Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Manfaat Aromaterapi Jasmine Sambac dalam Meningkatkan Libido pada Akseptor KB Suntik DMPA Isy Royhanaty; Boediarsih Boediarsih; Mualifah Mualifah
Jurnal SMART Kebidanan Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v7i2.398

Abstract

Latar Belakang. DMPA adalah kontrasepsi suntik hormonal yang banyak dipakai masyarakat, dengan salah satu efek samping adalah penurunan libido. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menggunakan aromaterapi jasmine sambac. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengujicobakan aromaterapi jasmine sambac untuk meningkatkan libido pada akseptor suntik DMPA di PMB Aini Kabupaten Kudus. Metode. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan  desain one group pre-test and post-test without control. Sampel dalam penelitian ini adalah 16 akseptor suntik DMPA yang diambil dengan Teknik purposive. Responden menggunakan aromaterapi jasmine sambac dalam bentuk lilin pada malam hari menjelang tidur, dengan durasi 2,5 jam selama 14 hari. Tingkat libido diukur menggunakan kuesioner FSFI. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil. Rata-rata responden mengalami peningkatan total tingkat libido sebesar 15,8 point. Rata-rata peningkatan perdomain aspeknya adalah keinginan 2,3 point, gairah 2,5 point, lubrikasi 2,6 point, orgasme 2,8 point, kepuasan 2,5 point, dan nyeri 3,2 point. Hasil uji Wilcoxon didapatkan ada perbedaan yang signifikan pada tingkat libido total dan semua domain aspeknya (p value ≤ 0,05).  Kesimpulan. Aromaterapi jasmine sambac berpengaruh signifikan dalam meningkatkan total libido, termasuk 6 domain aspeknya, dimana rata-rata peningkatan yang paling banyak adalah pada domain nyeri, dan yang paling sedikit rata-rata peningkatnnya adalah pada domain gairah. Kata Kunci : aromaterapi, jasmine, libido ABSTRACT Background. DMPA is a hormonal injection contraceptive that is widely used by the community, with one of the side effects is a decrease in libido. One way to overcome this problem is to use jasmine sambac aromatherapy. Destination. Objective. To try out the aromatherapy jasmine sambac to increase libido in DMPA injection acceptors in PMB Aini, Kudus Regency. Method. This type of research is a quasi experiment with one group pre-test and post-test designs without control. The sample in this study were 16 DMPA injection acceptors taken by purposive technique. Respondents used jasmine sambac aromatherapy in the form of candles at night before bed, with a duration of 2.5 hours for 14 days. Libido level was measured using the FSFI questionnaire. Data analysis using the Wilcoxon test. Result. The average of respondents experienced an increase in the total level of libido by 15.8 points. The average increase in aspects per domain is 2.3 points of desire, 2.5 points of arousal, 2.6 points of lubrication, 2.8 points of orgasm, 2.5 points of satisfaction, and 3.2 points of pain. The results of the Wilcoxon test showed that there were significant differences in the level of total libido and all domain aspects (p value ≤ 0.05). Conclusion. Jasmine sambac aromatherapy has a significant effect in increasing total libido, including its 6 domain aspects, where the average increase is the most in the pain domain, and the least average increase is in the arousal domain. Keywords: aromatherapy, jasmine, libido
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Peer Group Tentang Menstruasi Terhadap Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi SD Kelas V Di SD Pundenarum I Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Nurul Fatimah; Isy Royhanaty; Sawitry Sawitry
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 No 1 (2017): INTEREST : JURNAL ILMU KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v6i1.79

Abstract

Abstract: Menstrual Health Education Peer Group Method, Readiness To Face Menarche. Menarche in young women could cause anxiety, caused by mental preparedness, lack of knowledge and attitude were quite good physical and psychological changes. Results interview 10 students 8 students say anxiety and fear, while 2 students can answer understanding of menstruation. They had never received information about menarche and special place to ask about reproductive health. To determine the influence of menstrual health education through peer group method to the v grade students of pundenarum i elementary school, karangawen, demak. This was a pre-experimental study, with One Group Pre Test Post Test Design and Total sampling technique. The population was 35 V grader students in elementary Pundenarum I. Wilcoxon statistical test. There was a difference before and after the peer group health education about menstruation which seen from the median pretest was 18 and posttest was 28. Statistical test results obtained P-Value = 0.000. There was the influence of menstrual health education through peer group method to the v grade students of pundenarum i elementary school, karangawen, demak. Can disseminate to the elementary school using the Peer Group increase preparedness in the face of menarche.
Sanggar Pijat Bayi Sehat Sebagai Program Tambahan Posyandu Untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Isy Royhanaty; Maftuchah Maftuchah
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2018): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v9i1.1739

Abstract

Posyandu (pos pelayanan terpadu) merupakan wujud peran serta masyarakat dalam kemandirian melaksanakan kegiatan dalam bidang kesehatan yang salah satunya kegiatannya mencakup pemantauan pertumbuhan dan perkembangan Balita. Masih adanya 4 Posyandu yang berstrata madya dan 1 Posyandu Pratama merupakan tantangan yang besar baik bagi Kelompok Kerja IV PKK Kelurahan Sambiroto maupun Puskesmas Kedungmundu untuk meningkatkan strata menjadi purnama bahkan mandiri. Salah satu syarat peningkatan strata Posyandu yaitu adanya program tambahan dan dana sehat. Salah satu cara menjawab tantangan tersebut adalah dengan membentuk program tambahan yang sekaligus bisa digunakan sebagai sumber dana sehat mandiri bagi kegiatan Posyandu. Sudah terdapat program tambahan di beberapa Posyandu di Sambiroto yang berjalan dengan baik, seperti Posyandu Lansia dan PAUD, namun belum pernah ada program yang ditujukan untuk optimalisasi tumbuh kembang bayi. Permasalahan yang muncul dikegiatan Posyandu, perlu dicarikan solusi sehingga kemanfaatannya dapat dirasakan oleh semua masyarakat terutama bayi yang akan menjadi generasi penerus bangsa.  Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada kader Posyandu dengan mengadakan pelatihan pijat bayi dan mendirikan sanggar pijat bayi sehat. Luaran yang akan dihasilkan berupa pelatihan terstruktur dan Sanggar Pijat Bayi Sehat.
STIMULASI TUMBUH KEMBANG BAYI DENGAN MOMMY’S LOVING MASSAGE Maftuchah Maftuchah; Isy Royhanaty; Anggun Fitri Handayani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.777

Abstract

AbstractBackground: Infancy is the golden age of growth and development, by Early Detection of Growth Simulation which is a basic ability to stimulate activity of children aged 0-6 years, so children grow and develop optimally. in August 2018, there were 68 infants aged 3-6 months who are still experiencing barriers to growth and development, Mommy's Loving Massage is one of stimulation that may help improve the growth and development of infants. Objectives: this study was to analyze the effectiveness of mommy’s loving massage towards the growth of infants aged 3-6 months. Methodology: This study was quasy-experimental research, pre-test post-test with control design. Population and sample were all mothers and infants aged 3-6 months in the Village Karangroto Semarangm City, as many as 24 mothers and babies who were divided into intervention group and the control group. The instruments used were baby scales, Pre-Screening Questionnaire Development, as well as and the observation sheet to measure the quality of sleep, pain frequency and quality of infant feeding. Results: In the intervention group was no difference in the development, frequency, quality, sleep duration, frequency of breastfeeding, breastfeeding quality, breastfeeding duration, pain frequency, weight and body length. Whereas in the control group was no difference in the development, frequency, quality, sleep duration, breastfeeding duration, pain frequency, weight and body length. Conclusion: There was a significant difference in the intervention group and the kontrol group that is body weight. Kata Kunci : mommy’s loving massage; growth; development; baby massage; stimulation
THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON THE ATTITUDE TOWARDS EXCLUSIVE BREASTFEEDING: A STUDY AMONG PRIMIGRAVIDA WORKING WOMEN IN SEMARANG, INDONESIA Novita Sari; Isy Royhanaty; Rose Nurhudhariani
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 2 (2017)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding is breast milk was given to infants until the age of 6 months without any food additives. Based on a preliminary study by interviews conducted by researchers on December 12 to 26, 2014 in Bulu Lor Public health center there are 7 out of 10 working primigravida women who don’t know about exclusive breastfeeding. Aims: This study aimed to determine the effect of health education on the attitude of working primigravida women in second-trimester toward exclusive breastfeeding. Methods: This research uses a quantitative research with a quasi-experimental method with pre- experimental research design using one group pretest-posttest design. The population in this study were all primigravida second-trimester who worked as many as 58 people with of all working primigravida second-trimester who met the inclusion criteria. Using total sampling technique. By bivariate analysis test of difference mean dependent (paired t-test). Results: Based on the results of research on the effect of health education on the attitude of working primigravida women in second-trimester toward exclusive breastfeeding, There is a significant difference in the attitude toward exclusive breastfeeding of working primigravida women before and after providing health education. With the p-value of 0.000 < 0.05. Conclusion: There is an influence of health education on the attitude of working primigravida women in second-trimester toward exclusive breastfeeding. 
HUBUNGAN PERILAKU VERBAL ABUSE ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH Sri Puji Lestari; Isy Royhanaty; Elbert Samuel Landu Amah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 1 (2018): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.758 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.1.2018.63-66

Abstract

ABSTRAK Perilaku bullying pada anak di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Beberapa faktor yang diduga merupakan penyebab dari perilaku bullying salah satunya adalah verbal abuse orang tua. Menurut data yang dikeluarkan oleh Lembaga Perlindungan Anak Jawa Tengah melaporkan pada tahun 2008 jumlah kasus terbanyak yaitu kekerasan seksual sejumlah 170 kasus dengan 262 korban. Kasus korban kekerasan pada anak di Jawa Tengah terus meningkat, yaitu mencapai 2,478 kasus. Survei pendahuluan yang dilakukan menggunakan kuesioner diperoleh hasil dari 10 orang anak, 7 orang anak (70%) pernah melakukan perilaku bullying dan 3 orang anak (30%) tidak melakukan perilaku bullying. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku verbal abuse orang tua dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif (deskriptif korelasional) dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak usia sekolah di Desa Jatiharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan yang berjumlah 88 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 47 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Ada hubungan perilaku verbal abuse orang tua dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah di Desa Jatiharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Orang tua di Desa Jatiharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan yang melakukan verbal abuse membuat semakin memperberat perilaku bullying pada anak usia sekolah. Kata kunci : Verbal abuse, perilaku bullying, anak usia sekolah. THE CORRELATION BETWEEN VERBAL BEHAVIOR OF PARENTS AND BULLYING BEHAVIOR ON SCHOOL-AGED CHILDREN ABSTRACT Bullying behavior in children in Indonesia has increased significantly. Several factors are suspected to be the cause of bullying behavior one of them is verbal abuse of parents. According to data released by the Central Java Child Protection Agency reported in 2008 the highest number of cases of sexual violence amounted to 170 cases with 262 victims. The number of victims of child abuse in Central Java has increased, reaching 2,478 cases. Preliminary survey conducted using questionnaire obtained results from 10 children, 7 children (70%) had done bullying behavior and 3 children (30%) did not do bullying behavior. The study aimed to find out the correlation between verbal behavior of parents and bullying behavior on school-aged children. The type of research in this study is quantitative research (descriptive correlational) with cross sectional approach. The population in this study are parents and school-age children in Jatiharjo Village Pulokulon District Grobogan District which amounted to 88 people. The sample in this study amounted to 47 people using simple random sampling technique. There is a relationship of verbal behavior abuse parents with bullying behavior in school-age children in Jatiharjo Village Pulokulon District Grobogan District. Parents in Jatiharjo Village, Pulokulon Sub-district, Grobogan District, who conducted verbal abuse, further aggravated bullying behavior in school-aged children. Keywords: Verbal abuse, behavior of bullying, school age children.
Perbandingan Efektifitas Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Buah Bit (Beta vulgaris L.) Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Remaja Putri Dengan Anemia Isy Royhanaty; Novi Anding Suciati; Yuli
Journal of Health (JoH) Vol 10 No 2 (2023): Journal of Health (JoH) - July
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v10n2.583

Abstract

Adolescent girls are at high risk of suffering from anemia, because there is an increase in iron needs due to growth and menstruation. The normal limit for hemoglobin levels for adolescent girls is 12 g/dl. Natural supplementation that has an anti-anemia effect, namely Moringa Leaf Extract (Moringa oleifera L.) and Bit Fruit Extract (Beta vulgaris L.), so that it can be used as an alternative to non-pharmacological therapy in increasing Hb levels. Research Objectives is to determine the difference in the effectiveness of Moringa leaf extract and beet fruit extract on increasing Hb levels in adolescent girls at SMK Muhammadiyah I Pemalang. The type of research is Quasi Experiment, with a two group pre-test-post-test design. The sampling technique in this study used purposive sampling. The statistical test used is the Man Whitney U. Results: Moringa leaf extract (mean rank 27,50) was more effective than beet fruit extract (mean rank 9,50) in increasing Hb levels. Mann_Whitney U test obtained p value 0.000 < 0.05, which means that there are differences in effectiveness in the two intervention groups. There is a difference in effectiveness between Moringa leaf extract and beet fruit extract on increasing Hb levels in adolescent girls at SMK Muhammadiyah I Pemalang with a p value of 0.000. Moringa leaf extract is more effective than beet fruit extract in increasing Hb levels. Moringa leaf extract and beet fruit extract can be used as non-pharmacological therapy in increasing hemoglobin level.
Manfaat Baby Spa Dalam Meningkatkan Kualitas Tidur Dan Menyusu Isy Royhanaty; Gretta Oktavia Maharani Putri; Hernika Sary
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kualitas tidur bayi mempengaruhi perkembangan bayi, sebab dengan tidur yang baik, maka bayi akan tumbuh menjadi anak yang berkembang dengan baik pula (Hidayat, 2006). Menyusu adalah cara yang optimal dalam memberikan nutrisi dan mengasuh bayi, dan dengan penambahan makanan pelengkap pada paruh kedua tahun pertama, kebutuhan nutrisi, imunologi dan psikososial dapat terpenuhi hingga tahun kedua dan tahun-tahun berikutnya (Nurul, 2016). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur dan menyusu bayi adalah dengan memberikan perawatan baby spa (Prasetiyono, 2013). Metode :Jenis penelitian adalah kuantitatif observasional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2018 di Klinik NGunungpati – Semarang.Populasi adalah bayi usia 3-6 bulan yang melakukan kunjungan baby spa denganjumlah sampel 32 bayi.Instrumen yang digunakanadalah daftar kunjungan baby spa dan lembar observasi. Uji statistikmenggunakan Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p frekwensi baby spa dengan frekwensi tidur adalah 0.005 dengan koefisien korelasi 0.482. Nilai p frekwensi baby spa dengan durasi tidur adalah 0.000 dengan koefisien korelasi 0.842. Nilai p frekwensi baby spa dengan kenyamanan tidur adalah 0.000 dengan koefisien korelasi 0.930. Nilai p frekwensi baby spa dengan frekwensimenyusu adalah 0.000 dengan koefisien korelasi 0.944. Nilai p frekwensi baby spa dengan durasi menyusu adalah 0.000 dengan koefisien korelasi 0.916. Nilai p frekwensi baby spa dengan kenyamanan menyusu adalah0.000 dengan koefisien korelasi 0.883. Kesimpulan: Ada korelasi positif yang signfikan antara frekuensi baby spa dengan kualitas tidur dan menyusu dengan kategori korelasi sedang sampai sangat kuat.
Antibacterial Affectiveness of Green Tea Extract (Camellia Sinensis L.) Liquid Soap Against Staphylococcus aureus and Streptococcus pyogenes: ANTIBACTERIAL  AFFECTIVENESS  OF  GREEN  TEA  EXTRACT (CAMELLIA  SINENSIS  L.)  LIQUID  SOAP  AGAINST STAPHYLOCOCCUS AUREUS AND STREPTOCOCCUS PYOGENES Meutia Rizki Wibowo; Heni Wijayanti; Isy Royhanaty
Journal Of Biomedical Sciences and Health Volume 1 No. 2 Agustus 2024
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/

Abstract

Aureius dan S. pyogeineis meirupakan bakteiri gram positif peinyeibab dari peinyakit impeitigo. Impeitigo adalah infeiksi ulit yang meinyeirang hidung, mulut, dan tangan seirta ditandai deingan ruam meirah. Peingobatan impeitigo umumnya meinggunakan antibiotik, namun peinggunakan antibiotik dalam jangka waktu panjang akan meinimbulkan eifeik samping pada tubuh. Oleih kareina itu, peineiliti ingin meingeiksplorasi bahan alami yaitu daun teih hijau untuk teirapi kompleimeinteir peinyakit impeitigo. Tujuan peineilitian untuk meingeitahui peingaruh liquid soap eikstrak daun teih hijau (C. sineinsis) konseintrasi 7%, 10%, dan 13% teirhadap zona hambat bakteiri S. aureius dan S. pyogeineis. Jeinis peineilitian yang digunakan truei eikspeirimeintal deingan deisain postteist-only with control group. Instrumein yang digunakan adalah hard instrumein dan soft instrumein (SOP), deingan analisis data meinggunakan Onei Way Anova untuk peingukuran zona hambat dan Mann-Whitneiy untuk meimbandingkan diameiteir zona hambat. Hasil peineilitian meinunjukkan bahwa konseintrasi optimum liquid soap pada bakteiri S. aureius dan S. pyogeineis adalah dikonseintrasi 10% yang meinghasilkan zona hambat 2,7 mm dan 3,1 mm. Pada peirbandingan zona hambat S. aureius dan S. pyogeineis meinunjukkan nilai signifikansi 0,345 (p>0,05) yang beirarti tidak ada peirbeidaan nyata antara aktivitas antibakteiri liquid soap eikstrak teih hijau teirhadap S. aureius dan S. pyogeineis Kata kunci: Cameillia sineinsis; liquid soap; Staphylococcus aureius; Streiptococcus pyogeineis. ABSTRACT Aureius and S. pyogeineis arei gram-positivei bacteiria that causei impeitigo. Impeitigo is a skin infeiction that attacks thei nosei, mouth and hands and is characteirizeid by a reid rash. Treiatmeint for impeitigo geineirally useis antibiotics, but long-teirm usei of antibiotics will causei sidei eiffeicts on thei body. Theireiforei, reiseiarcheirs want to eixplorei natural ingreidieints, nameily greiein teia leiaveis, for compleimeintary theirapy for impeitigo. Thei aim of thei reiseiarch was to deiteirminei thei eiffeict of liquid soap with greiein teia leiaf eixtract (C. sineinsis) conceintrations of 7%, 10% and 13% on thei inhibition zonei of S. aureius and S. pyogeineis bacteiria. Thei typei of reiseiarch useid was truei eixpeirimeintal with a postteist-only deisign with control group. Thei instrumeints useid weirei hard instrumeints and soft instrumeints (SOP), with data analysis using Onei Way Anova to meiasurei thei inhibition zonei and Mann-Whitneiy to comparei thei diameiteir of thei inhibition zonei. Thei reiseiarch reisults showeid that thei optimum conceintration of liquid soap for S. aureius and S. pyogeineis bacteiria was 10%, which produceid an inhibition zonei of 2.7 mm and 3.1 mm. A comparison of thei inhibition zoneis of S. aureius and S. pyogeineis shows a significancei valuei of 0.345 (p>0.05), which meians theirei is no reial diffeireincei beitweiein thei antibacteirial activity of greiein teia eixtract liquid soap against S. aureius and S. pyogeineis Keiywords: Cameillia sineinsis; liquid soap; Staphylococcus aureius; Streiptococcus pyogeineis
Peningkatan Kualitas Produk melalui Diversifikasi Froozen Food untuk Balita Bagi UMKM Disekitar Rawa Pening Royhanaty, Isy; Amelia, Poppy Fransisca; Prayogo, Fitra Adi; Sari, Novita
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4597

Abstract

Gizi merupakan aspek yang penting untuk tumbuh kembang balita. Salah satu komponen gizi yang penting untuk balita adalah protein. Salah satu bahan makanan yang mengandung protein tinggi dan bagus untuk balita adalah ikan. Desa Ngaprah merupakan salah satu desa di Kabupaten Semarang yang berada di kawasan Rawa Pening yang kaya akan sumber daya alam berupa ikan. Roro Mendut merupakan salah satu UMKM yang berada di Desa Ngaprah Kecamatan Banyubiru, yang memanfaatkan ikan dari Rawa Pening untuk membuat produk jualannya. Rumusan masalah yang muncul adalah kurang memadainya peralatan produksi, terutama peralatan yang menunjang kualitas kesehatan dan gizi, serta peralatan yang menunjang kuantitas produk, produk mitra masih sederhana dan kurang variatif, masih kurangnya kepedulian masyarakat untuk menjaga kelestarian ikan di Rawa Pening. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang meliputi sosialisasi, pelatihan peningkatan kualitas produk melalui diversifikasi frozen food untuk balita, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang diversifikasi frozen food untuk balita dan konsep blue economy dikalangan industri pada seluruh peserta pelatihan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas produknya dalam aspek jenis, jumlah, serta higienitas produk pada UMKM Dapur Roro Mendut.