Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Optimizing Natural Dyeing Processes to Improve Product Quality Ecoprint-Based Creative Industries that Support Sustainable Economic Growth Catur Sugiarto; Rahmawati Rahmawati; Hunik Sri Runing Sawitri; Ratna Endah Santoso; Siti Arifah; Endang Dwi Amperawati; Andreansyah Saputra; Mi'raj Akbar; Junaid M Shaikh
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 3 (2026)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i3.1596

Abstract

This community service activity aims to improve the product quality and business capacity of ecoprint MSMEs through the optimization of natural dyeing processes based on ketapang leaves (Terminalia catappa) and sappanwood (Caesalpinia sappan), integrated with strengthening business management and digital marketing. The implementation method employed a participatory approach through several stages, including socialization, training on natural dye extraction, practice of dyeing and color fixation, business management training, as well as monitoring and evaluation. The results indicate a significant improvement in the partners’ capacity. Optimization of the mordanting and fixation processes improved the color fastness of products from a low category to a moderate–high category based on washing and rubbing tests. Production efficiency also increased, as indicated by the reduction of production time from approximately seven days to four to five days per production cycle and an increase in production capacity of around 30%. In addition, product diversification of ecoprint products was achieved, resulting in various derivative products such as eco-tik, tote bags, and ready-to-wear clothing, along with increased digital marketing activities through social media and marketplaces. The novelty of this program lies in the integration of technical innovation in optimizing natural dyes with the empowerment of business management and digital marketing for creative MSMEs. This integrated approach has proven effective in improving product quality, production efficiency, and business competitiveness. The findings indicate that strengthening production capacity based on local resources, supported by business management and digital marketing, can serve as a sustainable empowerment model for creative MSMEs. This program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 8, by increasing business productivity, expanding market access, and encouraging economic growth based on environmentally friendly creative industries.
Perancangan Busana Square Cut Dengan Sumber Ide Tari Cepetan Alas Kebumen Menggunakan Teknik Batik Tulis Pebrivana Sherly Parahita Seno; Ratna Endah Santoso
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 14 No 1 (2026): ESTETIKA DAN BUDAYA KONTEMPORER DALAM PERSPEKTIF SENI RUPA, KRIYA, DESAIN
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v14i1.5049

Abstract

Perkembangan industri fesyen yang cenderung mengikuti tren fast fashion telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan limbah tekstil. Hal ini mendorong perlunya pendekatan desain yang lebih berkelanjutan melalui konsep zero waste fashion. Penelitian ini bertujuan untuk merancang busana square cut menggunakan teknik batik tulis dengan sumber ide Tari Cepetan Alas Kebumen sebagai upaya pengurangan limbah tekstil sekaligus pelestarian budaya lokal. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan seni kriya Tiga Tahap Enam Langkah menurut SP Gustami yang terdiri dari tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Data diperoleh melalui wawancara dengan narasumber, observasi digital, serta studi literatur yang kemudian dianalisis untuk menghasilkan konsep desain motif dan busana. Hasil perancangan menghasilkan lima alternatif desain busana square cut yang menginterpretasikan alur Tari Cepetan Alas, yaitu Pambuka, Babadan, Gagahan Alas, Muryani Busana, dan Sulasih, dengan tiga desain direalisasikan menjadi karya busana. Visualisasi motif batik dikembangkan melalui stilasi unsur tari seperti tokoh, gerak, dan pola lantai yang diaplikasikan pada kain batik tulis. Penerapan teknik square cut mampu meminimalkan limbah kain sekaligus menjadi media efektif dalam mentransformasikan narasi budaya ke dalam busana.