWB) di platform X melalui perspektif Interaksionisme Simbolik. Komunitas FWB merupakan kelompok penggemar yang aktif membangun komunikasi sehari-hari meggunakan bahasa khas, humor, serta pola interaksi yang berkembang secara alami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang merupakan anggota aktif komunitas FWB di platform X serta observasi interaksi di komunitas tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolik sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses interaksi antaranggota membentuk makna bersama yang menjadi dasar munculnya tatanan sosial dalam kelompok. Simbol-simbol digunakan sebagai landasan anggota dalam berperilaku meliputi bahasa khas, gaya ketik, gaya bicara nonverbal seperti meme dan emotikon, serta solidaritas antaranggota untuk saling mengingatkan dan melindungi. Interaksi yang berulang meciptakan norma komunikasi, memperkuat solidaritas, dan menjaga keharmonisan antaranggota. Dengan demikian, komunitas FWB di platform X bukan hanya sebatas ruang hiburan virtual saja melainkan sebagai ruang sosial yang dibentuk, dinegosiasikan bersama, dan dipertahankan melalui praktik interaksi simbolik
PERANCANGAN PROTOTIPE DISPENSER CERITA BERBASIS EXPERIENTIAL MARKETING PADA KERETA API BANDARA INTERNASIONAL ADI SOEMARMO Devano Nanda Oktova Latief; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.82335

Abstract

Perkembangan layanan transportasi saat ini tidak hanya dinilai dari fungsi utamanya untuk perpindahan tempat, melainkan juga dari pengalaman emosional yang dirasakan penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe dispenser cerita berbasis experiential marketing pada Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (KA BIAS). Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mengadopsi model pengembangan Borg & Gall yang disederhanakan menjadi empat tahap, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di dalam gerbong serta wawancara terhadap empat orang responden penumpang KA BIAS. Hasil penelitian ini menghasilkan rancangan prototipe bernama "Cerita Selintas", yaitu media dispenser cerita yang mencetak lembar esai populer yang mudah dipahami oleh pembaca umum. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli di bidang Desain Komunikasi Visual, aspek konsep prototipe, identitas visual, dan aplikasi media memperoleh penilaian sangat sesuai. Secara keseluruhan, rancangan prototipe ini dinyatakan layak digunakan dan dapat menjadi alternatif pengembangan pengalaman penumpang
REPRESENTASI PERAN KELUARGA DALAM MELANGGENGKAN TRADISI NILAI BUDAYA JAWA PADA FILM TOPI TINDAK, TANDUK, SUBASITA Muhammad Ar-rasyid; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.82692

Abstract

Penelitian ini berjudul “REPRESENTASI PERAN KELUARGA DALAM MELANGGENGKAN TRADISI NILAI BUDAYA JAWA PADA FILM TOPI TINDAK, TANDUK SUBASITA”. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui bagaimana peran keluarga dalam melanggengkan tradisi nilai dalam budaya Jawa yang direpresentasikan oleh film pendek yang berjudul TOPI Tindak, Tanduk Subasita dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis beberapa tanda berupa ikon, indeks dan simbol dalam narasi dan visual film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TOPI Tindak, Tanduk, Subasita merepresentasikan keluarga berperan penting dalam melanggengkan tradisi nilai budaya Jawa seperti paribasan, etika di dalam rumah, etika mengambil makanan, etika saat makan, etika menyerahkan benda, etika dengan orang tua, etika berbahasa Jawa.