Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Pengaruh Variasi Bulbous Bow Terhadap Hambatan Total Pada Kapal Katamaran Penyeberangan Kepulauan Seribu Dengan Parameter Non-Linear Menggunakan CFD Fajar Aldi Prasetio; Deddy Chrismianto; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.371 KB)

Abstract

Hambatan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi dalam perancangan sebuah kapal. Kapal katamaran merupakan kapal dengan permukaan basah yang kecil segingga mengurangi drag dan meningkatkan stabilitas kapal. Bentuk haluan yang baik akan memberikan efisiensi hambatan yang dihasilkan sehingga operasional kapal dan pergerakan kapal lebih baik dan efisien pula. Perhitungan nilai hambatan kapal saat beroperasi juga penting karena berpengaruh terhadap aliran fluida dan besarnya kecepatan kapal yang diinginkan dan akhirnya berpengaruh pada nilai ekonomis suatu kapal pada saat beroperasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bentuk haluan bulbous bow yang menghasilkan hambatan paling kecil dengan menggunakan program computational fluid dynamic (CFD). Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis computational fluid dynamic (CFD) untuk penyelesaian masalah dari tujuan penelitian, Computational fluid dynamic (CFD) merupakan ilmu sains dalam penentuan penyelesaian numerik dinamika fluida. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal katamaran menggunakan model 3D serta dilakukan analisa ketinggian gelombang. Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 13.7.6.0 didapatkan nilai hambatan untuk berbagai variasi bentuk bulbous bow. Nilai hambatan total dapat diperkecil  hingga 15%, nilai ini terjadi pada kecepatan 16 knot pada variasi bulbous bow ABT = 0,211 m2 dan ABL = 0,240 m2.
Analisa Pengaruh Penambahan Integrated Stern Wedge-Flap terhadap Hambatan Kapal dengan Metode CFD Gilang Bayu Pangestu; Deddy Chrismianto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan kapal merupakan gaya yang arahnya berlawanan dengan arah laju kapal [1].  Kapal didesain sedemikian rupa sehingga meminimalisir gaya hambatannya. Modifikasi pada lambung kapal telah dilakukan sebelumnya untuk mengurangi gaya hambatan kapal, salah satunya penambahan appendage berupa Integrated Stern Wedge-Flap. Pada penelitian ini mengkaji tentang pengaruh penambahan Integrated Stern Wedge-Flap pada KRI Todak terhadap nilai hambatan kapal yang bertujuan untuk mendapatkan model variasi penambahan Integrated Stern-Wedge Flap yang mampu menurunkan nilai hambatan KRI Todak paling baik. Penelitian ini dilakukan dengan cara menghitung dan menganalisa hambatan kapal dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) yaitu ANSYS CFX. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari sembilan model variasi seluruhnya mampu menurunkan nilai hambatan total KRI Todak dengan penambahan Integrated Stern Wedge-Flap yang memiliki sudut 7° dan panjang 1,4478 meter menjadi model terbaik karena mampu menurunkan nilai hambatan total KRI Todak hingga 6,53% pada kecepatan maksimum.
PERANCANGAN APLIKASI SERVICE QUALITY (SERVQUAL) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN GALANGAN PADA PEKERJAAN REPARASI KAPAL (STUDI KASUS PT. JANATA MARINA INDAH SEMARANG) Fachrurrozi Setiawan; Deddy Chrismianto; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.534 KB)

Abstract

 Reparasi kapal merupakan kegiatan rutin pemilik kapal untuk memperolah kelaikan, keamanan, maupun kenyamanan saat kapal beroperasi. Hal ini, Peranangalangansangatbesardan kualitas pelayanan faktor terpenting kepuasan pelanggan. PT. JMI-Semarang sebagai penyedia jasa reparasi kapal berupaya meningkatkan kualitas pelayanan untuk kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, penilaian dilakukan untuk mengetahui keinginan pelanggan. Saat ini, penilaian masih menggunakan metode manual sehingga banyak kelemahan seperti, penumpukan berkas manual, data manual tidak terisi penuh, dan perhitungan hasil lama akibat human eror. Menghindari hal tersebut, peneliti merancang sistem informasi penilaian kepuasan berbasis Web Service Apache, dengan model analisa kepuasan pelanggan Metode Service Quality (Servqual) gap 5 antara persepsi–ekspektasi. Proses pembuatan, pengembangan aplikasi menggunakan metode air terjun meliputi analisa kubutuhan, analisa sistem, desain sistem didefinisikan Context Diagram, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), Use Case Diagram. Implementasi, diterapkan pada lingkungan webmenggunakan pemrograman PHP, basisdata MySQL, dilanjutkan pengujian sistem metode black-box.Sistem mampu menampilkan result perhitungan servqualdengan cepat digambarkan melalui detail graph, tabel total, tabel average, dan saran alternatif automatic serta data penilaian tersimpan rapi dalam database, pengguna dapat mengakses kapanpun, dimanapun secara online,  hasil uji coba sistem, menunjukkan bahwa aplikasi yang dibangun telah memenuhi semua kebutuhan sistem pengguna.
ANALISA HAMBATAN KAPAL AKIBAT PENAMBAHAN STERN TUNNELS PADA KAPAL TROPICAL PRINCESS CRUISES MENGGUNAKAN METODE CFD (COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC) Tuswan Tuswan; Deddy Chrismianto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.037 KB)

Abstract

Stern tunnels merupakan modifikasi bentuk buritan kapal dengan membuat sebuah lekukan kedalam untuk memusatkan aliran air ke propeller. Penambahan stern tunnels ini dilakukan pada kapal penumpang Tropical Princess Cruises. Stern tunnels dipasang pada dua sisi buritan kapal yang berguna untuk mengurangi hambatan yang terjadi pada kapal dan memungkinkan pemasangan propeller berdiameter besar. Analisa perhitungan hambatan total menggunakan software berbasis CFD dengan variasi penambahan ketinggian stern tunnels (Hw) 0,1 - 0,25 m dan panjang stern tunnels (L) 7 - 9 m yang dihitung pada kecepatan dinas kapal yaitu pada Fn 0,46. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil analisa bahwa kapal dengan penambahan stern tunnels dengan Hw 1,444 m atau rasio penambahan stern tunnels sebesar 16% dan panjang stern tunnels 7 m memiliki hambatan total terkecil yaitu dengan pengurangan hambatan total sebesar 11,25%. Berdasarkan komponen hambatan yang ada didapatkan bahwa hambatan gelombang (Rw) berpengaruh besar dalam menurunkan nilai hambatan total akibat penambahan stern tunnels ini.
Analisa Stabilitas dan Olah Gerak Kapal Ikan Tradisional Terhadap Penggantian Alat Tangkap Cantrang Menjadi Bottom Longline Untuk Daerah Batang Michael Enrico; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.604 KB)

Abstract

Cantrang merupakan alat tangkap yang memiliki sistem pengoperasian sama seperti alat tangkap Trawls, oleh sebab itu alat tangkap cantrang mulai dilarang penggunaannya di Indonesia. Untuk didaerah Batang sendiri  mayoritas nelayan menggunakan alat tangkap cantrang dalam pelayarannya, dan ini merupakan masalah yang harus diatasi agar tetap terjaganya produksi ikan di daerah Batang, untuk keperluan tersebut maka perlu dilakukan analisa stabilitas dan olah gerak kapal terhadap penggantian alat tangkap guna tetap terjaganya produksi ikan didaerah Batang. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah meliputi survey langsung dengan nelayan daerah Batang mendapatkan beberapa data dan mengolahnya di software Rhinoceros untuk mendapatkan model, lalu model tersebut divalidasi agar sesuai dengan kapal sebenarnya setelah itu dapat dilakukan analisa stabilitas, olah gerak kapal dan perhitungan slamming dan deck wetness. Hasil dari penelitian ini menunjukan dengan penggantian alat tangkap cantrang dengan bottom longline stabilitas kapal memiliki titik G diatas titik M disegala kondisi dan masih sesuai dengan kriteria IMO. Olah gerak kapal untuk rolling memiliki nilai sebesar 4,06 deg baik pada kecepatan 0 knot maupun 7 knot, dan untuk pitching sebesar 1,81 deg pada kecepatan 0 knot dan sudut masuk 0 deg ( Following sea ) 
Analisa Perubahan Sudut Swept Fully Submerged Foil Terhadap Gaya Angkat & Hambatan Pada Kapal Pilot Boat 15 Meter Regita Berlian Agustian; Deddy Chrismianto; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.327 KB)

Abstract

Di era globalisasi yang maju ini membuat teknologi perkapalan juga semakin berkembang pesat. Banyak sekali inovasi yang di kembangkan, seperti halnya kapal pilot boat yang di modifikasi menjadi hydrofoil. Hydrofoil merupakan kontruksi foil yang terpasang di bawah lambung kapal yang berfungsi untuk memberikan gaya angkat pada kapal pilot boat sehingga dapat mengurangi hambatan kapal pilot boat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan dan gaya angkat pada kapal pilot boat 15 meter dengan ada dan tidaknya penambahan hydrofoil. Dengan harapan hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam merancang hidrofoil khususnya untuk kapal pilot boat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan konfigurasi fully submerged foil, yang dilakukan dengan menganalisa berbagai variasi swept foil serta angel of attack, untuk mendapatkan gaya angkat paling besar dan hambatan total kapal yang paling kecil dalam metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 14.0.1 didapatkan nilai gaya angkat terbesar yaitu 36.788 KN untuk variasi sudut serang 4 derajat dan swept 10 derajat froude number 1.356. Nilai hambatan total diperkecil 24.921 KN. Nilai tersebut terjadi pada Froude Number 1.356. Dari beberapa variasi sudut swept fully submerged foil yang dilakukan didapatkan variasi swept fully  submerged foil yang paling efektif yaitu untuk variasi sudut serang 4 derajat dan swept fully submerged foil 10 derajat.
ANALISA PERBANDINGAN ULSTEIN X-BOW DENGAN BULBOUS BOW KONVENSIONAL TERHADAP NILAI HAMBATAN TOTAL DAN SEAKEEPING KAPAL MENGGUNAKAN METODE CFD Andreas Parulian Sidabalok; Deddy Chrismianto; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.045 KB)

Abstract

Dalam operasinya di laut, kapal harus memiliki nilai ekonomis dan performa yang baik. Untuk mencapai semua hal tersebeut dibutuhkan desain kapal yang memiliki kecepatan optimum tetapi penggunaan daya mesin yang seminimal mungkin sehingga dapat terciptanya peningkatan efisiensi penggunaan bahan bakar. Penggunaan daya mesin sangat berhubungan dengan hambatan yang dialami suatu kapal. Salah satu cara alternatif dalam pengurangan hambatan kapal adalah melakukan pemasangan bulbous bow pada haluan kapal. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan besarnya nilai hambatan kapal yang terjadi dengan menggunakan program computational fluid dynamic (CFD) dan melakukan analisa seakeeping dengan menggunakan software Maxsurf Motions. Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan bantuan paket program Computer Aided Design (CAD), Computational Fluid Dynamics (CFD) dan Maxsurf. Dari ketiga variasi model tersebut, nilai hambatan terendah terjadi pada model 3 dengan desain haluan X-Bow yaitu koefisien total sebesar 0.006565 dan nilai hambatan total sebesar 242,76 KN. Sedangkan untuk model 1 dan model 2 menghasilkan nilai koefisien total masing-masing 0,007211 dan 0,007368. Dengan nilai hambatan total model 1 sebesar 267,22 KN dan nilai hambatan total model 2 sebesar 273,40 KN. Analisa seakeeping kapal menunjukan respon heaving kapal terkecil dialami pada sudut 90o saat tinggi gelombang 3 meter oleh model 3 yaitu sebesar 0,204 meter. Sedangkan untuk model 1 memiliki nilai 0,214 meter dan model 2 memiliki nilai 0,208 meter. Untuk respon pitching kapal terkecil juga dialami pada sudut 90o saat tinggi gelombang 3 meter oleh model 3 yaitu sebesar 0,065o. Sedangkan untuk model 1 memiliki nilai 0,084o dan model 2 memiliki nilai 0,098 o. Untuk probability slamming baik model 1, model 2 maupun model 3 tidak memiliki kemungkinan untuk terjadinya slamming. Dari hasil analisa baik dari segi hambatan maupun seakeeping kapal didapat bahwa model 3 yakni model dengan menggunakan desain haluan X-Bow adalah model terbaik yang dapat dijadikan alternatif jika dibandingkan model 1 dan model 2.
Analisa Nilai Investasi Kapal Ikan PVC Baruna Fishtama Dibanding Kapal Ikan Kayu Dengan Alat Tangkap Gillnet Nylon Alam Fajar Ramadhany; Imam Pujo Mulyatno; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia telah terdapat kapal  berlambung pipa PVC. Kapal tersebut berjenis kapal ikan yang bernama Baruna Fishtama. Namun mayoritas nelayan Indonesia masih banyak yang menggunakan kayu sebagai material utama pembuatan kapal mereka. Berdasarkan itu diperlukan adanya analisa tentang kelayakan investasi untuk kapal ikan bermaterial PVC dan kapal ikan bermaterial kayu yang berguna untuk mengetahui perbandingan nilai investasi antara kedua kapal tersebut dengan alat tangkap yang sama agar dapat dijadikan pertimbangan bagi nelayan dan pengusaha perikanan dalam menentukan material kapal mereka. Serta untuk mengetahui manakah yang lebih profitable antara kedua kapal tersebut. Dalam menganalisanya digunakan metode analisa kelayakan investasi seperti Payback Period, Net Present Value, Profitabillity Index, Internal Rate of Return, Break Even Point, dan Return on Investment. Agar analisa dapat dilakukan dibutuhkan biaya-biaya anggaran dari kedua kapal yang meliputi biaya investasi, fix cost, dan variable cost. Dalam penelitian ini dibuat beberapa asumsi kondisi yang meliputi hasil tangkapan dan jumlah trip kedua kapal agar kedua kapal dapat dibandingkan. Dari seluruh metode analisa yang dilakukan didapatkan hasil bahwa kapal ikan PVC lebih murah nilai investasinya dan profitabilitasnya lebih baik dari kapal ikan kayu. Dengan kata lain kapal ikan PVC berdasarkan analisa kelayakan investasinya secara mutlak lebih menguntungkan dibanding kapal ikan kayu.
Analisa Crashing Project Menggunakan Metode Time Cost Trade Off Pada Pembangunan Mooring Boat Milik PT. Pertamina Trans Kontinental Akibat Modifikasi Desain Bottom Keel Sheila Ayu Kirana Prabani; Imam Pujo Mulyatno; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu proyek dapat dikatakan baik dan berjalan lancar jika dalam keberjalanannya sesuai dengan perencanaan awal, dan memperhatikan tiga komponen penting, yaitu waktu, biaya dan mutu. Pada tugas akhir ini, objek penelitian yang dipilih ialah pembangunan Mooring Boat milik PT. Pertamina TransKontinental yang mengalami keterlambatan pembangunan akibat permasalahan stabilitas kapal. Dalam hal ini akan dilakukannya percepatan durasi pekerjaan untuk meminimalisir keterlambatan serta mendapatkan biaya optimal setelah percepatan dengan analisa metode Time Cost Trade Off melalui opsi penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja (Lembur). Hasil yang didapat ialah komparasi dari dua alternatif yang digunakan terhadap hasil percepatan pekerjaan dengan biaya paling optimal. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada pekerjaan launching and testing yang terdapat pada jalur lintasan kritis didapatkan hasil waktu dan biaya optimum akibat penambahan Jam Kerja (Lembur) dengan percepatan durasi sebesar 3 hari dari durasi normal 37 hari menjadi 34 hari dan penambahan biaya sebesar Rp. 4.600.000,00 sehingga biaya total menjadi Rp. 16.200.000,00 sedangkan total biaya pada durasi normal Rp. 11.600.000,00. Sementara, hasil perhitungan akibat penambahan Tenaga Kerja pada pekerjaan yang sama diperoleh percepatan durasi sebesar 4 hari dari durasi normal 37 hari menjadi 33 hari melalui pengurangan biaya sebesar Rp. 100.000,00 sehingga biaya pekejaan tersebut menjadi Rp. 11.500.000,00. Kesimpulannya, pilihan terbaik untuk mempercepat durasi dengan biaya optimal pada penelitian ini adalah dengan penambahan tenaga kerja, dikarenakan menghasilkan waktu dan biaya proyek optimal sebanyak 4 hari sehingga untuk mengerjakan pekerjaan bagian Launching and Testing dapat dipercepat menjadi 33 hari dan biaya yang perlu dikeluarkan Rp. 11.500.000,00.
STUDI PERANCANGAN RESCUE HOVERCRAFT UNTUK EVAKUASI KORBAN BENCANA ALAM Dede Nugraha Sentosa HS; Deddy Chrismianto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.989 KB)

Abstract

Ketika terjadi suatu bencana alam sering kali kesulitan dalam mengevakuasi penduduk yang daerahnya terkena bencana alam. Salah satu penyebab kesulitan evakuasi tersebut yaitu medan yang sulit untuk dijangkau sehingga sangat dibutuhkan kendaraan yang bisa dioperasikan di berbagai medan. Hovercraft termasuk dalam jenis kendaraan amfibi, dalam arti bisa berfungsi di perairan maupun daratan. Bahkan hovercraft tetap dapat digunakan pada daerah rawa atau lumpur yang notabene kendaraan darat atau kapal tidak dapat digunakan di medan seperti itu. Dengan segala kelebihannya, penggunaan hovercraft sebagai kendaraan SAR (Search and Rescue) korban bencana alam sangat efektif. Penelitian ini bertujuan mendapatkan ukuran utama hovercraft yang bisa digunakan secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan dalam evakuasi suatu bencana alam sehingga dihasilkan rencana garis dan rencana umum serta diketahui analisa hovercraft dari segi stabilitas dan manuver. Untuk mengetahui lebih spesifik tentang perancangan sebuah hovercraft, maka dilakukan survey lapangan ke perusahaan yang telah melakukan pembuatan hovercraft di Indonesia, yaitu PT Dirgantara Indonesia (Persero). Dari berbagai referensi yang didapatkan kemudian ditentukan ukuran utama menggunakan metode Regresi Linier dan Polinom Lagrange. Setelah ditentukan dimensi dan berat total hovercraft, selanjutnya dilakukan perhitungan hambatan, daya, tinggi rintangan, titik berat serta analisa stabilitas dan manuver. Rescue Hovercraft yang direncanakan ini mempunyai panjang (L) 11 meter. Dalam melakukan evakuasi korban bencana alam Rescue Hovercraft ini direncanakan mampu menempuh jarak 50 km. Dimensi Rescue Hovercraft yaitu L = 11,00 meter, B = 4,56 meter, Vs = 35 knot, payload 2,40 ton, dan jumlah penumpang sebanyak 20 orang. Pada analisa stabilitas Rescue Hovercraft ini terbagi atas 3 kondisi, yaitu saat hovercraft hanya diisi oleh kru (kondisi I), saat hovercraft diisi oleh kru dan para penumpang (kondisi II), dan saat mesin tiba-tiba mati ketika hovercraft sedang berada di perairan sehingga bantalan udaranya tidak mengembang (kondisi III). Hasil perhitungan stabilitas Rescue Hovercraft pada semua kondisi dinyatakan memenuhi (pass) standar persyaratan yang ditetapkan oleh IMO. Nilai GZ maksimum pada kondisi I yaitu 2,297 meter yang terjadi pada 30,9o,  nilai GZ maksimum pada kondisi II  yaitu 2,284 meter yang terjadi pada 31,8o, dan nilai GZ maksimum pada kondisi III yaitu 1,669 meter yang terjadi pada 31,8o. Hasil analisa manuver menggunakan formula menunjukan bahwa manuver Rescue Hovercraft telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, yaitu pada saat surging, yawing, swaying, dan rolling semua perhitungan pada setiap sudut manuver dan kecepatan yang berbeda memiliki nilai negatif sehingga dihasilkan momen pemulih (righting moment) .
Co-Authors A.F. Zakki Abi Dimas Alfian, Abi Dimas Ahmad Fauzan Zakki Ainul Fadlilah Airlangga Herbowo Ajib Wahab Purwanto Al Muhshi, Hassan Alam Fajar Ramadhany Aldino Ihsan Alfian Tri Eka Kurniawan Alfian, Wahyu Alfonso Nababan Alvianto, Jodhy Irsyad Ananda Ragil Prakarsa Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andreas Parulian Sidabalok Andriyanto, Fajar Angelia, Christine Ari Wibawa Budi Santosa Azhabul Hayatul Fajar Bagus Prasetio Bayu Wisnu Sasongko, Bayu Wisnu Berlian Arswendo Adietya Budi Setyawan Chairul Rizaldy Citra Eka Febrian Dama Nisphal Azis Daviensya Giovancha Anabel Malingkas Dede Nugraha Sentosa HS Dewi, Intan Koamala Dian Purnama Putra Dimas Bagus Darmawan Dirga Nur Agnesa Dwi Satria Fajar Eko Sasmito Hadi Eny Fuskhah Eny Puskhah Fachrurrozi Setiawan Fahmi Fernando Yuliansyah Fajar Aldi Prasetio Fatchul Falah Azmi Febrian Wahyu Wijaya Firdhaus, Ahmad Gagah Prayogo Wibowo Gigih Niagara Gilang Bayu Pangestu Good Rindo Harno, Harno Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Hendra Gunawan Saputra Hendri Firman Hugo Digitec E. Sembiring I Gede Bayu Pradnya Subagia Iim Tedy Fatwa, Iim Tedy Ilham, Rizaldy Imam Pujo Mulyatno Indro Sumantri Insanu Abdilla Cendikia Abar Iqbal Habib Jefri Harumbinang Jokosiworo, Sarjito Kenna Sani Saefuddin Khoirul Ramadhan Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kusuma, Muhammad Rizki Darmawan Adi Lily Muzdalifah M. Nurul Hidayat Maria Fatima Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Meri Nugraha Michael Enrico Miftah, Muhammad Azizul Moh Nurdin Septiantono R Moh. Hasan Sidiq Mohammad Fiqran Dzikhriansyah Setiawan Mohammad Ganesha Husada Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Julnanda Serpa Muhammad Raditya Daniswara Niko Bayu Prasetyo nur khakiki Nurhali Nurhali Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Praditya Utomo Puskhah, Eny Puskhah, Eny Putra Bangkit Setya Budi, Putra Bangkit Setya Putra Bangkit Setyabudi, Putra Bangkit Putra, Rico Ade Putranda Firman Prayoga Rahmat Nurhadi Rausyan Fikri Regita Berlian Agustian Resha Buddy Prakoso Rizaldo, M. Fikry Rochman Ikhsan Pamuji Roni Prasetyo, Roni Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sheila Ayu Kirana Prabani Sukanto Jatmiko Syahab, Husein Tindaon, Aldy Sabat Tubagus Bintang Ramadhan Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahif Indramana Wahyu Adi Nugraha Wahyu Fajar Gemilang Widyadhana, Bagas Dhira Wilma Amiruddin Wulan Pinkan Yusup Sobirin Zaenal Abidin