Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdidas

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Desain Produk Kerajinan Gerabah Galogandang Kabupaten Tanah Datar Wisnu Prastawa; Febri Yulika; Taufik Akbar
Jurnal Abdidas Vol. 1 No. 5 (2020): Vol 1 No 5 October Pages 306-486
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v1i5.86

Abstract

Galogandang merupakan sebuah desa di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Hampir sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani dan pengrajin gerabah. Jenis gerabah yang diproduksi terdiri dari periuk, vas dan celengan. Keberadaan kerajinan gerabah di Galogandang dikarenakan potensi tanah liat yang ada di daerah tersebut serta keterampilan masyarakat setempat. Meskipun begitu, desain produk gerabah yang dihasilkan sangat monoton dan sederhana. Guna mewujudkan pengembangan desain dan peningkatan kualitas gerabah Jorong Galogandang tersebut, salah satu usahan yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pengabdian masyarakat berbasis Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa seni Institut Seni Indonesia Padangpanjang dengan cara pelatihan keterampilan dalam bidang seni dan desain gerabah kepada masyarakat pengrajin setempat. Selain bermanfaat bagi pengrajin gerabah lokal, program KKN ini juga membantu mahasiswa mampu bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat umum untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di perguruan tinggi kepada masyarakat luas
Pelatihan Pembuatan Desain Produk Bambu pada “Kelompok Kerajinan Bambu Talago” Nagari Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat Ahmad Bahrudin; Fery Pernando; Yandri Yandri; Taufik Akbar; M Iqbal Saputra
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 2 (2021): April, Pages 161-458
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i2.236

Abstract

Nagari Kumanis merupakan nagari yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, terutama hasil hutannya. Salah satu hasil hutan adalah bambu. Selama ini digunakan sebagai bahan bangunan, sebagai pagar, bahkan dijadikan sebagai bahan bakar. Bambu selama ini juga dianggap sebagai hama yang menggangu tanaman lain, sehingga bambu keberadaannya meresahkan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah menggunakan metode ceramah dan praktik langsung. Metode ceramah digunakan pada waktu menjelaskan tentang rencana pengabdian dan capaian yang ingin di capai, tentang cara membuat desain dan tentang beberapa keteknikan yang digunakan. Sedangkan metode praktik langsung digunakan dalam proses pembuatan desain, proses produksi dan proses finishing produk. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi maka dilakukan pelatihan kepada kelompok usaha tersebut, berupa cara memanfaatkan bambu menjadi produk yang lebih berguna dan bisa menopang perekonomian masyarakat sekitarnya. Pelatihan yang telah dilakukan adalah bagaimana menjadikan bambu sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi, salah satunya dengan memberikan pelatihan cara membuat produk kriya dengan menggunakan bahan baku bambu. Adapun produk yang telah dihasilkan seperti: beberapa model lampu, docking handphone dan kemasan gula semut dengan berbagai ukuran.
Pelatihan Membatik bagi Kelompok Ibu Rumah Tangga Nagari Cubadak Kabupaten Tanah Datar Taufik Akbar; Bambang Wijaksana; Wardi Metro; Ahmad Bahrudin; Hendratno Hendratno
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 6 (2021): December Pages 1257-1486
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i6.473

Abstract

Batik adalah sebuah karya seni Indonesia dan juga salah satu komoditi ekonomi kreatif. Keberadaannya memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat serta mendukung sektor pariwisata, Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah berupa pelatihan batik bagi kelompok Ibu-ibu rumah tangga di Nagari Cubadak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan keterampilan membatik dan membuka peluang wirausaha batik bagi masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah demonstrasi dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan antusias peserta yang tinggi untuk membatik dengan motif ragam hias buah nangka dan coklat sebagai ciri khas kearifan lokal daerah.
Pengenalan Pembuatan Keramik Teknik Cetak pada Siswa Disabilitas Sekolah Luar Biasa (SLB) Mutiara Bunda Kota Padangpanjang Hendratno Hendratno; Purwo Prihatin; Taufik Akbar
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 3 (2022): June, Pages 355-611
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i3.597

Abstract

Pengenalan pembuatan keramik teknik cetak pada siswa disabilitas ini didasari bahwa pentingnya pemberdayaan anak dengan disabilitas. Seperti halnya anak-anak lain, anak dengan disabilitas juga perlu diberi keterampilan dan keahlian tertentu agar dapat menjadi bekal mereka di masa depan. Salah satunya adalah di bidang seni dan kerajinan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah, demostrasi dan pelatihan. Hasil dari kegiatan menunjukan anak dengan disabilitas siswa Sekolah Luar Biasa Mutiara Bunda di Kota Padangpanjang memiliki pengalaman baru di bidang teknik cetak dalam pembuatan keramik atau gerabah. Para siswa secara umum dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan dapat membuat keramik dengan teknik cetak padat meskipun secara kualitas belum sempurna.
Pelatihan Batik Tulis dan Batik Ecoprint di Kampung Tobiang Rumah Baca Art Lab Nagari Sungai Talang Kabupaten Lima Puluh Kota Maulid Hariri Gani; Widdiyanti Widdiyanti; Yandri Yandri; Taufik Akbar
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 3 (2022): June, Pages 355-611
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i3.630

Abstract

Melakukan pelatihan membatik pada masyarakat merupakan salah satu tugas Tri Dharma Perguruan tinggi bagi seorang dosen sebagai pelaksanaan tugas-tugas yang harus dilaksanakan, disamping pengajaran dan penelitian. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kampuang Tobiang Rumah Baca Art Lab kecamatan Guguak kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat. Tema dari pelatihan ini kami pilih Alamiah dan Sederhana. Tema ini sengaja diangkat agar bagaimana sesuatu yang sangat sederhana dan tidah pernah terpikirkan selama ini bisa menjadi sebuah karya seni yang menarik, tergantung bagaimana kita  memanfaatkan apa yang ada dilingkungan. Metode pelatihan ini adalah demontrasi secara langsung kepada peserta tentang cara membatik, dan metode pendampingan kepada peserta pelatihan ketika melakukan praktek membatik dengan tujuan supaya peserta lebih cepat memahami tahapan-tahapan membatik. Pada akhirnya pelatihan ini memang tidak bisa hanya berhenti disini saja, aplikasi secara langsung membatik dengan teknik batik tulis dan ecoprin, serta di dukung teori konsep maupun contoh contoh original sehingga hasilnya dapat dirasakan secara langsung oleh peserta pelatihan.
Pelatihan Batik dalam Excellent Project (Excpro) Siswa/Siswi SMA Excellent Nurul Ikhlas Kabupaten Tanah Datar Yulimarni Yulimarni; Anin Ditto; Sri Sundari; Taufik Akbar; Yuliarni Yuliarni
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 5 (2022): October Pages 785 - 943
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i5.699

Abstract

Batik adalah salah satu karya seni asli Indonesia yang sudah mendunia. Pemerintah Indonesia saat ini berusaha agar seni batik ini dapat terus berkembang dan maju serta semakin digemari masyarakat. segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian dan pengembangan batik di berbagai daerah terus dilakukan untuk mendukung tujuan tersebut. Salah satu bentuk kegiatan pelestarian batik adalah dengan mengadalak pelatihan batik bagi generasi muda termasuk siswa/siswi tingkat sekolah menengah atas. Oleh karena itu, dilakukanlah pelatihan batik di SMA Excellent Nurul Ikhlas Kabupaten, Tanah Datar, Sumatera Barat. Kegiatan pelatihan ini juga merupakan salah satu bentuk project para siswa tersebut yang langsung dapat dipamerkan pada masyarakat. Metode kegiatan dilakukan melalui ceramah, demosntrasi dan praktik pelatihan serta pameran. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa produk batik berupa masker dan sajadah, dimana produk-produk tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Pelatihan Pembuatan Cenderamata dari Bahan Dasar Kayu Bekas bagi Siswa SMA N 5 Bukittinggi Sumadi Sumadi; Hendratno Hendratno; Taufik Akbar; Melisa Fitri Dinata; Suryanti Suryanti; Siska Mitria Nova
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 6 (2022): December Pages 944 - 1124
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i6.725

Abstract

Salah satu produk ekonomi kreatif kriya adalah sebuah cenderamata. Produk ini juga merupakan penunjang industri pariwisata di Bukittinggi, Sumatera Barat. Program pengabdian masyarakat ini adalah kegiatan pelatihan pembuatan cenderamata dengan mendaur ulang sampah kayu bekas bagi siswa-siswi SMA N 5 Bukittinggi. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan dan memberikan keahlian seni kerajinan dengan memanfaatkan sampah bagi para pelajar sebagai antisipasi dari isu lingkungan saat ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah dengan ceramah, demonstrasi dan pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan antusias siswa yang tinggi. Para siswa  memiliki keterampilan membuat karya cenderamata dengan bentuk visual yang menunjukan ciri khas budaya lokal.
Pengenalan dan Edukasi Batik bagi Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak Pembina Padangpanjang Aninditto Aninditto; Widdiyanti Widdiyanti; Yulimarni Yulimarni; Taufik Akbar; Sri Sundari
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i3.801

Abstract

Selain sebagai salah satu hasil budaya Indonesia, batik juga merupakan salah satu media kreatif untuk mengasah kreativitas dalam bidang seni termasuk bagi anak-anak usia dini yang sedang dalam usia emas pertumbuhan. Proses membatik merupakan sebuah proses kreatif untuk merancang motif hias atau mewarnai suatu kain. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengenalan dan edukasi batik kepada anak-anak usia dini yang sekaligus dapat melatih kreativitas mereka di TK Pembina Kota Padangpanjang. Metode kegiatan ini adalah dengan ceramah, peragaan dan pelatihan mewarnai batik. Hasil kegiatan menunjukan perhatian dan antusias murid-murid TK dalam mewarnai kain batik. Produk batik yang dihasilkan adalah berupa sajadah dengan beragam warna sesuai kreativitas mereka.
Pelatihan Batik bagi Masyarakat Nagari Paninggahan Kabupaten Solok Hijratur Rahmi; Edi Satria; Taufik Akbar
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 5 (2023): October Pages 363 - 456
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i5.841

Abstract

Nagari atau Desa Paninggahan merupakan salah satu desa yang terletak di kawasan wisata Danau Singkarak Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Masyarakat Paninggahan memiliki kelompok ibu rumah tangga yang menjalani berbagai pelatihan kerajinan di bawah asuhan nagari. Perkumpulan kerajinan tersebut dibentuk dalam rangka memberikan tambahan keterampilan bagi ibu-ibu selain kegiatan sehari-hari yang mereka jalani seperti bertani dan berladang. Pemerintahan setempat berharap dengan adanya keterampilan lainnya, ibu-ibu yang ada di sana bisa mendapatkan tambahan dari segi perekonomian mereka. Hal ini menjadi daya tarik untuk terus melanjutkan aktivitas keterampilan mereka dengan memberikan tambahan keterampilan membatik dengan kearifan lokal. Pengabdian masyarakat ini difokuskan kepada pengenalan dan pelatihan membatik untuk membentuk pengetahuan masyarakat tentang dan proses membatik. Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui ceramah, demonstrasi dan pelatihan. Hasil pelatihan menunjukan bahwa para peserta dapat menghasilkan kain batik panjang yang memiliki motif khas dari kekayaan alam dan budaya nagari Paninggahan yaitu ikan Bilih, daun pandan, anyaman tikar dan gerakan silat (seni bela diri tradisional minangkabau).