Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perkembangan Tradisi Keagamaan Munggahan Kota Bandung Jawa Barat Tahun 1990-2020 Tata Twin Prehatinia; Widiati Isana
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 1 No. 1 (2022): Priangan Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country with a lot of cultural diversity and is known for its differences. As with the existing traditions in Indonesia, it must have a different diversity in each region. Munggahan tradition is one of the traditions that is still actively carried out by people from the city of Bandung. For them, the Munggahan tradition does not only contain Islamic teachings symbolically, but also contains strong human values so that it can show universal relationships between humans. This article discusses the development of the Munggahan tradition from year to year to the public's perception of the Munggahan tradition itself. Researchers take several ways to convey clearly the perception of the community regarding the Munggahan tradition in Bandung. Researchers conducted interviews with people who already live in Bandung to local community leaders and ustadzah in the area. The munggahan tradition is a tradition that is familiar to our ears when we are in the month of Sya'ban with a reminder that the month of Ramadan will soon be entering.Keyword : Tradisi, Munggahan, Bandung
Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Dan Kebijakan     Merdeka Belajar Yan Nurcahya; Widiati Isana; Deri Sugiarto; M Kautsar Thariq Syah
Advances In Education Journal Vol. 1 No. 5 (2025): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ki Hadjar Dewantara through Taman Siswa has inherited the embryo of an education system based on local Indonesian culture. Teaching in Taman Siswa is based on two main principles, namely among and pamong. The principle of among places students as the main target and priority that must be "served". Meanwhile, pamong emphasizes the teacher's task to provide facilities, motivation, inspiration and conditions for students to learn according to their desires and abilities to learn individually or student learning independence. His thoughts on education for the Indonesian nation, one of which is the foundation for releasing colonialism from the Netherlands. The method used by the author in this article is the historical research method. The historical method used in this article consists of four stages, namely heuristic, verification, interpretation. The application of education for Indonesian citizens in general, without classifying the economic and racial capabilities of citizens at that time, contributed greatly to the Indonesian nation in advancing education and national thinking.
Narasi Tunggal Buku Teks Sejarah dan Tantangan Pendidikan Bagi Realitas Keberagaman Zaahidah Aufaa Ahdillah; Widiati Isana
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 1 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i1.766

Abstract

Buku teks sejarah memiliki peran penting dalam pembelajaran sejarah dan pembentukan kesadaran sejarah peserta didik. Melalui buku teks, peserta didik diperkenalkan pada peristiwa masa lalu yang berfungsi untuk membangun identitas nasional dan nilai kebangsaan. Namun, dalam praktiknya, penulisan buku teks sejarah di Indonesia kerap didominasi oleh narasi tunggal yang dipengaruhi oleh kepentingan politik dan ideologis negara. Narasi tunggal ini cenderung menyederhanakan kompleksitas sejarah, menonjolkan tokoh dan peristiwa tertentu, serta mengabaikan keragaman pengalaman historis kelompok masyarakat, khususnya kelompok minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter narasi tunggal dalam buku teks sejarah di Indonesia, mengkaji dampaknya terhadap kesadaran sejarah peserta didik, serta mengidentifikasi tantangan dan alternatif pendidikan sejarah dalam konteks masyarakat multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka dan analisis wacana kritis. Analisis difokuskan pada buku teks sejarah sebagai produk wacana negara dan dikaitkan dengan pemikiran para sejarawan serta kajian pendidikan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi tunggal dalam buku teks sejarah berpotensi membentuk kesadaran sejarah yang eksklusif, melemahkan empati sejarah, dan membatasi kemampuan berpikir historis peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran sejarah yang lebih inklusif dan multiperspektif, dengan melibatkan peran aktif guru, integrasi sejarah lokal, serta pendekatan empati dan reflektif. Pendidikan sejarah yang demikian diharapkan mampu merespons realitas keberagaman dan membentuk peserta didik yang kritis, toleran, dan berkesadaran sejarah.Kata kunci: Narasi tunggal, Buku sejarah, Pendidikan, Keberagaman.