Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Batuk Efektif Terhadap Pengeluaran Sputum pada Pasien Tuberkulosis Linda Widiastuti; Yusnaini Siagian
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pemeriksaan sputum sangat penting karena dengan ditemukan kuman BTA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh batuk efektif terhadap pengeluaran sputum pada pasien TB di Puskesmas Kampung Bugis Kota Tanjungpinang. Penelitian ini merupakan pra eksperimen dengan jenis one-group pre-post test design. Populasi sejumlah 26 responden mencakup Semua pasien TB di Puskesmas Kampung Bugis. Sampel sejumlah 24 responden diambil menggunakan Accidental sampling. Variabel independen adalah batuk efektif dan Variabel dependen pengeluaran sputum. Analisa data dengan uji chi kuadrat dengan tingkat signifikan p ≤ 0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden tidak dapat mengeluarkan sputum sebelum dilatih batuk efektif sebesar 13 responden (54,2%) dan hampir seluruh responden dapat mengeluarkan sputum sesudah dilatih batuk efektif sebesar 19 responden (79,2%) dan hasil uji statistik chi kuadrat 0,021 berarti < 0,05 maka Ha diterima. Berarti ada pengaruh batuk efektif terhadap pengeluaran sputum pada pasien TB di Puskesmas Kampung BugisKota Tanjungpinang.
Pengaruh Bermain Peran (Role Play) Terhadap Perkembangan Bahasa pada Anak Prasekolah di PAUD Ibnu Abas Tanjungpinang Umu Fadhilah; Yusnaini Siagian; Delvi Rosadi
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan bahasa adalah perubahan sistem lambang bunyi yang berpengaruh terhadap kemampuan berbicara anak usia dini. Dengan kemampuan berbicara itu anak bisa mengidentifikasi dirinya, serta berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Dengan bahasa semua manusia dapat mengenal dirinya, sesama manusia, alam sekitar, ilmu pengetahuan dan nilai-nilai moral atau agama. Salah satu penanganan anak yang mengalami gangguan perkembangan bahasa adalah salah satunya bermain peran (role play). Role play merupakan suatu cara pengusaan materi belajar melaui pengembangan, imajinatif, daya ekspresi dan penghayatan dalam memerankan tokoh tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bermain peran (role play) terhadap perkembangan bahasa pada anak prasekolah di Paud Ibnu Abas Tanjungpinang 2017. Metode penelitian menggunakan desain penelitian quasi eksperimen, dengan rancangan pretest dan posttes without control, sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dan alat pengumpulan data digunakan berupa lembar observasi yang sudah baku dari DDST (Denver Developmental Test). Kemampuan perkembangan bahasa anak pre test sebelum perlakuan sebanyak 70%, kemampuan perkembangan bahasa anak post test sesudah perlakuan menjadi 100% normal. Data analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan derajat kemaknaan ɑ = 0,05. Hasil yang diperoleh uji Wilcoxon menjukkan ρ value = 0,011 (ρ value ≤ ɑ = 0,05) hasilnya adalah H0 ditolak. The result adalah ada pengaruh Bermain Peran (Role Play) Terhadap Perkembangan Bahasa Pada Anak Prasekolah Di Paud Ibnu Abas Tanjungpinang tahun 2017. Saran dalam penelitian ini agar institusi pendidikan Paud Ibnu Abas dan isntitusi pendidikan kesehatan dapat merekomendasikan hasil penelitian untuk diaplikasiakan pada prasekolah dengan Terapi Bermain Peran (Role Play) untuk meningkatkan kemampuan perkembangan bahasa.
Faktor Dominan yang Mempengaruhi Sibling Rivalry pada Anak Usia Toddler Liza Wati; Yusnaini Siagian; Denti Kurniasih
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahap anak usia Toddler, keberadaan saudara kandung menjadi pengalaman yang unik. Persaingan yang terjadi dengan keberadaan saudara kandung atau yang biasa di sebut dengan sibling rivalry, terkadang membuat anak merasa kehilangan perhatian dan kasih saying dari orang tua.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi sibling rivalry pada anak usia toddler di PAUD Senang Hati Tanjungpinang. Metode penelitian korelasi dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dilakukan uji validitas dan reliabiliras. Uji hipotesis dengan korelasi Rank Spearmen jika data tidak terdistribusi normal dan korelasi pearson jika data terdistribusi normal. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (60 %) responden mempunyai anak perempuan, memiliki sebagian besar (65 %) jumlah saudara 1-2 orang, sebagian mempunyai anak urutan kelahiran anak sulung, memiliki sebagian besar ( 65 %) anak jarak usianya dekat, mayoritas ( 80 %) memiliki sikap anak mencari perhatian, lebih dari separuh ( 55%) tidak mengemaskan salah satu anak, lebih dari sepatuh ( 55 %) memiliki pengetahuan yang rendah, sebagian besar ( 75% ) menerapkan pola asuh permisif, dan mayoritas ( 80%) memiliki anak dengan sibling rivalry terhadap saudaranya. Terdapat korelasi antara urutan kelahiran ( p value = 0,00), sikap anak (p value =0,028), anak emas / anak kesayangan ( p value = 0,011) , pengetahuan ibu (p value = 0,039) dan pola asuh ibu ( p value = 0,021) dengan kejadian sibling rivalry. Rekomendasi penelitian adalah perlu peningkatan pengetahuan ibu tentang sibling rivarly agar tidak mengganggu perkembangan anak usia toddler.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan Pasien Hemodialisa Yusnaini Siagian; Dian Ning Alit; Suraidah
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan merupakan salah satu permasalahan pasien hemodialisa (HD) terutama dalam pembatasan asupan cairan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 184 pasien yang menjalani terapi hemodialisis di unit hemodialisa RSBK Batam. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampleAnalisis yang digunakan adalah Pearson, Chi-square dan Spearman. Berdasarkan hasil penelitian faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembatasan asupan cairan pasien hemodialisa adalah variabel lama menjalani HD (p value 0,012, dukungan keluarga (p value 0,00) dan yang tidak berhubungan adalah variabel usia (p value 0,749), jenis kelamin (p value 0,312), pendidikan (p value 0,652) dan pekerjaan (p value 0,956). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan kepatuhan dengan lama menjalani HD dan dukungan keluarga. Tidak ada hubungan kepatuhan dengan usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan. Saran untuk pelayanan keperawatan khususnya unit HD memberikan health education secara simultan baik pada pasien HD maupun keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran pasien untuk patuh dalam pembatasan asupan cairan.
Hubungan Posisi Belajar dan Lama Duduk dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah Mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang Yusnaini Siagian; liza wati; Linda Widiastuti; Soni Hendra Sitindaon
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v5i1.303

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah keluhan nyeri seseorang yang dapat disebabkan oleh posisi dan lama duduk. Nyeri punggung bawah merupakan keluhan yang banyak dirasakan mahasiswa selama pembelajaran daring. Nyeri punggung bawah menyebabkan terbatasnya aktifitas sehingga dapat membuat seseorang tidak produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan posisi belajar dan lama duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah pada mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 246 mahasiswa dan sampel yang diambil berjumlah 152 mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang yang memenuhi kriteria inklusi. Tehnik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan paling banyak mahasiswa berumur 20-29 tahun yaitu 102 orang (67,1%), mayoritas perempuan sebanyak 127 orang (83,6%), paling banyak mahasiswa program studi S1 keperawatan reguler yaitu sebanyak 64 orang (42,1%) dan sebagian besar mahasiswa memiliki IMT dengan kategori berat badan normal sebanyak 43 orang (28,3%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kejadian nyeri punggung bawah dengan posisi belajar (p value 0,000), lama duduk (p value 0,000), usia (p value 0,000), dan IMT (p value 0,000). Namun tidak ada hubungan kejadian nyeri punggung bawah dengan jenis kelamin (p value 0,152). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan posisi belajar dan lama duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah. Saran bagi mahasiswa agar memperhatikan lama, sikap duduk dan cara duduk saat perkuliahan sehingga kelelahan atau ketegangan pada punggung dapat dikurangi dengan cara berdiri atau berjalan beberapa menit. Bagi dosen memberikan waktu bagi mahasiswa untuk melemaskan ketegangan pinggang atau punggung saat perkuliahan berlangsung seperti berdiri dan senam ditempat. Kata kunci : Posisi Belajar, Lama Duduk, Kejadian Nyeri Punggung Bawah
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Pendengaran pada Penyelam Tradisional yusnaini siagian; Meily Nirnasari; Liza Wati; Nur Adila
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v12i2.137

Abstract

Gangguan pendengaran dapat menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam mendengar percakapan. Dampak dari gangguan pendengaran adalah penurunan kualitas hidup, penarikan sosial dan gangguan komunikasi yang mempengaruhi hubungan dengan keluarga dan teman. Gangguan pendengaran dapat dikategorikan menjadi tuli konduktif, tuli sensorineural dan tuli campuran. Gangguan pendengaran merupakan penyebab utama keempat disabilitas di seluruh dunia. Pekerjaan sebagai nelayan penyelam memiliki tingkat risiko bahaya yang sangat tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Kelurahan Senggarang,sebanyak 50,0% mengalami gangguan pendengaran dan sisanya 50,0% yang tidak mengalami gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan gangguan pendengaran pada penyelam tradisional di Kelurahan Senggarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penyelam tradisional Kelurahan Senggarang dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan usia (p value=0,000),riwayat penyakit (p value=0,000),lama penyelaman (p value=0,744),frekuensi penyelaman (p value=0,006),dengan gangguan pendengaran.Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gangguan pendengaran pada penyelam di Kelurahan Senggarang adalah usia,riwayat penyakit,lama penyelaman dan frekuensi penyelaman. Para penyelam sebaiknya membatasi frekuensi penyelaman dalam sehari dan lama penyelaman.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Makan Anak Masa Pandemi Covid 19 Di Wilayah Puskesmas Tanjungpinang Wati, Liza; Yusnaini Siagian; Linda Widiastuti; Umu Fadhilah; Soni Hendra Sitindaon; Utari Yunie Atrie
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v6i2.448

Abstract

Masa pandemi membuat anak cenderung kurang menyantap makanan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya dan memilih makanan yang disenangi saja. Menjaga imunitas anak yang sedaaktif sementara pembatasan sosial membuat orang tua mendapat kendala dalam memenuhi nutrisi anak. Kegiatan dirumah baik WFH (work from home) maupun SFH (school from home) sama-sama memicu stres dan lelah bagi orangtua dan anak-anaknya. Jika hal tersebut tidak dikelola dengan baik, stres berpotensi menurunkan nafsu makan anak. Hal ini bisa berdampak pada kurangnya asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal sekaligus membangun sistem imun tubuh yang kuat, imun tubuh menjadi penting kala pandemi. Tujuan Penelitian untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Makan Anak di Puskesmas Tanjungpinang. Desain metode penelitian ini adalah studi korelasi. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak di wilayah Puskesnas Tanjungpinang sebanyak 405 orang. Sampel penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia balita dan sekolah sebanyak 61 dengan teknik sampling yang diambil dengan accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang dilakukan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian didapatkan pada usia dan jenis kelamin (p value = 0,00), indeks massa tubuh (IMT) adalah 0,048 (p value = 0,71), pengetahuan adalah 0,762 (p value = 0,00), sikap adalah 0,337 (p value = 0,00), aktivitas fisik adalah 0,322 (p value = 0,01), psikologis adalah 0,762 (p value = 0,00), dan pola pemberian makan adalah 0,293 (p value = 0,02). Berdasarkan hasil penelitian terdapat korelasi antara usia, jenis kelamin, pengetahuan, sikap, aktivitas fisik, psikologis dan pola pemberian makan dengan perilaku makan anak.
Status Nutrisi Pasien Hemodialisa di Rumah Sakit Umum Daerah Yusnaini Siagian
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.965 KB) | DOI: 10.31539/jks.v2i1.320

Abstract

The purpose of this study was to determine the nutritional intake of hemodialysis patients at the Regional General Hospital of DR. Pirngadi Medan. This research is a quantitative study using descriptive methods. The results of this study found the characteristics of the majority of respondents aged 45-54 years as many as 37 people (40.2%), male sex that is 48 people (52.2%), the highest education level was 42 people (45.7%) ) and no longer work as many as 73 people (79.3%). The majority of respondents with married status are 70 people (76.1%), the majority of respondents have undergone hemodialysis> 3 years which is 48 people (52.2%) and the majority of illnesses that cause respondents to undergo hemodialysis are hypertension namely 52 people (56.5%) . The nutritional intake of respondents more or less than good nutritional intake of 64 people (69.6%). Conclusions, hemodialysis patients at the Regional General Hospital Dr. Pirngadi Medan experiences nutritional status disturbances, making them at risk of complications due to nutritional deficiencies that can reduce their quality of life. Keywords: Hemodialysis, Patients, Nutrition Status
Lama, Kedalaman dan Frekuensi Penyelaman terhadap Kejadian Barotrauma Telinga pada Nelayan Penyelam Tradisional Utari Yunie Atrie; Linda Widiastuti; Liza Wati; Yusnaini Siagian; Soni Hendra Sitindaon
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.514 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i2.5289

Abstract

This study aims to analyze the effect of length, depth, and conversion frequency on the incidence of ear barotrauma in traditional fishermen in Malang, Meeting Village, and Bintan Regency, Riau Archipelago. The method used in this quantitative research is analytic observational with a case-control research design. The results showed that there was a relationship between length, depth, and frequency of isolation on the incidence of ear barotrauma in traditional healing in Malang, which was demonstrated through the results of the Chi-Square test analysis on various factors, namely p = 0.048 (time of rescue), p = 0.001 ( healing depth) and p=0.001 (healing frequency). The multiple logistic regression test results obtained p-value = 0.00 (p <0.05). In conclusion, duration, depth, and frequency of diving affect health problems, especially ear barotrauma in traditional healing fishermen. Of the various adaptation factors, depth is the factor that most influence ear barotrauma incidence in traditional diving fishermen. Keywords: Ear Barotrauma, Frequency of healing, Depth of healing, Long Dive, Fisherman Traditional Diving
Punggung Sehat dengan Mckenzie Back Exercises Selama Pembelajaran Daring bagi Mahasiswa STIKes Hang Tuah Tanjungpinang Yusnaini Siagian; Soni Hendra Sitindaon
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 3, No 3 (2021): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v3i3.264

Abstract

Low back pain is pain that originates from the spine in the spinal area, muscles, nerves, tendons, joints, or cartilage due to the wrong position. Individuals who perform activities such as sitting up straight and bending over must be in the correct position. At Stikes Hang Tuah Tanjungpinang, a phenomenon was found that 42.7% of students complained of lower back pain due to wrong sitting habits such as sitting in a bent position when attending online lectures and doing college assignments. Sitting for too long in the wrong position causes muscle tension and spinal ligament strain. The results of interviews with students, most of the students who complain of low back pain do not understand what can be done to reduce or prevent low back pain due to sitting position and sitting too long. One of the non-pharmacological therapies to treat low back pain is McKenzie back exercises.  The purpose of this community service is to provide students with an understanding of low back pain and teach actions to reduce or prevent low back pain. The success indicator of this activity is that students understand and can perform the McKenzie back exercises The method used is to provide health education about low back pain and demonstrate McKenzie back exercises to students.