Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pertanian Agros

APLIKASI PUPUK HAYATI DENGAN BERBAGAI JARAK TANAM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Charloq, Charloq; Yazid, Abu; Marbun, Eliani Mutiara
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3782

Abstract

Organic-oriented agriculture, in improving sustainable agriculture through the use of microbial-based biological fertilizers to increase agricultural productivity will increasingly attract public interest and apply it widely because the development of microorganisms that are beneficial to soil and crop production will support healthy agriculture. Farmers' habits in cultivating corn include excessive use of chemical fertilizers and pesticides causing environmental pollution and decreasing soil quality both chemically, physically and biologically, affecting low production, therefore efforts are needed to remain productive by using biological fertilizers for soil improvement and regulating planting distance.The study used a factorial randomized block design with three replications, consisting of the first factor being the application of biological fertilizers at a dose (g/ha): 0 g/ha, 400 g/ha, 800 g/ha, 1200 g/ha, the second factor being plant spacing (cm) consisting of: 70 cm x 10 cm, 70 cm x 15 cm, 70 cm x 20 cm. Parameters observed were cob diameter (mm), cob length (cm), seeds number/cob (g), dry seed weight/plant (g). The results showed that the Biofertilizer with a dose of 400 g/ha significantly increases maize production (Zea mays L.). Planting distance of 70 cm x 20 cm significantly increases maize production (Zea mays L.). Application of biofertilizer with a dose of 400 g/ha and a spacing of 70 cm x 20 cm significantly increased maize production (Zea mays L.). Keywords:  Biological fertilizer, planting distance, corn production, Zea mays, application INTISARIPertanian berorientasi organik dalam meningkatkan pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan pupuk hayati berbasis mikroba dapat meningkatkan produktivitas pertanian akan semakin menarik minat masyarakat dan mengaplikasikannya secara luas oleh karena pengembangan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanah dan produksi tanaman akan menunjang pertanian yang sehat. Kebiasaan petani dalam budidaya tanaman jagung diantaranya penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan menyebabkan pencemaran lingkungan dan menurunnya kualitas tanah baik kimia, fisik, maupun biologi mempengaruhi rendahnya produksi, oleh karena itu diperlukan usaha agar tetap produktif yaitu dengan menggunakan pupuk hayati untuk pembenahan tanah dan mengatur jarak tanam. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan tiga ulangan terdiri dari: faktor pertama aplikasi pupuk hayati dengan dosis (g/ha): 0 g/ha, 400 g/ha, 800 g/ha, 1200 g/ha; faktor kedua jarak tanam (cm)terdiri  dari: 70 cm x 10 cm, 70 cm x 15 cm, 70 cm x 20 cm. Parameter yang diamati adalah diameter tongkol (mm), panjang tongkol (cm), jumlah biji/tongkol (g), bobot biji kering/tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pupuk hayati dengan dosis 400 g/ha signifikan meningkatkan produksi tanaman jagung (Zea mays L.). Jarak tanam 70 cm x 20 cm signifikan meningkatkan produksi tanaman jagung (Zea mays L.). Aplikasi pupuk hayati dengan dosis 400 g/ha dan jarak tanam 70 cm x 20 cm signifikan meningkatkan produksi tanaman jagung (Zea mays L.). Kata kunci:  Pupuk hayati, jarak tanam, produksi jagung, Zea mays, aplikasi.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DENGAN PEMBERIAN BEBERAPA JENIS BIOCHAR PADA TANAH GAMBUT Charloq, Charloq; Yazid, Abu; Yohanes, Alfedro
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3756

Abstract

Utilization of peat soil still has many obstacles due to the physical and chemical properties that are less supportive of plant growth. Constraints of peat soil as a medium for plant growth can be overcome by applying amelioration technology such as the use of biochar. This study aims to determine the growth response of the main nursery oil palm seedlings to the application of various types of biochar on peat soils. The research was carried out from March 2022 to June 2022 at the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan with an altitude of ± 25 meters above sea level (asl). The research design used was a Completely Randomized Non-Factorial Design with four replications and five treatment of various types of biochar, namely rice husk biochar 55 g/polybag, oil palm empty fruit bunches biochar 50 g/polybag, coconut shell biochar 37.5 g/polybag, palm frond biochar 25 g/polybag. The results showed that the applycation of various types of biochar from rice husk 55 g/polybag, biochar empty oil palm 50 g/polybag, coconut shell 37.5 g/polybag, and palm fronds 25 g/polybag, were not significant for increasing the growth of oil palm seeds in the main nursery. Keywords: Biochar, Palm Oil, Peat. INTISARIPemanfaatan tanah gambut masih memiliki banyak kendala karena sifat fisik dan kimia yang kurang mendukung terhadap pertumbuhan tanaman.Kendala tanah gambut sebagai media pertumbuhan tanaman dapat diatasi dengan penerapan teknologi ameliorasi seperti penggunaan biochar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan bibit kelapa sawit main nursery terhadap pemberian berbagai jenis biochar pada media tanam berupa tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022 hingga Juni 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 25 meter di atas permukaan laut (dpl). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial dengan empat ulangan dan lima perlakuan pemberian berbagai jenis biochar yaitu biochar sekam padi 55 g/polybag, biochar tandan kosong kelapa sawit 50 g/polybag, biochar tempurung 37,5 g/polybag,biochar pelepah kelapa sawit 25 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian berbagai jenis biochar yang bersumber dari sekam padi 55 g/polybag, biochar tandan kosong kelapa sawit 50 g/polybag, tempurung kelapa 37,5 g/polybag, dan pelepah kelapa 25 g/polybag, belum signifikan untuk meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit.Kata kunci: Biochar, Kelapa Sawit, Gambut.