Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Peer Group Tentang Menstruasi Terhadap Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi SD Kelas V Di SD Pundenarum I Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Nurul Fatimah; Isy Royhanaty; Sawitry Sawitry
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 No 1 (2017): INTEREST : JURNAL ILMU KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v6i1.79

Abstract

Abstract: Menstrual Health Education Peer Group Method, Readiness To Face Menarche. Menarche in young women could cause anxiety, caused by mental preparedness, lack of knowledge and attitude were quite good physical and psychological changes. Results interview 10 students 8 students say anxiety and fear, while 2 students can answer understanding of menstruation. They had never received information about menarche and special place to ask about reproductive health. To determine the influence of menstrual health education through peer group method to the v grade students of pundenarum i elementary school, karangawen, demak. This was a pre-experimental study, with One Group Pre Test Post Test Design and Total sampling technique. The population was 35 V grader students in elementary Pundenarum I. Wilcoxon statistical test. There was a difference before and after the peer group health education about menstruation which seen from the median pretest was 18 and posttest was 28. Statistical test results obtained P-Value = 0.000. There was the influence of menstrual health education through peer group method to the v grade students of pundenarum i elementary school, karangawen, demak. Can disseminate to the elementary school using the Peer Group increase preparedness in the face of menarche.
Sanggar Pijat Bayi Sehat Sebagai Program Tambahan Posyandu Untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Isy Royhanaty; Maftuchah Maftuchah
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2018): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v9i1.1739

Abstract

Posyandu (pos pelayanan terpadu) merupakan wujud peran serta masyarakat dalam kemandirian melaksanakan kegiatan dalam bidang kesehatan yang salah satunya kegiatannya mencakup pemantauan pertumbuhan dan perkembangan Balita. Masih adanya 4 Posyandu yang berstrata madya dan 1 Posyandu Pratama merupakan tantangan yang besar baik bagi Kelompok Kerja IV PKK Kelurahan Sambiroto maupun Puskesmas Kedungmundu untuk meningkatkan strata menjadi purnama bahkan mandiri. Salah satu syarat peningkatan strata Posyandu yaitu adanya program tambahan dan dana sehat. Salah satu cara menjawab tantangan tersebut adalah dengan membentuk program tambahan yang sekaligus bisa digunakan sebagai sumber dana sehat mandiri bagi kegiatan Posyandu. Sudah terdapat program tambahan di beberapa Posyandu di Sambiroto yang berjalan dengan baik, seperti Posyandu Lansia dan PAUD, namun belum pernah ada program yang ditujukan untuk optimalisasi tumbuh kembang bayi. Permasalahan yang muncul dikegiatan Posyandu, perlu dicarikan solusi sehingga kemanfaatannya dapat dirasakan oleh semua masyarakat terutama bayi yang akan menjadi generasi penerus bangsa.  Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada kader Posyandu dengan mengadakan pelatihan pijat bayi dan mendirikan sanggar pijat bayi sehat. Luaran yang akan dihasilkan berupa pelatihan terstruktur dan Sanggar Pijat Bayi Sehat.
THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON THE ATTITUDE TOWARDS EXCLUSIVE BREASTFEEDING: A STUDY AMONG PRIMIGRAVIDA WORKING WOMEN IN SEMARANG, INDONESIA Novita Sari; Isy Royhanaty; Rose Nurhudhariani
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 2 (2017)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding is breast milk was given to infants until the age of 6 months without any food additives. Based on a preliminary study by interviews conducted by researchers on December 12 to 26, 2014 in Bulu Lor Public health center there are 7 out of 10 working primigravida women who don’t know about exclusive breastfeeding. Aims: This study aimed to determine the effect of health education on the attitude of working primigravida women in second-trimester toward exclusive breastfeeding. Methods: This research uses a quantitative research with a quasi-experimental method with pre- experimental research design using one group pretest-posttest design. The population in this study were all primigravida second-trimester who worked as many as 58 people with of all working primigravida second-trimester who met the inclusion criteria. Using total sampling technique. By bivariate analysis test of difference mean dependent (paired t-test). Results: Based on the results of research on the effect of health education on the attitude of working primigravida women in second-trimester toward exclusive breastfeeding, There is a significant difference in the attitude toward exclusive breastfeeding of working primigravida women before and after providing health education. With the p-value of 0.000 < 0.05. Conclusion: There is an influence of health education on the attitude of working primigravida women in second-trimester toward exclusive breastfeeding. 
HUBUNGAN PERILAKU VERBAL ABUSE ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH Sri Puji Lestari; Isy Royhanaty; Elbert Samuel Landu Amah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 1 (2018): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.758 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.1.2018.63-66

Abstract

ABSTRAK Perilaku bullying pada anak di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Beberapa faktor yang diduga merupakan penyebab dari perilaku bullying salah satunya adalah verbal abuse orang tua. Menurut data yang dikeluarkan oleh Lembaga Perlindungan Anak Jawa Tengah melaporkan pada tahun 2008 jumlah kasus terbanyak yaitu kekerasan seksual sejumlah 170 kasus dengan 262 korban. Kasus korban kekerasan pada anak di Jawa Tengah terus meningkat, yaitu mencapai 2,478 kasus. Survei pendahuluan yang dilakukan menggunakan kuesioner diperoleh hasil dari 10 orang anak, 7 orang anak (70%) pernah melakukan perilaku bullying dan 3 orang anak (30%) tidak melakukan perilaku bullying. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku verbal abuse orang tua dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif (deskriptif korelasional) dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak usia sekolah di Desa Jatiharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan yang berjumlah 88 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 47 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Ada hubungan perilaku verbal abuse orang tua dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah di Desa Jatiharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Orang tua di Desa Jatiharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan yang melakukan verbal abuse membuat semakin memperberat perilaku bullying pada anak usia sekolah. Kata kunci : Verbal abuse, perilaku bullying, anak usia sekolah. THE CORRELATION BETWEEN VERBAL BEHAVIOR OF PARENTS AND BULLYING BEHAVIOR ON SCHOOL-AGED CHILDREN ABSTRACT Bullying behavior in children in Indonesia has increased significantly. Several factors are suspected to be the cause of bullying behavior one of them is verbal abuse of parents. According to data released by the Central Java Child Protection Agency reported in 2008 the highest number of cases of sexual violence amounted to 170 cases with 262 victims. The number of victims of child abuse in Central Java has increased, reaching 2,478 cases. Preliminary survey conducted using questionnaire obtained results from 10 children, 7 children (70%) had done bullying behavior and 3 children (30%) did not do bullying behavior. The study aimed to find out the correlation between verbal behavior of parents and bullying behavior on school-aged children. The type of research in this study is quantitative research (descriptive correlational) with cross sectional approach. The population in this study are parents and school-age children in Jatiharjo Village Pulokulon District Grobogan District which amounted to 88 people. The sample in this study amounted to 47 people using simple random sampling technique. There is a relationship of verbal behavior abuse parents with bullying behavior in school-age children in Jatiharjo Village Pulokulon District Grobogan District. Parents in Jatiharjo Village, Pulokulon Sub-district, Grobogan District, who conducted verbal abuse, further aggravated bullying behavior in school-aged children. Keywords: Verbal abuse, behavior of bullying, school age children.
Perbandingan Efektifitas Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Buah Bit (Beta vulgaris L.) Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Remaja Putri Dengan Anemia Isy Royhanaty; Novi Anding Suciati; Yuli
Journal of Health (JoH) Vol 10 No 2 (2023): Journal of Health (JoH) - July
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v10n2.583

Abstract

Adolescent girls are at high risk of suffering from anemia, because there is an increase in iron needs due to growth and menstruation. The normal limit for hemoglobin levels for adolescent girls is 12 g/dl. Natural supplementation that has an anti-anemia effect, namely Moringa Leaf Extract (Moringa oleifera L.) and Bit Fruit Extract (Beta vulgaris L.), so that it can be used as an alternative to non-pharmacological therapy in increasing Hb levels. Research Objectives is to determine the difference in the effectiveness of Moringa leaf extract and beet fruit extract on increasing Hb levels in adolescent girls at SMK Muhammadiyah I Pemalang. The type of research is Quasi Experiment, with a two group pre-test-post-test design. The sampling technique in this study used purposive sampling. The statistical test used is the Man Whitney U. Results: Moringa leaf extract (mean rank 27,50) was more effective than beet fruit extract (mean rank 9,50) in increasing Hb levels. Mann_Whitney U test obtained p value 0.000 < 0.05, which means that there are differences in effectiveness in the two intervention groups. There is a difference in effectiveness between Moringa leaf extract and beet fruit extract on increasing Hb levels in adolescent girls at SMK Muhammadiyah I Pemalang with a p value of 0.000. Moringa leaf extract is more effective than beet fruit extract in increasing Hb levels. Moringa leaf extract and beet fruit extract can be used as non-pharmacological therapy in increasing hemoglobin level.
Manfaat Baby Spa Dalam Meningkatkan Kualitas Tidur Dan Menyusu Isy Royhanaty; Gretta Oktavia Maharani Putri; Hernika Sary
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kualitas tidur bayi mempengaruhi perkembangan bayi, sebab dengan tidur yang baik, maka bayi akan tumbuh menjadi anak yang berkembang dengan baik pula (Hidayat, 2006). Menyusu adalah cara yang optimal dalam memberikan nutrisi dan mengasuh bayi, dan dengan penambahan makanan pelengkap pada paruh kedua tahun pertama, kebutuhan nutrisi, imunologi dan psikososial dapat terpenuhi hingga tahun kedua dan tahun-tahun berikutnya (Nurul, 2016). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur dan menyusu bayi adalah dengan memberikan perawatan baby spa (Prasetiyono, 2013). Metode :Jenis penelitian adalah kuantitatif observasional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2018 di Klinik NGunungpati – Semarang.Populasi adalah bayi usia 3-6 bulan yang melakukan kunjungan baby spa denganjumlah sampel 32 bayi.Instrumen yang digunakanadalah daftar kunjungan baby spa dan lembar observasi. Uji statistikmenggunakan Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p frekwensi baby spa dengan frekwensi tidur adalah 0.005 dengan koefisien korelasi 0.482. Nilai p frekwensi baby spa dengan durasi tidur adalah 0.000 dengan koefisien korelasi 0.842. Nilai p frekwensi baby spa dengan kenyamanan tidur adalah 0.000 dengan koefisien korelasi 0.930. Nilai p frekwensi baby spa dengan frekwensimenyusu adalah 0.000 dengan koefisien korelasi 0.944. Nilai p frekwensi baby spa dengan durasi menyusu adalah 0.000 dengan koefisien korelasi 0.916. Nilai p frekwensi baby spa dengan kenyamanan menyusu adalah0.000 dengan koefisien korelasi 0.883. Kesimpulan: Ada korelasi positif yang signfikan antara frekuensi baby spa dengan kualitas tidur dan menyusu dengan kategori korelasi sedang sampai sangat kuat.
Peningkatan Kualitas Produk melalui Diversifikasi Froozen Food untuk Balita Bagi UMKM Disekitar Rawa Pening Royhanaty, Isy; Amelia, Poppy Fransisca; Prayogo, Fitra Adi; Sari, Novita
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4597

Abstract

Gizi merupakan aspek yang penting untuk tumbuh kembang balita. Salah satu komponen gizi yang penting untuk balita adalah protein. Salah satu bahan makanan yang mengandung protein tinggi dan bagus untuk balita adalah ikan. Desa Ngaprah merupakan salah satu desa di Kabupaten Semarang yang berada di kawasan Rawa Pening yang kaya akan sumber daya alam berupa ikan. Roro Mendut merupakan salah satu UMKM yang berada di Desa Ngaprah Kecamatan Banyubiru, yang memanfaatkan ikan dari Rawa Pening untuk membuat produk jualannya. Rumusan masalah yang muncul adalah kurang memadainya peralatan produksi, terutama peralatan yang menunjang kualitas kesehatan dan gizi, serta peralatan yang menunjang kuantitas produk, produk mitra masih sederhana dan kurang variatif, masih kurangnya kepedulian masyarakat untuk menjaga kelestarian ikan di Rawa Pening. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang meliputi sosialisasi, pelatihan peningkatan kualitas produk melalui diversifikasi frozen food untuk balita, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang diversifikasi frozen food untuk balita dan konsep blue economy dikalangan industri pada seluruh peserta pelatihan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas produknya dalam aspek jenis, jumlah, serta higienitas produk pada UMKM Dapur Roro Mendut.
Mengatasi Dismenorhe Dengan Exercises dan Nutrisi pada Remaja Poppy Fransisca; Ni Nyoman MA; Isy Royhanaty; Heni Wijayanti; Fitra Adi Prayoga; Najib Alfatnan Hartanto; Anita Komul
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Volume 3 No 2: Oktober 2023
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/cg1zrv95

Abstract

Abstrak   Menstruasi dapat didefinisikan sebagai pendarahan berkala dari rahim yang terjadi setiap bulan dan sepanjang kehidupan reproduksi aktif seorang wanita. Salah satu permasalahan kesehatan yang dapat timbul bagi kesehatan reproduksi remaja saat menstruasi adalah dismenore atau nyeri saat menstruasi/dismenorhe. Dismenore (dismenore) mempunyai dampak yang cukup besar pada remaja putri karena mengganggu aktivitas sehari-hari, kesulitan berkonsentrasi pada materi yang disampaikan dalam proses pembelajaran tidak diterima dengan baik, meminta izin untuk pulang atau sekadar masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Masalah yang harus di tangani adalah pengetahuan remaja tentang dismenorhe yang masih kurang serta belum tersedianya peer konselor untuk memfasilitasi konsultasi teman sebaya di lingkungan mitra sebagai pusat sarana pelayanan kesehatan dasar. Pengadian Kesehatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi tentang exercises dan nutrisi untuk mengatasi dismenorhe. Target luaran dari kegiatan ini adalah penyusunan artikel dan booklet. Pengadian Kepada Masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang mengatasi dismenorhe dengan exercises dan nutrisi pada remaja.   Kata Kunci : dismenorhe; exercises; nutrisi; remaja putri   Abstract    Menstruation can be defined as periodic bleeding from the uterus that occurs every month and throughout a woman's active reproductive life. One of the health problems that can arise for adolescent reproductive health during menstruation is dysmenorrhea or pain during menstruation. Dysmenorrhea has quite a big impact on young women because it interferes with daily activities, difficulty concentrating on the material presented in the learning process is not well received, and permission to go home or just go to their room to rest. The problem that must be addressed is the lack of adolescent knowledge about dysmenorrhea and the unavailability of peer counselors to facilitate peer consultations in partner environments as centers for basic health services. This health service is carried out by providing education about exercises and nutrition to treat dysmenorrhea. The target output of this activity is the preparation of articles and booklets. This community service can increase teenagers' knowledge about dealing with dysmenorrhea through exercises and nutrition for teenagers.   Keywords: dysmenorrhea, exercises, nutrition, teenagers
Personal digital assistant terhadap tingkat kecemasan orang tua pada anak pre-operasi closed fracture Amrih Widiati; Eni Kusyati; Tri Hike Susanti; Isy Royhanaty
Link Journal of Mental Health Vol 2 No 1 (2025): April : Journal of Mental Health
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmh.v1i2.24

Abstract

Kecemasan adalah respons emosional yang paling umum terjadi selama fase operasi pada anak-anak pra-operasi, dengan prevalensi berkisar antara 20% hingga 43,9 persen. Kecemasan pre operasi juga dirasakan orang tua pada anak yang akan dioperasi, karena mayoritas orang masih percaya bahwa operasi adalah tindakan invasif yang menimbulkan risiko serius bagi anak-anak. Kecemasan semacam ini dapat mempengaruhi kecemasan pra-operasi pada bayi. Tujuan: mengetahui pengaruh personal digital assistant terhadap tingkat kecemasan orang tua pada anak pre operasi closed fracture. Metode: jenis penelitian pra-eksperimental yang menggunakan desain kelompok tunggal untuk pra- dan pasca-pengujian. Besar sampel 20 orang tua anak dengan closed fracture yang ada diruang Anggrek, dengan tehnik non-probability sampling. Intervensi Personal Digital Assistant sebanyak satu kali sampai dengan selesai sebelum anak dilakukan operasi dengan menggunakan handphone. Alat pengumpul data menggunakan Hamilton Anxiety Ranting Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: menunjukkan bahwa terdapat penurunan kecemasan yang signifikan dengan nilai p-value sebesar 0,001. Kesimpulan: Personal Digital Assistant berpengaruh dalam menurunkan kecemasan orang tua dengan anak pre operasi closed fracture.
Antibacterial Affectiveness of Green Tea Extract (Camellia Sinensis L.) Liquid Soap Against Staphylococcus aureus and Streptococcus pyogenes: ANTIBACTERIAL  AFFECTIVENESS  OF  GREEN  TEA  EXTRACT (CAMELLIA  SINENSIS  L.)  LIQUID  SOAP  AGAINST STAPHYLOCOCCUS AUREUS AND STREPTOCOCCUS PYOGENES Meutia Rizki Wibowo; Heni Wijayanti; Isy Royhanaty
Journal of Biomedical Sciences and Health Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jbsh.v1.i2.63

Abstract

Aureius dan S. pyogeineis meirupakan bakteiri gram positif peinyeibab dari peinyakit impeitigo. Impeitigo adalah infeiksi ulit yang meinyeirang hidung, mulut, dan tangan seirta ditandai deingan ruam meirah. Peingobatan impeitigo umumnya meinggunakan antibiotik, namun peinggunakan antibiotik dalam jangka waktu panjang akan meinimbulkan eifeik samping pada tubuh. Oleih kareina itu, peineiliti ingin meingeiksplorasi bahan alami yaitu daun teih hijau untuk teirapi kompleimeinteir peinyakit impeitigo. Tujuan peineilitian untuk meingeitahui peingaruh liquid soap eikstrak daun teih hijau (C. sineinsis) konseintrasi 7%, 10%, dan 13% teirhadap zona hambat bakteiri S. aureius dan S. pyogeineis. Jeinis peineilitian yang digunakan truei eikspeirimeintal deingan deisain postteist-only with control group. Instrumein yang digunakan adalah hard instrumein dan soft instrumein (SOP), deingan analisis data meinggunakan Onei Way Anova untuk peingukuran zona hambat dan Mann-Whitneiy untuk meimbandingkan diameiteir zona hambat. Hasil peineilitian meinunjukkan bahwa konseintrasi optimum liquid soap pada bakteiri S. aureius dan S. pyogeineis adalah dikonseintrasi 10% yang meinghasilkan zona hambat 2,7 mm dan 3,1 mm. Pada peirbandingan zona hambat S. aureius dan S. pyogeineis meinunjukkan nilai signifikansi 0,345 (p>0,05) yang beirarti tidak ada peirbeidaan nyata antara aktivitas antibakteiri liquid soap eikstrak teih hijau teirhadap S. aureius dan S. pyogeineis Kata kunci: Cameillia sineinsis; liquid soap; Staphylococcus aureius; Streiptococcus pyogeineis. ABSTRACT Aureius and S. pyogeineis arei gram-positivei bacteiria that causei impeitigo. Impeitigo is a skin infeiction that attacks thei nosei, mouth and hands and is characteirizeid by a reid rash. Treiatmeint for impeitigo geineirally useis antibiotics, but long-teirm usei of antibiotics will causei sidei eiffeicts on thei body. Theireiforei, reiseiarcheirs want to eixplorei natural ingreidieints, nameily greiein teia leiaveis, for compleimeintary theirapy for impeitigo. Thei aim of thei reiseiarch was to deiteirminei thei eiffeict of liquid soap with greiein teia leiaf eixtract (C. sineinsis) conceintrations of 7%, 10% and 13% on thei inhibition zonei of S. aureius and S. pyogeineis bacteiria. Thei typei of reiseiarch useid was truei eixpeirimeintal with a postteist-only deisign with control group. Thei instrumeints useid weirei hard instrumeints and soft instrumeints (SOP), with data analysis using Onei Way Anova to meiasurei thei inhibition zonei and Mann-Whitneiy to comparei thei diameiteir of thei inhibition zonei. Thei reiseiarch reisults showeid that thei optimum conceintration of liquid soap for S. aureius and S. pyogeineis bacteiria was 10%, which produceid an inhibition zonei of 2.7 mm and 3.1 mm. A comparison of thei inhibition zoneis of S. aureius and S. pyogeineis shows a significancei valuei of 0.345 (p>0.05), which meians theirei is no reial diffeireincei beitweiein thei antibacteirial activity of greiein teia eixtract liquid soap against S. aureius and S. pyogeineis Keiywords: Cameillia sineinsis; liquid soap; Staphylococcus aureius; Streiptococcus pyogeineis