Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Edukasi tentang Cara Memerah ASI yang Tepat dan Kompres Hangat sebagai Penatalaksanaan Bendungan ASI Ayu Devita Citra Dewi; Bella Riska Ayu
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 3 No. 2 (2024): Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v3i2.2648

Abstract

Breastfeeding problems are mostly caused by breast milk not coming out smoothly, which triggers accumulation of breast milk or breast milk dams. This can cause failure to provide exclusive breastfeeding. Nationally, the number of exclusive breastfeeding coverage in 2021 was 69.7%, but in 2022 it decreased to 67.96%. The aim of the activity is to increase breastfeeding mothers' knowledge about how to express breast milk and warm compresses as measures to manage breast milk dams. Method: counseling using a question and answer lecture method and educational videos containing steps for expressing breast milk and warm compresses on the breasts. Knowledge assessment is by interview (questionnaire). Results: The average pretest score was 65.9 and the average posttest score was 78.8. These results indicate an increase in knowledge of breastfeeding mothers after being given education using lecture methods and educational videos on how to express breast milk and warm compresses. It is hoped that all relevant parties will improve the exclusive breastfeeding program by educating the public about managing problems related to the breastfeeding process.
LITERATURE REVIEW; TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG Sastri, Neni; Citra Dewi, Ayu Devita
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 16, No 2 (2024): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v16i2.1292

Abstract

Latar Belakang: Balita berisiko gizi kurang atau gizi buruk adalah Balita dengan LILA kuning (11,5 - < 12,5 cm) dan merah (<11,5 cm) yang mengalami hambatan pertumbuhan. Balita dengan pitting edema bilateral, Balita yang tampak kurus, Bayi < 6 bulan yang mengalami kesulitan menyusu baik disebabkan karena faktor bayi maupun faktor ibu. Tujuan: Mengidentifikasi literature yang berkaitan dengan terapi komplementer untuk peningkatan BB balita gizi kurang.  Metode: Desain penelitian adalah tinjauan literature review dari berbagai artikel ilmiah yang membahas terapi komplementer balita dengan gizi kurang. Tiga database elektronik yang digunakan: science direct, pubmed, google scholar. Kata kunci pencarian: Balita Gizi Kurang, PMT, Peningkatan BB. Screening artikel dimulai membaca judul, abstrak, menghapus duplikasi. Penyaringan dilakukan membaca full teks artikel. Pertanyaan penelitian disusun berpedoman pada PICO. Kriteria inklusi: populasi merupakan balita dengan gizi kurang, desain studinya eksperimental dan menggunakan kata kunci. Artikel dinilai secara independen oleh penulis. Artikel yang memenuhi kriteria kelayakan akan ditinjau untuk selanjutnya dilakukan penilaian. Penulis selanjutnya mengumpulkan hasil dari studi yang berfokus terapi komplementer pada balita dengan gizi kurang. Tahap akhir artikel ditinjau dan dibahas secara menyeluruh, objektif dan kritis. Penelusuran dilakukan pada bulan Maret 2024 oleh dua orang peneliti dan diperoleh sebanyak 9 artikel. Saran: Diharapkan balita gizi kurang diberi makanan tambahan, tenaga kesehatan memberikan konseling pemberian makanan balita berdasarkan umur, pelayanan kesehatan balita, imunisasi,vitamin A, obat cacing, higiene sanitasi, pemantauan pertumbuhan secara rutin dan stimulasi perkembangan balita. Kata Kunci: Balita Gizi Kurang, Pemberian Makanan Tambahan, Peningkatan Berat Badan
A Literature Study on Complementary Therapies for the Management of Anemia in Adolescent Girls Tri Sartika; Ayu Devita Citra Dewi
The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research Vol. 3 No. 2 (2025): The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/tjghpsr.v3i2.692

Abstract

Anemia is a common health issue among adolescent girls, primarily due to increased iron demands during growth and menstruation. This literature study aims to synthesize existing research on complementary therapies for managing anemia in this population. The study employed a literature review design with a systematic search of scientific articles published between 2018 and 2025. Data were collected from multiple electronic databases, including PubMed and Google Scholar, using keywords such as "anemia," "adolescent girls," "complementary therapy," "iron deficiency," "herbal medicine," and "nutritional intervention." Only peer-reviewed articles, clinical trials, systematic reviews, and meta-analyses published in English were included. The review found that natural interventions like Moringa oleifera leaf extract, beetroot juice, dates with lime juice, and educational programs are effective, affordable, and culturally acceptable for improving hemoglobin levels and anemia prevention. However, many studies have limitations such as small sample sizes and short intervention durations. Future research should focus on more rigorous designs with larger samples and longer follow-ups. Combining nutritional supplementation with health education offers a promising holistic approach to managing anemia in adolescent girls.
Pemanfaatan Minuman Herbal Berbasis Daun Kelor sebagai Terapi Komplementer Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di SMA Tri Sartika; Ayu Devita Citra Dewi
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 3 No. 3 (2025): August : Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v3i3.1622

Abstract

Anemia is a common health problem among adolescent girls, especially in developing countries like Indonesia. This condition is generally caused by insufficient iron intake, an unbalanced diet, and increased iron requirements during growth. Anemia not only impacts physical health but also affects concentration, productivity, and quality of life. Therefore, interventions based on nutrition education and the utilization of local food sources are crucial in sustainable anemia prevention efforts. One potential complementary therapy alternative is the consumption of herbal drinks based on moringa leaves (Moringa oleifera). Moringa leaves are known to be rich in iron, vitamin A, and antioxidants that play a role in red blood cell formation. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of adolescent girls in utilizing moringa leaves as a natural source of iron. The target group is grade 10 and 11 female students at SMA Sejahtera Palembang, which was held in June 2025. The activity methods included a nutrition lecture on anemia and the importance of iron, an interactive discussion on the benefits of moringa leaves, and hands-on practice in making herbal moringa drinks (such as moringa leaf tea and moringa juice). The material was delivered using a communicative and participatory approach to actively engage participants. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the causes of anemia, the benefits of moringa leaves, and their willingness to consume herbal drinks as a preventative measure. Most participants also expressed interest in trying to make their own moringa herbal drink at home. This activity is expected to become part of school-based promotional and preventive efforts to address anemia in adolescent girls.
KEK Analisis Risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil Sastri, Nen; Dewi, Ayu Devita Citra; Susmita, Susmita
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i6.1038

Abstract

Ibu hamil yang menderita KEK dan anemia mempunyai risiko yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan BBLR, kematian saat persalinan, pendarahan. KEK ditandai oleh tanda gejala yaitu berat badan sebelum hamil < 40 kg dan LILA < 25,5 dan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis ibu hamil dengan kekurangan Energi Kronik (KEK), adapun rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional study, Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Praktik Mandiri Bidan Ellna Palembang pada bulan Januari - Desember tahun 2022 Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui observasi rekam medik pasien ibu hamil, kemudian dilakukan pengolahan data dengan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian variabel yang berhubungan dengan kejadian KEK yaitu variabel anemia hasil uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan nilai p value = 0,000 (p<α), dan variabel usia kehamilan didapatkan nilai p value= 0.003 (p<α), hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna pada variabel anemia dan usia kehamilan dengan kejadian kekurangan energi kronis. Sebaiknya bagi ibu hamil lebih rutin untuk memeriksakan kehamilannya ketempat pelayanan kesehatan agar petugas kesehatan dapat mengupayakan terwujudnya kondisi terbaik bagi ibu dan bayi yang dikandungnya.
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Ibu Post Partum: Literatur Review Dewi, Ayu Devita Citra; Ayu, Bella Riska
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1307

Abstract

Target pencapaian ASI sulit dicapai disebabkan karena salah satunya yaitu ASI tidak keluar. Permasalahan tidak lancarnya proses keluarnya ASI yang menjadi salah satu penyebab seseorang tidak dapat menyusui bayinya. Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak lancaran produksi ASI. Pijat adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima-keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan. Tujuan analisis penelitian ini adalah melihat bahwa pentingnya pemberian ASI pada bayi sehingga perlu dikaji tetang Pijat oksiosin sebagai upaya memperlancar produksi ASI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi literature review. Studi literature review (Kajian Pustaka) dari jurnal ilmiah dengan penuntun kata kunci Pijat Oksitosin dan Produksi ASI, jurnal ilmiah yang terseleksi dari berbagai jurnal terakreditasi sejumlah 10 jurnal yang digunakan untuk mereview diantaranya ada 7 jurnal dengan metode Quasi eksperimen dan 3 jurnal metode pra eksperimen. Hasil literature review yang telah ditelaah, semua artikel menjelaskan hasil penelitian adanya pengaruh yang signifikan antara pijat oksitosin terhadap produksi ASI dengan nilai P value <0.05, bahwa pijat oksitosin merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Simpulan Pijat oksistosin dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui, saran untuk tenaga kesehatan dapat mengedukasi dan menerapkan terapi pijat oksitosin pada post partum.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU PASCA SALIN TENTANG PIJAT OKSITOSIN UNTUK MEMPERLANCAR PRODUKSI ASI: INCREASING POST PARTY MOTHER'S KNOWLEDGE ABOUT OXYTOCIN MASSAGE TO FACILITATE MILK PRODUCTION Ayu, Ayu Devita Citra Dewi; Nen Sastri; Susmita
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.187

Abstract

Abstrak   Air susu ibu (ASI) adalah cairan kompleks yang mengandung lebih dari 200 unsur pokok yang telah diketahui dan berubah untuk memenuhi kebutuhan bayi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar setiap bayi baru lahir mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan, namun pada sebagian ibu tidak memberikan ASI eksklusif karena alasan ASInya tidak keluar atau hanya keluar sedikit sehingga tidak memenuhi kebutuhan bayinya. Berdasarkan hasil Riskesdas pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan hanya 40,6 %, jauh dari target nasional yang mencapai 80%. Pijat oksitosin ini merupakan solusi yang baik untuk mengatasi ketidaklancaran pada ASI. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima - keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Pijatan ini berfungsi untuk meningkatkan hormon oksitosin yang dapat menenangkan ibu, sehingga ASI pun otomatis keluar. Pelaksanaan pengabdian masyarakat di PBM Andina tentang pijat oksitosin diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu pasca persalinan tentang pentingnya pemberian ASI pada bayi dengan memperlancar produksi ASI, Metode yang digunakan adalah ceramah tanya jawab, demonstrasi dan simulasi. Selama proses kegiatan antusias peserta sangat terlihat dengan begitu bayak mengajukan pertanyaan dan hasil setelah di bagikan formt post test , presentase peserta yang memilki pengetahuan baik tenteng pijat oksitosin pada pretest adalah 41.3%, angka ini meningkat menjadi 86% meningkat pada post test. Kata kunci : Tingkat Pengetahuan, Air Susu Ibu, Pijat Oksitosin   Abstract  Breast milk (ASI) is a complex fluid that contains more than 200 known basic elements that change to meet the baby's needs. The World Health Organization (WHO) recommends that every newborn receive exclusive breast milk for six months, but some mothers do not give exclusive breast milk because their milk does not come out or only comes out a little so it does not meet their baby's needs. Based on the results of Riskesdas, exclusive breastfeeding for babies for 6 months is only 40.6%, far from the national target of 80%. Oxytocin massage is a good solution to overcome irregularities in breast milk. Oxytocin massage is massage along the spine (vertebrae) up to the fifth - sixth rib bones and is an attempt to stimulate the hormones prolactin and oxytocin. This massage functions to increase the hormone oxytocin which can calm the mother, so that breast milk comes out automatically. The implementation of community service at PBM Andina regarding oxytocin massage is expected to increase postpartum mothers' knowledge about the importance of breastfeeding babies by facilitating breast milk production. The methods used are question and answer lectures, demonstrations and simulations. During the activity process, participants' enthusiasm was very visible, with many asking questions and the results after being distributed in the post-test form, the percentage of participants who had good knowledge about oxytocin massage in the pre-test was 41.3%, this figure increased to 86% and increased in the post-test.  Keywords : Level of Knowledge, Breast Milk, Oxytocin Massage